
Hariman adalah anak bangsa jin yang bernama Hunaman sebagai ayah dan Heranum ibunya.
Sejak kecil Hariman dimanja. Maka tidak heran setelah besar Hariman jadi anak yang bandel. Saking bandel ayah ibu Hariman kewalahan. Sehingga akhirnya Hariman diusir dari dunia bangsa jin oleh orang tuanya.
Hariman yang luntang-lantung akhirnya memilih ikan kakap di perairan Pantai Tegal sebagai tempat tinggal.
----
Sekarang cerita bergeser ke dunia manusia. Parmin adalah nelayan yang kerjanya menjaring ikan di Pantai Muarareja.
Sejak pagi dia menjaring tidak dapat tangkapan. Baru sore hari dia dapat tangkapan.
"Alhamdulillah akhirnya dapat juga...!" Ujar Parmin bersorak gembira ketika dia melihat jaringnya berhasil menangkap kakap cukup besar.
"Ini kakap besar yang belum pernah kulihat..!" Ujar Parmin bicara sendiri.
Meskipun hari itu dia cuma dapat ikan satu ekor. Tetapi itu ikan kakap yang harganya cukup mahal. "Lumayan bisa untuk beli beras..!" Masih kata Parmin sendirian.
Parmin hari ini pulang dengan bersiul dan langsung dia menjual ikannya di tempat pelelangan ikan. Lumayan laku tiga ratus lima puluh ribu. Bisa buat beli rokok dan belanja dapur.
Dan ikan kakap yang didapat, siap dimasak apa saja, Parmin tidak peduli.
Hanya malam harinya Dawud ayah Parmin yang tinggal serumah mendadak mengeluh jika perutnya panas banget.
Parmin menganggap sakit Bapaknya itu hanya akibat kebanyakan makan sambal.
Baru saat keesokan harinya Bapaknya masih tetap mengeluh, Parmin mulai perhatian.
"Kenapa sih Pak..!?" Tanya Parmin kepada Dawud. Bapaknya Parmin ini hidup menduda setelah ditinggal isterinya yang mati karena penyakit paru-paru akut.
"Aduh...sakit gak tahu kenapa? Padahal aku sudah berusaha menghindari makan pedas-pedas..!" Ujar Dawud.
"Apa kebanyakan minum Es...!?" Tanya Parmin lagi.
"Tidak juga...kamu kan tahu aku sudah lama menghindari makanan dan minuman dingin..!" Jawab Dawud lirih.
"Ya ntar ke Puskesmas ya...!? Ntar pake becak..!" Ujar Parmin kepada Bapaknya.
Dengan naik becak Parmin membawa Dawud ke Puskesmas Tegal Barat.
Di Puskesmas dokter yang memeriksa sakit perut Dawud bingung. Sebab setelah diperiksa bahkan dirontgent tidak kedapatan penyakit. Semuanya bersih.
"Maaf Pak kami tidak menemukan penyakit Bapak...mungkin pikiran Bapak saja yang menjadi sebab sakit Bapak..!?" Ujar dokter Djati yang mendiagnosa penyakit Dawud.
-----
__ADS_1
Sementara itu masih di Pantai Muarareja seorang praktisi spiritual Mbah Uyip tengah mencari kerang. Pada saat itu dia mendengar orang minta tolong.
"Siapa kau Mas...!? Kenapa minta tolong..!" Tanya Mbah Uyip kepada seorang pemuda yang nampak kedinginan.
"Nama saya Hariman...saya minta tolong karena saya butuh tempat berteduh. Semula saya berada di tubuh ikan kakap. Tetapi ikan kakap itu ditangkap orang. Dan dijual serta dimasak. Sehingga msninggalkan kakap itu dan untuk sementara ini saya numpang di perut Dawud...ayah orang yang menangkap dan menjual saya..!" Papar Hariman, dan Uyip mulai paham.
Pemuda dihadapannya adalah sebangsa jin. Dan benar setelah Mbah Uyip sadar. Pemuda itu pun hilang.
Akan halnya setelah diperiksa mengalami kegagalan. Sekarang Parmin giliran mengundang ustadz yang juga praktisi spiritual.
Namun Ustadz Komar yang dimintai pertolongan pun menyatakan tidak sanggup. Meskipun Komar tahu jika perut Dawud dimasuki roh jahat. Tetapi dia tidak mampu mengusirnya.
----
Cerita kembali kepada Mbah Uyip. Setelah berselang dua hari sejak pertemuannya dengan Hariman dan mendengarkan apa yang diceriterakan.
Iseng-iseng Mbah Uyip melacak nama-nama yang disebut Hariman.
Mbah Uyip musti ketemu sama Dawud dan Parmin serta menanyakan keadaan mereka.
Setelah bertanya kesana kemari akhirnya Mbah Uyip menemukan rumah Dawud.
"Mohon tanya apa bener ini rumah Pak Dawud..!?" Tanya Mbah Uyip kepada seorang lelaki yang ditemui di depan rumah Dawud. Dan lelaki itu ternyata Parmin.
"Ohw alhamdulillah..jadi sampean Mas Parmin...kebetulan sekali. Saya mau cerita banyak hal..!" Ujar Mbah Uyip kepada Parmin.
