MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
GAGAL


__ADS_3

Danu membantu Aurie menyiapkan makanan sementara Juddo dan bang Ari malah sibuk bermain PS diruang tengah , Dante ? ia sedang ditoilet sakit perut . Aurie memnyiapkan nasi dan Danu menata piring-piring dimeja makan ia memandang Aurie yang sibuk mengambil gelas dan air dingin dari dalam kulkas ia ingin menyiapkan semua peralatan makan sebelum gofood ayam goreng mereka datang.


Danu datang menghampiri Aurie yang sedang berdiri menghadap kulkas untuk mendapatkan botol saos yang ia letak disana kemarin malam , waktu berbalik badan dia kaget kak Danu sudah berdiri dihadapannya . Danu memandang Aurie dari bawah sampai atas , ia memakai celana di atas lutut berwarna coklat dan baju hitam polos rambut yang ia gerai tentu saja dengan jepitan rambut bunga matahari nya itu , wangi sekali pikirnya pipinya mulus matanya cantik dan ...


" Kenapa sih?".


Aurie memandang kak Danu heran , Danu memegang pipi Aurie . Deg deg kan bukan main jantung Aurie dibuat kak Danu , ada apa dengan manusia berdarah dingin ini pikirnya .


Danu juga gak ngerti sebenernya dia mau apa tapi melihat Aurie sekarang ini entah kenapa ia ingin merasakan bagaimana rasanya bibir kecil mungil itu ia perlahan menundukan kepalanya untuk mencapai bibir itu , Aurie terkaget dibuatnya hah beneran? ini mimpikah? .


Dua tangan Danu memegang kedua pipi Aurie yang mungil , wangi badannya semakin ingin membuatnya merasakan ia memejamkan kedua matanya sedikit lagi sampai mendarat kebibir kecilnya itu sampai akhirnya Aurie menjatuhkan botol saos yang ia pegang karna terlalu kaget tak percaya dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Danu tersentak kaget , ia kembali mengangkat wajahnya dan mengurungkan niatnya , Bel pintu rumah berbunyi mungkin itu ojek online nya .


" Biar aku aja yang buka pintu ".


Danu berjalan kedepan Aurie terdiam lagi-lagi ia hanya bisa memandang punggung kak Danu dari belakang Aaaaaaaaaaaa bodoh sekali pikirnya . Ia menutup kulkas dengan kesal kesempatan ini arghhh kenapa sih harus jatuh disaat yang tidak tepat Aurie memandang botol saos itu dengan geram . Kapan lagi si manusia berdarah dingin itu akan seperti ituuuu!!!! tapi dia tadi beneran ingin menciumnya kah? Aurie kesal dan langsung duduk di bangku menenggelamkan wajahnya ditangannya ingin sekali berteriak kencang saat ini pikirnya.


Mereka makan dengan diam , Juddo melirik Danu takut kalau ia sampai mencuri curi pandang dengan Aurie tapi ternyata tidak , ia benar-benar fokus pada makanannya sendiri. Dante menyenggol pelan lengan Juddo mengisyaratkan menyuruh Juddo mengambil kan teko minum yang berada didepannya itu . Hening , diam tidak ada yang bersuara.


" Lu kalo ngelirikin adek gua Mulu gua colok matalu ".


Semua pandangan menuju ke bang Ari yang tiba - tiba memecahkan keheningan ia terlihat hanya fokus pada makanannya , mendengar itu Juddo juga ikutan jadi fokus ke makanan miliknya sendiri ini pasti menyindirnya pikirnya.


" Au ambilin saos tomat yang kamu simpen dikulkas kemarin dong ".


Bang Ari menatap adiknya yang sedari tadi memunculkan raut datar .


" Ga ada udah aku buang ".


" Hah ? kok dibuang kan masih banyak isinya ".


" Abis saosnya ngeselin !".


Kini ia melototin abangnya itu , bang Ari yang melihat itu cuman bisa terdiam kaget bukan bang Ari saja Dante dan Juddo ikutan diam dan kaget karna aurie terlihat kesal tanpa sebab . Danu melirik kearahnya tanpa memunculkan ekspresi karna ia tau apa penyebab ia terlihat kesal begitu .

__ADS_1


...****************...


Hari ini matahari terik sekali , tidak ada awan yang berkumpul membuat sinar matahari tumpah langsung kebumi amat sangat terang benderang . Lapangan terlihat kosong , mana ada anak yang mau main ditengah tanah lapang yang terik begitu yang ada kulit bisa terbakar karna hari ini benar-benar amat panas . Semua siswa siswi terlihat lebih asik dikelas dan berburu dikantin sepertinya .


