
Juddo menggandeng tangan Aurie sengaja membuat Dante panas melihatnya , Dante berusaha keras untuk tidak memperdulikannya , tapi semakin ia berusaha tidak perduli semakin ingin pula matanya menatap mereka gandengan. Dante mengelus dada dengan sabar , ia berjalan disamping Aurie jadi harus tetap kalem dan keren.
" Kita makan dulu baru itu nyari jepitan baru buat Aurie ya".
Aurie menatap ke arah kak Dante , Dante membalasnya dengan senyum dan mengelus kepala Aurie , Juddo yang melihat itu entah kenapa menjadi geram dan tidak suka . Mereka bertiga masuk kedalam salah satu restoran di mall dan pergi makan dulu sebelum membeli jepitan rambut baru.
Juddo dan Aurie duduk bersebelahan sementara Dante duduk didepan Aurie , males banget yak kalau duduk hadap hadapan dengan Juddo pikirnya . Dante menatap Aurie yang imut , rambut nya ia biarkan tergerai ia sedang mengenakan baju kaus oblong berwarna putih dipadukan dengan rok pendek berwarna merah serta tas kecilnya yang berwana hitam itu membuat orang yang melihat dirinya ingin menelannya karna imut , tak lupa Aurie ini selalu wangi sekali pikir Dante .
" Kamu hari ini kaya anak SD ya".
Juddo tersenyum kepada Aurie , mendengar itu Aurie menjadi tertawa lucu.
" Lah iya ya haha ... abis tadi mau pake rok warna coklat tapi gak Nemu ".
" Merah putih haha ieehh imutnyaaa ".
Juddo mengelus kepala Aurie , mereka berdua tertawa bersama . Sialan anak ini pikir Dante ia terlalu banyak mencuri start .
" Kak Dante hari ini simple tapi keren ya "
Dante tersenyum mendengar perkataan Aurie , sampai akhirnya ia badmood lagi karna
" Enggak biasa aja ".
Juddo menatapnya datar , lagi-lagi Aurie menyikut lengan Juddo . Dante dan Juddo kini saling serang tatapan kebencian. Ingin sekali rasanya mencekek lehernya Juddo batin Dante .
" Eemm laper banget ya ".
Aurie mencoba memecahkan keheningan tapi sepertinya tidak mempan , Dante dan Juddo saling menatap datar .
" Eemm hari ini kan Aurie yang teraktir jadi bisa makan puas-puas okeee ".
Aurie berusaha memecahkan keheningan.
" Kak Dante ikut ekskul apa disekolah?".
Juddo menatapnya tanpa ekspresi bertanya dengan lagak belagu , pelayan akhirnya datang dan membawakan makanan pesanan mereka kemejanya .
" Futsal ".
" Oww syukurlah gak jadi masuk team futsal".
Juddo meminum minumannya , rasanya entah sudah berapa kalinya Aurie menyikut lengan Juddo .
" Bagus lah , jadi ga ada berita disekolah dengan judul besar kepala seorang siswa bocor karna tendangan bola oleh ketua team futsal".
Dante menekan nadanya , mendengar itu Juddo menelan ludah hmmm serem juga sianjir ini pikirnya . Juddo meminum kembali minumannya begitu juga Dante . Haduhhh pusing sekali kepala ini melihat mereka daritadi pikir Aurie .
...****************...
" Ini bandonya bagus ni ".
Dante memakaikannya pelan kekepala Aurie , Aurie menatap kaca dan tersenyum pada kak Dante , Behhhh senyumnya itu membuat Dante menjadi deg degkan sankinkan manisnya. Juddo memanyunkan bibirnya Nyenyenye ... tidak bagus kalo itu pilihan Dante batinnya.
__ADS_1
" Iya kak Dante pinter ya kalo milih ".
Dante mengelus rambut Aurie dengan pelan , Aurie tersenyum kepadanya tapi tentu saja Juddo tidak mau kalah ia melihat pita lucu dan memberi tunjuk kepada Aurie .
" Auu ... coba pake ini kek nya lebih bagus daripada bando sialan itu.
Aurie mencoba pita kuning yang dipilihkan Juddo untuknya.
" Ieehh iya ini juga lucu ya".
Dante tidak terima maka ia berusaha untuk membujuk Aurie memilih pilihan darinya saja .
" Bagusan bando ini , muka kamu jadi makin tambah imut ".
" Pita kali ya bagus Auu , liat deh simple kan".
Haaahhh... bertengkar lagi deh mereka batin Aurie .
" Sini tunduk ".
Dante mengikuti perkataan Aurie dan menundukkan kepalanya karna aurie tidak sampai. Aurie memakai kan bando berwarna kuning itu kepada kak Dante lalu ia menarik Juddo agar menunduk juga dan memakaikan pita itu kepadanya . Dante dan Juddo disuruh Aurie untuk berdiri berdampingan ia melirik keduanya yang kebingungan.
" Nahh lucu banget ya kalo make pilihan sendiri , ayo kita foto jangan pada dilepas ya".
Aurie mengambil ponsel dari dalam tasnya , ia juga mendekat ke arah kak Dante dan Juddo lalu berdiri ditengah diantara keduanya . Aurie mengambil foto selfie , manusia dua ini datar sekali Aurie berbalik badan berkacak pinggang menatap kearah keduanya , si dua tiang yang mukanya datar ini.
" Senyum dong gimana sih , orang udah imut juga make aksesoris ".
Dante dan Juddo menyengir , Aurie tertawa melihatnya lalu kembali mengambil foto selfie . Mereka tertawa bersama sama , entah sudah berapa foto yang Aurie ambil semua nya terlihat lucu sepertinya .
