
" Turun ".
" Hah?".
Aurie mencoba mencerna kata-kata kak Danu , ia bilang turun? yakin nih? bentar-bentar konsepnya gimana dah.
" Aku bilang turun ".
Kak Danu membuka kunci pintu Aurie dari tombol sebelah tempat duduknya , memandang Aurie dengan datar . Lucu sekali batinnya muka Aurie memancar kan aura ingin mengamuk dan siap menerkam tapi Danu dengan berusaha sekuat mungkin untuk tidak tersenyum. Aurie dengan kesal membuka seatbelt miliknya lalu membuka pintu tidak lupa ia mengambil baju gratisnya pastinya . Sehabis turun Aurie memandang mobil kak Danu dengan kesal , Danu menurunkan kaca mobilnya memandang Aurie kembali dari dalam mobilnya .
" Apa lagi ". Nada kesal Aurie .
" Bilang makasih dong udah dapet baju baru ".
Nih orang bener-bener ya...
" Makasih ya kak Danuuuu ". Ucap Aurie dengan nada meledek .
Danu membuka pintu mobilnya , ia turun mampus deh batin Aurie duhh ngamuk kali ya karna ngomong makasih sambil ngeledek?. Kak Danu berdiri tepat didepan Aurie , dengan gaya tangan yang dua- duanya dimasukan dalam saku celana , baju hitam polos dan dipadukan dengan jaket jins seperti model lah iya emang model yak.
" Iya iya maaf makasihh kak Danu baj ..."
Aurie terdiam tertegun saat kak Danu menunduk dan mencium pipi kanannya , ia menatap kemata kak Danu tapi kak Danu masih saja ber ekspresi datar . Apa-apaan nih ! mesti seneng apa marah? harus apa ini woii !!!! teriak kali yak teriak aja? aaaa ekspresi apa nih biar keliatan jual mahalllll .... Aurie manyun manyun menahan senyumnya agar tidak keluar . Danu pergi masuk kedalam mobilnya lagi , memandang Aurie dari dalam lagi , Aurie melihatnya malu.
" Kak Danu "
"Apa". Tanya nya dengan suara datar.
" Aku boleh ya jadi temen kak Danu ? ".
" Enggak ".
Danu menutup pintu kacanya lalu pergi meninggalkan rumah Aurie , yeeer baru aja dibuat seneng udah dibuat kesel lagi dalam beberapa menit doang . Aurie memegang pipi kanannya , mengelus ngelusnya sambil tersenyum malu akhhhhh tidak akan cuci muka kali yaaa hehe ya enggak lah pastinya tetap akan cuci muka dengan memeluk baju gratisnya dengan erat Aurie masuk kedalam rumahnya .
...****************...
" Ya kamu mah ngeberantakin bukannya ngerapihin ".
Aurie memukul lengan Juddo yang sedang membantunya menyusun kembali buku-buku yang dipinjam dari perpustakaan. Hari ini jadwal dirinya merapikan buku-buku yang telah dipinjam oleh siswa siswi.
" Eehh masih mending ya gua bantuin kalo gak ada gua ga nyampe lu ni".
Aurie cemberut manyun benar juga sih tapi Aurie kesal karna Juddo asal letak tidak sesuai dengan tempat yang seharusnya . Aurie mendorong troli yang berisi buku yang akan mereka susun kembali datang kelorong satu menuju lorong satu lagi .
" Bagus ni buku ".
Juddo melihat bagian belakang untuk membaca sinopsis bukunya .
" Kalo mau minjem yauda ambil ntar didata ".
" Enggak ah ".
Juddo meletakan bukunya ke rak bagian kedua .
__ADS_1
" Ehh Juddo itu kan buku novel , ini kita lagi dilorong buku fisika ".
" Ieehh ribet banget dah ".
Juddo mengambil kembali bukunya dan meletakannya ditroli . Aurie memberinya buku yang seharusnya ia letakan , Juddo meletakannya lalu memandang kekanan dan kekiri kosong sepi tidak ada orang .
" Apa ?".
Aurie memandang Juddo yang memandang nya diam. Juddo hanya tersenyum dan mengelus kepala Aurie pelan .
" Lu pendek banget sih , sini gua aja yang dorong trolinya ".
