
Sambil mengucek ngucek matanya , Ari perlahan menuruni tangga dan beranjak kedapur sampai saat disana ia melihat adiknya sibuk menyiapkan bekal makanan ia pergi mengambil gelas dan membuka kulkas mengambil susu dan menuangkannya lalu duduk dimeja makan sambil memperhatikan adiknya yang kelihatan sibuk menata bekal makannya.
"Tumben bawa bekal? uang jajan kamu kurang? Abang tambahin ya".
" Enggak kok udah cukup ".
Ari tersenyum memandang Aurie mau dikasih lebihpun ia tidak meminta lebih cukup dengan sesuai porsinya saja itulah adiknya yang manis .
" Ohiya Abang kenal Danu kan model kemarin yang ada di studio ".
" Kenal. Satu sekolah juga kan sama kamu".
"Iya cakep ya".
Ari meletakan gelas susunya , kini menatap kearah adik perempuannya dengan serius.
" Walaupun aslinya dia ganteng , berbakat kamu tetep gak boleh pacaran ".
Aurie berhenti sejenak , ia duduk lalu menatap abangnya yang kini memandangnya dengan serius.
" Yang mau pacaran emangnya siapa ?".
" Ya kamulah masa Abang".
"Aurie itu cuman kagum bukan berarti pengen jadi pacarnya kalo emang bisa jadi pacarnya kak Danu berarti itu bonus".
Aurie menutup bekal makannya lalu dengan cepat berlari meninggalkan bang Ari sebelum ia mengeluarkan pidato paginya .
" Hehhh Auriee... pagi banget kamu pergi ke sekolahnya Abang anter ayokkkk".
"Gamaoooo naik ojek online ajaaa ".
" Naik mobil jangan motorrrr".
Tidak ada sahutan lagi dari Aurie menandakan ia benar sudah pergi. Aihh anak itu langkahnya cepat sekali benar-benar anak yang amat aktif.
...****************...
Sambil memegang paper bag Aurie menunggu didekat tangga dikelas tiga , ya Taulah pastinya menunggu kak Danu agar bisa mengantar kan makanan yang telah ia buat susah payah ini. Setelah berhasil bertanya pada beberapa orang dimana kelas kak Danu Aurie buru-buru mendantangi kelasnya tapi kak Danu nya belum datang sebab itu ia memutuskan untuk menunggunya didekat tangga saja. Hari ini dia sengaja masak roti isi daging telur orak Arik dan susu kotak rasa kacang hazelnut semua ini sarapan kesukaannya kak Danu ia tau karna ia membaca artikel tentang kak Danu dimajalah tahun lalu , tapi bel sudah hampir berbunyi kak Danu sama sekali belum terlihat datang padahal ia yakin ia dari tadi berdiri disini dan tak melewatkan siapapun yang lewat tangga.
" Kamu anak kelas satu ya?".
Aurie menoleh kearah sumber suara , ia melihat seorang Abang kelas dengan mata sipit berbadan tinggi sedang berdiri didepannya .
" Iii...iya kak". Jawab Aurie terbata bata.
" aku perhatiin kamu daritadi berdiri didekat kelas aku terus nyari siapa biar aku bantu cariin".
" Emm aku , aku itu emm nyari kak em.. kak Danu ".
" Tumben ada siswi yang nyariin dia , biasanya yang nyariin dia selalu guru".
Aurie diam saja , ia tidak tau harus berbicara apa pada Abang kelasnya ini dia kan tidak kenal.
" Kamu mau sampe bel disini juga dia ga bakal ada . Dia itu udah dari pagi tadi dipanggil pelatihnya untuk kekelas renang mending kamu kekolam sekolah deh kayanya dia ada disana. beberapa hari ini dia selalu masuk jam pelajaran kedua aja ".
__ADS_1
Aurie tersenyum kecil dan kaku sambil membungkukkan sedikit badannya tanda berterimakasih lalu buru-buru menuruni tangga dan berencana pergi kekolam renang sekolah untuk mengantarkan bekal makanan ini kepada kak Danu .
Bel masuk akhirnya berbunyi tapi dirinya menolak ingin kembali kekelas ia sangat bersikeras untuk mengantarkan bekal makanan ini kepada kak Danu dulu , ini sudah susah payah dibuat tidak boleh dibiarkan begitu saja . Aurie menoleh kelorong kanan dan kiri , ia lupa harus berbelok kemana agar sampai kekolam renang sekolah padahal udah seminggu lebih masih juga tidak hafal tempat.
