MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
MEMAKSA BERTEMAN


__ADS_3

Dikamar , sambil menatap langit-langit kamarnya Aurie terus menerus memegang bibirnya ia terus mengulang ingatan tentang ia yang meminum minuman dalam satu sedotan. Bibir kak Danu yang seksi itu uwaahhhhh ini langkah awal yang bagus pikirnya dalam hati. Ia harus sering bertemu kak Danu agar kak Danu tau dan hafal dengan wajahnya hehehe... pikir Aurie oohhh apakah dia harus sering menemani Bang Ari bekerja? mungkin ini akan menjadi alasan agar dia dapat bertemu dengan kak Danu setiap saat. Aurie bangkit dari tidurnya ia ingin berlari menemui abangnya dan menanyakan kapan lagi ia melakukan pemotretan dengan kak Danu belum juga turun dari tempat tidur suara pintu kamarnya diketok haa itu pastinya bang Ari tidak ada orang lagi selain mereka dirumah itu.


" Masuk ". teriak Aurie dari dalam kamarnya.


Pintu kamarnya dibuka perlahan , bang Ari masuk dengan senyum sambil membawakannya sekantong penuh jajanan. Aurie tersenyum lebar jajanan itu banyak sekali pikirnya , Bang Ari duduk dipinggir tempat tidur Aurie .


" Waahh banyak banget , ini semua buat aku?".


" Iyalah buat kamu jadi untuk siapa lagi kalo bukan kamu , tadi abis balik kantor singgah dulu kesupermarket".


" Wahh makasih ...".


Aurie memeluk bang Ari dengan bahagia , ia memang Abang yang pengertian sekali.


" Oiya bang , besok Abang kerja kan? ada jadwal pemotretan sama kak Danu gak?".


" Iya kerja tapi gak sama Danu , sama model sekolah anak lain. Emangnya kamu pikir dia doang anak remaja yang berprestasi yang masuk majalah ".


" Ieehh Abang ah. yauda deh kalo enggak ada masih bisa liat disekolah besok ".


"Kamu suka ya sama Danu ?".


" Enggak cuman kagum aja kok".


" Dia itu nyebelin tau".


" nyebelin gimana?".


" Kaku banget kalo ngomong iritttttt banget Ampe pihak majalah bingung mau nulis artikel apa biar menarik. Gak pernah ada temennya dia Abang liat gatau deh kalo disekolah ya".


Manusia berdarah dingin banget ya pikir Aurie didalam hati. Ternyata diluar maupun disekolah sama aja dia itu emang anak introvet disekolah juga kadang Aurie gak pernah liat dia jalan sama anak lain gausah rame-rame jalan berdua aja juga gak pernah deh kayanya. Dia itu malu apa emang gak suka bergaul ya .


" Eemm kalo gitu bagi duit dong".


Aurie menadahkan tangannya keabangnya


"Yee bengong-bengong sekali sadar langsung minta duit. Buat apaan lagi udah ini udh dibeliin jajan banyak jugak".


Bang Ari bangkit dari duduknya karna Aurie sedang memalaknya belum lagi ia sempat pergi tangan Aurie dengan sigap memegang tangan kanannya .


" Aaaaa mau duittt .... mau ketoko buku besokk mau beli komikkkkk ".


" Beli komikkk Mulu , sama siapa kamu mau pergi kesana?".


" Emm sendiri aja lah mau ajak siapa emangnya".


" Kamu gak ngajak Juddo? temen yang kamu kenalin kemaren itu".


" Enggak besok dia ada latihan basket , besoknya aku yang masuk kelas lukis jadi gak punya waktu beli komik ntar keburu abis edisinyaaa ".


Melihat adik perempuannya yang merengek seperti itu membuat hati Ari menjadi tidak tega ia mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya kepada Aurie .


" Yee makasih , udah sana keluar mau tidur nih".


" Yee udah dapet duit aja baru seneng".


Aurie cengengesan kepada abangnya , bang Ari keluar dan menutup pintu kamar adiknya dengan pelan.


...****************...


Juddo dan Aurie tertawa bersama ditaman , kali ini mereka tidak pergi kekantin karna Aurie membawa banyak cemilan hasil dari bang Ari belikan kemarin malam. Sesekali mereka terkekeh karna Juddo memberikan beberapa video lucu yang ia simpan untuk dilihat bersama Aurie , jam istirahat itu ditemani dengan suasana yang sejuk angin bertiup sepoi , anak-anak berlalu lalang dibangku taman sekolah cuaca yang cerah tapi tidak terlalu panas membuat sepasang itu larut dalam canda yang berkepanjangan .


" Juddo nanti pulang ekskul jam berapa?".


" Jam empat mungkin atau setengah lima gitu".


" Kalo malem bisa temenin ke toko buku gak?".