Juddo mengambil alih mendorong troli itu , Aurie memandang punggung Juddo belakangan ini ia bersikap aneh. Mereka berjalan kelorong sebelahnya .
" Kita bisa gak sih ngelewatin lorong yang ini ?".
" Enggak Juddo kita mau ngembaliin buku ini yang elu baca tadi ".
Juddo kesal , Aurie melirik kedalam lorong owww ada kak Danu berdiri disana sedang membaca buku . Hehehe Aurie senyum senyum sendiri jadinya ia jadi mengingat kejadian kemarin malam.
" kenapa ? Gilak senyum senyum gitu ?".
" Senyum tuh ibadah ".
Juddo masuk kedalam lorong , padahal Danu tidak perduli bahkan tidak melirik mereka sama sekali .
" Haiii ".
" Haloooo ".
" udah iee jangan disapa lagi ".
Juddo mendorong Aurie pelan .
" Pulang sekolah saya tunggu kamu dipakiran ya ".
Danu menutup bukunya dan mengembalikannya ketempat semula , lalu pergi tanpa menoleh kebelakang sedikitpun . Juddo yang mendengar itu menjadi panas tapi ia tidak bisa mengeluarkan ekspresinya itu mana mungkin juga kan ia melirik kearah Aurie yang sudah terlihat senyum senyum tidak jelas . Aurie selalu memandang punggung kak Danu dari belakang huuu sangat seksi dan kekar pikirnya dalam hati . Juddo meletakan buku ditempatnya lalu pergi dari lorong itu secepat mungkin.
" Dorong tuh troli ".
Aurie mengerutkan dahinya , tadi dia yang mau dorong sekarang malah ngasinke orang lagi gimana sih .
...****************...
Juddo duduk sendirian ditaman , memandang kosong kearah tanah lapang basket. Hari ini ia bermain basket dan Aurie ingin menonton nya tapi sebelum itu ia pergi ke kamar kecil terlebih dahulu . Sedih banget lah anjing kenak friend zone batin Juddo , padahal ia selalu membantu Aurie melakukan apapun agar ia senang melindunginya tapi ia malah memilih orang yang hampir membuatnya jadi hantu kolam renang sekolah .
" Lah Aurie mana ?" .
Juddo melirik ke kanan , haaaah manusia ini lagi batinnya.
" Pergi dong ".
" Iee kasar gak suka ".
__ADS_1
" Ehh gua lempar bola basket ya najis banget ".
Dante duduk disebelah Juddo yang terlihat lemas .
" Kenapa sih? kena tipes ya".
Juddo memukul lengan Dante ya ampun ngeselin si anjing .
" Aurie mana dah gak dijawab jawab daritadi ".
" Ke toilet Danteeeee ".
" Lu kena flu burung?" .
" enggak ".
" kena serangan jiwa? mental aman mental ? ".
" Sedih banget anjing " .
" Ohh lu ga punya duit ".
" Akhh mending lu pergi dah sana buruan ".
" Ieee tadi Aurie ngechat gue suruh Dateng kesini , mau liatin lu tanding Ama anak kelas sebelas ".
" Lu punya nomer Aurie ?".
" Punya dong buat apa gue deketin kalo gitu ".
Makin banyak aja saingan anjing batin Danu . Haduhhh pasrah banget dah kalo friendzone gini .
" Haii udah tanding belom ?"
" Belom anak kelas sebelas nya lagi pada ganti baju aku lewat tadi , Juddo aja ni yang rajin banget Dateng diluan ".
Juddo diam saja haduhh mana mungkin menangis disini pikir nya lagi . Aurie memandangnya yang dim terus .
" Elu sakit ?".
" Mental nya geser mungkin ". Dante senyum kecil kepada Aurie .
" Hah maksudnya ?".
" Gua gak kenapa Napa emang pengen diem aja sih , jangan banyak bicara deh Au".
Aurie terdiam , Dante mengangguk pelan owww jadi ini masalah nya ngerti sih ngerti sebagai sesama lelaki tidak mungkin tidak memahi masalah segampang ini . Dante tersenyum makin banyak aja saingan ternyata .
" Kenapa si sakit beneran ya ".
" Iya lagi sakit puas ".
juddo melempar bola basket itu ke tanah lapang lalu pergi meninggalkan kedua nya dibangkun penonton .
__ADS_1