
Jatuh cinta jadi milik siapa saja. Tidak peduli kaya atau miskin. Jika dia punya hasrat dan nafsu pasti bisa jatuh cinta.
Demikian pula Abdul Djalil. Namun teman-temannya lebih suka menyebut Djalil saja.
Djalil bukanlah pemuda yang berani. Meskipun dia tergolong preman. Namun Djalil sangat takut sama hantu.
Tetapi setelah dia jadi duda karena ditinggal kabur isterinya. Djalil mulai sadar. Dia sudah berhenti meminum minuman keras.
Sekarang malahan Djalil berguru ilmu agama dan kebathinan kepada Ustadz Arief.
Oleh sang Ustadz Djalil diminta ikut itikaf di masjid keramat. Kalau siang puasa.Kalau malam sholat tahajud.
Itu dilakukan Djalil selama hampir satu tahun. Dan masjid keramat ini terletak di tengah pekuburan kuno yang jauh dari penduduk.
Sehingga Djalil yang dulunya takut sama hantu. Sekarang lebih berani meskipun tetap masih mepet Ustadz Arief saat tahajud atau dzikir.
Suasana masjid yang sepi dan gelap. Secara tidak sadar telah mengubah perilaku Djalil. Antara lain dia sudah berani sholat dan dzikir sendirian.
Padahal masjid keramat ini adalah masjid kuno yang dibangun sekitar 450 tahun yang lalu. Maka dapat dibayangkan betapa angkernya masjid tersebut.
Soal penampakan dan sejenisnya seperti sudah menjadi makanan keseharian para pemukim di masjid, termasuk Djalil dan Ustadz Arief.
Bagi Ustadz Arief suasana seperti itu biasa saja. Karena dia sudah terbiasa mukim disitu.
Dan ini benar-benar menjadi catatan hidup baru buat Djalil. Seolah-olah dia telah menjadi manusia baru.
Ya sejak dia berguru kepada Ustadz Arief watak Djalil yang suka berangasan berubah jadi kalem. Djalil yang pemarah menjadi penyabar karena mengikuti gurunya.
Ustadz Arief pernah ditantang adu ilmu sama pemukim lain gara-gara kalah debat. Tetapi dengan sabar dan santunnya Ustadz Arief mengaku kalah dan memuji bahwa si pemukim itu orang hebat ilmunya tinggi.
Djalil yang melihat semua itu sempat emosi dan mau melabrak si pemukim kurang ajar itu. Tetapi oleh Ustadz Arief dilarang dengan mengatakan seorang pemenang adalah mereka yang mampu mengendalikan emosinya yang mampu bersabar dan mau memaafkan.
"Tidak usah dilayani sebab yang berhak menilai kita adalah Allah bukan manusia. Biarkan saja dia begitu nanti kalau sudah sampe kepada siapa sejatine ingsun..pasti menyesal .!" Ujar Ustadz Arief saat mencegah Djalil marah.
Melihat kesabaran Ustadz Arief Djalil geleng-geleng kepala. Padahal dia adalah guru silat. Pengajar tenaga dalam. Djalil pernah menyaksikan orang disentil saja oleh Ustadz Arief terjengkang.
Apalagi jika dipukul atau ditendang. Namun ketika dia ditantang seorang pemukim Ustadz Arief pilih mengalah itulah yang membuat Djalil kagum.
Dan Djalil berjanji akan mengikuti jejak gurunya.
__ADS_1
Sementara itu suasana yang sunyi hening dan mistis di masjid kuno memunculkan berbagai macam imajinasi yang berfluktuasi kepada mimpi.
Para pemukim di masjid itu memang kebanyakan memburu mimpi berkaitan dengan tujuan apa mereka itikaf atau bertapa disitu.
Mereka bertapa disitu dengan tujuan masing-masing. Ada yang bertapa karena dilililit utang. Dengan cara itu diharapkan mereka dapat petunjuk atau solusi agar utangnya dapat dilunasi.
Ada lagi yang bertapa ingin agar disayang atasannya sehingga karirnya bisa naik dengan pesat.
Ada juga bertapa agar cepat dapat jodoh. Yang lain lagi bertapa agar kaya raya atau agar mudah atau lancar usahanya. Bahkan tidak sedikit yang datang itikaf ke masjid kuno itu agar dapat nomor togel jitu.
Pokoknya beragamlah keinginan manusia yang satu dengan yang lain tidak sama.
Ini berbeda dengan Ustadz Arief dan muridnya Djalil.
Mereka sengaja itikaf disitu untuk mencari ketenangan. Mengharapkan ridhlonya Allah. Sehingga apa yang diajarkan dan dipelajari benar-benar bermanfaat untuk semuanya.
Karena itu tidak heran jika para pemukim disitu sebenarnya menyembah dan memohon tidak semuanya kepada Allah.
Karena itu mimpi-mimpi yang diharapkan pun berbeda-beda.
Seperti mimpi yang dialami Djalil yang dia ceritakan kepada Ustadz Arief sebagai berikut.
"Pak Ustadz saya semalam mimpi didatangi perempuan cantik pakai kebaya dan dia minta dinikahi...saya bilang ntar dulu kutanyakan kepada guruku. Itulah Pak. Saya mohon pencerahannya Pak..!" Ungkap Djalil kepada Ustadz Arief.