Stan warung minuman diserbu ramai oleh mereka semua yang merasa kehausan karena cuaca hari ini , syukurlah Aurie dan Juddo berhasil memesan minuman dan mendapatkan tempat duduk dikantin hehe ..


" Bole nanya gak Au? ".


" Tinggal nanya doang ribet banget ".


Aurie meminum habis es jus jeruk miliknya lalu mengambil satu gelas lagi miliknya untuk dia minum Ahh mesan dua gelas es jus jeruk disiang terik begini enak sekali .


" Kemarin Danu ngapain kerumah elu ? ".


Aurie memandang Juddo yang mengaduk ngaduk gelas es miliknya tanpa meminumnya .


" Gak ada , sama aja tuh sama tujuan Lo Ama kak Dante buat liatin gue . Lagian orang gak sakit malah dijengukin ".


" Ya elu enggak masuk sekolah terus gak ada kabarnya lagi , kirim surat kek telfon gue kek ini gue chatt gue telfon gak ada yang direspon".


Juddo mengambil sesuatu dari dalam saku celananya , lalu memberikannya ke Aurie . Aurie memandang Juddo , ini kan pita rambut yang katanya buat adiknya .


" Bukannya ini... ".


" Gue gak punya adek perempuan ".


Juddo menyela omongan Aurie , ia meminum es miliknya .


" Lah terus kenapa kemarin bilang nya sama kak Dante begitu? ".


" Iya malu ngasi didepan dia ".


Aurie melirik kearah Juddo yang sedang meminum minumannya sampai habis itu.

__ADS_1


" Jangan lu pikir gue suka sama elu ya , gue ngasih itu karena jepitan rambut lu kan kemarin ilang ".


" Gue gak ada mikir sampe situ tau , yaudah makasih ya pita nya ".


Juddo mengangguk pelan padahal dalam hatinya berkata lain .


" Ehh udah masuk sekolah ya ".


Dante langsung duduk didepan Aurie , ia meletakan coklat dinginnya dimeja .


" Kok sekarang jadi sering banget ya ada elu dimana mana ".


Mendengar itu Aurie menyikut lengan Juddo pelan , berharap mereka tidak ribut lagi disini pusing rasanya .


" Lah lingkungan sekolah terserah gua lah mau dimana " .


" Iya terserah dimana yang penting jangan Ama kita bisa gak ".


Lagi dan lagi Aurie menyikut pelan lengan Juddo kembali , Dante menatap kearah Juddo dengan sinis begitupun sebaliknya . Aurie menoleh kekanan ia melihat kak Danu yang berdiri sambil memegang gelas es miliknya ia melihat kekanan dan kekiri seperti mencari sesuatu , pasti nyari tempat duduk pikir Aurie dengan segera saja ia mengangkat tangannya dan melambai lambai kecil sambil berteriak memanggil namanya .


" Kak Danuuuuu ".


Beberapa anak yang juga mendengarnya menatap ke arah mereka , hah dua sejoli itu lagi pikir mereka , Danu diam saja ketika melihat Aurie memanggilnya ia juga dapat melihat ada Juddo dan Dante duduk bersama dengannya .


" Disini aja masih ada sisa satu lagi bangku ".


Danu kembali melirik ke arah kanan dan kiri , benar saja semua bangku sudah penuh dengan anak lainnya yang sepertinya juga sama hausnya dicuaca yang terik begini , mau tidak mau ia berjalan ke arah meja Aurie dan dua teman konyol nya itu ia duduk didepan Juddo mengaduk minumnya dan mengeluarkan handphone nya sama sekali tidak melirik kearah mereka yang sudah membantu mencarikan tempat duduk untuknya . Juddo , Dante dan Aurie saling menatap Danu yang begitu duduk langsung main handphone tanpa menganggap bahwa didepannya itu ada orang lain .


" Wahh kek nya kita semua pada kehausan banget ya persennya es semua hehehe ".


Aurie mencoba memecahkan momen canggung diantara mereka semua.


" Kek nya kita makin rame ya ".

__ADS_1


Mendengar itu Danu langsung meminum habis minumannya lalu bangkit pergi meninggalkan mereka semua . Mata mereka bertiga melotot kaget karna sikapnya yang memang sangat dingin itu.


__ADS_2