
Vino bujangan, usia baru menginjak 25 tahun. Sejak lulus SMK swasta di wilayah Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Vino lebih memilih berwiraswasta dengan berjualan es Capuchino di Jalan Hangtuah Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat.
Jualan menempati lokasi di depan Puskesmas Tegal Barat. Sementara tempat usahanya dia berupa gerobak di rumah dinas kehakiman yang berada persis di belakang Puskesmas.
Setiap hari Vino membuka dagangannya pukul 16.00 WIB menunggu kantoran bubar. Sebab kalau siang Vino tidak mungkin jualan disitu. Sebab itu adalah areal parkir karyawan/karyawati Puskesmas.
Sudah tiga tahun Vino membuka usaha es Capuchino. Dan selama ini tidak ada masalah. Lagian Vino termasuk anak muda milenial yang tidak percaya segala macam takhayul.
Meskipun Vino juga sholat lima waktu dan kerap baca Al Quran terutama surat Al Baqoroh yang membahas hal-hal yang ghoib. Tetapi Vino tetap tidak percaya kepada kuntilanak, pocong, kalongwewe, dan sebagainya.
Sehingga ketika Tolib pèdagang gorengan tetangganya menanyakan. "Vin apakah kamu gak takut naruh gerobak di rumah dinas kehakiman yang tidak berpenghuni itu.!?"
"Emang kenapa Kang!?" Jawab Vino.
"Lho daerah itu gelap dan terkesan suram. Biasanya hal-hal seperti itu selalu identik dengan hantu atau penampakan-penampakan..!!!" Ujar Tolib.
"Maaf Kang aku sama sekali tidak percaya dengan hal-hal kayak gituan. Malah dengan begitu aku aman naruh gerobak disitu..!" Kilah Vino.
"Ya sudah kalau kamu gak percaya. Itu urusanmu...yang penting aku sebagai temanmu dan aku merasa lebih tua. Aku sudah mengingatkanmu. Mengenai lain-lainya terserah kamu. Aku kira kamu sudah cukup dewasa. Sudah mampu menilai yang baik dan buruk..!" Ujar Tolib dengan nada putus asa setelah usaha mengingatkan Vino seperti tidak digubris.
"Aku terima kasih Kang. Kang Tolib sudah mengingatkan saya. Tetapi mohon maaf...sejak kecil sehingga besar begini aku belum pernah melihat penampakan. Kecuali di sinetron..tivi juga youtube. Yang aku lihat semua itu settingan. Faktanya tidak ada. Jadi sekali lagi aku mohon maaf Kang..!" Ujar Vino yang makin membuat Tolib mengelus dada sembari dalam hati dia mengatakan.
"Suatu ketika kamu pasti kena batunya. Ini hanya soal waktu saja..!"
Faktanya memang Vino belum pernah melihat hantu. Belum pernah melihat penampakan. Dan itu hampir dialami oleh kaum milenial. Sehingga tidak salah jika mereka kerap meremehkan hal-hal yang ghoib.
Bahkan tidak jarang sosok kuntilanak, sosok pocong untuk buat candaan dan buat ngefrank. Ya.. itu semua karena mereka umumnya melihat hantu-hantu itu hanya di film tivi atau youtube saja.
__ADS_1
Namun ucapan Tolib juga bukan omong kosong. Sebab rumah dinas Kehakiman itu yang terletak di Jl Manila. Memang sudah lama tidak ditempati.
Rumah itu dibiarkan kosong dan seperti tak terurus. Tetangga hanya satu bidan Puskesmas. Tapi dia pun sejak setahun lalu pindah dari situ. Sehingga rumah itu pun dibiarkan kosong.
Sementara rumput liar dibiarkan tumbuh bebas. Di selingi pohon mangga besar dan lampu penerangan yang minim. Sehingga warga sekitarpun jarang ada yang berani lewat Jalan Manila malam-malam.
"Aku dikasih uang seratus ribu suruh lewat jalan itu malam-malam...ah lebih baik uangnya kuambil aku pilih lewat Jalan Mujaher saja yang lebih aman..!" Ujar Siti kepada Selvi, temannya yang sesama warga situ.
"Emangnya kenapa sih Mbak Siti..!?" Tanya Selvi.
