MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
JATUH


__ADS_3

Ditempat tidur Aurie terus menerus memandangi helm yang dibelikan kak Danu untuknya , ini adalah barang paling berharga dirumah ini hehe pikirnya dalam hati. Tapiiii .... kak Danu belum mau menjadikan Aurie sebagai temannya , apa mungkin usahanya kurang kali ya? ia terus menerus mengelap helmnya memandanginya rasanya senang sekali itu adalah sore terbaik dihidupnya .


" Heh orang Gilak ".


Aurie tersentak kaget , ternyata bang Ari sudah masuk kedalam kamarnya .


" Abang .... apasi ngagetin aja".


" Ya kamu Abang liatin senyam senyum sendiri gak jelas banget . Itu lagi tu pake segala helm dipeluk-peluk letak digarasi sana , ngapain sih ada diatas tempat tidur " .


" Ieee gamao khusus helm ini ada dikamar aku , Helm ini jangan pernah Abang pake ya ! ini punya aku titik".


Bang Ari mengerutkan dahi tanda heran.


" Nih , Go food kamu ni . "


" Hah? aku gak nge go food ".


Ari dan Aurie saling menatap heran.


" Terus Abang ojek onlinenya salah alamat gitu? enggak lah orang Abang liat sendiri tadi dia nunjukin alamat yang bener , dah la nah nah ".


Bang Ari meletakan plastik go food itu dipinggir tempat tidur Aurie , lalu ia berjalan keluar kamar. Aurie segera menghampiri plastik itu , isi nya ada ayam level? hahaha siapa yang memesankan ini untuknya.


' Clinggg' mungkin kira-kira kurang lebih seperti itulah bunyi nada pesan masuk di handphone Aurie , ia membukanya . Saat ia lihat ia memiliki satu pesan whatsApp dari nomer yang tidak dikenalnya .


' Saya lupa kasih makan kamu , saya gatau kamu sukanya apa tapi saya inget kamu pernah makan ayam level distudio pemotretan jadi saya beliin kamu ayam level aja'


Senyum-senyum lucu Aurie membaca pesan itu , tanpa ada gambar diprofil whatsApp pun Aurie tau ini pesan dari siapa hahaha... ternyata kemarin ia meminjam handphone miliknya untuk ini ya , dia menyimpan nomer ponsel dirinya sendiri disini . Bahasanya amat kaku sekali ia tidak bisa menahan geli ingin tertawa , dengan pikir panjang ia mencoba sekiranya kata apa yang pantas untuk membalas pesan dari kak Danu ini. Emmm mungkin dibalas dengan kata ...


' Padahal aku lebih pengen ice cream kacang merah yang kak Danu abisin tanpa izin aku'


Ia mengirim pesan dan menunggunya , Lama banget balesnya pikir Aurie . Centang abu-abu itu kini sudah centang biru tapi belum ada tanda sedang mengetik . Diread doang ya? ha beneran ni? ia menunggu sekitar lima belas menit tapi belum juga ada bacaan sedang mengetik dihhhh parah banget emang ni orang tapi yaudah la masih mending daripada langsung diblokir.


...****************...


Jam istirahat kali ini Aurie menemani Juddo dan teman barunya diteam basket sedang bermain dilapangan sekolah , disana juga banyak anak-anak sedang menyaksikan mereka bermain , ada yang hanya sekedar duduk bercerita dipinggir lapangan dan Aurie sendiri sedang menyemangati Juddo bermain , ia membawakan air untuk Juddo minum nanti. Juddo terlihat bermain dengan sangat lihai , sesekali ia melihat kearah Aurie yang terus menerus memberikannya dua jempol sebagai dukungan semangat .


"Ini tempat bekal kamu , maaf lama banget balikinnya aku lupa".


Aurie mendengak keatas , terlihat kak Danu berdiri disamping dirinya sambil menyodorkan tempat bekal. Aurie berdiri dan mengambil tempat bekal miliknya , mereka tidak sadar kalau sedang menjadi bahan tontonan karna selama Danu berada dua tahun disini ia tidak pernah terlihat menghampiri siapapun dan tidak pernah berbicara dengan siapapun ia selalu terlihat sendiri tapi belakangan ini ia sepertinya berubah. Mereka berdua juga tidak menyadari kalau gosip desas desus mereka berdua menjalin hubungan pacaran menyebar diseluruh sekolah . Bagaimana tidak mau tersebar cepat Danu saja terkenal disekolahnya , sekarang ia malah terlihat pacaran dengan anak kelas satu .


