
DI tanah ini, yang sekarang dibangun rumah Pak Guru, orang-orang menyebutnya tanah kutukan. Namun Pak Guru menganggap semua itu takhayul. Maka ketika tanah itu dijual dengan harga yang agak miring. Pak Guru langsung membelinya. Dan tidak lama kemudian dibangun rumah.
Mengenai ceritera sebutan tanah kutukan berawal ketika ada anak perempuan kecil ditemukan mati di tanah itu tanpa diketahui penyebabnya. Tiga tahun kemudian ada gadis batak ditemukan tewas gantung diri masih di tanah itu.
Setelah itu penduduk diteror oleh penampakan-penampakan yang menakutkan. Sejak saat itulah orang-orang menyebutnya tanah kutukan.
Maka ketika pemilik semula, yakni Pak Mandor berusaha menjual tanah itu lama tidak laku-laku. Padahal dia jual murah. Baru setelah Pak Guru yang kontrak di rumah Mbah Kuwu disitu ditawari tanah itu mau membeli.
Dan sekarang setelah dibangun rumah.
Cerita seram soal tanah terkutuk itu terus berkembang. Dan entah sebabnya apa rumah itu kemudian dijual Pak Guru kepada Suad, pedagang warteg yang tergolong sukses.
Suad membeli rumah itu untuk isteri keduanya yang mantan pembantu di wartegnya. Kebetulan isteri kedua Suad tengah hamil.
Selama menempati rumah tersebut tidak ada masalah. Masalah baru timbul setelah anaknya lahir.
Waktu isterinya mau bersalin dia sempat berteriak histeris. Karena dia melihat seorang gadis berwajah rusak tergantung di plafon.
Karena isteri Suad terus histeris sehingga terpaksa dia memanggil Ustadz Harun. Dan dengan bantuan Ustadz Harun isteri Suad berhasil ditenangkan.
Kejadian tersebut adalah teror pertama yang dialami keluarga Suad. Sehingga Suad pun menanyakan hal ini kepada Ustadz Harun.
"Mohon tanya Ustadz, yang mengganggu isteri saya itu apa...!? Tolong Tadz kasih tahu..!" Ujar Suad kepada Ustadz Harun.
"Ohw itu semacam arwah penasaran...!" Terang Ustadz Harun.
"Arwah penasaran darimana Tadz..!?" Selidik Suad.
"Itu hantu disini...tanah ini berhantu Mas..!" Ujar Ustadz Harun.
"Kok Pak Guru yang sebelumnya menempati rumah ini tidak cerita ya. Dia tidak pernah ngomong soal begituan..!" Kilah Suad.
"Kalau Pak Guru ceritera apa sampean mau beli..!? Tentu tidak ya...sehingga dia pilih diam dan pergi..!" Jawab Ustadz Harun.
Sekarang Suad sadar. Mengapa Pak Guru lebih pilih pindah.
Mungkin benar Pak Guru tidak percaya yang berbau mistik. Tetapi karena keluarganya, isterinya, anaknya sering melihat penampakan-penampakan aneh. Mau tidak mau akhirnya Pak Guru harus percaya bahwa hal ghoib itu ada. Dan buktinya dia menjual rumahnya dan sekarang kontrak di rumah Pak Modin.
Sejak kedatangan Ustadz Harun penampakan-penampakan berkurang atau untuk sementara hilang.
Namun setelah anak Suad berusia dua tahun. Fenomena gaib mulai muncul. Diawali dari seringnya istri Suad uring-uringan tanpa sebab.
Bahkan isteri Suad yang bernama Tarani tidak jarang mengamuk. Dia sering melempar piring dan gelas tanpa sebab.
__ADS_1
Suad pun dibuat stress dan terpaksa minta bantuan dukun Mbah Uyip.
Dengan bantuan Mbah Uyip, Tareni bisa disadarkan. Tetapi itu hanya berlangsung sementara. Sehingga Suad pun dibuat kesal karenanya.
Mbah Uyip dianggap kurang paten. Suad menggantinya dengan minta bantuan Mas Giri paranormal lain. Hasilnya tetap saja tidak berbeda dengan Mbah Uyip. Akhirnya Suad kembali menemui Ustadz Harun.
"Tadz tolonglah keluargaku...hanya Engkaulah harapanku..!" Ujar Suad dengan nada menghiba kepada Ustadz Harun.
"Aku siap membantu Mas....tetapi itu pun hanya berlaku sementara..!" Jelas Ustadz Harun.
"Mengapa begitu..Tadz..!?" Tanya Suad.
"Tanah itu rupamya dulu milik dukun jahat yang banyak memelihara jin jahat. Jin-jin jahat itu bertempat tinggal di beberapa pusaka yang dimilikinya.
Sebelum dukun itu meninggal dunia semua pusaka yang berisi jin-jin jahat tadi dikubur dan dikunci dengan mantera-mantera tertentu. Karena mereka bercokol cukup kuat di tanah tersebut.
Itulah yang menyebabkan anak kecil tewas dan gadis batak bunuh diri Mas..!" Papar Ustadz Harun.
