MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
TIDAK BISA LEPAS


__ADS_3

Danu terdiam , berhenti melangkah karna didepannya sekarang muncul seseorang yang ia kenal. Dante tersenyum lebar seolah sambil meledek , ia memasukan kedua tangannya dalam saku celana memandang Danu dari bawah sampai atas .


" Sok ganteng banget jadi orang ".


" Emang ganteng ".


jawab Danu singkat padat dan jelas menurutnya .


" Uwow , suka gue ni begini ni. Jangan sok merasa ganteng banget karna bisa nyakitin hari perempuan".


Danu diam saja , ia terlalu malas untuk membahas hal ini lagi ia sudah tau ini topik tentang siapa.


" Gue bilangin ya ma Lo ".


" Gausa ikut campur".


Danu memotong perkataannya lalu pergi sengaja menabrak bahunya menandakan ia tidak senang.


" Anjrit tu orang , jauh - jauh gue Dateng kekolam renang sekolah buat bicara ma dia malah nyelonong pergi aja sok cool begitu ".


...****************...


Aurie duduk terdiam dilorong perpustakan , ia bingung sekarang harus seperti apa ? harus berbuat apa lagi? mau berapa lama lagi mendiamkan nya seperti ini dia gak kuat kalo lama banget , baru dua hari aja rasanya udah bosen banget kalo gak gangguin kak Danu . Ia memegang pipinya , mencoba mengingat kembali bagaimana kak Danu mencium pipinya malam itu , tapi besoknya malah langsung berubah drastis begitu padahal ia kira hubungan ini sudah berjalan dengan lancar.


Ia mengehela nafas mencoba harap maklum mungkin memang sikapnya ini terlalu risih bagi kak Danu .


" Bisa gak sih Lo tuh jangan begitu ".


Aurie menoleh kearah sumber suara , ia bangkit berdiri menatap bingung orang yang ternyata itu kak Danu .


" Apaansih ".


" Aku capek tau gak di gosipin yang gak bener disekolah ini semanjak ada kamu ".


" Loh kalau emang berita gak bener ngapain harus di gubris banget sih , inget ya kita itu emang perlu denger kata orang lain dalam hidup ini , tapi ya gak semua omongan harus didengerin . Bukannya udah tua kan bisa bedain mana yang harus didenger mana yang harus di cuekin aja ".


Danu terdiam , belum pernah ia melihat Aurie Se mengebu-ngebu begitu dalam bicara.


" Kan aku udah jauhin kak Danu sesuai yang kakak minta terus salah aku dimana lagi ".


Danu benar-benar terdiam ia tidak tau ingin membalas perkataan Aurie bagaimana.

__ADS_1


" Kakak tuh gak boleh hidup begini terus , harus anggep orang lain itu ada , belajar hargai perasaan orang lain kita gak bisa sendirian


tinggal dibumi gimanapun pasti kita butuh orang !".


Aurie berjalan kedepan berniat pergi meninggalkan Danu sendiri , tapi Danu menarik tangannya dengan kencang Aurie kaget dan langsung berdiri didepan kak Danu .


" Saya gak suka di giniin sama orang , apa lagi perempuan tengil kaya kamu ".


Aurie menatap mata kak Danu , ia terlihat sangat serius sekali .


" Mulai saat ini kamu gak bisa lepas dari saya ".


Danu melepas tangan Aurie , lalu menjatuhkan beberapa buku kelantai , Aurie melongo melihatnya apa-apaan dia buat seperti itu , Danu dan Aurie saling menatap kali ini tatapan Danu sangat berbeda lalu ia pergi meninggalkan Aurie dengan buku-buku yang sengaja ia jatuhkan itu , karna ia tau tiga merapihkan buku perpustakaan adalah kerjaan Aurie . Aurie hanya dapat menatap punggung kak Danu dari belakang melihat kepergiannya yang memiliki aura mistis itu , menyebalkan sekali padahal ia baru saja membereskan buku-buku ini tadi makanya ia bisa duduk dilorong ini. Ia mengutip buku-buku itu sambil mengoceh .


" Sialan , baru kali ini rasanya gerem banget liat ni orang begitu. Punya masalah apaan si dia , gak bisa lepas dari dia apaan cobak".


Ia mengutip buku-buku yang jatuh itu dan menyusun nya kembali ketempat nya seperti sedia kala.


...****************...


