MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
MAMA


__ADS_3

Aurie meneteskn air matanya , dadanya sesak sekali ia seperti lupa bernafas seketika . Melihat Aurie yang seperti sesak nafas begitu ibu muda itu buru-buru membawa anaknya itu masuk kedalam mobil BMW itu yang mewah itu , sakit sekali melihatnya Aurie tidak bisa mengeluarkan suaranya ia ikut berlari kecil mengejar ibu itu .


" Ma ... mama ini Aurie ma ... ".


Aurie menggedor gedor kaca jendela mobil ibu muda itu yang ternyata adalah mamanya sendiri


" Jalan pak buruan ".


" Ma , kok kakak itu manggil mama juga pake kata mama?".


" Pak saya bilang jalan buruan ".


Mobil itu berjalan pergi , orang-orang menatap Aurie heran tidak mengerti . Aurie hanya bisa menangis sejadi jadinya Gilaaaaaaaa sakit sekali rasanya , ia melihat kepergian mobil mamanya itu yang ternyata sudah mempunyai anak lagi .


" Loh kok ..".


Juddo turun dari mobil dengan segera saat melihat Aurie menangis dihujan hujan seperti itu , Dante ikut menghampiri mereka membawa masuk Aurie kedalam mobil . Didalam mobil Aurie terus menangis dibangku belakang tak ada yang berani mengganggunya , Juddo melirik kearah belakang memegang tangan Aurie dan mengelusnya mencoba menenangkannya .


" Kenapa mama gue begitu ".


Dante dan Juddo saling menatap , daritadi Aurie terus menerus berkata mama nya ia masih tak menyangka berjumpa dengan mamanya dengan kejadian seperti ini . Sakit sekali rasanya , bahkan mamanya pun tak mau berbicara apa lagi mengakuinya tadi.


...****************...


" Lu mau minum apa?".


" Ga ada , saya cuma mau ketemu Aurie ".


" Udah gua bilang Aurie ternyata lagi keluar , sambil nunggu sambil minum lah ".


" Apa aja terserah ".

__ADS_1


Ari menatapnya datar , ia berjalan kembali kedapur dan pintu bel berbunyi. Ari dan Danu bertatapan.


" Ada tamu bang ".


" Iyeee gue tau , gue juga denger bel nya ".


Ari berbalik keruang depan untuk membuka pintu , Danu duduk diam saja dan menunggu kedatangan Aurie . Saat membuka pintu Aurie langsung masuk menerobos kedalam sambil menangis ia tidak mau diganggu , ia ingin menumpahkan segala sesuatunya yang telah ia rasakan sampai ia berhenti sebentar dihadapan Danu karna kaget dirumahnya kedatangan sang idola.


" Kak Danu ".


Danu memandang Aurie yang kuyup , ia bingung tidak bisa berkata saat memandang matanya yang merah itu , menggambarkan bahwa ia sekarang amat sangat merasa kesakitan kekali. Aurie berjalan kembali dan berlari kecil menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya . Ari yang terbengong tersadar dan langsung mengambil kerah baju Juddo dan Dante menatap kearah Meraka tajam.


" Lu apain adek gue haaa .... jawab lu pada kenapa adek gue kuyup begitu anjinggg Lo ya".


Ari kehabisan kontrol dan langsung meninju wajah Juddo dan Dante secara bergantian , bukannya memisahkan Danu diam saja melihat itu .


" Bangg ... tunggu dulu bang biar dijelasin".


" Aahh muka gue ".


Dante bangkit perlahan dan berdiri kembali disamping Juddo .


" Kenapa adek gue setan Lo pada! ".


Rasanya Ari belum puas , ia hendak memukul Juddo dan Dante lagi sebelum Dante berteriak .


" Tadi Aurie tuh ketemu mamanya katanya ".


Ari membeku , mematung seketika dan tidak bersuara sama sekali sekarang. Hah..??? mama ? Ari seketika lemas , ia perlahan mencari bangku dan duduk ia juga sudah lama sekali tidak berjumpa dengan mamanya sejak kecil sejak Aurie dan dirinya masih kecil. Juddo dan Dante saling menatap canggung sekali sekarang rasanya melihat Abang dan adik ini sama-sama merasa lemas.


" Danu ". Juddo memanggil Danu yang berdiri didepannya saat ini.

__ADS_1


" Abang ".


" Yee masih sempet-sempetnya lu ".


