
Aurie duduk dibangku seperti biasa sedang melihat kak Danu melakukan beberapa pemotretan bersama abangnya , hari ini sehabis pulang sekolah tadi Aurie memutuskan untuk ikut bang Ari ketempat kerja nya . Sebenarnya ia hanya ingin melihat kak Danu aja sih karna ia baru ingat hari ini kak Danu punya jadwal pemotretan , dibangku tunggu ia terus memandangi kak Danu laki-laki yang ia idola setahun belakangan ini . Selesai pemotretan Danu berjalan menuju bangku tunggu , ia duduk disebelah Aurie tentu saja membuat Aurie kaget biasa gak begitu nih orang .
" Sore ini kamu sibuk gak ? ".
Aurie melotot kaget , apa? dia bilang apa barusan.
" Enggak ada ".
" Aku mau nyari baju lagi kamu nemenin gak?".
Tanpa aba-aba dan jual mahal Aurie menganggukan kepalanya dengan sekencang mungkin sambil terseyum lebar padahal yang ia tidak tau Danu sengaja membawanya untuk memilihkannya baju seperti kemarin dan membawakan barang belanjaannya .
" Yaudah abis siap pemotretan , kamu izin dulu sama bang Ari ".
" Iya siapp ".
...****************...
Danu mengambil dua baju dan memperlihatkannya pada Aurie , dengan cermat dan dibumbui beberpa komentar Aurie menunjuk mana saja baju yang cocok dipake oleh kak Danu , selesai membayar Danu memberikan tas belanjaan itu untuk dipegang oleh Aurie , keluar masuk mereka mencoba mencari baju lain dibeberapa toko sampai Danu berhenti didepan dress perempuan , ia melihat dress selutut berwarna putih bertali satu lalu ia memandang kearah Aurie
" Gamao". Aurie menatap kak Danu .
" Emang yang mau beliin kamu siapa?".
Aurie menelan ludah antara malu dan kesal oleh kak Danu , erghh kalo gak suka aja udah gua geplak nih palanya batin Aurie .
Danu berhenti lagi didepan dress yang lucu seperti style Korea lengan panjang dan bawahnya yang sedikit mengembang membayangkan Aurie jika Aurie memakainya pasti imut sekali batinnya , ia mengambil baju itu dan memberikannya kepada Aurie .
" Coba kamu pake yang ini ".
" Hah? buat apaan yang mau beli baju kan kak Danu ".
" Gausa bawel , kenapa si orang pada suka banget ngomong panjang-panjang pake buruan sana keruang ganti ".
Aurie memanyunkan bibirnya , ia mengambil dress itu memberikan tas belanjaan sebelumnya untuk kak Danu pegang ia menurut dan pergi keruang ganti untuk mencobanya . Danu duduk sambil menunggu melihat Aurie dan akhirnya tak lama ia keluar juga .
Danu terdiam memandang nya , Anjirrrrr imut banget ! tapi Danu sebisa mungkin tetap berusaha untuk berekspresi datar saja . Aurie diam saja berharap kak Danu memujinya tapi yang ia dapatkan kak Danu hanya diam dan memandangnya terus menerus dari atas sampai bawah dari bawah kembali keatas , sebenernya cantik gak sih?! Aurie jadi sedikit kesal dibuatnya .
" Pendek banget sih jadi cewe itu kan dress pendek jadi keliatan kaya dress panjang tau gak ".
" Dih ".
Wahhh benar-benar ingin dipukul ni orang batin Aurie , menyebalkan emang gak pinter memuji orang kah?.
" Buruan lepas bajunya ".
Aurie menyentakan sedikit kakinya karna kesal , ia lalu kembali keruang ganti dan melepas baju pilihan simanusia aneh berdarah dingin itu , selesai keluar dari ruang ganti Aurie berniat mengembalikan baju itu ketempat nya tapi Danu malah menahannya .
__ADS_1
" Heh yang nyuruh balikin siapa ? sini masukin ke tas".
" Tapi inikan baju perempuan ".
" Ya terus ?".
" Gak ada yang mau beli itu , Aurie gak punya duit ".