" Enggak papa kok , makasih ayam level kemarin hehe enak banget".


Danu memberikan sebuah paper bag , Aurie mengambilnya dan melirik isinya wuuuiiihhhhh Ice cream kacang merahhhhhh .... Aurie menatap kak Danu kembali sambil tersenyum lebar.


" Wahh makasih banget ya kak ".


" Maaf kalo kemarin aku makan ice cream kamu , soalnya kamu lambat".


Aurie tercengang dihh bisa ngomong maaf juga nih? Aurie membalas perkataannya dengan senyuman saja .


" Boleh gak aku jadi temen kak Danu ? ".


" Enggak ".


Danu pergi meninggalkan Aurie , jawabannya apa tidak bisa berubah ya kan mereka sudah mulai dekat masa untuk menjadi teman saja susah sekali sih . Aurie memperhatikan punggung kak Danu yang berjalan menjauh darinya , ia sendiri lagi pikir Aurie apa ia harus menemaninya? Aurie melirik kearah Juddo yang ternyata juga sedang melihatnya dari tengah lapangan , tanpa berkata apapun ia berlari ingin menghampiri kak Danu .


Aurie sudah berjalan keperpus tapi kak Danu tidak ada disana , dikantin juga tidak ada apa ia ada dikolam renang? jauh sekali berjalan kekolam renang Aurie mager untuk kesana . Aurie memutuskan kembali kelapangan saja melihat Juddo main lagi , tapi langkahnya terhenti seketika saat menemukan kak Danu baru saja memasuki ruang UKS , dia sakit? apa masuk periksa saja ia sedang apa diuks ? Aurie berjalan mendekat dan ...


" Hei ".


Aurie menoleh kebelakang


" Kak Dante ? ".

__ADS_1


"Aku pikir kamu lupa nama aku , ternyata inget ya".


Aurie hanya membalas perkataannya dengan senyum kecil .


" Kamu mau kemana ? ".


" Emm mau ke itu emm ke lapangan basket".


" Aku juga mau kesana , mau bareng?".


Duuuuuhhh Gamaooooo bisik Aurie dari dalam hatinya , sebenernya dia kan mau ke UKS kenapa pake ngajak bareng sih .


" Oiya kok kamu sendirian ? Danu nya mana ? ".


Baru mau menjawab pertanyaan kak Dante handphone Aurie berdering , terlihat dilayar nama kak Danu yang sedang menelfonnya buru-buru Aurie mengangkatnya .


" Liat kebelakang ". Suara kak Danu disebrang telfon.


Menuruti perintahnya , Aurie berbalik badan dan melihat kalau kak Danu sudah ada didepan pintu UKS . Dante memperhatikan mereka berdua , sebegitunya kah cara untuk menghindarinya? ia menatap tajam kearah Danu tapi Danu hanya memberinya ekspresi datar saja .


" Buruan kesini jangan bicara lagi sama dia".


Aurie melirik kearah kak Dante , kak Dante mengangkat alisnya sebelah mempersilahkan Aurie untuk pergi dan mengikuti kata Danu , Aurie cuma bisa tersenyum kecil lalu perlahan berjalan kearah kak Danu . Aurie berdiri dihadapan kak Danu ia melihat kak Danu terus menatap datar kak Dante seperti tatapan peperangan ia hanya bisa diam saja kak Danu hanya menyuruhnya untuk mendatanginya sajakan . Kak Danu mengenggam tangan Aurie lalu menariknya pergi dari sini tapi matanya terlihat masih menatap kearah kak Dante dengan datar.


...****************...


" Serius lu ? jadi lu liat ekspresi kak Dante pas kak Danu narik tangan lu apaan?".


Juddo bicara dengan Aurie dengan pelan , mereka berdua bosan sekali dalam kelas sejarah ini jadi mereka memutuskan untuk mengobrol saja dan tidak mencatat apa yang telah ditulis dipapan tulis depan.


