MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
MAAF


__ADS_3

Aurie memandangi layar handphonenya , tidak ada tanda akan memunculkan notif kah? susah ya hanya bilang maaf? bahkan terakhir kali ia aktif diwhatsApp sekitar lima menit yang lalu tapi ia tidak juga memunculkan kata sedang mengetik dilayar itu. Aurie memegang dadanya rasanya ia masih bisa merasakan bagaimana rasa sakit karna kaget tadi sangat sakit dadanya terus berdebar sebar dengan kuat. Ia menutup matanya sejenak , jadi begitu rasanya tenggelam.


Suara gagang pintu terdengar seperti akan ada yang masuk kedalam kamarnya , Bang Ari membuka pintu dan masuk untuk melihat Aurie ia berjalan dan duduk dipinggir tempat tidur adiknya itu. Ia menatap Aurie yang sekarang sudah tidak sepucat tadi saat ia jemput pulang . Bang Ari mengelus punggung tangan adiknya , ia khawatir sekali ia tidak mau ditinggal oleh siapapun lagi cukup mama mereka saja yang pergi meninggalkan mereka sedari kecil.


" Kamu ke ...".


" Aku gamau cerita bang".


Aurie memotong pertanyaan , ia tau abangnya itu pasti akan bertanya kenapa . Aurie tau besok kak Danu ada pemotretan dengan bang Ari maka dari itu ia tidak ingin bercerita takut kalau besok kerjaan mereka berdua jadi berantakan.


" Tapi kamu harus cer...".


" Mau Abang tanya gimanapun juga aku gamau cerita . Intinya aku jatuh kekolam renang terus diselametin Juddo udah selesai. Aku udah gak kenapa Napa tuh udah mendingan cuman tinggal pusing aja dibawa tidur nanti juga udah sehat lagi ".


Aurie selalu memotong saat ia bertanya , Ari menatap wajah adiknya yang mulai tumbuh dewasa itu. Jika melihat wajah Aurie ia terus menerus melihat sosok wajah mamanya didalam sana antara harus rindu , sedih dan marah melihatnya.


" Yauda Abang keluar , Abang biarin kamu tidur istirahat ya. Ohh kalo butuh apa-apa telfon Abang ya atau teriak yang kenceng suara kamu kan kaya manusia hutan tuh".


Aurie melemparkan bantal kecil kearah bang Ari , terkadang dia juga menyebalkan ya. Bang Ari melempar kembali dengan pelan bantal itu kepada Aurie sambil tersenyum kecil lalu menutup pintu kamar dengan perlahan .


...****************...


Aurie berjalan kembali dari kelas lukis , ia lupa bahwa kemarin seharusnya ia masuk ekskul tapi karna ada kejadian kemarin ia harus pulang dari awal dan tidak masuk kekelas. Untung saja ketua team kelas lukis dapat memakluminya ia rasa ia akan keluar saja dari kelas lukis dan memilih untuk masuk team pengurus perpustakaan saja , maka sekarang Aurie ingin cepat sampai kelasnya dan meminta Juddo menemaninya serta membantunya mendaftar ke team lain. Langkah Aurie terhenti ketika ia sedang berpas Pasan dengan kak Danu , Aurie menghentikan langkahnya namun Danu berjalan saja tidak menghiraukan Aurie yang ia lewati disampingnya itu.


Aurie berbalik badan menatap punggung kak Danu , punggung yang sudah amat ia hafal lebarnya itu ia menghitung sampai tiga dalam hatinya berharap kak Danu berbalik badan tapi nihil. Sesusah itukah meminta maaf? , Aurie kembali berbalik badan dan segera pergi ke kelasnya. Padahal didalam hati Danu ia lega sekali saat melihat Aurie terlihat baik-baik saja , ia ingin berhenti tadi ada beberapa kata yang ia ingin ucapkan pada Aurie tapi langkahnya tidak mau berhenti aneh sekali.


" Juddo ".


Aurie duduk di bangku menatap Juddo yang sedang terlihat suntuk dibangkunya.


" kenapa sih?". Tanya Aurie heran.


" Maaf banget ya , aku kemarin udah nyebur lagi aku cari terus tapi gak dapet Au gimana dong... maaf ya maafin aku".


Aurie terdiam , kenang-kenangan terakhir yang ia miliki itu hilang tapi ia tidak mau membuat Juddo jadi mempunyai rasa bersalah kan bukan salah Juddo juga , dengan senyum yang ia paksakan untuk ikhlas Aurie mengangguk pelan dan terseyum .


" Gapapa do , makasih ya udah mau bantu cariin".


" Gimana dong auuu ".


" Aku bilang gapapa mah , nanti sore temenin beli jepit rambut di Mall ya".


" Oke siap". Balas Juddo dengan semangat.


...****************...