" Ngapain kamu disini".
Aurie tersentak kaget dan langsung menoleh kearah sumber suara , ternyata itu Danu ia sedang memegang celana renangnya dan handuk.
" Kak Danu , aku nyariin kak Danu mau nganterin bekal yang udah aku buat sendiri".
Danu menatap bekal makanan berwarna kuning itu , bekal yang imut . Danu menatap Aurie yang sedari tadi senyum tiada henti kepadanya ia heran kenapa anak ini begitu menyukainya padahal dirinya sendiri tidak mengenali anak ini . Danu memperhatikan tanda bintang satu diseragamnya berarti dia murid kelas satu adik kelasnya dan emmm harus diakui anak perempuan ini manis , imut , dia sangat wangi bersih dan pendek? tapi itu membuatnya keliatan mungil ia memperhatikan rambut sebahunya yang ia beri hiasan jepit rambut bunga matahari disisi kanan itu bagus .
" Enggak".
Danu pergi melewati Aurie tanpa mengucapkan apapun lagi , ia berbelok ke kanan menuju kolam renang sekolah. Aurie diam terpaku bahkan bicara terimakasih pun Danu enggan . Benar-benar manusia berdarah dingin ia menurunkan bekalnya dan melirik kekanan melihat kepergian kak Danu yang santai saja , tidak bisa dibiarkan ini sudah susah payah dibuat pokoknya harus dimakan Aurie dengan segera mengikuti kak Danu dari belakang tanpa Danu sendiri sadari bahwa ia sedang diikuti oleh Aurie .
Sambil berjalan Aurie terus berbicara pada hatinya sendiri ia tak menyangka bahwa aslinya kak Danu orang yang sedingin ini padahal dimajalah itu ia berfoto dengan senyum yang amat lebar seperti orang yang ramah tapi aslinya malah tidak pernah terlihat senyum sama sekali. Danu masuk kedalam ruangan kolam renang sekolah waaahhh besar sekali ia takjub didalam hati pantas saja masuk kesekolah ini biayanya sangat mahal fasilitasnya begitu mewah dan sesuai , tanpa Aurie sadari ia sudah kehilangan jejak kak Danu sekarang ia sendirian tidak tau kemana ia hanya dapat melihat air dan bangku saja ia tidak tau bahwa sebenarnya Danu sudah berada diruang ganti . Aurie berjalan disamping kolam ia terus menatap keatas langit langit bangunan ini sangat tinggi hebat juga dia bisa dapat beasiswa disini pikirnya dalam hati , tak lama kemudian masuk rombongan anak team renang lainnya ia kaget dan cuman bisa duduk saja sambil berharap ia segera akan melihat kak Danu . Anak-anak team renang berjalan didepannya sambil melihat dirinya yang membawa bekal makanan itu lalu pergi keruang loker ganti baju .
...****************...
" Cieee sidarah dingin punya pacar ya ternyata diem-diem aja disekolah taunya pacarnya cantik juga ngembat adik kelas lagi ".
Danu melirik kecil kearah tiga lelaki teman satu team renangnya itu dengan santai merapihkan loker miliknya bahkan satu team dengan mereka selama satu dua tahun lebih pun Danu sama sekali enggan berbicara dengan mereka ia hanya sendiri tidak perduli siapapun apa lagi sekarang ia tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh mereka bertiga Danu mengambil handuk kecilnya dan pergi keluar menghindari mereka yang sedari tadi melirik kearahnya , sampai ia sekarang paham saat melihat keluar ia masih melihat Aurie si adik kelasnya tadi duduk di bangku dekat kolam sambil terus memegangi bekal makannya. Ia menatap ke arah gerombolan anak cewe yang sudah nyebur diluan kekolam ia memperhatikan Aurie yang sibuk memainkan handphonenya entah kenapa Danu tidak suka melihat mereka menatap Aurie seperti itu maka dengan segera ia bergegas kearah Aurie .
" Kamu kok masih disini sih".
Suara Danu bergema karna tak sadar ia berbicara cukup kuat ia geram karna Aurie masih membututinya sampai kesini , itu membuat Aurie kaget dan segerombolan anak perempuan yang berendam dikolam membelalakan mata mereka kaget belum pernah juga mereka mendegar suara Danu sebesar itu. Danu menatap Aurie yang terdiam sepertinya juga ikut kaget , ia memasukan handphonenya kedalam saku lalu ikut berdiri menghadap kak Danu .
