
Subur, namanya. Karena dia cuma tamat SD. Cari kerjaan ya susah yang paling gampang adalah jadi penarik becak.
Karena itu sudah tiga tahun ini untuk menghidupi keluarga kecilnya, subur bekerja dengan narik becak.
Hanya belakangan ini sejak muncul ojeg online dan gocar. Pendapatannya terus menurun. Sebab orang lebih suka menggunakan gojek atau gocar daripada naik becak.
Gojek atau gocar lebih cepet lebih aman dan murah. Karena itu tidak heran jika Subur atau abang becak yang lain banyak nganggurnya daripada narik penumpang.
Dan biasanya mereka gunakan waktu nganggur itu untuk main kartu remi atau domino. Sehingga ekonomi keluarga Subur semakin susah.
Dan karena manusia wajibnya ikhtiar, Subur pun ikhtiar terus mencari orang pintar yang mampu memberikan solusi atau petunjuk agar becaknya tidak banyak nganggur.
Dari sekian banyak orang pintar yang dimintai saran Subur salah satunya adalah Mbah Cokro di daerah Tegal bagian Selatan.
"Saya minta saran Mbah bagaimana caranya agar becak saya laris...tidak seperti sekarang banyak nganggurnya..!" Ujar Subur kepada Mbah Cokro.
"Owh...ya..ya sabar ya Mas....sebentar Mbah perlu minta petinjuk dulu...!" Jawab Mbah Cokro. Selanjutnya Mbah Cokro duduk sedekap dan memejamkan mata.
Sesaat kemudian dia membuka mata dan mengatakan.
"Kamu kalau pengin becaknu laris harus bertapa di gua di sungai dekat Masjid Keramat Kalisoka ...mau!? " ujar Mbah Cokro.
" Berapa lama Mbah saya harus bertapa..!?" Tanya Subur. Mbah Cokro menjawab dengan mengatakan bisa satu hari, tiga hari, atau empat puluh satu hari.
"Jadi tata caranya begini...kalau siang kamu puasa...saat buka kamu hanya singkong paling banyak tujuh potong.
Minum air putih saja secukupnya. Nah kalau malam kamu masuk ke dalam gua untuk membaca mantra nanti kuajarkan.
Di gua kamu sampe pagi. Kalau di gua berat kamu bisa pilih di khalwat yang ada di sekitar situ..!" Papar Mbah Cokro.
__ADS_1
"Maaf Mbah saya belum jelas khalwat itu apa..dan letaknya dimana dan kepada siapa musti saya bertanya..!?" Tanya Subur kepada Mbah Cokro yang menanggapinya dengan tersenyum.
"Begini Mas...! Apa yang disebut khalwat adalah lubang buatan dengan kedalaman sekitar satu meter lebar satu meter dan panjang dua meter...selanjutnya kamu masuk kedalamnya duduk bersila dan membaca mantra...atasnya bisa ditutup bisa juga dibiarkan terbuka. Kamu bisa cari tahu kepada juru kunci disana. Sekaligus mohon petunjuk apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama kamu berkhalwat..!" Jelas Mbah Cokro.
"Dan mengenai waktu sehari atau tiga hari atau tujuh hari empat puluh satu hari itu maksudnya bagaimana Mbah..!?" Tanya Subur lagi.
"Ohw...itu. Maksudku begini. Jika yang Maha Kuasa mau satu hari kamu sudah diberi petunjuk. Jika belum kamu harus menjalani tiga hari. Jika belum kamu lanjutkan tujuh hari atau empat puluh satu hari. Jadi intinya sampe kamu mendapat petunjuk. Sanggup tidak..!!!?" Jelas Mbah Cokro.
Mendengar penjelasan Mbah Cokro, hati Subur agak kaget juga dan sedikit ragu. Rupanya sikap ragu-ragu ini diketahui Mbah Cokro.
"Kalau kamu ragu jangan lakukan, dah pulang tidur saja di rumah...tetapi kalau hidupmu mau berubah. Ya kamu harus lakukan apa yang kukatakan paham..!?" Bentak Mbah Cokro.
Subur bergetar juga. Melihat Mbah Cokro seperti kesal Subur mulai tahu diri.
"Yah sudah kepalang basah...apapun musti kulakukan. Pokoknya bismillah saja..!" Subur membatin.
