MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
NYATA NYA BERTIGA


__ADS_3

Bel pulang berbunyi , seluruh murid mulai bergembira ini adalah suara paling merdu disekolah ini dan suara yang amat sangat dinantikan oleh semuanya. Riuh gembira mereka menyusun kembali perlengkapan belajarnya , memasukannya kedalam tas mereka masing-masing lalu menunggu guru untuk keluar kelas maka keluar lah mereka.


Tenang dan pelan mereka melewati pintu kelas agar tak bertabrakan dan saling dorong.


Aurie berdiri didekat tangga , semua mata kakak kelasnya tertuju padanya melirik Aurie sianak kelas satu itu dari atas kebawah. Para senior itu pasti mengira dirinya sedang menunggu kak Danu , ia jadi teringat kata Juddo kalau sebenarnya ia sudah menjadi bahan perbincangan sekolah karna sering terlihat bersama kak Danu . Aurie diam saja dan terus menunggu didekat tangga , ia tak peduli dengan tatapan para kakak seniornya itu. Danu berhenti didepan Aurie , memandangnya diam dan dingin tapi Aurie berusaha terlihat untuk santai dan mencoba tidak menggubrisnya walau didalam hatinya dag dig dug kesenangan .


" Aurie ... ".


Danu dan Aurie menatap kearah yang sama . Danu mengerutkan dahinya heran saat melihat Aurie berjalan menghampiri Dante .


" Kamu ngapain disitu ? , nunggu Danu ya ".


" Enggak , aku nunggu kak Dante , mau ngajak pergi makan siang . "


" Weeehh ada apa ni tiba-tiba ngajakin makan siang ?".


Dante sengaja mengeraskan volume suaranya agar Danu menjadi panas .


" Iya sebagai permintaan maaf karena tadi kak Dante malah jadi dihukum gara-gara aku".


" Yaelah gapapa kok , oke kita mau makan siang dimana? ".


" Ketempat makan siang kesukaannya kak Dante aja dimana".


" Oke nanti aku kabarin ya ".


" Iya nanti mampir kerumah juga ya biar ambil baju olahraganya ".


" Oke siap nanti aku kerumah kamu dulu jemput kamu ".


Dante tetap mengeraskan volume suaranya agar Danu semakin panas , tapi bukannya terlihat panas wajahnya malah datar saja dan pergi menuruni tangga seperti tidak terlihat gelisah sama sekali.


...****************...


" Lihat kearah kamera ...".


Ari berteriak untuk kesekian kalinya

__ADS_1


" Danu...! lu bengong Mulu , gue bilang liat kearah kamera matalu kosong banget".


Danu tersentak kaget mendengar teriakan bang Ari , hari ini dia kurang fokus . Sialannnnnn ingin sekali rasanya berteriak seperti itu didalam otaknya masih saja ter ngiang-ngiang perkataan Dante bersama Aurie tadi siang. Danu menatap bang Ari , ia jadi teringat adiknya Aurie , sampai saat ini ia belum juga meminta maaf kepada Aurie , Danu diam saja sementara bang Ari menatap ke arahnya dengan heran .


" Lagi punya masalah lu? ".


Danu diam saja , ia bingung harus menjawab apa. Apakah Aurie tidak memberitahu abangnya bahwa dia pelaku yang mendorong Aurie dikolam renang sehingga ia harus pulang kerumah lebih awal ? sepertinya ia menutupi cerita itu dari abangnya , kalau ia bercerita pasti sudah dari hari itu juga ia bonyok dengan bang Ari pastinya . Danu ingin sekali sebenarnya menanyakan tentang kabar Aurie pada bang Ari , walau sudah beribu kali ia berjumpa Aurie disekolah dan mencoba memastikan bahwa ia dalam keadaan baik-baik saja , mungkin karna rasa bersalah yang tidak kunjung selesai ini ia menjadi terus menerus khawatir.


" Woii denger gak sih , ngeselin banget si lu hari ini mau lanjut pemotretan gak kalo gak pulang aja Lo gua cari model Laen ".


" Boleh gak nanti aku main kerumah bang Ari ?".


" Hah?".


...****************...


" Jadi ada Juddo juga?".


" Iyalah emang kenapa? gak seneng ?".