" Enggak aku liat sih , soalnya kak Danu narik tangannya kenceng banget entah karena sengaja supaya aku gak liat lagi kearah kak Dante atau emang dia kalo narik emang begitu ".


" Mereka musuhan? Gue belum tau banyak sih gosip tentang mereka yang gue tau cuman mau anak ekskul manapun seniornya pasti selalu aja bahas tentang kak Danu sama kak Dante terus sekarang elu jadi bahan gosipan".


" Lah kok gue sih , emang gue kenapa orang gak ngapa-ngapain juga".


" Tapikan gue suka sama kak Danu dari SMP dari dia pertama nge-hits tahun lalu itu".


" Tapikan mereka enggak tau itu Aurieeeee ".


" Kalian berdua keluar ".


Seisi ruangan kaget bukan main saat mendengar suara guru sejarah yang membesar itu dikeadaan hening , spontan semua mata tertuju kepada tangan pak guru sejarah yang menunjuk kearah bangku Juddo dan Aurie , mereka berdua terdiam . Tanpa banyak tingkah lagi daripada menimbulkan masalah lagi mereka berdua bangkit dan menuju keluar kelas .


" Berdiri diluar dan jangan duduk".


Juddo dan Aurie diam saja dan segera keluar kelas . Diluar kelas ...


" Gapapa lah daripada masuk kelas dia bosen nyatet mulu".


" Saya masih bisa dengar ya Juddo , sehabis bel siap kamu rangkum bagian bab 1 sampai 2 khusus kamu akan saya periksa dan kumpulkan besok".


Teriak guru sejarah itu dari dalam kelas , mata Juddo terbelalak kaget sialannnnnn pikirnya dalam hati sementara Aurie menutup mulutnya karna ia ingin sekali tertawa keras-keras untung saja ia tidak kena padahal sebenarnya ia ingin membalas omongan Juddo tadi syukurlah guru itu sudah berteriak diluan. Juddo menoyor pelan kepala Aurie karna telah menertawakan penderitaan yang baru saja ia dapatkan itu.


Sesekali Juddo berusaha untuk mencubit pinggang Aurie karna kesal Aurie tidak juga berhenti untuk menertawai penderitaan yang ia dapatkan dari guru sejarah yang bawel itu , Aurie berusaha menghindar sambil menahan volume tawanya agar ia tak mendapatkan penderitaan yang serupa dengan Juddo sampai mereka berhenti ketika melihat kak Danu ada dihadapan mereka hendak menuruni tangga sambil membawa celana renang miliknya .


" Dia ngapain berhenti liatin kita sih ?".


Aurie memukul lengan Juddo dengan cepat agar dia jangan bicara seperti itu. Mereka bertiga saling menatap dalam diam , Danu melihat kearah dalam kelas yang ternyata masih ada guru itu berarti mungkin mereka sedang dihukum tanpa bersuara apapun ia pergi menuruni tangga dan beranjak pergi menuju kolam renang sekolah , Juddo yang melihat itu langsung mengerutkan dahinya heran .


" Dihh kenapa sih tu orang? kalo dia begitu mah pantes aja gak punya temen Rie".


"Huusss dia tuh emang begitu maklumi aja kenapa sih , Dah ah".


Aurie melirik kedalam kelas , melihat ada dimana guru sejarah itu berada. Ternyata ia sedang fokus membaca buku oke bagus diam - diam ia berjalan ingin pergi tapi Juddo menarik tangan Aurie .

__ADS_1


" Iieee apasih".


Aurie mencoba melepaskan tangan Juddo dengan setengah tertawa geli melihat tingkah Aurie ia bertanya


" Mo kemana ha? haha mo kabur lu kan mau ngikutin kak Danu lagi kan lu".


Juddo tertawa kecil sambil mengelus ngelus Kepala Aurie agar rambutnya berantakan dengan tertawa kecil juga Aurie mencoba menghindari Juddo .


" Bosen berdiri terus lu kalo mau pergi juga aja sana ke UKS kek tiduran".


" Lah iya bener juga yak. Yaudah gue Luan nih yang pergi lu ngikutin dibelakang ya".


