
Juddo menarik gas motornya sekencang yang ia bisa , ia langsung memasuki pakiran motor sekolahnya dari kejauhan ia sudah dapat melihat Aurie yang masih berjongkok . Marah , ingin mengamuk sekali rasanya melihat Aurie menjadi seperti itu dibuat manusia berdarah dingin itu . Juddo berhenti dan turun dari motornya , ia berjalan lalu berjongkok dihadapan Aurie mengelus pelan dan lembut kepalanya , Aurie mengangkat kepalanya untuk melihat ternyata Juddo sudah sampai . Dalam hatinya Juddo sudah sangat merasa panas sekali melihat Aurie menangis sampai menyebabkan matanya sembab seperti itu melihat Juddo yang sudah sampai Aurie langsung memeluknya untuk merasa tenang.
Juddo membuka jaket miliknya dan memakai kan nya pada Aurie gak lupa ia juga memakaikannya helm , mengelus pipinya mengusap sisa air matanya ia menarik tangan Aurie pelan menuntunnya naik keatas motor. Disepanjang perjalanan Aurie hanya bisa diam saja , bersandar pada bahu Juddo yang lebar itu menikmati jalan dan hanya diam.
...****************...
Dia mengambil baju itu dari dalam lemari bajunya , melipatnya rapih memasukannya kedalam kotak ia juga mengambil helm kuning itu dan ikut memasukannya kedalam kotak , sebelum ia menutupnya ia memandangnya terlebih dahulu untuk beberapa saat , mengingat nya kenangannya mengingat apa saja yang sudah ia lalui saat bersama sama membeli barang ini tanpa menangis mengeluarkan air mata lagi ia menutup kotak itu mengambil lakban dan mengemasnya serapat mungkin membawanya dan meletaknnya kedalam gudang. Sepertinya tidak usah untuk diingat lagi pikirnya , untuk terakhir ia memandang kotak itu yang ia letakan disudut ruang mungkin sudah seharusnya tidak perlu dipakai , walau baju itu belum pernah ia pakai sama sekali. Sudah cukup memandangnya , ia menutup pintu gudang lalu pergi.
...****************...
Bel pintu berbunyi , Aurie berjalan kedepan untuk melihat siapa yang datang bertamu malam ini .
" Kenapa gak dibuka sih pintunya ".
Aurie memandang kesal bang Ari yang ternyata ada sedang duduk disofa sambil menonton tv , tapi ia tetap berjalan terus kedepan membuka pintu.
" Mager .. ".
Teriak bang Ari yang tetap tidak bergerak dari posisi duduknya yang ia rasa sudah sangat nyaman sekali. Aurie membuka pintu dan melihat ada bahwa Juddo lah yang berada dimuka rumahnya saat ini. Juddo menyengir , ia mengangkat paper bag yang isi dalamnya adalah ice cream kesukaan Aurie .
" Aku baik-baik aja Do ".
Aurie langsung to the point , ia tau tujuan Juddo datang adalah menanyakan kabarnya secara langsung . Aurie mengambil bingkisan ice cream itu dan menarik tangan juddo masuk kedalam. Juddo duduk disofa sementara Aurie pergi kebelakang menyiapkan cemilan. Bang Ari yang melihat Aurie hendak pergi kedapur dengan segera memanggilnya .
" Siapa yang dateng Au?".
" Juddo ".
Teriak Aurie tanpa menoleh ke arah abangnya itu.
" Jadi Lo masih suka sama Danu Au?" .
Aurie diam saja tak berekspresi kalo dibilang suka ya masih sih entah kenapa sehabis membaca majalah setahun lalu itu ia dengan segera cepat sekali jatuh hati pada sosok kak Danu .
" Gatau ".
__ADS_1
" Kalo Lo masih suka gue kek nya bisa bantu Lo deh ".
Aurie menyipitkan matanya setengah heran mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Juddo barusan.
" Emm maksudnya gimana sih ?".
" Banyak orang karna dikejar-kejar jadi sepele sama kita , karna dia tau ohh nih orang suka ni sama gue walaupun gue yang pergi pasti dia tetep kejer gue. Biasa kalo orang nunjukin dia terlalu cinta sama orang sih begitu yak".
Juddo menggaruk garuk pelan kepalanya , Ia bingung juga sebenarnya kenapa ia harus membantu Aurie tindakan bodoh ni kayanya batinnya dalam hati.
" Terus aku harus apa?".
Juddo memandang Aurie , tuh kan bener tindakan bego batin Juddo kalau Aurie nanya berarti dia mau tau kalau dia mau tau berarti dia masih suka kak Danu . Seharusnya ia memanfaatkan moment ini untuk kepentingan dirinya sendiri bukan malah arghhhh... yasudah lah sudah terlanjur juga ia datang kesini.
" Kalo bisa lu cuekin dia , itupun kalo lu kuat ya ."
" Cara lain gak ada ?".