" Aku cuman mau ngasih sarapan yang udah aku buat untuk kak Danu".
" Akukan udh bilang enggak ". bentaknya dengan suara lantang
" Tapi aku udah buat ini dari pagi-pagi masa gamau sih atau terima aja abis itu kalau aku udh pergi tinggal buang aja susah banget sih , nyebelin banget ".
Aurie mendorong pelan perut kak Danu agar menyingkir dari hadapannya dan ia bisa lewat ia pergi dengan raut wajah cemberut tampak amat sangat kesal sekali. Danu diam saja tak mengejar cuman sekilas meliriknya pergi lalu ia juga pergi untuk melakukan pemanasan
Menyebalkannnnnnnn ingin sekali rasanya berteriak tapi ini masih dilingkungan sekolah Aurie menyeka air matanya yang hampir keluar usahanya benar-benar tidak dihargai sama sekali jahattttttttt lirihnya terus menerus didalam hati ia kembali keruang kelasnya karna ia tak tau mau kemana lagi , ia mengetok pintu kelas terlihat pelajaran sudah daritadi dimulai dan sekarang ia menjadi pusat perhatian .
" Kamu darimana aja ? " Tanya gurunya yang berkaca mata itu .
" Dari kolam renang pak tadi saya dipanggil pelatihnya sekarang udah selesai urusan".
Jawab Aurie berbohong , Juddo yang duduk paling belakang memasang raut muka datar ia yakin hanya ia satu satunya yang tau bahwa sekarang Aurie telah melakukan kebohongan pertamanya disekolah ini.
" Ohh kamu team renang , yauda balik duduk ditempat kamu sekarang ".
Dengan tenang dan santai Aurie berjalan menuju bangkunya disana ia melihat Juddo yang sepertinya akan melemparkan beberapa pertanyaan untuk ia jawab segera. Benar saja baru saja duduk .
" Lu ketemu kak Danu disana? , ngapain lu kesana? tumben Lo bawa bekal makan , Eehh kok lu nangis ya?".
" Ribettt diem dulu ah belajar dulu ntar jam istirahat gue ceritain".
...****************...
" Lagian elu kurang kerjaan banget baru ketemu pertama kali udah ngasih bekal beginian risih mungkin kak Danu nya".
__ADS_1
Aurie terduduk lemas bersandar pada dinding benar juga yang dikatakan oleh Juddo , mungkin saja kak Danu merasa risih tapi bagaimanapun sikap nya tadi membuat sakit hati seorang anak perempuan apa salahnya juga tinggal terima saja mau dimakan atau tidak ya urusan nanti saja .
Aurie dan Juddo masih duduk di bangkunya dan ada beberapa anak lain makan didalam kelas . Jam istirahat kali ini membuat Aurie tidak bersemangat dia masih terbayang bayang bentakan kak Danu tadi pagi , apalagi ia sangat mengagumi kak Danu rasanya jadi gimana gitu kalau udah dibentak dengan orang yang kita sukai.
" Terus bekal nya buat gue aja ya ".
Juddo mengambil bekal yang Aurie pegang sedari tadi , tapiiiii itukan untuk kak Danu pikirnya yasudahlah daripada tidak ada yang memakannya.
" Ambil deh , daripada udah dibuat tapi gak ada yang makan , bekal nya aja ya susu kotaknya buat gue aja ".
Aurie mengambil susu rasa kacang hazelnut itu ia malas berjalan kekantin ia tidak mau keluar kelas hari ini mengganjal dengan susu mungkin cukup . Baru saja menusukan pipet kesusu kotak itu suara riuh bisik bisikan dari teman temannya dikelas membuat Aurie dan Juddo melihat kearah sumber yang mereka sedang ceritakan . Ternyata teman-temannya yang lain sedang melihat kak Danu masuk kedalam kelas mereka , seorang model sekolah ini masuk kedalam kelas satu yang anak anaknya belum ada yang terkenal satupun .
Danu masuk kedalam kelas Aurie , dengan gaya dua tangannya masuk kedalam saku celana berjalan bak model rambut klimis yang tertata rapih itu Aurie terdiam melihat nya berada disini ia berhenti tepat didepan bangkunya Juddo terdiam mereka saling menatap . Danu dengan segera mengambil bekal dan tutup makanan yang sudah dipegang oleh Juddo baru saja ia membuka bekal itu , Danu menutup bekal makannya .
" Ini punya saya ". Ucapnya singkat.
