
Imam bujangan, bukan berarti dia bujang lapuk. Imam menjadi single lantaran isterinya jadi TKI di Hongkong.
Usia Imam saat ini sudah empat puluh tahun tetapi belum dikaruniai putera. Ini terjadi sejak Imam nikah isterinya Marni, yang seorang janda langsung pergi ke Hongkong menjadi TKI.
Saat itu Imam yang sopir panggilan sejak wabah Covid -19 merebak terpaksa menganggur.
Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga terpaksa Imam harus rela membiarkan isterinya jadi TKI.
Isteri Imam orang Brebes, karena di rumah mertua tidak ada isteri sehingga Imam kembali ke Tegal.
Di Tegal Imam juga belum punya pekerjaan tetap. Meskipun dia mahir nyetir mobil, tetapi sekarang jarang orang memanfaatkan tenaganya.
Untung ada Edi temannya yang mengajak parkiran. Dari kerja parkiran inilah Imam dapat makan dan beli rokok.
Untuk tidur dan mandi numpang di rumah Budi Gendut. Sahabat Imam waktu SD. Budi Gendut inilah yang kerap membantu Imam bila dia tidak parkiran.
Nasib Imam yang luntang-lantung mengundang simpati keluarga Bu Mul almarhum. Anak almarhum Hendro merasa iba. Maka dia segera mendekati Imam.
"Mas Imam katanya di Brebes...kabarnya dapat isteri orang sana. Benar begitu Mas..!?" Tanya Hendro.
"Betul Mas.. isteriku orang Brebes. Tetapi saat ini isteriku di Hongkong jadi TKI..!" Jawab Imam.
"Ohw begitu ya..!? Terus Mas Imam disini kerja apa dan tinggal dimana!?" Tanya Handro lagi.
"Saya kerja apa saja Mas. Bisa ikut tukang batu. Bisa ikut ngecat. Pokoknya apa sajalah...dan saya tinggal di rumah Budi Gendut di Jalan Gabus dekat kantor DPD ******..numpang saja. Gak kontrak...habis gak punya uang Mas..!" Ungkap Imam.
"Kalau Mas Imam mau..silahkan tinggal di rumah orang tua saya..Bu Mul kebetulan kosong dan kakak-kakak melarang dikontrakan. Maka daripada kosong silahkan Mas Imam tinggali...Ntar kami bantu untuk uang bersih-bersih. Bagaimana Mas..!?" Tanya Hendro.
"Terima kasih...tawaran yang sangat menarik. Tetapi mohon maaf saya minta waktu ya Mas...untuk membicarakan hal ini dengan Budi dulu. Paling satu dua hari saya sudah bisa memberikan jawaban..!" Kilah Imam.
"Ya kami tunggu jawabannya Mas. Lebih cepat lebih baik..!" Ujar Hendi.
"Okey..!" Imam pamit kepada Hendro mau ikut parkiran bersama Edi.
Malam hari setelah tadi pagi bertemu Hendro anak almarhum Bu Mul mantan anggota dewan dari ****** yang tewas kecelakaan di tol Bawen saat hendak ke Jogya.
Sekarang Imam menceriterakan tawaran Hendro kepada Budi.
"Bagaimana menurut pendapatmu Bud..!?" Tanya Imam kepada Budi Gendut soal tawaran Hendro untuk menempati rumah almarhum Bu Mul.
"Aku kira itu bagus Mam. Tetapi semua terserah kamu...aku tidak bisa ngomong banyak. Aku kuatir kalau aku terlampau semangat dikira hendak mengusirmu.
Padahal aku sangat suka kamu tinggal disini. Tho isteriku juga di Pemalang. Sehingga kamu bisa jadi teman ngobrol..!" Ujar Budi Gendut yang kesehariannya jualan togel.
"Aku tahu..Bud. kamu orang baik. Aku sama sekali tidak pernah punya prasangka buruk kepadamu. Aku hanya butuh saranmu ... tidak lebih dari itu Bud..!" Kilah Imam.
__ADS_1
"Rumah Bu Mul itu yang di gang buntu kan..!? Rumah itu tergolong baru dan lumayan besar..aku pikir sih itu lebih baik lebih enak daripada disini...kamu disini tidur di sofa banyak nyamuk lagi..! Dan maaf lho Mam...kuulangi aku sangat suka kamu mau tinggal disini..!" Jelas Budi.
"Wah...gak usah baperan Bud. Aku tahu..aku sahabatmu sejak dulu. Aku paham isi hatimu..namun jika pendapatmu begitu..besok aku temui Mas Hendro...dan aku menyatakan siap tinggal di rumah itu..!" Ujar Imam.
"Dan disitu kamu lebih enak..disamping dapat rumah besar dibayar lagi..ha ha ha ha..!" Budi tertawa ngakak. Sekaligus dia ngomong bahwa hari sudah larut perlu istirahat segera.
Besoknya, pagi-pagi Imam sudah ke rumah Hendro. Dia sengaja ke rumah Hendro pagi sekali agar ketemu yang bersangkutan.
Kebetulan Hendro usai olah raga depan rumah. Sehingga Imam bisa langsung ketemu.
"Bagaimana Mas Imam...sudah ada keputusan..!?" Tanya Hendro begitu dia melihat Imam.
Setelah memparkir sepedanya Imam menyalami Hendro, sembari ngomong.
"Alhamdulillah...sudah saya renungkan. Dan sudah saya putuskan saya bersedia..!"