" Mau beli buku komik dektektif Conan itu lagi?".


" Iya keburu abis , kalau nunggu masuk barang baru lama . Aku maunya sih pergi sore tapi Juddo malah ekskul besoknya aku yang masuk ekskul ".


" Kalo malem ini juga aku gak bisa , aku pergi nganter papa kebandara pulangnya nemenin mama ke rumah sakit liat temennya mama gak bisa nyetir jadi aku deh ".

__ADS_1


" Yaudah deh aku sendirian juga gakpapa".


"Maaf ya".


Juddo mengelus pelan rambut Aurie , mereka berdua tersenyum lalu lanjut memakan cemilan lagi dan larut dalam tawa kembali sampai akhirnya mereka terpaksa menghentikan tawa karna didepan mereka sekarang ini berdiri seorang yang menghalang cahaya matahari , Juddo dan Aurie mendengak kan kepala untuk mengetahui siapa yang sedang berdiri dihadapan mereka sekarang .


" Kak Danu ?". Lirih Aurie pelan .


" Minjem handphone kamu ".


Danu menjulurkan tangannya meminta handphone milik Aurie . Raut wajah Juddo dan Aurie sudah pasti mengheran , untuk apa model ternama sekolah ini meminjam handphone tapi tanpa banyak berbicara Aurie mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya dan memberikannya kepada kak Danu . Aurie dan Juddo memperhatikannya entah apa yang ia ketik disana tapi yang jelas itu hanya sebentar lalu kak Danu mengembalikan handponenya kepada Aurie kembali lalu pergi meninggalkan mereka berdua . Seperti biasa tanpa mengucapkan terimakasih ia pergi begitu saja , benar-benar orang yang sangat irit berbicara.


" Ngapain si? minjem pulsa?" . Tanya Juddo heran.


" Enggak tau ."


Aurie memeriksa handponenya tapi kak Danu sudah membersihkan sampah aplikasi di home handponenya jadi ia tidak tau kak Danu baru membuka aplikasi apa tadi . Aurie tidak ambil perduli lalu kemabli memasukan handponenya kedalam saku bajunya.


" Dia itu kalo ngomong gak pernah agak lama dikit apaya setiap ngomong bentar banget , aku rasa dia orangnya sombong kali ya".


" Iee enggak gitu , mungkin dia pemalu ".


" Ahh pemalu apaan begitu , selama sekolah aku juga gak pernah liat dia jalan berdua sama siapapun disini dia kali yang sombong gak mau temenan sama yang lain".


Aurie memperhatikan punggung kak Danu yang belum terlalu jauh berjalan meninggalkan mereka , rasanya lucu sekali tubuh model seseksi dan semenggoda kekar begitu pemalu.


" Aku liat dia kalo gak dikolam renang , diperpus dikantin jarang dia makan siang aja dikolam renang ".


" Lo tau darimana? ". Tanya Aurie .


" Kemarin ada Abang kelas yang gosip Deket ruang UKS aku dengerin hahaha...".


" Dih Abang kelas ngegosip".


Aurie bangkit dari tempat duduknya .


" Mau kemana?". Tanya Juddo penasaran .


" Ke perpus ".


" Yaelah kalo elu mah ".


" Juddo nanti sisa makanannya dibawa kekelas ya baiiii ".


Aurie berlari menuju perpus sebelum bel masuk berbunyi.


...****************...


Aurie berjalan pelan sambil menatap kiri dan kanan mencarai keberadaan kak Danu , ia mau membuktikan ucapan Juddo tadi apakah benar kak Danu suka keperpus juga. Perpus ini rapih sekali bersih pula , Aurie menelusuri lorong demi lorong tidak ada kak Danu dimeja tempat membaca juga tidak ada . Ia pergi kederetan buku bagian cerita novel ia mengintip demi lorong dan benar saja ia menemukan kak Danu sedang memperhatikan setiap judul buku sepertinya ia akan memilih satu. Aurie berjalan perlahan berada di lorong depan kak Danu sapa tidak ya pikirnya ia begitu candu mendengar suara kak Danu .


Danu mengambil satu buku dari rak , lalu melihat sebuah rambut dengan jepitan bunga matahari seketika ia ingat seseorang ia menunduk dan mengambil buku dibawah kali ini ia dapat melihat wajah siapa yang berada disebrang lorong sana , Aurie kaget mata mereka saling menatap.


" Ngikutin aku kamu?".


Danu mengembalikan buku yang ia ambil tadi agar menutupi wajah Aurie , Aurie buru-buru berlari menghampiri kak Danu sebelum dia pergi , benar saja Danu sudah berjalan menjauh dengan membawa satu buku ditangannya .


" eehh kak Danu tunggu dulu ".


