MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
PERTAMA BERTEMU


__ADS_3

Aurie membereskan bukunya dan memasukannya kembali kedalam tas miliknya , dengan segera ia beranjak berdiri tak lupa melambaikan tangan pada Juddo , hari ini karna ia buru-buru ingin segera pulang ia memutuskan untuk tidak berjalan kedepan bersama dengan Juddo karna katanya tadi ia harus ketoilet terlebih dahulu.


Angin siang ini bertiup dengan sepoi-sepoi cukup membuat sejuk , anak-anak ramai berkeluaran dari dalam kelas mereka . Siswa siswi disini sangat cantik dan tampan pikir Aurie mungkin karna mereka anak orang kaya dan melakukan perawatan yang mahal . Hati-hati Aurie menuruni anak tangga berjalan sendiri dikoridor dan pergi kepagar depan dimana abangnya sudah terlihat jelas menunggu disana . Aurie tersenyum ketika melihat jemputanya ternyata sudah sampai itu berarti dia tidak perlu menunggu lama lagi.


" Kamu mau langsung pulang dulu?".


"Iyalah aku laper banget".


Kak Ari abangnya Aurie , membukakan pintu untuk adiknya yang manis itu. Baginya Aurie adalah satu-satunya hal yang berharga yang ia punya untuk saat ini karna sewaktu Aurie kecil mereka udah ditinggal oleh mamanya . Ia tidak ingin adik perempuan satu satunya itu bersedih terlalu lama karna itu sebisa mungkin ia akan memperlakukan Aurie sebaik mungkin yang ia bisa. Dijalan yang tenang sesekali ia memandang kearah adik perempuannya yang makin hari semakin tumbuh dewasa ia cantik dengan bulu mata lentiknya kulitnya yang bersih rambut sebahu yang lucu itu serta tidak pernah tinggal ia selalu wangi sekali.


" Kamu ikut ketempat kerja abang dulu ya , soalnya abang udah mulai telat ini kalo nganter kamu kerumah lagi".


" Yahh abang tapi aku laper aku mau makan dulu ".


" Itu kamu liat dikursi belakang abang udah beliin kamu makanan oke , ikut abang pemotretan bentar ya ".


Aurie menoleh kearah kursi belakang , benar saja disana sudah terlihat kotak makanan yang isinya seperti hemm mungkin ayam geprek level kali ya. Ia menatap bang Ari kembali dan mengangguk pelan mengiyakan tawarannya untuk menemaninya melakukan pemotretan dulu.


Abangnya yang tinggi dan ganteng ini adalah seorang Photographer majalah ia jarang pulang kerumah karna kadang harus pergi keluar kota sementara papa baru Minggu kemarin pergi keluar negeri untuk urusan bisnis restorannya. Aurie terpaksa harus sering sendirian dirumah bukan masalah besar sih tapi terkadang merasa kesepian juga suka datang menghampiri dirinya .


...****************...


Bang Ari menggandeng tangan Aurie untuk ikut masuk bersamanya kedalam studio , dengan tingkah lugunya sambil membawa bekal makanan yang telah abangnya beli tadi ia menurut saja dibawa kemana. Ia menatap kekanan dan kekiri hemm studio ini bagus lirihnya dalam hati sambil mengangguk angguk pelan karna mengagumi kemewahan studio pemotretan.


Aurie disuruh duduk di bangku didepannya ia bisa melihat beberapa model wanita sepertinya sedang sibuk memikirkan gaya karna sebentar lagi sesi pemotretan hampir dimulai , Bang Ari menyodorkan air minum kepadanya sungguh benar-benar Abang yang peka ia mengelus pelan rambut Aurie dan menyuruhnya menunggu sebentar sambil makan sementara dirinya harus melakukan beberapa pekerjaan . Aurie membuka kotak makan siang yang dibelikan abangnya hemm harum sekali rasanya harumnya bisa memenuhi ruangan studio ini nanti apa tidak apa-apa pikirnya sambil melihat kearah sekelilingnya. Ia menutup kembali tempat makannya entah kenapa dia menjadi merasa segan untuk makan disini. Ia cuma bisa melihat bagaimana abangnya bekerja , sampai ia terpaku kaku tidak bisa bergerak karna seseorang duduk diseberang depan dirinya .

