
Baru seminggu Aurie dan anak lainnya jadi murid baru disekolah yang super super luas nan bagus ini , tapi walau begitu mereka kadang masih suka nyasar padahal waktu MOS udah diajak keliling sekolah buat perkenalan tempat , ya emang dasarnya sekolah juga gede luas banget seminggu berada disekolah masih harus dimaklumi buat anak baru . Aurie pastinya seneng banget karna berhasil masuk kesekolah yang dari dulu dia targetin ini tapi dia belom puas karna sampai sekarang dia belum ketemu sama Kak Danu target utama kenapa dia harus sekolah disini .
Aurie masuk kedalam kelasnya dan langsung duduk di bangku belakang dekat jendela , disana udah ada Juddo teman sebangku Aurie dan juga menjadi teman baru yang ia pilih untuk dirinya . Juddo sibadan tiang disebut begitu karna ia pastinya tinggi berkulit coklat dan berhidung mancung dipilih Aurie menjadi teman pertamanya karna ia pikir Juddo dapat melindunginya jika ada hal buruk disekolah , pagi ini ia sangat terlihat sedang asik mendengarkan musik dari handphonenya amat sangat menikmati pagi hari kelihatannya.
" Lagi dengerin lagu apa?".
Juddo melepas headshet nya sebelah dan langsung memakaikannya ketelinga Aurie .
" BlackPink?" . Aurie terheran.
Seketika juga Juddo langsung dengan cepat mencopot headshet ditelinga Aurie dan menutup mulutnya agar tidak bersuara lebih keras lagi.
" Lu bisa gak sih jangan heboh banget begitu".
" Ieee Juddo asin ah tangannya".
Aurie buru-buru mengelap mulutnya dan menjauhkan tangan Juddo darinya.
" Gue bukan suka BlackPink , cuman pengen dengerin aja lagunya gimana ".
" Gak masuk akal tau gak , kalo suka mah yaudah gak ada yang repot juga".
Aurie membenarkan posisi rambutnya agar tak berantakan , Juddo menghentikan lagu dan memasukan handphone miliknya kedalam tas lalu kembali menatap Aurie.
" Hari ini kita ada pemilihan ekskul sekolah , lu mau ngambil apaan? mau bareng gak?".
Aurie terdiam lama ia lupa kalau sampai saat ini ia belum memutuskan untuk masuk kedalam ekskul apa disekolah ini. Sebenarnya dia suka masuk ekskul drumband dan melukis tapi yang ia lihat dari majalah remaja kak Danu disekolah ini masuk kedalam ekskul Renang kalau ia memilih ekskul drumband , otomatis nanti ia akan sering latihan dan jarang bertemu kak Danu sementara tujuan ia bersekolah disini adalah bertemu kak Danu secara langsung tapiiiiii , kalau ia memilih ekskul renang dirinya sendiri saja tidak dapat berenang . Lebih parah kalau tidak mengambil eksul itu sama saja melewatkan kesempatan emas berada disekolah sebesar ini pikirnya .
" Kalo Juddo milih eksul apa? ".
Juddo menoyor dahi Aurie pelan karna kesal.
" Diem lama dikirain bakal ngomong taunya malah nanya balik lu , gua si pasti nya milih basket kalau ga diterima lari kefutsal lah".
Aurie kembali berfikir sejenak , mungkin ia harus tau dulu waktu jadwal latihan masing-masing ekskul mungkin saja dua ekskul berada dijadwal latihan yang sama . Kalau ia tetap ingin masuk ke tim renang padahal aslinya tidak bisa berenang sama saja mati bunuh diri namanya.
" Kita bisa tau dulu gak sih jadwal latihan tiap ekskul? ". Tanya Aurie.
" Kayanya kita mesti masuk ke tim dulu deh baru mereka jelasin ".
__ADS_1
" Gue pengen banget bisa satu jadwal latihan sama team renang ".
Juddo melipat menyilangkan kedua tangannya didada sambil melihat tajam kearah Aurie
" Lu bener-bener suka banget ya sama Kak Danu ketua team renang sekolah ini?"
" Enggak! enggak kok , cuman kagum aja dia itu banyak banget bakatnya disekolah ini. Dia tuh ketua OSIS , ketua team renang model pula lagi ".
" Paling pertama karna dia ganteng kan? , Huhh dasar cewe itu emang mandang fisik".
Aurie terdiam bagaimanapun dia tidak bisa membantah karna apa yang dikatakan oleh Juddo adalah sepenuhnya benar . Perempuan mana yang tidak suka dengan lelaki berwajah tampan dengan hidung mancung dan rahang yang terlihat kuat tulang leher yang seksi postur tegap dengan lengan otot yang tidak begitu besar namun terlihat menggoda terlebih lagi ia tinggi , benar-benar seperti dunia hayalan yang sempurna bukan.
" Gue ikut team renang aja kali ya ?".
" Lu bilang kemaren waktu MOS lu gak bisa berenang , gimana sih lu mau mati apa".
" Ekskul biar bisa liat kak Danu terus sih".
" Istighfar Nak".