" Masukin gak aku bilang ".
Danu membuka tas belanja itu dan melototin Aurie , karna takut ia hanya bisa menurut saja memasukan belanjaan baju itu kedalam tas lalu melihat kak Danu pergi kebagian baju pria , nih orang beneran aneh banget sih pikir Aurie . Lagian tadi katanya gak bagus tapi disuruh masukin ketas jadi sebenarnya di bagus apa enggak sih make baju itu tadi .
...****************...
Selesai berbelanja baju dan makan juga diMall sekarang mereka memutuskan untuk kembali pulang karna hari sudah malam , didalam mobil kak Danu suasana sangat hening sekali ia tidak menyalakan musik paling tidak ngobrol kek pikir Aurie tapi kak Danu hanya diam saja disepanjang perjalanannya , karna pegal terus membuang muka kearah luar jendela Aurie memandang kak Danu yang fokus sekali menyetir .
" Kak Danu ".
Bahkan dipanggil saja Danu tetap diam , duh pengen nyekek tapi dirinya masih ada didalam mobil pikir Aurie , ia mencoba untuk kembali memanggil nya.
" Kak Danu ".
" Ngomong aja ".
" Boleh gak aku jadi temen kak Danu ?".
" Enggak ".
" Emang kenapa sih gamao!".
Aurie kesal memandangnya sekarang , ia tidak mengerti jalan pikiran kak Danu padahal ia sudah berhasil untuk sering dekat sebisa mungkin dengan kak Danu .
" Kalo enggak ya enggak ".
" Punya temen kan enak tau , bisa kek tadi nemenin kak Danu kalau gabut , bisa nanya pendapat bisa ditraktir ".
" Tujuan kamu mau barang gratis ya?".
" Ieeee bukan gituuuu , ya kalo temen mah ganti gantian traktirnya . Ayo dong boleh ya aku jadi temen kak Danu "
" Enggak ".
" Iya mau harus! ".
" Lah maksa ".
" Akutuh suka sama kak Danu waktu kak Danu jadi sampul majalah itu loh ".
__ADS_1
" Kan kamu yang suka akumah enggak ".
" Nyebelin banget sih ".
Aurie memukul pelan lengan kak Danu .
" Aww sakit tau gak ".
" Jadi orang tu harus punya temen ".
" Setiap orang itu punya hak atas diri sendiri ".
Bener juga , mendengar itu Aurie jadi terdiam .
" Eemm kalo punya temen ntar kalo dalam bahaya bisa nolongin ".
" Telfon aja polisi kalo dalam keadaan bahaya ".
Aurie memasang raut datar , nyerahhhh dia nyerahh menggodanya untuk bisa berteman saja. Akhhh menggoda nya menjadi teman aja sesusah ini apa lagi menggodanya untuk lebih.
" Kak Danu kalo Lulu mau jadi apa?".
" Kamu random banget ya nanya nya ".
" Tinggal jawab aja iee ".
" Kalo gak jadi atlit renang ya nerusin kerja model , kalo kamu?".
" Emm jadi temen kak Danu " .
" Itu bukan cita-cita ".
" Itu termasuk cita-cita tau".
Danu menatap kearah Aurie sebentar lalu fokus menyetir lagi . Anak ini lucu juga lama kelamaan fikirnya .
...****************...
Danu berhenti tepat dirumah Aurie , lalu ia mengambil tas belanjaan yang ia letakan dikursi belakang dan memberikan satu tas belanjaan kepada Aurie .
" Ini untuk kamu ".
" Aku udah duga ini untuk aku sih ".
Aurie tersenyum lebar melihat kak Danu , tapi Danu tetap memasang raut wajah dingin.
" Berarti cantik kan aku make ini ?".
__ADS_1
Danu ingin sekali mengangguk , tapi ia tidak ingin Aurie menjadi heboh tak menentu. Danu menyibakkan rambut Aurie kebelakang telinga miliknya ia terus saja masih memaki jepitan rambut bunga matahari itu . Aurie terdiam Oh my God ! ini mau reka ulang yang gagal kemarin kah?.