"Ohw ya...mari masuk saya perkenalkan dengan Bapak...monggo Pak..!" Ajak Parmin agar Mbah Uyip masuk.
"Silahkan duduk Pak...Bapak masih kurang sehat jadi dia tiduran itu..!" Ujar Parmin sembari nunjukin dimana Dawud terbaring dengan perut mengaku kembung.
"Ya terima kasih...!" Jawab Mbah Uyip dan setelah duduk Mbah Uyip lantas menceriterakan maksud kedatangannya.
"Beberapa hari yang lalu...saya sedang mencari kerang di Pantai Murareja...tiba-tiba ada seorang pemuda minta tolong. Pemuda itu mengaku bernama Hariman. Dia sebelumnya berada di tubuh ikan kakap yang ditangkap Mas Parmin. Entah bagaimana dengan ikan kakap itu yang lebih tahu Mas Parmin tentunya..!" Papar Mbah Uyip.
Setelah ikan dijual kemudian dimasak dan Hariman kehilangan tempat tinggal. "Dan sekarang Hariman tinggal di perut Pak Dawud..!" Jelas Mbah Uyip.
"Ohw begitu...jadi kata Ustadz Komar betul...jika sakit Bapak saya karena gangguan jin..dan siapa tadi..Hariman itu termasuk bangsa jin ya Pak..!?" Tanya Parmin kepada Mbah Uyip.
"Benar..!!! Jadi saya ulangi lagi cerita saya...bahwa setelah saya datangi pemuda yang minta tolong di pantai dan mengaku bernama Hariman...memang dia bangsa jin. Setelah dia bercerita kepada saya..dia hilang begitu saja Mas..!" Jawab Mbah Uyip.
"Terus mengenai sakit Bapak saya bagaimana Pak..!?" Tanya Parmin.
"Ya sebentar saya komunikasikan dulu dengan Hariman...boleh saya ketemu Pak Dawud Mas..!?" Ujar Mbah Uyip.
"Ohw silahkan Pak...mari..!!!" Ajak Parmin kepada Mbah Uyip.
__ADS_1
Dawud terbaring di dipan ruang tengah. Sesekali dia merintih kesakitan sembari memegangi perutnya.
"Sudah pernah ditangani orang lain Mas..!?" Tanya Mbah Uyip.
"Sudah...ya Ustadz Komar itu Pak..!" Jawab Parmin.
"Ohw gak apa-apa...ntar saya tanyakan kepada Hariman..!" Tandas Mbah Uyip.
Setelah bersedakep dan membaca mantera-mantera tertentu Mbah Uyip bicara kepada Hariman lewat mulut Dawud.
"Mas Hariman...masih ingat saya yang ketemu kamu dipantai...!?" Tanya Mbah Uyip. Hariman mengangguk, tentu saja yang mengangguk Dawud.
Maka terjadi dialog antara Mbah Uyip dan Dawud yang mewakili Hariman yang bersemayam di perutnya.
Dari dialog itu terjadi kesepakatan bahwa Hariman bersedia keluar meninggalkan perut Dawud. Asal disediakan ayam cemani (ayam yang seluruh tubuhnya dari bulu kulit sampai kuku berwarna hitam).
Di ayam cemani itulah Hariman bakal tinggal dan selanjutnya ayam cemani itu minta di lepaskan di hutan belantara daerah Bumijawa. Semua itu jelas diketahui Parmin. Maka setelah dialog itu Mbah Uyip minta diri.
"Jadi mau cari ayam cemani sendiri...atau kubelikan terserah Mas Parmin..!?" Tanya Mbah Uyip.
"Sebaiknya Bapak saja yang beli..karena Bapak yang lebih tahu tentang ayam cemani..!" Jawab Parmin.
Setelah diberi uang untuk beli ayam cemani Mbah Uyip pulang dan besok paginya berjanji akan kesitu.
Besoknya sesuai janji Mbah Uyip datang lagi ke rumah Dawud sambil membawa ayam cemani.
"Tapi saya minta tolong Mas Parmin agar mengundang Ustadz untuk membantu saya dengan membacakan surat Ar Rahman..ya..!" Pinta Mbah Uyip kepada Parmin.
Dan Parmin segera mengundang Ustadz Komar sekaligus menyampaikan pesan Mbah Uyip.
Tidak berapa lama Ustadz Komar datang dan Mbah Uyip minta kepadanya membaca surat Ar Rahman.
Sementara Mbah Uyip membaca mantera tertentu. Kolaborasi keduanya sangat bagus, setelah dengan gerakan seperti menarik sesuatu dari tubuh Dawud dan kemudian dengan gerakan memasukan sesuatu ke dalam tubuh ayam cemani. Mbah Uyip nampak terengah kecapean.
"Alhamdulillah...!" Katanya.
Rupanya ritual pemindahan makhluk halus itu selesai dengan lancar. Dan nampak wajah Dawud sumringah senang.
"Alhamdulillah...!" Ujar Dawud.
Selanjutnya tugas Parmin untuk melepaskan atau membuang ayam cemani yang berisi Hariman itu ke hutan Bumijawa.
---------
Selamat menikmati ceritaku ya guys.. Cerita selanjutnya nunggu vote nya ngumpul banyak ya...🙏🙏🙏
__ADS_1