MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
MASIH TIDAK PERDULI


__ADS_3

Ia mendorong troli buku itu sendirian , menelusuri lorong demi lorong satu persatu meletakan sesuai dengan tempat semestinya. Siang ini udara diluar sana sedang mendung , angin berhembus pelan tapi menusuk ketulang tulang badan membawa kedinginan . Ia sampai pada lorong bagian buku novel dan cerita fiksi lainnya , menghela sedikit nafas berat karna semestinya sedari awal ia sudah hafal akan ada orang itu disitu jam segini . Aurie berhenti tidak memasuki lorong , ia mencoba mengambil ancang ancang agar otaknya bisa terus berfungsi sesadar mungkin supaya tidak menyapa kak Danu yang sedang berdiri dilorong itu membaca buku. Ia menutup matanya , mencoba mencuci otaknya dengan terus berkata didalam hati jangan menegurnya ingat apa kata Juddo kita harus cuekin aja , dirasa sudah cukup kuat dengan pelan ia mendorong troli ya masuk kedalam lorong itu.


Benar saja pikirnya ia akan menoleh kesini , tapi tatapan Aurie datar saja seperti tidak mengenal nya sama sekali sebelumnya benar-benar sebisa mungkin ia anggap asing walaupun sebenarnya nge fans gilak. Aurie menyusun buku-buku itu kembali tanpa menoleh kearah kak Danu sedikitpun , Danu menatapnya diam seolah berperasaan bahwa Aurie akan menegur dirinya , tapi nyatanya tidak . Selesai menyusun buku itu ia kembali mendorong troli nya keluar bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arah dirinya , Danu menutup buku yang ia baca wahh kenapa dia jadi sedikit kesal ya pikir nya , tapi ia mencoba waras kembali kalau memang yang bagus itu seperti ini kan ini juga yang ia mau agar terhindar dari omongan teman-temannya .


...****************...


Aurie memandang dirinya ditoilet sekolah , haaaahh sulit sekali untuk tidak menyapanya tapi ia juga tadi tidak perduli . Ia kembali menatap lekat cermin memandang dirinya sendiri disana , bingung antara bego dan emang sesuka apa adanya itu. Handphone Aurie berbunyi , ia mengambilnya dengan pelan dari dalam saku rok nya saat melihat nama Juddo tertulis disana lalu dengan segera mengangkatnya .


" Dimana sih kok gak ada dikelas?".


" Ditoilet ".


" Lagi sakit perut ?".


" Enggak cuman cuci muka aja ngantuk tadi".


" Yauda buruan balik kak Danu nyariin lu disini nih , sekarang lagi nunggu lu didepan kelas ".


" Hah? buat apaan? ".


" Gatau buruan dah , inget stay cool gak perduli apapun oke".


" Oke otw nih".


Aurie menutup telfonnya , buat apa ya dia nyariin sampe ke kelas ? hahaha dia yang kalah gak sih? ia kembali menatap kaca merapikan dandanannya agar terlihat cantik lalu buru-buru keluar dan kembali ke kelas , dari jauh saat ia sudah mencapai kelas ia sudah dapat melihat kak Danu berdiri dimuka pintu kelas dengan juddo disampingnya. Ia berjalan dengan pelan lalu berdiri dihadapan kak Danu dengan mengusahakan untuk tidak mengeluarkan ekspresi sedikitpun.


" Kenapa ?" Tanya Aurie dingin .


Danu mengambil sesuatu dari dalam sakunya lalu memberikannya kepada Aurie .


" Loh inikan kunci rumah aku kok bisa sama kamu ".


Danu terdiam , apa? tadi dia bilang apa? tumben owww jadi begini ya pikirnya dalam hati.

__ADS_1


" Tadi saya ketemu Abang kamu waktu dia mau ke pos satpam buat nitip ini , yauda sekalian dititip ke aku aja buat ngasi ke kamu secara langsung ".


" Oke makasih ".


Aurie mengambil kunci itu dan langsung masuk kedalam kelasnya , ia benar-benar tidak melihat kebelakang lagi . Juddo yang melihat itu tersenyum kecil ia memandang ke arah kak Danu yang terlibat heran melihat sifat Aurie yang tidak seperti biasa nya itu.


" Udah Sono balik ke alam ".


