MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
SEDIH


__ADS_3

" Mau makan apa ?" .


Danu memberikan buku menu itu kepada Aurie , Aurie menatap kak Danu dengan perasaan bingung apa jangan- jangan dia punya bipolar? padahal kemarin ia dengan jahatnya mempermalukan Aurie diparkiran sampai menangis sekarang malah membangkitkan rasa cintanya lagi .


" Mau mie ayam ".


Danu menatap Aurie bingung .


" Mana ada disini mie ayam , jangan aneh-aneh deh kamu buat pusing aja ".


Anjrit psikopat banget nih orang kayanya batin Aurie , baru aja keliatan baik sekarang mulai kumat lagi. Aurie mengambil buku menu itu dan melihat apa yang bisa ia makan disini. Selesai memilih makanan ia memberikan buku menu itu kepada mbak waiters itu.


" Kenapa sih tiba-tiba maksa aku nyuruh ikut".


Danu menatap kearah Aurie datar saja .


" Udah aku bilang kan tadi diperpustakan , mulai sekarang kamu gak bisa lepas sama aku . Kamu kan yang mau deket aku terus ".


Aurie terdiam mendengar perkataan kak Danu kok tiba-tiba ia jadi merasa takut ya.


" Masih berani kamu deketin aku?".


Danu menatapnya dengan mata menantang , seolah ini seperti cara barunya untuk mengusir Aurie dari dirinya . Aurie terdiam tidak ingin mengambil langkah gegabah bagaimana pun ia masih ingin tetap dekat dengan kak Danu , ia juga tidak bisa menjelaskan mengapa ia bisa sesuka ini pada kak Danu . Menurut majalah yang ia baca kak Danu ini punya ke pribadian yang menyenangkan sebenarnya cuman emang gak keluar aja kali pikir Aurie .


" Yakin kamu tahan aku ikutin terus?".


Aurie menyipitkan matanya , menatap kak Danu dan membalas tantangan tatapan matanya itu . Kak Danu terlihat tersentak sedikit , ia seolah tidak percaya kalau Aurie akan bereaksi seperti itu. Tidak mau kalah Danu hanya diam saja agar tidak terlihat gugup bagaimanapun tujuan utamanya adalah menjauhkan Aurie dari dirinya selama sisa semester ini hanya tinggal setahun ia berada disekolah ini ia hanya ingin tenang tanpa ada gosip-gosip tidak jelas seperti ini , bagaimanapun ia tetap ingin terus melanjutkan karir modelnya dan atlit renang.


" Abis ini kita belanja aksesoris yuk?".


Danu kembali menatap Aurie yang mengajak nya bicara , dia belum pernah jalan berdua dengan perempuan sebenarnya Aurie lah orang pertama itu.


" iya ".


Jawab Danu singkat padat dan jelas.


...****************...


Aurie memilih milih pita lucu yang tersedia , terlalu banyak pilihan sampai membuatnya ingin membeli semuanya sekaligus saja .


" Lucu gak bando ini ".


" Iya ".

__ADS_1


Aurie menatap Danu kesal , daritadi dimintai pendapat jawabannya selalu saja sama seperti itu hanya ' Iya ' seperti tidak bisa bicara dengan kata-kata lain saja .


" Kalo ditanya lucu atau enggak jawabannya itu lucu atau enggak itu doang pilihannya , heran banget udah kelas tiga SMA tapi ga pinter ngasi pendapat ".


Danu melempar biji matanya kearah kanan pertanda bosan , perempuan itu memang bising pikirnya .


" Sekarang aku tanya bando ini lucu atau enggak ".


" lucu ".


" Kenapa lucu?".


Danu benar-benar muak terlalu banyak opsi yang dilempar kan oleh Aurie kepadanya membuatnya muak menjawab semua itu.


" Karna kamu yang make ".


Aurie terdiam sebenarnya ia ingin tersipu malu mendengar jawaban kak Danu itu , tapi ia harus berusaha sadar tetap tidak untuk berlebihan. Aurie langsung mengambil bando rambut itu dan memasukannya ke keranjang belanjaan miliknya ia lalu pergi kelorong lain untuk pergi melihat lihat kembali.


" Memangnya kamu beli banyak begini buat dipake?".


Aurie memandang kak Danu yang sedari tadi berdiri disampingnya dan mengikutinya itu .


" Tumben mau nanya orang ? ".


