Menggauli Siluman Ular

Menggauli Siluman Ular
13. MURAH BAWA PETAKA


__ADS_3

Bandi sangat suka cita. Sebab saat dia punya uang ada orang jual rumah. Murah lagi.


Rumah ukuran lebar 12 meter dan panjang 16 meter di daerah itu harga pasaran satu miliar. Karena daerah itu termasuk daerah perkotaan.


Bangunannya kokoh dan terbilang baru. Berpagar dan pintu besi. Ditawarkan hanya lima ratus juta. Itu sangat luar biasa murahnya. Pantas jika Bandi langsung tubruk. Mental pedagangnya bermain.


Bandi berpikir kalau bangunan dia tempati dan dia jual lagi untungnya berlipat-lipat.


Bandi tidak peduli tentang alasan si pemilik jual rumahnya. Diapun menganggap hanya buang-buang waktu saja untuk mencari tahu riwayat rumah itu.


"Prek...preketek..!!! Persetan dengan sejarah dan kata orang...!!! " Ujar Bandi saat diingatkan isterinya, Munah tentang mustinya perlu tahu mengapa rumah itu dijual seperti banting harga.


"Mas hati-hati lho..!? Perlu waspada lho.. mustinya selidiki dulu mengapa rumah ini dijual murah..!?" Ujar Munah kepada Bandi.


"Aku pikir tidak perlu..sebab kita bukan mau tinggal disini..kita beli ini untuk sekedar aset. Jika sewaktu-waktu ada yang mau beli mahal. Pasti kulepas...jadi kenapa dibikin rumit..!" Tegas Bandi.


Mendengar ucapan Bandi agak keras. Munah pilih diam. Percuma bertengkar tidak ada artinya.


Karena itu transaksi jual beli pun lancar. Bandi sengaja mengajak ketiga anaknya ikut menempati rumah baru, termasuk Munah.


Sedang rumah Bandi sendiri sekarang yang menempati anak yang pertama yang sudah berkeluarga.


Rumah baru tersebut meskipun cukup besar tetapi sayang tidak punya tempat jemuran pakaian.


Sehingga Munah harus mengundang tukang batu untuk bangun loteng guna menjemur pakaian.


Pada saat bangun loteng tanpa sengaja dan diketahui Munah sesungguhnya dia telah membuka pintu masuknya aura ghoib yang bersifat buruk yang kelak melalui jalur inilah hantu-hantu gentayangan meneror para penghuni rumah.


Dan benar saja ketika loteng jadi. Munah dikagetkan sosok bayangan putih mirip pocong duduk ditangga loteng.


Tetapi bayangan itu cuma sesaat. Kemudian lenyap seperti ditelan bumi. Sehingga waktu itu Munah menganggap hal itu hanya halusinasi semata dan tidak diceritakan kepada keluarga yang lain.


Ternyata penampakan itu berulang. Kali ini yang digoda Wati, anak gadis ketiga Bandi. Wati melihat sosok hitam, sesaat kemudian makhluk itu seperti terbang menaiki tangga ke loteng dan hilang.

__ADS_1


Dan kali ini berbeda dengan Munah. Jika isteri Bandi melihat penampakan mirip pocong pilih diam. Wati tidak. Dia cerita pengalamannya yang menakutkan kepada semua orang. Tidak hanya kepada keluarga saja. Tetapi diapun cerita kepada para tetangga tentang apa yang dialaminya.


Dari cerita Wati itu kemudian seorang tetangga yang mengaku kenal dekat dengan pemilik rumah sebelumnya mengungkapkan. Bahwa rumah tersebut terpaksa dijual murah. Karena yang punya sudah tidak tahan lagi diganggu makhluk halus.


"Ada pocong..ada kuntilanak ... genderuwo ... dan kabarnya ada banaspatinya...!" Ungkap Mbok Gina tetangga Bandi yang sering membantu di rumah Bandi saat sebelum rumah itu dijual.


Menurut Mbok Gina sudah sering mengundang dukun atau paranormal untuk melarung rumah tersebut. Tetapi makhluk-makhluk itu tetap bandel. Tidak mau menyingkir. Malah makin menteror.


"Sehingga Mas Karmen si pemilik rumah menjualnya...sudah lama ditawarkan karena mintanya satu milyar. Sudah dua tahun tidak laku-laku. Akhirnya Mas Karmen jual murah hanya lima ratus juta sehingga dibeli Mas Bandi..!" Papar Mbok Gina.


Wati yang mendengarkan cerita Mbok Gina jadi turut merasa seram. Dan cerita Mbok Gina diteruskan Wati kepada Ibunya, Munah serta saudara-saudaranya.


Dari cerita Wati inilah akhirnya Munah juga membuka diri. Bahwa dia sempat melihar penampakan pocong.