Danu menatap nya dingin lalu pergi begitu saja meninggalkan kelas itu. Juddo dengan segera mungkin berlari kecil duduk dibangkunya sambil memberi Aurie tepuk tangan kecil .


" Gilaa cuek banget , kek gitu dong ".


" Tapi aku gasukaaaaaaa ".


Aurie memunculkan muka meweknya , bagaimana pun juga mendiamkan orang yang ia sukai itu hanya akan membuat pikiran akan terus bertambah saja kan. Melihat wajah Aurie yang begitu malah membuat Juddo jadi kasihan padanya , ia dengan segera memeluk Aurie untuk menenangkannya .


" Tapi bagus loh Lo tadi , kak Danu Ampe heran liatny berarti itu tandanya dia sadar Lo berubah tinggal nunggu lama kelamaan aja dia ngerasa kehilangan ".


...****************...


Danu merendam kakinya dikolam , aneh sekali entah kenapa rasanya aneh bila tidak diganggu Aurie lagi terasa aneh tidak mendengar suaranya yang terus menerus mengajak nya berteman itu aneh tidak ada yang membututinya kemana mana . Ia menghadap kesamping melihat teman teman team renangnya yang sedang duduk berkelompok itu , mereka adalah alasan kenapa ia harus menjauh dari Aurie karna sebenarnya ia tidak mau Aurie ikut terseret gosip dengan dirinya ia tidak mau Aurie menjadi ikut-ikutan . Ia benci orang membicarakan dirinya tentang yang tidak bukan bukan semestinya .


" Kenapa Lo ngeliatin kesini Mulu ? mo ngeledekin kita team noob ini ?".


Salah satu dari mereka berteriak ke arah dirinya . Danu heran kenapa mereka selalu tidak suka dengan dirinya karna hanya selalu ia yang dipilih nomer satu dan tidak sekalipun memberikan mereka kesempatan .


" Heh gak kenapa Napa ya kalo kita noob , seengaknya enggak langsung ngembat anak kelas satu wkwk ".


Danu berdiri dan menghampiri mereka , mereka semua yang sedang duduk melingkar itu terdiam tidak pernah - pernahnya Danu bangkit untuk melawan.


" Emang kenapa kalo pacar gue anak kelas satu ha ? sirik Lo pada gak bisa punya pacar cantik kek begitu ? minimal kalo ga pinter makanya ganteng !".


Dengan nada penuh tekanan Danu berbicara lalu pergi meninggalkan mereka keruang ganti . Mata mereka terbelalak kaget apa lagi setelah mendengar kata kata seperti itu keluar pula dari mulut si manusia berdarah dingin itu .

__ADS_1


" Sialan tu anak , nampar banget kata-katanya yak ".


" Iya anjir banget , tiba-tiba merasa gak ganteng gue barusan".


" Hebat juga baru kali ini berani ngelawan".


" Dia kata sempurna banget apa dia ya , dia tuh penghambat kita ikut kelas renang tau gak ".


" Iya gue pernah dimarahi mama gue ikut team renang tapi jarang kepilih wakilin lomba ".


" Anak kelas satu itu cantik sih imut gitu , tapi lagak cowonya anjim banget songong bener ".


" Pada ngomongin siape lu?".


Mereka kaget dan langsung menatap ke arah sumber suara , Dante berdiri disana berkacak pinggang dan menatap anak team renang itu duduk melingkar , ia tidak perduli mau ada yang lebih tua ada yang lebih muda dari nya yang jelas Dante ini juga cukup famous emm dikalangan team futsal aja sih sebenernya tidak setenar Danu yang sampai dilirik majalah remaja tahun lalu.


" Ga ada bang ".


Jawab salah satu anak lelaki yang terlihat lebih muda darinya .


" gue nyari Danu ni ada yang liat gak sih?".


" Kok Abang disini sih ? ini kan jam pelajaran ".


" Ya elu ngapain jam pelajaran dikolam renang bukannya dikelas , lama kelamaan di Aer jadi ikan duyung lu entar lu pada ".


" Yee kita mah emang lagi latihan buat jadi penerus kak Danu entar lagi dia kan mau keluar dari team renang ".


" Udah Gausa banyak kuah lu pada , ada yang liat Danu gak daritadi gua tanyain jugak".


" Ada itu diruang ganti kek nya ".


Dante pergi meninggalkan para lelaki mermaid itu dan berjalan menuju ruang ganti .

__ADS_1


__ADS_2