Lalu ia melirik kearah Aurie yang terbengong menatapnya , Danu juga dengan segera mengambil susu kotak yang sudah Aurie tusuk pipet itu.
" Ini juga punya aku kan".
Terdiam, suasana hening , beberapa anak yang ada didalam kelas juga cuma bisa diam menyaksikan . Danu pergi meninggalkan kelas Aurie , benar-benar singkat sekali bicaranya menyisahkan kebingungan untuk mereka semua yang ada didalam kelas. Santai Danu berjalan tanpa memperdulikan bahwa ia sedang menjadi pusat perhatian dikelas itu , setelah beberapa lama Danu keluar kelas Juddo dan Aurie saling menatap bingung belum sempat Juddo berbicara ingin menanyakan kepada Aurie , Aurie malah segera bangkit dari tempat duduknya dan pergi mengejar Danu.
" Punya saya? kaku banget tuh orang . Terus gue jadi makan apaan kalo gini? kekantin sendirian ni gue?".
...****************...
Aurie mengikuti kak Danu yang pergi duduk di bangku penonton stadion kolam renang sekolah. Ia memperhatikan kak Danu perlahan membuka kotak bekal makan yang ia buat tadi pagi.
Danu terdiam cukup lama saat melihat apa yang ada didalam kotak bekal itu semua adalah menu sarapan favorit nya ia juga memandang kekotak susu ini juga susu yang ia suka sepertinya ia paham betul tentang dirinya , Danu mengambil sepotong roti isi daging itu dan melahapnya lalu ia melihat Aurie sudah ada disebrang kolam menyaksikannya duduk dan makan dibangku , mereka berdua saling menatap cukup lama Aurie tampak bingung dengan Danu , bukan kah tadi pagi dia membentaknya karna bekal itu lalu saat bekal itu mau dimakan Juddo kenapa ia malah mengambilnya lagi ? susu itu? ia sudah tusuk dengan pipet kenapa juga dirampas pikirnya dalam hati . Danu yang risih dipandangi bingung oleh Aurie lalu mengayunkan tangannya untuk memanggilnya agar mendekat , mata Aurie terbelalak kaget ia tak menyangka akan dipanggil oleh kak Danu dengan segera ia memusingi kolam dan mendekati kak Danu .
" Duduk sini jangan didepan gitu , saya ga suka makan sambil liat muka kamu".
Waahh agak kasar juga ya pikir Aurie dalam hati , ia lalu duduk disamping kak Danu dan memandang kearah kolam saja , ntar kalo liat kesamping malah kena omel lagi pikirnya. Danu melahap roti isi daging itu dengan tenang benar-benar diam tidak ada basa basi sama sekali membuat Aurie yang duduk disebelahnya menjadi canggung ia pikir untuk apa juga ia mengikuti kak Danu tadi . Danu menyodorkan sepotong roti isi daging kepada Aurie .
" Ehh enggak usah kak ini aku buat untuk kak Danu".
" Saya cuman ngasih kamu sepotong ini aja yang lainnya emang mau saya makan enggak saya bagi ke kamu ".
Pelit juga ya pikir Aurie lagi , ia mengambil sepotong roti isi daging yang baru yaaa karna emang tadi pagi dia buat ada beberapa potong roti sih. Danu meminum susu coklatnya lalu tiba-tiba juga menyodorkannya kepada Aurie .
What??!!!! inikan bekas dia sedot beneran boleh apa kalo aku minum satu pipet dari kak Danu Aurie bimbang setengah mati.
" Buruan ambil lah pegel ini tangan gini terus".
Aurie mengambil kotak susunya , balik aja kali ya pipet nya biar sopan pikir Aurie dalam hati . Ia membalikan sedotannya lalu meminumnya.
" Kamu jijik sama saya makanya sedotannya kamu balik begitu? saya ini gak rabies".
Anjirrrrrr.... salah Mulu etdahhh ni orang pikir Aurie .
" Enggak kok , iya ini aku balik lagi kalo ga percaya ".
Buru-buru Aurie membalikan sedotannya dan meminum bekas kak Danu tadi.
" Makanannya enak , saya kenyang telurnya belum saya abisin masih ada sisa juga roti isi dagingnya . Nanti kalo udah siap saya kembaliin tempatnya ".
__ADS_1
Tanpa ucapan terimakasih Danu pergi meninggalkan Aurie dan membawa bekal makan miliknya. Aneh banget , aslinya beda banget sama artikel yang ia baca dimajalah . ternyata orangnya se introvet begitu ya.