"Memang aku belum lihat penampakan disitu. Tetapi melihat suasana jika malam hari...hadeeeuhh ngeri banget..!" Ujar Siti.
Memang belum ada yang pernah melihat penampakan di sekitar itu.
Namun dari terawangan Teguh yang mengaku indigo. Dia mampu melihat bahwa di sekitar situ luar biasa. Ada pocong, ada genderuwo dan juga kuntilanak.
Dan meskipun belum ada yang membuktikan ucapan Teguh. Tetapi warga tahu dan percaya bahwa Teguh memang memiliki indra keenam yang cukup tajam.
Dan cerita warga itu pun sampe ke telinga Vino. Tetapi tetap saja Vino menganggap semua cerita itu builshit. Bohong dan tidak benar. Karena itu Vino tetap santai menaruh gerobak usahanya di rumah dinas kehakiman.
Keadaan Vino tetap tudak berubah sampe kepada malam Jumat Kliwon tanggal 6 malam 7 Agustus. Seperti biasa Vino buka dagangan pukul 16.00WIB. Dan pukul 21.30 WIB dia nutup.
Setelah nutup dagangan, Vino biasa mendorong gerobaknya dari Jalan Hangtuah depan Puskesmas masuk ke Jalan Manila dari arah Timur melewati Kantor KUA Tegal Barat.
Dalam hati dan pikiran Vino sama sekali tidak terbesit sekecil apapun tentang hantu.
"Tetapi udara kali ini lebih dingin dari biasanya..!" Ujar Vino dalam hati sembari terus mendorong gerobaknya.
__ADS_1
Ketika Vino melewati kantor Bazis Tegal Barat tiba-tiba bulu kuduknya merinding.
"Lho ada apa nih...kok bulu kudukku merinding..!" Ujarnya dalam hati dengan tetap pede. Setelah memasuki rumah dinas kehakiman tiba-tiba pundaknya ada yang menowel dari belakang. Sehingga terpaksa Vino menoleh ke belakang.
"Astaghfirullah...!!!" Begitu teriak Vino. Dia kaget setengah mati. Karena di belakangnya berdiri sosok hitam berambut panjang sambil tertawa cekikikan.
Vino yang bandel kali ini benar-benar kena batunya. Dia dikunjungi kuntilanak dan Vino yang ketakutan lari meninggalkan gerobaknya yang belum sempat dia taruh pada tempat semustinya. Pokoknya kabur, gerobak urusan belakang.
Sehingga sampe di Jalan Hangtuah tempatnya dia parkir motor, nafasnya ngos-ngosan. Tolib yang masih jualan melihat keadaan Vino segera menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi kepada Vino.
Dengan terus terang Vino menceriterakan semua yang terjadi kepada Tolib yang menanggapinya dengan senyum kemenangan.
"Akhirnya kamu kena juga ya Vin..!?" Ujar Tolib kepada Vino dèngan nada puas." Sebelumnya aku sudah mengatakan bahwa kamu pasti akan ditemuinya. Jika saat itu belum. Itu hanya soal waktu saja dan akhirnya ha ha ha ha..!!!" Ujar Tolib sambil tertawa.
Vino cuma diam sebab yang dikatakannya semua benar.
Cerita itu segera menyebar ke warga. Cerita bahwa tukang es capuchino diganggu kuntilanak. Dan kisahnya makin bias menjadi Kuntilanak Capuchino.
Dulu sebelum kejadian ini, Vino bisa jualan kapan saja. Tidak peduli apakah itu malam Jumat ataukah malam Selasa dia tetap dagang.
Demikian waktu tutup, mau nutup jam 21.00 WIB atau bahkan jam 23.00 WIB Vino cuek bebek sebab dia tidak percaya hantu. Vino tidak pernah lihat penampakan. Kecuali dia nontonnya di tivi.
Sekarang, sejak Vino dicolek kuntilanak. Dia menutup dagangannya paling malam jam 21.00 WIB. Bahkan setiap malam Jumat tidak peduli Jumat apa dia pilih gak jualan. Lebih baik nutup.
Ngapain "ngoyo" dan akhirnya ditowel kuntilanak. Mending di rumah bisa nonton sinetron. Syukur bisa nonton sinetron yang ada kuntilanaknya. Hitung-hitung belajar mengenal karakter kuntilanak.
------
__ADS_1