__ADS_1


Selesai mengurus perpindahan Aurie dari kelas lukis , Juddo dan Aurie bersama sama berjalan kearah kantin. Uwaahh rasanya lapar sekali apa lagi siang ini amat terik matahari seperti sedang senang sekali hari ini sampai-sampai ia timbul dengan begitu terang benderangnya.


" Lu duduk aja biar gue yang mesenin , mau apa?".


" Mau jus jeruk dingin sama siomay tapi jangan pake kol ".


" Oke siap ".


Juddo pergi memesan makanan untuk Aurie , Aurie mengeluarkan handphonenya dari saku mengisi waktu dengan melihat lihat ponsel miliknya .


" Hallo ".


Aurie melirik kearah sumber suara


" Kak Dante ".


" Gimana udah mendingan? ".


" Udah kak , oh iya besok ya bajunya aku pulangin soalnya masih dijemur tadi pagi".


" Eemm oke gapapa , oiya nama kamu siapa?".


Aurie memandangnya heran , sudah beberapa kali pertemuan apakah ia belum mengenalkan namanya juga?


" Aku belum pernah ngenalin nama ya kak? , YaAmpunnn maaf ya nama aku Aurie ".


" Kak Dante mau makan juga? kalo iya duduk aja bareng disini sama aku Ama Juddo juga ada dia lagi mesen makanan ".


" Enggak aku kesini karna liat kamu aja tadi main ponsel , cuman pengen tau kabar kamu aja".


" Ohh hehe baik kok udah mendingan lah cuman kecebur aja kok".


" Untung lah ada Juddo , kalo gak mungkin kamu udah jadi penunggu dikolam itu kalo gitu saya gamau berenang disitu lagi hehe".


" Ieehh kak Dante jahat banget ".


Aurie tertawa kecil , Juddo datang sambil membawa pesanan makanan punya Aurie .


" Eehh bro , makan juga ayok".


"Enggak makasih , cuman pengen nanya kabar pacar kamu aja ".


" Eehh Aurie temen bukan pacar ".


Juddo menggaruk pelan kepalanya , mendengar perkataan kak Dante membuatnya menjadi salting sendiri.

__ADS_1


" Yaudah kalo gitu aku pergi dulu ya ".


" Daaaa kak". Aurie melambaikan tangannya.


" Kapan-kapan masih boleh main bareng kan?".


Aurie dan Juddo saling menatap heran .


" Ya boleh dong ".


Juddo duduk disamping Aurie , Dante terseyum kecil lalu pergi .


" Kok dia sama si Danu kek mencurigakan gitu ya Au, sama-sama aneh gitu. Satu introvet satu lagi sok akrab banget jadi orang ".


" Iya serem ya mereka berdua ".


Aurie dan Juddo berjalan kembali kekelas karna bel masuk sudah berbunyi , mereka tertawa sesekali dan saling memukul pelan terus saja mereka masih tertawa . Aurie menghentikan tawanya seketika ketika melihat kak Dante berlari memutari lapangan sementara teman-temannya yang lain sedang melakukan pemanasan ditengah lapangan , Aurie dengan segera menghampirinya


" Kak Dante ".


Dante berhenti sejenak dan meladeni Aurie


" Ada apa?".


" Kok lari sendirian ?".


" Iya lagi dihukum karna gak bawa baju olahraga ".


Aurie kaget mendengarnya , Juddo menatap kearah Aurie .


" Lu belum balikin baju olahraga orang ?".


" Belum ".


Aurie memasang raut mewek kepada juddo , ia menjadi merasa bersalah karna ia kak Dante jadi harus capek berlari dilapangan pantes aja tadi dikantin waktu bilang balikin bajunya besok ekspresinya agak bingung.


" Kak maaf yaaa ... Aurie gatau".


" Santai aja , aku lari lagi ya tinggal sepuluh putaran lagi aja kok".


Dante kembali berlari . Hah??? sepuluh putaran lagi? berarti kan banyak pikir Aurie , Juddo menyenggol tangan Aurie .


" Udah balik kekelas dulu nanti kita minta maaf lagi , aku gak suka kamu diliatin sama si Danu itu terus ".


Aurie melihat kearah tengah lapangan , benar saja kak Danu sedang menatap kearahnya. Juddo menarik tangan Aurie pergi ia tidak membiarkan Danu melirik Aurie dengan lama. Juddo kesal karna ia tau Danu belum meminta maaf pada Aurie , kalau sudah pasti Aurie cerita karna hal random apapun Aurie selalu bercerita dengannya .

__ADS_1


Aurie juga menatap kearah kak Danu , ia sedikit kecewa karna perkataannya kemarin. Padahal didalam hati Danu saat melihat Aurie adalah benar-benar lega ia takut sangat khawatir kepadanya dari kemarin , sangat ingin dia mengucapkan maaf tapi berat sekali untuk mengeluarkan suara.


__ADS_2