
Seharusnya jangan begitu tadi arghh... keliatan gak sih kalau itu aneh ? Juddo bercermin dikaca toilet membasuh wajahnya berulang kali itu pertama kali nya dia bernada ketus dengan Aurie . Lagian kalau dipikir - pikir untuk apa juga ia harus cemburu ya ? ia kan cuman teman , Juddo membasuh wajahnya sekali lagi lalu keluar dari toilet dengan segera ia pergi ketanah lapang kembali untuk bertanding persahabatan dengan anak kelas sebelas team basket .
Sampainya ditanah lapang Juddo melihat kearah bangku penonton ternyata Aurie masih ada disana duduk bersampingan dengan manusia aneh emmm kak Dante maksud hati Juddo . Aurie tersenyum kecil sambil melambaikan tangan ke arah Juddo , Juddo tersenyum dan datang menghampirinya . Aurie mendengak sedikit ke atas memandang Juddo yang saat ini berdiri didepannya . Juddo terlihat tersenyum kecil kembali lalu mengelus pelan kepala Aurie .
" Doain menang ya biar gak malu maluin anak baru ".
" Pasti ". Aurie mengacungkan jempol pada Juddo .
Dante memasang ekspresi datar , dihh pemandangan yang menyebalkan sekali batinnya dalam hati . Selesai mengelus kepala Aurie Juddo kini berlari memasuki lapangan yang ternyata sudah di isi dengan para pemain lain yang sedang melakukan beberapa pemanasan.
" Kamu suka sama Juddo ya?".
" Hah? enggak aku ma Juddo kan temenan aja ".
" Rajin banget kamu nontonin Juddo kalo lagi main ".
" Soalnya Juddo juga rajin bantuin Aurie diperpustakan ".
" Kalo semisalnya Juddo suka sama kamu gimana Au?".
Dante menekan Aurie dengan pertanyaannya , Aurie melirik kearah Juddo yang sudah mulai bertanding , ia menatap wajah Juddo temannya itu .
" Kayanya Juddo gak bakal punya perasaan apa apasih soalnya dari tingkah juga biasa aja gak ada gelagat aneh ".
" Kurang peka banget emang cewe kalo misalnya ada cowo yang suka dia ya ".
Aurie mengerutkan dahi nya bingung memandang kak Dante yang ikut menyaksikan Juddo bertanding .
" Maksud kak Dante , Juddo suka sama aku?".
Dante menghadap ke kanan memandang Aurie .
" Menurut kamu?".
" Enggak , kek nya biasa aja dia mah ".
Tanpa menjawab pertanyaan Aurie , Dante kembali menyaksikan pertandingan yang sudah dimulai itu .
__ADS_1
...****************...
Secepat mungkin Aurie merapikan kembali semua barang barang belajarnya kedalam tas , jangan sampai ada yang ketinggalan satupun.
" Buru-buru banget sih ".
" Iya kan udah ada janji sama kak Danu nunggu dipakiran , diluan ya baiii sampai jumpa besok oke ".
" Ehh tunggu , kamu udah nelfon bang Ari belum kalau mau pulang bareng Danu ?".
" Udah tadi ".
" Yakin kamu dia mau nganterin kamu pulang ?".
" Yakin dong kalo gak ngapain disuruh ke parkiran motor".
Juddo memandang ke arah Aurie , entah kenapa dia yakin perasaanya ragu .
" Kalau ada apa-apa cepetan telfon gue ya ".
" Pasti ".
" Udah nunggu lama ya ?"
" Iya pake nanya lagi ".
Wajah Aurie langsung datar , benar-benar dingin sekali tidak pintar basa basi ya .
" Emang ada apasih kok nyuruh nunggu dipakiran ? ohh kak Danu udah ngerubah pikiran ya ? sekarang udah boleh aku jadi temen kak Danu ? ".
" Enggak ".
" Ya terus mau apa dong ? mau cium pipi aku lagi ?".
" Ehh apaan sih ".
" Lah emang bener kemarin begitu ".
__ADS_1
" Gua cuman mau bilang jangan pernah ngikutin gua lagi ".
" Hah ?".
Aurie terdiam , apa yang barusan ia dengarkan tadi ? ia menatap dalam ke mata kak Danu yaa , memang tidak ada keraguan dari dalam sana . Aurie melirik ke kanan dan ke kiri , anak - anak mulai mengambil motor mereka satu persatu dan pergi pulang Danu dan Aurie tau bahwa beberapa siswa dan siswi berusaha mencuri curi pandang melirik mereka berdua mengobrol di parkiran .