Mereka naik kedalam mobil kak Dante , tentu saja kak Dante membukakan pintu depan untuk Aurie tapi Juddo yang melihat hal itu langsung menggeser Aurie pelan kesamping lalu dengan cepat ia yang masuk ke pintu depan . Mata Dante melotot heran , wahhh mau ngajak war ni anak pikirnya dalam hati. Hah ia pikir akan berduaan saja dengan Aurie tapi nyatanya malah bertiga dengan anak ini, sedikit kesal tapi Dante tetap berusaha untuk terlihat tenang dan keren dihadapan Aurie .


" Buruan lah ". Juddo .


Dante menutup pintu mobilnya dengan sedikit keras , ia kembali membukakan pintu belakang untuk Aurie tapi Aurie menolaknya dengan lembut .


" Gakpapa kak , aku bisa buka sendiri kok".


Aurie membuka pintu dan masuk kedalam , haduhh Juddo kenapa malu maluin banget sih batinnya. Sepanjang perjalanan Dante terus menatap kearah kaca melirik Aurie dari sana , ternyata lama kelamaan kalau dilihat manis sekali anak ini , sok jual mahal banget si Danu pikir Dante .


" Aduhh liat depan dong , susah kali nanti ada kenapa Napa kan".


Aurie memukul lengan Juddo dari belakang berharap ia menjaga omongnya , Dante meliriknya dan Juddo juga tidak takut ternyata , ia melirik balik dengan datar.


" Kita mau kemana nih?".


" Kita makan dulu bisa gak sih?".

__ADS_1


" Kamu laper ya Do ?".


Juddo melirik kearah bangku belakang dan berekspresi manis


" Ho'oh laper banget , kamu gak laper apa? kamu kan tukang makan jugak".


Mendengar suara Juddo yang sok diimut-imutin membuat Dante ingin sekali menghajarnya , pasti ia sengaja melakukan hal yang menjijikan itu .


" Kita makan tapi yang bayar Dante ".


Juddo meliriknya terseyum kecil nan licik kali ini , Dante menggeramkan giginya anak ini sudah mulai memunculkan bendera perang dengan jelas mukanya licik sekali pikirnya .


" Jangan , Aurie aja . Soalnya Aurie ngajak kak Dante sebagai permintaan maaf kalo gara-gara aku kak Dante jadi dihukum ".


" Enggak donggg masa cewe yang bayar , lagian jugak gak kamu teraktir Dante juga pasti udah maafin kamu ya kannnn kak Danteeeeee ".


Lagi-lagi anak ini pikir Dante dari dalam hati ya , sabar tidak boleh terlihat jelek didepan Aurie pikirnya .


" Iya Au , bener kata Juddo biar kakak aja yang bayar lagian kan udah kakak bilang udah kakak maafin ".


" Aurie cuman teraktir kak Dante doang Juddo mah enggak jadi mau ya ".


Dante tersenyum menang sambil melirik ke Juddo , Juddo langsung menatap Aurie .


" Kok gitu sih ".


" Ehh tapi Juddo kan nyebur demi Aurie ya , jadi semua Aurie teraktirrrrrrrrr yeeeee ".


" Yeeeee ". Teriak Juddo senang meledek Dante .


Aurie bertepuk tangan senang , mereka ini lucu sekali ia senang berteman dengan mereka semua .


...****************...


Suasana dalam mobil amat lah hening , tidak ada lagu maupun obrolan basa-basi . Danu terus menatap kearah luar jendela ia sama sekali tidak berbicara amat menyebalkan dan membosankan satu mobil dengannya , biasa jika bersama Aurie Ari tidak perlu lagi menyalakan musik karna pasti sudah terisi dengan suara-suara ribut Aurie yang terus mengoceh tiada hentinya ada saja hal random yang ia ceritakan. Kalau berdua dengan Danu rasanya seperti bawa mobil sendirian , seperti membawa mayat hidup bisa juga didefinisikan seperti itu mungkin pikirnya .


Diluar cuaca sedang hujan , hampir sedikit lagi mereka sampai rumah amat dingin sekali sekarang. Ari melirik Danu yang masih terus melempar pandangannya keluar jendela mobil , tidak pegal apa ya kepalanya melihat kesatu posisi terus pikir ari yang terus konsen menyetir ia bingung untuk apa Danu meminta ikut pulang dengannya ditanya malah maksa terus mau ikut , ia mengizinkannya juga karena baru ingat kalau Aurie dan Danu satu sekolahan.

__ADS_1


__ADS_2