"Alhamdulillah....sebaiknya sampean check dulu rumahnya. Apa yang perlu dibersihkan bersihkanlah. Apa yang perlu diperbaikilah ... tetapi maaf ya Mas. Saya tidak bisa membantu tenaga tapi saya siapkan dananya. Tenaga silahkan Mas Imam cari sendiri. Saya hanya tut wuri handayani saja Mas..!" Ujar Hendro.
"Baiklah..saya permisi dulu untuk menyiapkan segala sesuatunya..!" Imam segera pergi meninggalkan Hendro.
Sasaran Imam adalah mengajak Edi teman tukang parkir. Edi ini agak mengerti soal tukang batu.
Imam juga mengajak Igun mandor pasar yang sekarang setelah pensiun jadi tukang parkir.
Igun orangnya tekun dan tidak banyak bicara. Sehingga sangat senang dengannya.
Rumah milik mantan anggota DPRD dari Partai ****** tersebut cukup besar dan tergolong baru.
Hanya karena tidak ditempati sehingga terkesan kotor. Lantai depan banyak kotoran ayam. Langit-langitnya penuh sarang laba-laba. Dan gentengnya ada yang pecah. Juga beberapa tembok terlihat mengelupas.
Didalam perabotan rumah berdebu dan banyak sarang laba-labanya.
Untuk ini Imam harus membagi tugas. Edi diminta untuk menangani genteng yang pecah dan nambal tembok yang telah mengelupas.
Sedang Igun mendapat tugas membersihkan perabotan rumah tangga serta mengepel lantai.
Imam sendiri ikut membantu Igun membersihkan foto serta lukisan-lukisan yang ada di dinding.
Imam nampak terkejut sampe lukisan yang dipegangnya terjatuh.
"Kenapa Mam...!?" Tanya Igun yang ada di sebelahnya. Imam menjawab tidak terus terang. "Tidak ada apa-apa...!" Katanya.
Igun tahu diri. Imam tidak terus terang. Namun Igun juga sadar dia tak pantas mendesak supaya Imam mengatakannya.
Imam sendiri sangat kaget ketika dia membersihkan lukisan Bu Mul yang penuh debu. Lukisan itu seperti melotot marah kepadanya.
__ADS_1
Itulah yang menyebabkan Imam terpaksa melepaskan lukisan sehingga jatuh ke lantai. Saat jatuh ke lantai itulah Igun mengetahuinya.
Imam sengaja mengucek-ucek matanya. Dia menganggap salah melihat. "Aku terlalu berhalusinasi...mosok siang-siang ada hantu..!" Begitu pikiran Imam dan dia segera membuang jauh-jauh pikiran tersebut.
"Yah sebaiknya kulupakan saja peristiwa tadi..!" Ujar Imam kepada dirinya sendiri.
Sejak peristiwa bersih-bersih waktu sudah berjalan satu Minggu.
Dan malam ini adalah malam Jumat Kliwon.
Seperti biasanya setiap malam Jumat Imam ikut latihan ndangdutan di rumah Jainal.
Ndangdutan biasa berakhir pukul 24.00. Dan Imam pun pulang ke rumah Bu Mul.
Imam segera masuk. Begitu melewati lukisan Bu Mul tiba-tiba lukisan itu bergoyang. Tetapi Imam mencoba menepisnya dengan mengatakan lukisan itu bergoyang karena tiupan angin, mungkin.
Dan Imam langsung tidur tidak ingin memikirkan hal-hal yang mustahil.
Besoknya saat Imam hendak beli kupat bongkok untuk sarapan pagi dan kembali melewati lukisan Bu Mul dan tanpa sengaja menengoknya.
Kembali Imam terkejut karena secara bersamaan lukisan itu pun melotot kepadanya.
Dan kali ini Imam coba melihatnya dengan teliti. Maka dia pun sengaja mempertegasnya. Apakah benar lukisan ini hidup atau cuma berhalusinasi saja?
Namun begitu Imam mempertegas pandangannya lukisan itu kembali menjadi lukisan mati.
"Ah mungkin aku sering berhalusinasi...!" Ujar Imam dalam hati.
Teka-teki tentang lukisan itu terus berlangsung sampe suatu ketika Imam kembali dibikin terkejut dan ketakutan.
Lukisan itu tidak saja melotot kepadanya. Tetapi dia bicara.
"Kamu enak-enakan tinggal disini ya...kamu cuma bikin kotor saja..!" Ujar lukisan Bu Mul.
Kali ini Imam benar-benar yakin. Lukisan itu benar-benar hidup. Sehingga Imam mulai merasa takut tinggal di rumah Bu Mul.
Diam-diam dia kembali tidur di rumah Budi Gendut. Budi Gendut malah senang dan menganjurkan Imam kembali.
"Ini mungkin sebabnya sampe sekarang rumah itu tidak ada yang ngontrak. Jadi tidak benar tidak boleh dikontrakan. Yang benar adalah tidak ada yang berani ngontrak karena rumah itu berhantu..!" Ujar Budi Gendut.
Imam yang mendengarkan analisa Budi Gendut hanya mengangguk membenarkan.
"Ntar nek Mas Hendro tanya ya aku akan jawab terus terang...! Aku nyerah dan pilih kembali tidur numpang di Budi Gendut..!" Janji Imam kepada Budi.
----------
__ADS_1
Jan lupa Voment ya guys.. biar semangat up..☺☺