Sampe kemudian Mbah Cokro menegurnya. "Bagaimana..batal atau lanjut..!?"
"Kamu bisa mulai terapi malam Selasa Kliwon ini...tetapi kamu harus terus terang dan minta ijin isterimu ya..!?" Tegas Mbah Cokro kepada Subur sekaligus memberikan beberapa wejangan dan mantra-mantra yang tidak boleh ditulis. Hanya boleh dihafal oleh Subur.
Setelah pulang dari Mbah Cokro , Subur langsung menemui isterinya, Warni. Kepada Warni Subur ceritakan semua hasil petunjuk dari Mbah Cokro.
Subur juga cerita bahwa dia musti bertapa di daerah Kalisoka. Termasuk wejangan-wejangan dari Mbah Cokro.
"Tetapi Kang...apakah cara-cara yang akan Kakang lakukan bukan itu pesugihan atau nyupang?" Tanya Warni kepada Subur.
"Menurut Mbah Cokro bukan..karena aku tidak memuja atau menyembah Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong, Dewi Lanjar dan lain sebagainya. Yang aku lakukan memuja Hyang Maha Kuasa..bukan siluman atau demit. Mantra-mantra yang diajarkan Mbah Cokro juga sama sekali tidak menyinggung para ratu demit itu..!" Jelas Subur.
"Lantas kapan Kakang harus mulai?" Tanya Warni.
__ADS_1
"Malam Selasa Kliwon ini aku harus ke Kalisoka. Jadi Senin Wage pagi aku musti kudu berangkat. Untuk mengecek lokasi sekaligus menemui juru kunci petilasan di Kalisoka..!" Ujar Subur.
"Terus apa yang musti kupersiapkan Kang..!?" Tanya Warni.
"Ya kamu siapkan sarung sajadah jaket...dan baju, sarung untuk ganti kalau-kalau sampai tiga hari atau tujuh hari..!" Ujar Subur kepada Warni.
Dan Subur pesan kepada Warni tidak usah cerita kepada siapapun tentang apa yang dilakukan Subur.
Tidak terasa sudah Senen Wage berarti nanti malam Selasa Kliwon. Maka Subur setelah sarapan pagi minta ijin kepada isterinya untuk bertapa ke Kalisoka.
Dengan naik sepeda ontel, Subur berangkat ke Kalisoka. Perjalanan dari rumah Subur ke Kalisoka sekitar delapan belas kilometer. Jika di tempuh dengan sepeda sekitar lima puluh menit.
Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru terletak di sebelah Barat markas Batalyon 407 atau sebelah Barat Desa Ujungrusi.
Menurut legenda Desa Kalisoka dulunya adalah pusat kerajaan Wura-Wari sekitar dua abad sebelum Masehi.
Kerajaan ini runtuh dan hilang dari peredaran di Jaman Raja Airlangga di Kahuripan.
Di Kalisoka selain disebut-sebut bekas istana Wura Wari juga disinilah letak pendiri Tegal Ki Gede Sebayu pernah tinggal. Di daerah ini juga ada makam Hanggawana Bupati pertama Tegal.
Juga terdapat makam Syeh Abdul Gofar menantu Ki Gede Sebayu yang dikenal sebagai seorang Waliullah yang terkenal sakti.
Karena daerah ini sering dijadikan rujukan untuk mereka yang gemar bertapa itikaf dan sebagainya.
Selain terdapat makam-makam orang-orang sakti golongan putih. Juga terdapat tempat-tempat persinggahan makhluk-makhluk jahat atau golongan hitam, seperti Mak Lampir, Nyi Blorong dan sebagainya.
Karena itu tidak heran jika Kalisoka menjadi tujuan semua orang, baik mereka yang berniat baik ataupun mereka yang berniat jahat.
Mereka yang berniat baik misalnya itikaf di situ untuk mencari ketenangan jiwa, mencarii ridhlonya Allah, ngalap berkah, agar sukses dalam usaha atau pekerjaan dan lain-lain.
__ADS_1
Akan halnya mereka yang berniat jahat kesitu mengharapkan agar musuhnya sakit atau tewas, agar usaha bisnis saingannya bangkrut, atau untuk mencelakakan orang lain. Juga ingin kaya tanpa kerja keras, seperti mengharapkan dapat nomor togel.(●─●)
Bersambung ke bagian 2...