" Enggak. Satu-satunya cara cuman itu , orang kalau udah biasa diribetin dibuntutin tiba-tiba gak dapat perlakuan itu lagi pasti kek ada yang mengganjal dihari-hari biasanya . Bisa aja malah mungkin dia yang nyariin Lo lagi ".
" Gak kuat deh kayanya ".
" Gue bantu ingetin lu setiap saat deh ".
Aurie berfikir ulang emmm kalo entar kak Danu malah mikirnya dia beneran mau jauh gimana ya .
" Kita coba deh besok , kalo ngeliat dia biasa aja kalo liat dia jangan sedih ".
Juddo tersenyum memandang Aurie begitupun juga Aurie nah senyum ini yang Juddo mau terus berada diwajah perempuan pendek ini.
" Besok gue jemput pergi sekolah bareng ya ".
" Emangnya gak repot?".
" Enggak , pokoknya besok harus udah siap oke ".
__ADS_1
Aurie menganggukan kepalanya pelan .
...****************...
Danu melepas helm dari kepalanya lalu berjalan hendak pergi meninggalkan parkiran motor sampai saat dia gagal fokus melihat Juddo yang baru saja datang sambil membonceng Aurie dibelakangnya , ia berhenti seketika tidak biasa nya soalnya melihat Aurie pagi-pagi berangkat sekolah dengan Juddo . Juddo melepas helm Aurie lalu membantunya merapikan beberapa helai rambut Aurie .
" Kak Danu ngeliatin ke arah sini terus , ehh inget jangan noleh kebelakang ".
" Oh ya ".
" inget ntar kalo jalan disamping dia senyum atau pura-pura ketawa sama aku jangan perduliin dia anggep aja gak keliatan ".
Aurie mengangguk pelan , mereka berdua lalu berjalan melewati kak Danu . Benar saja tidak sedikitpun Aurie meliriknya ia malah senyum -senyum sambil terus mengajak Juddo berbicara walaupun ia tidak mengerti apa yang ia bicarakan saat itu. Danu menatapnya aneh , Aurie sama sekali tidak memandangnya tidak seperti biasa nya . Seketika Danu mengingat wajah Aurie yang heboh kalau dia melihat dirinya tapi kali ini dan baru pertama kali lewat seperti orang asing begitu saja .
" Susah ".
Juddo menatap Aurie yang manyun
" Nanti lama kelamaan kebiasa kok ".
" Kalo kak Danu mikirnya aku beneran mau jauh dari dia kaya gimana dong ".
Juddo terdiam , bahkan udah diperlakukan kaya begitupun Aurie masih saja suka dengan orang berdarah dingin itu. Seharusnya Aurie bertemu dengan orang yang juga tulus seperti dirinya itu , bukan malah orang yang hampir membuatnya jadi hantu kolam renang sekolah ini.
" Aku yang tanggung jawab deh ".
Juddo tersenyum dan mengelus lembut nan pelan kepala Aurie untuk menyakinkan dirinya itu . Haduhhh sesak sekali ya pikirnya , padahal ini cuman sebatas teman saja tidak lebih bahkan dirinya juga tidak mengerti apakah dia benar - benar mencintai Aurie atau hanya sekedar rasa ingin melindunginya saja .
...****************...
Bel istirahat pertama sudah berbunyi banyak anak terlihat langsung pergi menuju kantin , begitu juga dengan Aurie dan Juddo saat berjalan keluar kelas mereka berpas Pasan dengan kak Dante kini mereka bertiga pun berjalan bersama menuju kantin. Lagi asyik ngobrol bertiga sambil tertawa mereka berpas Pasan dengan Danu lagu yang baru saja keluar dari arah kantin , Dante berhenti karna ia fikir Aurie akan menyala Danu seperti biasanya tapi malah ia melihat Aurie terus tersenyum dan tertawa bersama Juddo mereka berdua mengobrol terus dan melewati Danu begitu saja tanpa melirik kearah Danu seperti biasa yang mereka lakukan.
Dante menggaruk garuk pelan kepalanya heran , loh kok tumben yak enggak nyapa Danu dulu biasanya hebo banget deh . Danu menatap Dante yang berhenti kebingungan , padahal dalam hatinya juga sama bingungnya ia tadi dari jauh sudah melihat rombongan Aurie mau memasuki kantin dengan segera ia mengatur waktu jalannya agar berpapasan tapi setelah berpapasan malah tidak seperti yang ia harapkan , Aurie tidak menegurnya tidak tersenyum manis lagi pada nya tidak melakukan apapun yang biasa ia lakukan ketika jumpa dirinya .
" Kok ada yang ganjel ya ?" .
__ADS_1
Dante menatap kekiri melihat Aurie dan Juddo yang berjalan terus seperti tidak ada kejadian menatap kekanan melihat Danu yang terus berjalan tapi sesekali menoleh kebelakang menatap Aurie .