Aurie Juddo dan Dante berjalan bersama-sama kepakiran sekolah , mereka berbincang bincang seraya berjalan dengan santai. Kali ini Aurie pulang sekolah bareng Juddo karna bang Ari sedang ada kerjaan menumpuk , dari jauh sudah terlihat jelas ada Danu sedang duduk diatas motornya , ia sedang memainkan ponselnya dengan tatapan marah . Dante melihat itu hanya diam sementara Aurie dan Juddo saling menatap karna motor Juddo terpakir hanya berjarak dua motor dari milik Danu .


" Eehhh mau kemana ".


Dante menghalangi Danu , Aurie kaget dibuatnya karna tiba-tiba tangannya disambar oleh kak Danu dengan begitu cepatnya sangkin cepatnya sampai ia tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun ia cuma bisa kaget dan terpelongo. Juddo dengan segera turun dari motornya karna melihat hal itu . Dante berdiri membentengi Aurie , mentap Danu dengan senyum kecil tapi meledek.


" Ayoo lah Nu, jangan begitu ".


Dante menatapnya dengan menatap kearah mata Danu langsung .


" Lo harus nya lebih belain gue ".


Danu membalas tatapan mata Dante itu.


" Lo gak sadar gue selalu belain Lo ".


Danu dan Dante saling menatap , Aurie bingung ini sebenarnya kenapa sih .


" Apa-apan Lo begitu tadi kek mau nyulik orang aja ". Juddo melepas helm nya dan berdiri disamping Dante .


" Anak begini gak bisa diculik , buat apaan juga ". Danu menatap Aurie .

__ADS_1


" Ya terus kenapa narik nya kenceng banget begitu sih ".


Kali ini rasanya Aurie benar-benar kesal dengan kak Danu .


" Ayo kamu ikut aku pulang ".


" Enggak , Aurie mau pulang sama Juddo aja ".


" Kamu harus ikut aku ".


" Apaan sih Lo gak jelas banget anjirrr ".


Juddo hendak memukul Danu dengan menggunakan helm nya , ia sudah terlalu lama mendiamkan sikap Danu yang tidak jelas ke Aurie ini , tapi sebelum bisa menghantam Danu dengan helm nya Dante lagi- lagi menjadi penengah diantra mereka semua .


" Wesss sabar Do , kita masih dilingkungan sekolah bisa berabe entar , nyalain dan buru motor lu ".


Dante menatap Danu , Danu terdiam sesaat lalu mengikuti perkataan Dante . Ia menyalakan motornya dan mengeluarkannya dari pakiran.


" Mending lu ikut Danu pulang ".


Aurie dan Juddo menatap aneh ke arah kak Dante .


" Kok lu malah belain dia sih hah".


Juddo mendorong bahu Dante , ia kesal dengan keputusan yang sudah Dante ceploskan begitu saja tanpa berfikir terlebih dahulu menurutnya .


" Percaya sama gue , Au mending lu ikut Danu aja dulu ".


" kenapa gitu sih ".


" Dari dalam hati lu sebenernya juga mau gitu kan ".


Dante menatap dalam mata Aurie , ia terdiam dibuat kak Dante sepenuh dari omongannya memang benar , Juddo menatap Aurie yang terdiam lama ternyata memang sebenarnya dari dalam hatinya ia lebih ingin dengan kak Danu , Juddo menghela nafas melihatnya mencoba berfikir normal bahwa lagi-lagi kenyataan terus menamparnya ia dan Aurie hanya berteman saja . Aurie diam lalu bergerak berjalan ke arah motor kak Danu ,Danu melihat Aurie yang sekarang telah berdiri disamping motornya ia memberikan tas miliknya untuk Aurie pegang , lalu membuka jaket yang ia pasang memakai kembali tasnya kedepan , lalu memakaikan Aurie jaket miliknya . Juddo cuman bisa diam sambil memasukan tangannya kedalam saku celananya , ia ingin sekali menghajar Danu saat melihat adengan seperti itu didepan matanya . Juddo dan Dante menatap mereka berdua pergi dari pakiran sampai hilang tak terlihat mata .


" Puas Lo ? sekongkolan dia ternyata ".


" Gak gitu Do , Lo tuh gak tau Danu gimana ".


" Gausa banyak cerita deh ".


Juddo mendorong bahu Dante lalu memakai helmnya naik keatas motor dan pergi meninggalkan Dante sendiri.

__ADS_1


__ADS_2