" Lu liat kan , lu sadar kan anak-anak pada ngelirikin kita ? sebab itu gue bawa Lo keparkiran motor pas pulang . Risih gak ?".
Aurie terdiam saja , hati nya berdegap degup tak menentu ia ingin menangis kok , kok tiba-tiba kak Danu jadi begini sih perasaan tadi malem baik-baik aja .
" Gue risih digosipin terus sama anak-anak , team renang gue lah jug pada ikutan nyebarin gosip kalau gue pacaran sama anak kelas satu ".
" Ya tapikan itu gak bener kenapa harus didengerin sih ".
" Gue gamau Auuu , gua suka sendiri kenapa sih elu ngikutin gue Mulu ".
" Perasaan kadang kakak juga ngajak pergi diluan kok ".
Aurie mencoba membela dirinya , ia lakukan itu agar dirinya tidak menangis dihadapan kak Danu .
" Pokoknya gue gamau lagi elu deketin gue ngerti ! gua males digosipin terus dikelas , dikolam bahkan Ampe kalo gue ketoilet tau! gue sukanya sendirian ngerti gak sih ".
Aurie gak kuat , dia ingin menetes kan air matanya ia memandang ke arah kanan dan ke arah kiri parkiran sudah mulai sepi mungkin tidak apa-apa menyeka satu air mat kalinya ? soalnya bendungan sudah tidak kuat untuk ditahan lagi sepertinya . Padahal tadi malam dia senang sekali bisa jalan berdua dengan kak Danu , senang karna kak Danu mencium pipinya , senang karna kak Danu sudah mau banyak bicara walau tetap dingin tapi sekarang apa yang dilihatnya didepannya sekarang sungguh amat sangat tidak dapat dipercaya sekali.
Jungkir balik hati Aurie dibuat kak Danu , baru saja bersama terbang ke awan lalu dia seperti didorong sendirian untuk jatuh kejurang . Mana harus banget apa ya ngobrol dan ngasih contohnya ditempat parkiran sekolah ? ia ingin menangis sekarang tapi dia malu . Danu menatap Aurie diam , parkiran motor itu sudah benar-benar sepi sekarang . Danu tersulut emosi karna sewaktu berada di ruang ganti pakaian tiga temannya terus saja memanas manasi dan terus meledeknya karna berpacaran dengan anak kelas satu. Danu menatap Aurie yang mulai tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya tapi ini pasti jalan yang terbaik untuk membuat Aurie menjauh darinya pikir Danu dalam hatinya .
" Gausa nangis ".
" Aku gak nangis " .
Aurie terus menerus memandang kebawah saja , tidak sanggup rasanya menatap mata kak Danu yang dingin itu.
" Aku bilang aku suka sendiri , aku gak sukak digosipin yang gak bener begitu sebelum ada kamu idup aku biasa aja tau gak ".
Danu naik keatas motornya , memakai helm miliknya lalu pergi meninggalkan Aurie yang masih terus menatap ke arah bawah itu . Danu tidak ingin melihatnya menangis maka dari itu ia pergi meninggalkan Aurie yang tanpa dia tau juga sudah mulai meneteskan air matanya . Aurie terjongkok lemas saat motor kak Danu sudah pergi meninggalkannya sendirian. Aurie jongkok lalu menangis ia membenamkan wajahnya lututnya menutupi wajahnya dan tetap menangis , menangis sampai senggugukan jahat! jahat sekali pikirnya. Untuk beberapa menit dia hanya ingin menangis dulu ia menangis untuk meredakan rasa sakit hatinya karna mendengar perkataan kak Danu semua tadi. Ia berjongkok menangis sendirian diparkiran motor sekolah itu.
...****************...
__ADS_1
Juddo baru saja sampai rumah , tanpa mengganti pakaiannya sekolahnya terlebih dahulu ia langsung berlari masuk dapur , mengambil sebotol air dingin dan meneguknya sampai setengah . Arghhh lega dan nikmat sekali pikirnya , ia menaruh kembali botol itu dan menutup kulkas , tidak perlu mengganti baju terlebih dahulu begitu masuk kedalam kamar ia langsung mencampakkan tubuhnya itu ke atas kasur , haduhhh lega sekali . Baru mau melelapkan matanya , handponenya berdering dengan malas ia mencoba meraih tas nya yang berada disamping tanpa melihat siapa yang menelfonnya terlebih dahulu ia mengangkat panggilan itu .
" Hallo ... ".