Mendengar kisah Munah Siti anak perempuan Bandi yang paling kecil sangat ketakutan. Dia sampe memegang erat tangan Munah.


"Gak usah kayak gitu...ini masih siang..gak bakalan ada setan..!" Ujar Munah menenangkan anaknya.


Meskipun belum semua keluarga dikasih penampakan. Tetapi mereka sudah dicekam kengerian setelah mendengar cerita Mbok Gina, Wati dan terakhir Munah ibu mereka.


"Ayoh Bu kita balik saja ke rumah lama. Aku pikir lebih nyaman dan tenang..!" Ajak Shita kepada Munah.


"Sabar ntar Ibu ngomong dulu sama Bapakmu..jadi tunggu apa kata Bapakmu.. ya !" Jawab Munah.


Isteri Bandi itu hafal betul tentang sikapnya. Dalam keadaan tertentu Bandi kerap bertindak otoriter. Sehingga perlu tahu situasinya mana perlu ngomong dan kapan musti menahan diri.


Dan menurut perhitungan Munah Bandi pasti akan menolaknya. Karena tujuan dia menempati rumah tersebut adalah untuk mengubah kesan angker jadi familier. Sehingga kalaupun harus dijual kembali biar lakunya mahal, sehingga untungnya berlipat. Orang bisnis seperti Bandi yang diutamakan tentu keuntungan dibandingkan keamanan.


Meskipun agak ragu-ragu Munah tetap saja menyampaikan keinginan anak-anaknya kepada suaminya saat berada di kamar.


"Mas rumah ini berhantu dan anak-anak ketakutan. Mereka minta balik ke rumah lama saja Mas..!" Ujar Munah kepada Bandi, suaminya.


"Itu pasti dengar dari cerita orang ya..!? Hantu apaan..!? Tidak ada hantu-hantuan kecuali di Sinetron...! Tidak. Kita tetap disini..!" Munah sudah menduga Bandi yang memang otoriter pasti menolak usulan anak-anaknya.

__ADS_1


"Itu bukan cerita tetangga..bukan pula cerita orang... tetapi aku dan Wati melihatnya sendiri...!" Munah mencoba membela diri.


"Ya kamu melihat setelah sebelumnya kalian mendengar cerita-cerita hantu dari orang lain. Jadi kalian itu berhalusinasi..!" Bantah Bandi makin sewot.


Melihat muka Bandi merah padam Munah pilih diam.


"Yah...sudah terserah kamulah Mas..!" Ujar Munah pasrah.


Bandi tetap Bandi. Dia berpikir tetap soal keuntungan semata. Dia tidak peduli soal hantu apa pocong, atau sundel bolong. Sampe akhirnya anak perempuan kesayangannya Shita mendadak kesurupun. Semua orang bingung. Bandi yang biasanya cuek. Kali ini pun blingsatan.


"Ini bagaimana..!???" Tanya Bandi agak keras kepada semua orang. Tetapi tidak ada satu pun yang menyahutinya. Rata-rata orang pilih diam. Dalam hati mereka, biar Bandi tahu rasa.


Mbok Gina yang datang ke rumah Bandi setelah mendengar ribut-ribut menyarankan agar memanggil Ustadz Romadhon.


Maka segera dipanggil Ustadz Romadhon. Dan Shita berhasil disembuhkan.


Tiga hari kemudian giliran Wati yang kesurupan. Kembali Ustadz Romadhon dipanggil.


Dan seperti bergilir setelah Wati giliran Siti anak bungsunya yang kesurupan. Bandi benar-benar dibuat kalang kabut.


Sementara rumor yang berkembang di luar yang menyebutkan rumah Bandi super angker nyaris tidak terkendali. Berita negatif itu terus berkembang di luaran dengan tambahan bumbu sana-sini.


Ini yang membuat Bandi kian panik.


Jika begini terus-terusan bukan keuntungan yg didapatkan. Tetapi cerita buruk pasti akan melekat di dalamnya.


Karena itu otak bisnis Bandi terus berputar. Dia mencari solusi mengatasi masalah ini. Dia musti mencari dukun atau paranormal kondang yang sering tampil di tivi dalam acara membasmi hantu.


Soal biaya tidak masalah. Sebab dengan nama besar dukun tersebut secara otomatis akan mengkatrol citra rumah angker miliknya itu.


Setelah melalui negosiasi yang rumit dan jadwal yang padat dari si paranormal kondang itu. Rumah Bandi berhasil di netralisir dan tidak lama kemudian dijual lagi.


-------

__ADS_1


Thx ya guys.. dah mampir dilapak ini..


Jan lupa vote, like, comment ya.. 🙏🙏🙏


__ADS_2