Danu tidak memperdulikannya dan segera berjalan santai seperti biasa saja . Baru kali ini ada yang berani mengikutinya tidak ada yang pernah mengajak nya berbicara senekat ini disini hanya bocil perempuan tengil ini pikirnya , ia menjadi malas mendekati Aurie karna ia masih ingat kata-kata teman se team renangnya diruang loker kemarin itu . Ia tidak ingin menjadi omongan orang ia hanya ingin tenang. Aurie menarik tangan Danu untuk memberhentikanya , itu membuat Danu kaget disekolah ini tidak ada yang berani memegangnya pikirnya . Ia membalikan badan dan melihat tangan Aurie memegang erat tangannya .


" Apa sih ". Danu melepaskan tangannya .


" Galak banget si , akutuh cuman pengen ngobrol ".


" Aku gak suka ngobrol" .


Danu pergi meninggalkannya , tapi Aurie tidak menyerah ia terus mengikuti Danu .


" Kak Danu suka Novel juga ya?".


" Ya".


Katanya datar ia terus berjalan mencari meja yang jauh dari orang-orang. Ia duduk sendirian ia pikir Aurie akan pergi tapi ia malah duduk didepan nya , Danu mendiamkannya saja berharap ia akan pergi dengan sendirinya.

__ADS_1


" Kak Danu hobi baca ya ".


" Ya".


" Boleh gak aku nanya-nanya kak Danu ?".


" enggak".


"Kak Danu hobinya apa ?".


Anak iniiiii pikir Danu dalam hati , sudah dibilang enggak malah semakin bertanya .


" Kak Danu suka baca komik jugak gak?".


" Ya".


" Waahh sama dong kalo gitu ya , Aurie juga suka banget komik emm kalo aku sukanya komik dektektif Conan walau ya anime lama tapi aku suka banget sampe sekarang".


Danu berhenti sejenak , rasanya ia juga ingin berbicara kalau dia juga suka komik itu tapi ia mengurungkannya suaranya tidak ingin keluar entah mengapa .


" Series baru nya udah keluar ditoko buku ".


Bahkan untuk melirik wajahnya saja kak Danu enggan , manusia ini memang berdarah dingin berhati es batu pikir Aurie .


" Kak Danu punya temen gak?".


" Enggak".


" Yaudah kalo gitu aku yang jadi temen kak Danu ya".


" Enggak".


Bel masuk akhirnya berbunyi tanpa basa basi Danu bangkit diluan dari tempat duduknya dan meninggalkan Aurie yang duduk didepannya . Aurie memandangi punggung kak Danu dari belakang punggung yang lebar itu menggoda sekali pikirnya .


Danu berjalan dilorong menuju kelasnya , sampai hendak menaiki tangga pertama Aurie berteriak kencang sekali memanggil namanya


" Kak Danuuuuuu .... ".


Danu tetap berjalan saja , tapi anak-anak yang berada disekitar situ menjadi kaget karena teriakan Aurie yang menggelegar tadi , berani sekali anak itu memanggil Danu seperti itu belum pernah ada yang memanggil Danu sekencang itu selama dua tahun belakangan ini . Karna Aurie tidak tau dia cuek saja dan mengejar Danu yang sudah menaiki tangga. Para kakak kelas senior memperhatikan bagaimana Aurie mengejar Danu terus menerus baru kali ini mereka lihat ada yang berani mengganggu Danu disekolah.


" Mau ya jadi temen aku ".


" enggak".


" Kalo gitu Aurie yang jadi temen kak Danu ".


" Enggak".


" Aku suka banget loh sama kakak dari dulu".


Danu diam saja tidak menggubris .


" Mau jadi temen aku?" .


" Enggak".


" Enak loh punya temen bisa saling berbagi "


" Saya gak butuh bansos".


" Yeee bukan gitu tau maksudnya , Kalo punya temen kita bisa saling tolong menolong".


" Saya gak butuh bantuan orang ".


" Egois gak boleh gitu pasti kita butuh bantuan orang nanti , boleh ya aku jadi temen kak Danu ?".


" Enggak".


Aurie berhenti , susah sekali membujuknya pikirnya . Danu menoleh karna melihat Aurie berhenti mengikutinya.


" Kenapa kamu berenti ngikutin saya?".


" Lah ini kan kelas aku , udah sampe".

__ADS_1


Aurie menunjukan kelasnya , kelas satu kan emang dimulai dari lorong pertama . Danu terdiam iya juga pantes dia berhenti yang harusnya tetap naik tangga itu dirinya karna kelasnya diatas lagi , Danu diam saja lalu berjalan kembali .


Aurie terseyum kecil , ia tau kak Danu menahan malu. Seperti biasa ia selalu memandangi punggung belakang kak Danu , suatu hal yang sangat indah dilihat lebarnya kekar tangannya hemmm nyaman pasti berada di pelukannya.


__ADS_2