"Mimpinya itu kapan Mas? Hari apa jam berapa? Sebab mimpi itu ada tiga macam. Satu mimpi sasmitaning roh, mimpi dorodasih dan mimpi kembange wong turu. Sampean ini termasuk mimpi yang mana..tergantung hari dan jam saat mimpi. Waktu malam atau siang..!" Jawab Ustadz Arief.
"Saya mimpi semalam hari Senin pahing sekitar jam 11 an..Pak Ustad..!" Jelas Djalil.
"Waktu jam sebelas malam...ya. ya hari Senin Pahing neptu tiga belas. Mimpimu jatuh kepad sasmitaning roh. Insya Allah itu mimpi benar..!" Terang Ustadz Arief.
"Terus penafsiran Pak Ustadz bagaimana.!?" Tanya Djalil lagi.
"Secara garis besar...mimpi ketemu perempuan dan minta kawin itu rejeki Mas. Tetapi ingat..tidak semua rejeki itu baik. Ada rejeki yang malah menyusahkan kita Mas..!" Tegas Ustadz Arief.
"Terus saya harus bagaimana...jika wanita itu menemui saya lagi baik lewat mimpi atau ketemu langsung. Tolong saya diberi penjelasan Pak Ustadz..!" Pinta Djalil.
Menurut Ustadz Arief wanita itu bisa saja kuntilanak. Dan jika mau dikawini Djalil bisa kaya.
"Namun ingat...kalau kamu jadi suaminya jangan lupa alammu dan alamnya dia lain. Berarti kamu akan ikut alamnya. Dan kamu mau tidak mau harus ikut dia. Menjadi siluman.
__ADS_1
Di alam manusia kamu mati tetapi sebenarnya kamu hidup tetapi di alam lain...nah inilah yang musti kamu pertimbangkan..!" Jelas Ustadz Arief.
"Mohon maaf Pak...saya belum jelas. Mohon dijelaskan Pak..!" Pinta Djalil kepada Ustadz Arief.
"Baiklah...dengarkan ya. Jika kamu jadi kawin sama kuntilanak. Kamu akan mati...paling di jagad atau alam manusia kamu akan terlihat mati...meskipun sebenarnya kamu hidup..hidup di alam lain mengikuti dunia kuntilanak. Mudah-mudahan ini jelas buatmu..!" Tegas Ustadz Arief.
Mendengar penjelasan Ustadz Arief, Djalil jadi bergidik. Dia ngeri. Buat apa kaya kalau harus mati muda.
"Kalau begitu sudah benar apa yang kulakukan menolaknya..!" Ujar Djalil dalam bathin.
Sekarang Djalil benar-benar harus hati-hati dan waspada. Dalam hari 2 ini dia memang tidak mimpi ketemu kuntilanak sampai malam Selasa Kliwon.
Malam Selasa Kliwon ini benar-benar mistis. Langit mendung disertai petir. Kebetulan listrik di masjid dan sekitarnya padam.
Rupanya ada tiang listrik yang terganggu akibat kejatuhan pohon. Karena sorenya hujan lebat disertai angin kencang di daerah itu. Listrik padam sejak pukul tujuh malam. Sampai pukul dua belas listrik belum juga menyala.
Djalil kebetulan berdzikir agak terpisah dari Ustadz Arief . Djalil tengah menjajal keberanian.
Suasana dalam masjid gelap pekat ditambah kilatan-kilatan petir menambah suasana seram.
Mendadak dari tiang masjid bagian luar yang paling utara muncul sosok.
Djalil kaget tetapi dia mencoba tetap tenang. Sosok itu mendekat terus semakin dekat sehingga jaraknya tinggal satu meter saja dari jalil.
Setelah jaraknya semakin dekat dan meskipun gelap tetapi Djalil masih ingat. Ini adalah sosok wanita yang dijumpai dalam mimpi dan tiba-tiba perempuan itu berbicara.
" Bagaimana Mas tawaranku..aku mencintaimu...kawini aku Mas..!?" Ujar perempuan itu dan jantung Djalil berdebar kencang. Dia sudah diberitahu gurunya bahwa perempuan ini adalah kuntilanak.
Kalau dia kawini Djalil memang bisa kaya tetapi akan meninggal dunia cepat.
"Ah tidak, aku harus menolaknya", bathin Djalil.
Karena dengan memberanikan diri Djalil mengatakan, "Terima kasih kamu telah memilihku...tetapi aku tidak mau mengawinimu..!"
"Ohw...kamu menolak rugi sebab selain aku cantik aku juga bisa membuatmu kaya lho..!?" Ujar perempuan tersebut.
"Sekali kubilang tidak..ya tetap tidak dan sebaiknya kami enyahlah dari hadapanku..!" Ujar Djalil dengan suara kasar.
"Kalau kamu menolak...sekarang lihatlah dengan cermat siapa aku hi..hi..hi..hi..!" Tiba-tiba perempuan itu mengikik mengerikan dan yang membuat Djalil ketakutan.
__ADS_1
Ternyata wajah cantik itu berubah jadi wajah penuh luka dan ulat. Ini membuat Djalil terpekik dan lari mendekat Ustadz Arief.
...********...