Juddo dengan penuh harap bahwa pitanyalah yang akan dipilih Aurie . Dante yang melihat itu langsung buru-buru pergi , ia berniat kekasir dan langsung membayarnya agar Aurie tidak dapat menolak karna sudah dibeli. Aurie dan Juddo heran mengapa kak Dante buru-buru pergi , beberapa saat Juddo kaget dia baru ngehh dengan panik dan buru-buru ia juga pergi menyusul sambil membawa pitanya , Aurie yang masih kebingungan ikut pergi karna ditinggal. Sambil menunggu Juddo yang mengantri Dante memberikan bando itu diluan kepada Aurie .
' Sialannnnnnn malah jadi dia diluan sih'
Juddo melirik tajam karna start nya dicuri diluan oleh Dante .
" Dipake ya aku pengen liat kamu make ini ".
" Iya , makasih ya kak padahalkan aku ga minta beliin cuman minta tolong pilihin aja ".
" Aku suka liat kamu make itu jadi aku beliin " .
Juddo datang , dia baru siap mengantri tapi ia diam aja ia tidak memberikan pita itu kepada Aurie , Dante menatapnya heran.
" Gak dikasih ke Aurie ?".
" Enggak ini buat adek gue ".
Aurie dan Dante menatap Juddo heran . Juddo keluar dari toko aksesoris perempuan itu , mereka bertiga kembali berjalan jalan kali ini mereka berkeinginan untuk membeli beberapa cemilan untuk dirumah karna habis pulang nanti mereka berencana mengobrol sebentar dirumah Aurie .
" Kamu mau jajan apa ?".
Dante menatap Aurie yang tampak bingung menatap rak bagian Snack , duhh dia mau banyak tapi kan ini kak Dante yang bayarin jadi harus tau diri.
__ADS_1
" Gue pengen yang ini".
Juddo memberikan Snack kentang berukuran pesta alias jumbo itu kepada Dante untuk dimasukan ke keranjang yang dipegang Aurie .
" Enggak , ambil yang kecil aja mahal banget anjir ".
" Ambil yang kecil aja Do kita cuman bertiga lagian ini juga udah cukup ". Aurie.
" Gamao".
Juddo menatap Dante datar , tak ada yang menyangka Juddo malah merobek bungkus Snack kentang goreng itu lalu memasukannya sendiri ke keranjang yang Aurie pegang . Juddo lalu berjalan diluan pergi .
' Anjirrrrr sialan tu anak! '. Teriak Dante dari dalam hati.
Dante ingin meledak dari dalam rasanya , mata Aurie melotot kaget melihat tindakan Juddo ada-ada sajaaaaa pikirnya . Ia sengaja merobek bungkusnya , karna kalau sudah begitu pasti mau tidak mau ya harus dibayar. Mwehehe berhasil pikir Juddo dari dalam hati , berkurang dah tu duit jajan lu batin Juddo .
...****************...
Dante memegang belanjaannya , didalam otaknya terus terngiang total seluruh belanjaan jajanan akibat Snack sialan yang dirobek Juddo tadi . Juddo sudah berdiri diluar menunggu mereka keluar market ia lalu tersenyum kepada Dante yang jelas membalas senyumnya dengan lirikan tajam.
" Kamu bantuin lah bawa kesian kak Dante ".
" Atlit futsal itu keseringan ngelatih kaki , mereka lupa sama otot tangannya jadi biar kak Dante aja yang bawa biar sekalian olahraga angkat beban".
Juddo menarik tangan Aurie dan pergi bersama , ahhhhh sialan malah ia yang membawa belanjaan sementara si Juddo anak itu enak mengandeng tangan Aurie , Mereka berjalan keluar ternyata diluar hujan .
" Buru ambil mobil kita nunggu depan aja ".
Kali ini kesabaran Dante benar-benar habis awas saja ia akan membalas dendam ia janji itu .
" Temenin ". Aurie menyuruh Juddo .
" Gamau ah ".
" Temenin Dooooo ".
Juddo menatap Aurie yang memandangnya serius .
" Yauda ayokla ah , Lo disini aja ya ".
" Iya ah aku bukan anak kecil bakal ngilang".
Dante meledek Juddo , Mereka berdua berjalan menuju parkiran bawah dan Aurie menunggu didepan pintu mall . Aurie memeluk dirinya sendiri mengusap lengannya dengan kedua tangannya yang ia silangkan huuu ... angin membuat suasana hujan menjadi amat dingin .
Sebuah mobil BMW berhenti didepannya , woww mobil yang bagus pikir Aurie . Dari dalam ia dapat melihat seorang berbaju supir sedang melirik lirik kearah pintu dalam Mall , mungkin ia sedang menunggu majikannya sedang belanja juga.
" Aduhh ... maaf ya kak".
Aurie berbalik badan dan melihat siapa yang barusan menabrak dirinya dari belakang itu. Ia berjongkok dan tersenyum kepada anak perempuan yang rambutnya dikucir dua bermotif bunga matahari itu , Aurie mengelus kepalanya pelan dan terseyum.
" Gapapa , kamu gak kenapa Napa kan nabrak aku?".
Anak itu tersenyum menggeleng pelan.
__ADS_1
" Luna ya ampun ... pelan-pelan dong Nak awas kepleset ".
Ibu muda itu menggendong anaknya , merapikan kuciran rambutnya lalu menatap kearah Aurie . Sontak terdiam , Aurie seperti mati beku dibuatnya ia... ia ituuuu aahh jantungnya rasanya berdebar kuat sekali tak tertahan lagi dingin ingin pingsan