"Apakah tidak bisa diusir Tadz..!?" Tanya Suad lagi.
"Selama pusaka-pusaka itu ada disini susah untuk diusir..!" Ujar Ustadz Harun.
"Bagaimana jika pusakanya diambil Tadz..!?" Tanya Suad.
"Siapa yang mau mengambil Mas..!?"
"Bisa. Tetapi aku mengambil untuk apa..!? Begini lho Mas mengambil pusaka itu ada aturan mainnya. Jika kita ambil pusaka kita harus ngopeni. Nah pusaka-pusaka itu adalah pusaka yang beraura jahat. Kalau aku ambil dan aku kuasai. Aku kuatir jadi jahat. Paham Mas..!?" Jelas Ustadz Harun.
"Terus solusi untuk saya bagaimana Tadz!?" Tanya Suad lagi.
"Ya mau tidak mau sampean tinggalkan rumah itu. Kalau membantu memyembuhkan atau menenangkan itu sifatnya hanya sementara. Dan toh akhirnya sampean cape dan bosan juga..!" Ujar Ustadz Harun.
"Atau barangkali Ustadz punya saran...saya dan isteri harus membaca ayat atau surat apa di Al Quran agar teror itu bisa terkendali..!?" Ujar Ustadz Harun.
"Di Quran banyak ayat dan surat untuk pengusiran hantu..seperti ayat qursy. Surat An Nash surat Al Falaq, suraf Al Ikhlas..atau surat Ar Rahman dan juga surat Yaasin..silahkan kalau mau coba..!" Ujar Ustad Harun.
"Ya kalau begitu..matur suwun Tadz. Saya pamit dulu ya..!" Ujar Suad.
"Monggo. Semoga selamat sampe tujuan..!" Balas Ustadz Harun.
Selama dua bulan setelah diminumi air doa dari Ustadz Harun, Tareni cukup tenang. Apalagi hampir setiap malam Suad baca Surat Yaasin. Juga jarang ada lagi penampakan.
Namun suatu pagi di bulan ketiga, tiba-tiba Tareni teriak-teriak ingin mencekik anaknya yang baru berumur dua tahun.
__ADS_1
"Heh...Tareni...ini ada apa..!?" Tanya Suad sembari merebut anaknya dari penguasaan Tareni.
Sementara Tareni terus mengejar Suad hendak merebut anaknya.
"Kenapa kamu Tar..!?" Tanya Suad sambil menepis tangan Tareni yang mencoba merebut anaknya.
"Anak ini harus kubunuh ... kucekik...ini perintah dari Mbah Wardoyo..! Ayoh berikan kepadaku Mas..biar anak itu kubunuh. Supaya hidup kita tenang..!" Celoteh Tareni tanpa sadar dan membuat Suad terpaksa minta tolong.
Mendengat teriakan, Kang Otong tetangga Suad segera datang. "Ada apa nih Mas..!?" Teriak Kang Otong.
"Tolong Kang ... tolong panggilkan Ustadz Harun kemari cepat ya..ntar kuceritakan semua..!" Ujar Suad kepada Kang Otong.
Dan tidak menunggu waktu lama. Kang Otong segera menstarter motornya dan ngebut mencari Ustadz Harun.
Sekitar seperempat jam kemudian Kang Otong datang bersama Ustadz Harun.
Nampaknya Ustadz Harun tahu apa yang harus dia lakukan.
Begitu dia parkir motor dan melihat Tareni yang beringas Ustadz Harun segera membaca surat Ar Rahman salah satu surat yang diijasahkan untuk rukyah.
Dibagian ayat tertentu dia sebulkan telapak tangannya. Dan cepat dia ambil air putih. Dengan air itu dia percikan ke muka Tareni. Dan tiba-tiba Tareni terjatuh.
"Dia kesurupan...!!!" Ujar Ustadz Harun kepada Kang Otong yang mengikutinya dari belakang.
"Ohw...!!!" Itu saja yang keluar dari mulut Kang Otong. Suad hanya bisa berucap terima kasih kepada Ustadz Harun.
"Terima kasih Tadz untung sampean cepat datang..!" Ujar Suad. Suad lantas menceriterakan semua kejadian tersebut.
Dia mengatakan tiba-tiba Tareni mengamuk dan akan membunuh anaknya. Itu semua karena perintah Mbah Wardoyo.
"Tadz...siapakah Mbah Wardoyo itu...!?" Tanya Suad.
"Mbah Wardoyo dukun sakti yang dahulu menguasai tanah ini Mas..!" Jawab Ustadz Harun.
"Mengapa dia ingin membunuh..!?"
"Karena dia tidak suka tanahnya ditempati sampean.!" Tegas Ustadz Harun.
"Jadi solusinya bagaimana Tadz!?"
"Ya sampean musti pindah dari sini seperti Pak Guru..!" Tegas Ustadz Harun. Tidak lama setelah kejadian tersebut. Rumah itu dibiarkan kosong sampai sekarang.
-------------
__ADS_1
Happy reading..
Voment nya ya guys.. 🙏