Danu diam kembali , rasanya hanya bersama perempuan ini ia jadi lebih sering membuka mulutnya .


Entah kenapa hati Danu menjadi sedikit tersentuh setelah mendengar perkataan Aurie yang seperti itu.


" Salah nya bukan kamu orang yang tepat ".


Bagaimanapun ia harus membuat Aurie merasa risih kepadanya .


" Oh ya? kok kalo sama aku jadi banyak omongnya ?".


" Buruan lah milihnya lama banget sih ".


Danu membentak Aurie , ia kamu seketika ia sendiri sampai bingung bagaimana cara membalas perkataan Aurie barusan itu.


" Masih banyak yang lucu tau bingung milihnya " .


" Lagian milih banyak juga yang kamu pake tetap jepitan bunga matahari kamu itu ".


" Mau aku tuker besok , ini mau aku simpen dulu biar ga rusak".

__ADS_1


Aurie tersenyum kecil , sebenarnya tujuan utamanya adalah untuk melupakan kejadian ketemu mamanya kemarin itu ia berusaha sampai sekarang untuk merasa baik-baik saja .


Danu melihat mata Aurie yang menjadi sendu seketika. Danu mengambil bando yang dikeranjang belanjaan Aurie tadi lalu memasukannya pelan kekepalanya .


" Kalau gitu pake ini besok kesekolah ".


Danu menatap bando itu lalu menatap mata Aurie , mengelus kepalanya pelan lalu pergi .


" Aku tunggu di kasir ".


kak Danu berjalan pergi meninggalkan Aurie sendirian dilorong itu , seperti biasa Aurie yang selalu melihat punggung yang lebar itu pergi menjauh punggung yang indah batin nya.


...****************...


Setelah selesai makan , berbelanja kini mereka memutuskan untuk pulang saja karna hari sudah menjelang malam . Aurie menatap wajah kak Danu , orang yang setahun lalu ia kagumi itu kini pada tahun ini berjalan disampingnya . Ia melirik tangan kak Danu yang ia masukan kekantong celana nya sementara tangan kirinya memegang paper bag belanjaan Aurie tadi , Aurie mengambil paper bag itu lalu menggandeng tangan kak Danu sebagi gantinya . Danu meliriknya , Aurie tersenyum manis kepadanya ia melihat begitu senangnya raut wajah Aurie terlihat amat sangat jelas.


" Sebentar kaya gini aja ya ".


Mohon Aurie kepada kak Danu , mendengar itu Danu membiarkannya untuk menggenggam tangannya itu . Mereka berdua lalu berjalan kembali menuju tempat parkir motor .


" Boleh gak aku jadi temen kak Danu ?".


" gak ".


Seharus sudah tidak perlu ditanyakan lagi batin Aurie karna jawabannya selalu sama kan.


" Sebentar lagi katanya kak Danu mau ujian ya ".


" kalo aku ujian ya kalian juga ujian gimana sih ".


" Aurie masih kelas satu lah kak Danu kelas tiga kalo sebentar lagi mau ujian sekolah naik naikan kelas berarti kita cuman punya waktu setahun buat sering liat liatan dong ya ".


" Iya , kan bagus gak ngeliatin kamu terus yang muncul entah dari mana aja heran banget mirip hantu pendek kamu ".


" Yee enak aja , hemm jadi sedih dong aku ".


" Buat apa sedih seharusnya seneng karna kita ga ketemu lagi ".


Aurie terdiam seketika , ia tidak mau jauh dari kak Danu , ia suka sama kak Danu dia mau ngeliat kak Danu terus . Hal ini jadi membuat Aurie overthingking tidak jelas padahal kejadian saja juga belum ini masih pertengahan semester masih ada setengah semester lagi bersama kak Danu tapi ia sudah tidak kuat membayangkan hal yang gak jelas seperti ini .


" Heh kok diem".


Danu menggoyangkan genggaman mereka agar Aurie bangun dari lamunannya . Aurie mendengak keatas menatap kak Danu sambil sedih.

__ADS_1


" Gamao jauh dari kak Danuuuuu ".


Danu terdiam melihat ekspresinya , Anjirrrrr manis sekali batin Danu ia tidak sadar pipinya menjadi merah karna malu. Danu menatap ke kanan dan ke kiri meliat orang sekitar disini terlalu ramai pikirnya dalam hati .


__ADS_2