__ADS_1


Seorang anak laki-laki dengan wajah yang sudah dirias baju modis tulang rahang yang nampak kuat itu anak itu sedang memainkan ponselnya seperti menunggu giliran untuk pemotretan selanjutnya . Mata Aurie tidak berhenti terbelalak seakan tidak percaya siapa yang ia lihat sekarang ini , tiba-tiba ia tidak dapat mengeluarkan suaranya Aaaaaa rasanya ingin menjerit kuat sampai pada akhirnya ia berhasil menyebut namanya.


" Kak Danu....".


Danu menurunkan layar ponselnya lalu menatap heran gadis didepannya yang sedang terlihat begitu mengebu-ngebu menatap dirinya ia menatap gadis didepannya itu dari atas sampai kebawah , satu satunya yang dapat ia kenali hanyalah seragam sekolah itu ya itu seragam milik sekolahnya tapi ia tidak pernah melihat gadis itu. Danu masih memandang nya diam sementara gadis itu Aurie , beranjak pindah dari sebrang menghampiri Danu dan sekarang dengan tidak sadarnya ia langsung duduk disampingnya.


" Akhirnyaaaaa aku udah lama banget pengen ketemu kak Danuuuuuuu".


" Kamu satu sekolah sama aku ya?".


" Iya karna kakak tau aku milih masuk keskolah ini huuuuu seneng banget aku ketemu langsung disini kaya mimpiiiii".


" Hah? karna aku? emang aku ngapain ?".


" aku punya majalah tahun lalu yang foto sampulnya kakak , waktu kakak terkenal karna juara satu lomba renang antar sekolah satu kota ini ".


" Ooww emm oke terus?".


" Aku suka banget sama kak Danu , kak Danu mau ya jadi temen baik Aurie?".


Aurie mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan dengan kak Danu tapi Danu hanya terpaku diam oohh nama anak ini Aurie batinnya. Dari lubuk hati paling dalam sebenarnya Danu merasa kaget karna ini pertama kalinya ada orang yang mengajaknya berteman dan ia seorang wanita pula? untuk beberapa saat dia memperhatikan tangan Aurie yang menunggu untuk disambut olehnya , dalam hatinya ia ragu ia tidak suka berteman ia tidak suka ada orang baru didalam kehidupannya ia kembali menatap wajah Aurie tapi ia manis juga dengan rambut sebahunya itu ia tampak amat sangat imut.


" Emm tangan aku mulai pegel deh kak".


Suara Aurie membuyarkan pikiran Danu dan menyadarkannya dari lamunannya namun tetap memilih untuk tidak menyambut tangan Aurie .

__ADS_1


" Kamu mau pemotretan juga?".


"Enggak , aku lagi nungguin Abang aku kerja".


Aurie menunjuk bang Ari yang sedang sibuk mengarahkan para model yang akan ia foto.


" Ohh si Ari itu Abang kamu".


" Kak Danu kenal?".


"Tahun lalu dia yang fotoin aku , sekarang ada kerja sama lagi sama dia".


" Wuiihh asik bangettt".


" Apaan yang asik?".


Aurie terdiam. apaya? gak ada sih lirihnya dalam hati , ia spontan aja pengen bilang kata-kata itu.


" Jadi mau kan kan temenan sama aku? aku suka banget sama kak Danu semenjak baca majalah itu aku bacain semua kalo ada kak Danu didalam majalah loh. Ayodong mau dong jadi temen aku yaaa karna kak Danu loh aku nyoba beasiswa disekolah ini mau ya Yaya... mau dong jadi temen akuuuu".


"Enggak".


Datar... seketika raut wajah Aurie menjadi datar sementara Danu bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan dirinya kembali sendirian . Wahhh agak kaget ya melihat sifat aslinya barusan , sejutek itukah? anak lelaki berdarah dingin . Aurie menatap kepergian kak Danu yang santai ia benar-benar tidak ber ekspresi saat mengucapkan kata penolakan tadi.


Pertemuan pertama ini amat sangat jelek sekali kesannya tapi tidak menyurutkan tekad Aurie untuk bisa menjadi bagian terpenting dari seorang kak Danu paling tidak harus bisa menjadi temannya pikirnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2