Juddo mengelus rambut Aurie dan mengelus dadanya sendiri. Aurie menyingkirkan tangan Juddo dengan raut kesal karna Juddo meledeknya. Ia makin bingung terlebih sudah seminggu ia belum menemukan kak Danu disekolah ini
...***************...
" Udah lah Au entar juga ketemu pasti sama kak Danu nya lu lirik sana lirik sini yang ada dari tadi orang aneh ngeliatin lu begitu ".
" Gue udah cape nempuh beasiswa biar bisa masuk sini tuh buat dia , kesel banget udah seminggu loh kita jadi siswa baru masa sekali aja juga gak pernah ketemu kan aneh".
"Namanya juga dia sibuk lu fikir aja udah ketua OSIS , ketua team renang , diluar jadi model lagi mungkin sekarang gak masuk sekolah karna ada pemotretan kali , heh yang harus lu pikirin itu lu mau masuk ekskul apa jangan nanti udah diaula masih pelenga pelongo Lo".
Aurie terdiam sejenak ia memandang ke arah Juddo didalam hatinya ia masih bimbang sebenarnya harus masuk ke ekskul apa agar bertemu kak Danu .
" Gue bilangin ya Au , lu ambil ekskul karna lu sendirinya suka deh jangan Danu mulu yang lu jadiin tujuan. "
" Lah gue masuk sekolah sini aja karna dia ".
Juddo memasang wajah datar , memang sangat susah berbicara dengan orang yang jatuh cinta mereka tidak sadar kalau mereka mulai bodoh akan beberapa hal . Sepanjang menuju kantin Aurie terus berfikir keras ia harus masuk ke ekskul mana nanti agar bisa dekat dengan kak Danu.
...****************...
__ADS_1
Aula ini sungguh sangat besar , Aurie dan Juddo berjalan berdampingan agar tidak bertabrakan dengan anak yang berlalu lalang . Didalam aula ada beberapa meja kecil dan masing-masing meja diatasnya memiliki papan kecil tertulis nama ekskul yang ditawarkan kepada seluruh siswa siswi baru . Menggiurkan banyak sekali tawaran ekskul yang disuguhkan kepada murid yang baru masuk , ditiap meja diwakilkan dengan tiga orang anggota untuk masalah pendaftaran , tentu saja ekskul renang yang pertama kali dilirik oleh Aurie ia berharap bahwa kak Danu lah yang mengurus pendaftaran , tapi baru saja mata bertemu dengan meja team renang Aurie sudah kecewa kembali , ternyata disana diurus oleh tiga siswi cantik tidak ada tanda-tanda kak Danu disana . Aurie menghela nafas sedikit kecewa yasudahlah mungkin kak Danu benar-benar sibuk akhir-akhir ini .
Juddo menepuk bahu Aurie , Aurie memandangnya diam jelas nampak malas untuk merespon apapun yang akan dikatakan oleh Juddo nantinya. Juddo sendiri juga sadar bahwa perempuan pendek yang berdiri disebelahnya ini sedang kecewa karna idolanya tidak kunjung ia temukan.
" Mending lu ikut team perpus aja deh ".
" Jauh banget gue sukanya drumband disuruh ngurus perpus ".
" Ya kalo gitu buruan daftar sana , ayok gue temenin ".
" Lu sendiri udah daftar team basket ?" .
" Belom , gue mah gampang udah tau mau apaan nah elu perempuan pendek maunya apaan ".
" Gue tuh gak pendek , cuman kurang tinggi aja inget itu. Gue masuk ekskul mana ya yang enggak nyita waktu banyak".
" Eemm mungkin lu bisa masuk team PMR ".
" Gua demam aja enggak tau obatnya apaan".
" Team model sekolah?".
"Gue pendek ".
" Team pemandu sorak?".
" Gue pendek ".
" Elu sih pendek banget susah ah".
Aurie menyikut lengan Juddo , ia memang pendek cuman sekitar 160cm tapi ia anggap dia mungil tidak ada kata lain untuk tetap membuatnya menjadi percaya diri selain menganggap dirinya mungil.
" Gue ambil ekskul team ngelukis aja kali ya? , tapi gue udah lama enggak ngegambar , apa drumband? gue yakin sih keren tapi waktunya banyak entar jarang ketemu kak Danu. Gue gak ambil ekskul deh pusing ".
"Aelah bucin banget bego iee rugi banget Auuuuu... , kapan lagi Lo jadi keren disekolah ini kita tuh sama-sana anak beasiswa seharusnya kita ikut ekskul biar kita makin keren kapan lagi kita nyobain ekskul disekolah sebesar ini".
" Tapi gue pusing gue udah pengen banget jumpa kak Danu secara langsung tapi sampe sekarang belom juga kewujud , udah deh gua ikut team renang aja gua bisa gaya batu kok".
" Hah? gaya batu? lu mau jadi hantu disekolah internasional ya? lu mau mati dikolam renang sekolah? lu kan gak bisa berenang ".
__ADS_1
" Yauda deh gue ikut kelas ngelukis aja ".
Pikir Aurie mungkin ikut kelas melukis tidak terlalu memakan waktu banyak kalau ia bosan ia bisa keluar dan memilih ekskul lain gampang bukan? maka Aurie dan Juddo berjalan mencari meja team melukis dan mulai ikut mendaftarkan diri.