Menggauli Siluman Ular

Menggauli Siluman Ular
Curhatan Author


__ADS_3

Menulis cerpen bagi author bukanlah hal yang baru. Dulu sewaktu masih menjabat Redaktur Seni dan Budaya di salah satu harian terbitan Ibukota, author terbiasa membuat cerpen.


Di kala tidak ada yang kirim naskah cerpen, atau pun kalau ada tetapi mutunya dianggap kurang bagus, maka author ganti dengan menulis cerpen sendiri.


Dan banyak author menulis cerpen horor atau cerpen serem, tetapi tidak ada satupun yang membuat author merinding.


Karena terus terang waktu itu kebanyakan yang author tulis mungkin karena rata-rata fiktif. Seratus persen karangan. Bukan kisah nyata.


Menulis Cerpen horor berdasarkan kisah nyata memang agak sulit. Karena tidak semua orang bersedia menceriterakan pengalaman pribadi kepada kita.


Untungnya author pernah dan sering mengalami sendiri hal-hal semacam itu. Karena author senang berziarah ke tempat-tempat orang suci, para wali dan tokoh-tokoh yang telah almarhum. Bahkan tidak jarang author berada disitu untuk beberapa malam dengan menjalani laku puasa dan wirid.


Kebiasaan author yang seperti itu menjadikan author banyak kenal dengan kalangan paranormal dan dukun-dukun dari berbagai daerah. Dari interaksi dengan mereka author peroleh banyak bahan. Banyak pengalaman tentang mistis.

__ADS_1


Dari hasil sharing dengan mereka otomatis author belajar apa saja yang mereka kuasai. Maka kemudian lahirlah cerpen-cerpen horor Pantura seperti yang author tulis.


Namun sekali lagi dari semua cerpen yang author tulis, yang istimewa dan penuh hawa magis adalah Cerpen Kuntilanak Capuchino.


Cerita ini author tulis di malam Jumat, di dekat seorang teman dan banyak orang. Namun aura mistik sangat kuat. Bulu kuduk author sampe merinding.


Bahkan indra keenam seperti berdenting bahwa di belakang author ada kuntilanak. Dia sepertinya tengah melihat apa yang author tulis.


Meskipun diliputi suasana mistis dan seram. Tetap ditulis sampai selesai. Dalam hati author berpikir. Mengapa bisa begini? Apa mungkin ini karena kisah nyata? Mungkin iya mungkin tidak. Sebab author terbiasa membuat cerpen horor. Toh, nyatanya tidak demikian. Atau barangkali karena kejadian itu langsung diceritakan oleh seorang teman yang mengalaminya sendiri? Ini pun tetap masih mungkin.


Dan hal itu yang tetap author buru dan kejar sampai sekarang. Sebab author juga terobsesi ingin menyenangkan reader. Ingin berharap reader puas. Jika Anda puas saya sangat senang berarti apa yang author lakukan benar-benar bermanfaat untuk Anda.


Sebab dalam benak author orang itu bisa hidup senang dan bahagia, bilamana dia mampu bermanfaat untuk orang lain.

__ADS_1


Author sangat berharap doa para reader semua, agar bisa menulis lagi cerita horor yang lebih berisi dan berbobot. Karena itu cita-cita dan harapan author.


Author ingin berprestasi dan prestasi itu akan didapatkan bilamana reader merasa terpuaskan dengan cerpen-cerpen tulisan author. Harapan itulah yang terus kita kejar.


Tentu itu bukan hal yang mudah.


Insya Allah cerpen-cerpen author akan ditulis berdasarkan kisah nyata tentu saja dengan nama-nama yang telah disamarkan juga lokasi yang diplesetkan.


Semua itu sengaja author lakukan untuk menghormati orang lain dan menjaga privasinya.


Selanjutnya author berharap bisa menemukan bahan tulisan yang lebih bagus lagi yang benar-benar mempunyai greget mistis yang juga mampu membuat Anda pembaca terpesona dan seolah-olah terbawa ke alam bawah sadar. Mudah-mudahan.


🙏🙏🙏

__ADS_1


----------


__ADS_2