Juddo menatapnya kesal, ni anak lagi buat kesel makin nambah daritadi keliatan gak ada gunanya ni orang.


" Mending lu kekamar Aurie tenangin dia , yang dia butuh sekarang pasti elu ".


Danu diam saja memasang ekspresi datarnya , yaa seperti manusia yang tak tau apa itu ekspresi .


" Gue aja ".


" Ga perlu elu , Aurie tu butuhnya pasti Danu bukan kita berdua ".


Juddo melototi Dante , walaupun merasa cemburu , tapi Juddo lebih mementingkan kesehatan mental Aurie . Anak perempuan yang manis itu tidak boleh merasa sedih terlalu sedalam itu Juddo tidak tega maka ia memutus kan Danu saja yang sebaiknya pergi menghibur Aurie . Danu terdiam menatap Juddo , ia melirik Bang Ari yang terduduk lemas menatap lantai dengan tatapan kosong tanpa berkata apapun ia pergi menuju kamar Aurie sementara Juddo dan Dante menemani Bang Ari dan mencoba menyemangatinya kembali.


...****************...


Danu berdiam diri cukup lama didepan pintu kamar Aurie , bimbang masuk tidak ya kalau masuk nanti mau menyemangatinya dengan kata-kata seperti apa? dia sendiri saja berbicara jarang . Sudah berpikir cukup lama akhirnya ia masuk kedalam kamar tanpa mengetok pintunya terlebih dahulu.


Aurie tampak duduk ditempat tidurnya memandang kearah jendela blankon luar tatapannya kosong , matanya sembab, ia diam saja seperti orang kehilangan akal. Untung lah ternyata ia sudah berganti pakaian dalam hati Danu , dengan langkah pelan Danu datang mendekatinya duduk dipinggir ranjang dan ikut menatap kearah blankon bahkan ia duduk disinipun Aurie tidak memperdulikannya ia benar-benar merasa hampa dan terpukul sekali , Danu meliriknya tapi Aurie tetap menatap kearah blankon dengan kosong menyaksikan hujan serta memori pahit yang harus ia ingat lagi.


Danu mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong celananya , itu pita rambut bunga matahari milik Aurie dengan lembut ia duduk lebih dekat dengan Aurie dan memasangkan pita itu ke kepalanya , barulah Aurie memandangnya . Danu tersenyum kecil , tangan Aurie meraba jepitan itu rasa sedihnya kini kian menumpuk dengan memegangnya saja ia sudah tau ini pita miliknya yang setiap hari ia pakai.


" Maafin aku ".


Ucap Danu sambil terbata bata , ia bingung berbicara apa di tambah Aurie yang terus menerus memperhatikan dirinya . Danu mencoba dengan sekuat tenaga memberanikan diri mendekati Aurie lalu memeluknya , pelukan kak Danu spontan membuat bendungan air matanya tumpah semua ia menangis sejadi jadinya Tampa berbicara apapun ia hanya ingin dipeluk sambil menangis , Danu untuk pertama kalinya mengelus pelan rambut Aurie pelan dan dengan kelembutan , membiarkan Aurie menangis dibahunya Aurie memeluk dirinya sangat erat sekali memang sepertinya sesakit itu yang ia rasakan .


Aurie melepaskan pelukan kak Danu , ia mengelap air matanya untuk saat ini matanya sudah amat terasa perih karna terus ia seka dengan tangan. Aurie berbaring , menarik selimutnya menenggelamkan wajahnya dibantal berharap kejadian tadi segera ia lupakan , melihat Aurie yang hendak pergi tidur Danu bangkit dari tempat duduknya dan mencoba pergi tapi Aurie menarik tangannya ia menoleh kebelakang memandang Aurie .


" Jangan pergi , disini aja sampe aku tidur ".

__ADS_1


Danu menatapnya diam , lalu kembali duduk dipinggir tempat tidur untuk menemaninya lagi. Tangan Aurie masih terus menggenggamnya tidak membiarkan dirinya untuk dapat lari. Sebenarnya ia ingin sekali mengelus rambut itu agar tidurnya semakin nyaman tapi lagi-lagi entah kenapa tangannya tidak mau bergerak sedikitpun ia cuma bisa memandang wajah manis nya itu , mata yang terlihat sembab itu pasti kejadian tadi amat sangat menyakitkan dan melukai hatinya .


__ADS_2