Mereka berdua tersenyum sepakat dan berencana untuk kabur bersama . Juddo menggenggam tangan Aurie sambil melirik kearah dalam kelas setelah melihat posisi aman Juddo langsung menarik nya dan mereka berdua berlari menuruni tangga. Sampai dibawah mereka saling senyum dan bersalaman karna misi berhasil lalu pisah arah satu menuju UKS dan tentu saja Aurie menuju ke kolam renang.


Beginikan lebih baik daripada harus berdiri lama enggak jelas , dengan langkah senang ia masuk kedalam ruang kolam renang sekolah ia sudah dapat melihat kak Danu disana wuiiihhh kak Danu akan loncat ia menyaksikan kak Danu loncat dan dengan cepat menghampirinya . Baru menaikan kepala keatas air untuk mengambil nafas Danu kaget dengan suara Aurie yang menyapanya .


" kak Danu ... ".


" Kamu ngapain sih disini hah?".


" Ga ada mau liat kak Danu berenang aja ".


" Kamu kabur dari hukuman kan".


" Hehe iya sih". Aurie menggaruk pelan kepalanya.


" Boleh gak aku jadi temen kak Danu ?".


" Enggak".


Danu kembali berenang dan tidak menggubris Aurie yang berjongkok dipinggir kolam. Ia masih berjongkok dan memandangi punggung kak Danu entah kenapa punggung nya itu sangat menarik untuk dilihat.


...****************...


" Buk air mineral satu ".


Sebelum ke UKS alangkah baiknya berpura pura dulu membeli air mineral agar terlihat lemas dan butuh obat dia UKS.


" Berapa nih buk?".


" Lima ribu aja".


Juddo mengambil uang dari dalam sakunya , seperti ada yang terjatuh saat ia mengeluarkan uang ia segera menoleh kebawah


" Lah inikan jepitan rambut Aurie kok ada didalem saku baju gue sih ".


Juddo memungut jepitan rambut Aurie yang jatuh , ohh apa mungkin ini tadi terjatuh saat ia mengelus-ngelus kepala Aurie degan sedikit kuat tadi? Ini jepitan rambut idamannya kalo tidak ada ini ia akan heboh pasti mungkin sebaiknya ia kembalikan dengan cepat saja , setelah mendapatkan kemabalian uangnya Juddo bergegas pergi kekolam renang.


...****************...


" Kak Danu boleh gak Aurie jadi temen kak Danu ?".


Aurie masih terus berjongkok dipinggir kolam melihat kak Danu yang sedang berhenti untuk mengambil nafas , Danu menatap Aurie yang terus terusan berjongkok dipinggir kolam itu.


" Enggak ".


" Enak loh kalo punya temen kaya Aurie , Aurie suka ngasih pendapat Aurie seneng cerita jadi kak Danu itu enggak .... ".


" Saya gak kesepian".


Belum sempat Aurie meneruskan perkataannya Danu sudah memotongnya diluan , ia yakin semua orang selalu menganggap dirinya kesepian. Danu berenang menghampiri Aurie , kini ia berada tepat dibawah Aurie , Aurie menatapnya kosong . Anjirrrrrrr dari Deket begini cakep benerrrrrrr , gak salah kalo jadi model sih . Rahangnya yang keliatan kuat itu , matanya yang tajam .


" Saya bilang saya enggak kesepian".


Danu menarik Aurie kedalam kolam , Aurie kaget dan terjatuh jantungnya sudah deg degkan saat kak Danu menariknya tapi Danu malah naik keatas dan mengambil handuk yang ia letakan dipinggir kolam , ia tidak memperdulikan Aurie yang berusaha meminta tolong ia tidak bisa berenangggg .... sulit sekali mengeluarkan suara mungkin karna ia sudah parno diluan. Danu menatap Aurie ia pikir Aurie sedang modus agar ia datang untuk menyelamatkannya seperti disinetron.

__ADS_1


" Aurieeeeee ........".


Suara Juddo bergema keras diruangan , tanpa basa basi ia langsung menyebur kedalam kolam dan menyelamatkan Aurie , Danu yang melihat itupun langsung kaget dan tidak tau harus bagaimana , ia tidak sedang akting ?


__ADS_2