MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
BINGUNG


__ADS_3

" Hati-hati dijalan ya ". Aurie melambaikan tangannya memandang kepulangan kak Danu dengan lesu.


" iya ".


Danu menghidupkan motor nya , sekali lagi menatap Aurie yang seketika lesu tidak jelas . Emang perempuan tuh gitu ya ribet banget , padahal kejadian aja belom udah overthingking diluan.


" Jangan lesu gitu dong , kenapa sih ".


Danu mematikan motornya dan melepas helm nya , ia seketika jadi malas dan ikut sedih menatap muka melas nya Aurie itu.


" Aku gamao jauh dari kak Danu ".


" Au , ujian naikan kelas masih lama ujian tengah semester aja belom gimana sih ".


" Tapi kalo dibayang-bayangin kek nya bentar lagi , gamaoooo ".


Danu menggaruk pelan kepalanya , heran sekali apakah semua perempuan seperti manusia pendek satu ini . Danu menarik tangan Aurie lalu mendekapnya kedalam pelukannya , ia memeluk Aurie mengelus kepalanya pelan untuk menaikan mood nya walau sebenarnya mood dirinya sendiri menjadi ikut senang. Aurie mengalungkan tangannya kepinggang kak Danu ia ingin terus mendapat rasa seperti ini setiap harinya. Danu mengecup jidatnya lalu membujuknya untuk tersenyum ia menarik pipi Aurie ia kembali naik keatad motor tapi seketika Danu berbalik badan lagi lalu menatap Aurie kembali.


" Apa?". Tanya Aurie heran .


" Gak jadi deh ".


" Iee apaan buat penasaran aja deh ".


" Entar aja ahh kepo banget ".


" Kalo entar aja bagusan jangan dibilang nyebelin banget sih ".


Aurie memasang wajah manyun nya , mencubit pinggang kak Danu dari belakang .


" Aku bingung gimana caranya biar kamu jauh dari aku ".


Aurie mematung mendengar perkataan kak Danu , apa apaan sih orang ini sebenarnya .


" Mau kak Danu apasih?".

__ADS_1


Aurie menatapnya dengan sendu kali ini , ia merasa seperti dipermainkan padahal sedetik sebelumnya mereka masih bisa bercanda .


" Aku mau kamu jauh dari aku sebenernya , tapi .. ".


" Apa?! tapi apa! aku udah jauh kan kemarin terus kenapa aku harus ditarik lagi sih! mau kak Danu apa! ".


Aurie setengah berteriak , rasanya kesal sekali dipermainkan seperti ini ia mengepalkan tangannya geram , Danu melirik tangan yang gemetaran itu.


" Bingung , selalu aja ada yang narik buat kembali lagi ke kamu ".


Entah harus senang atau tetap menahan gengsi mendengar perkataan kak Danu barusan , Aurie diam saja mempersilahkan kak Danu untuk bicara sepenuhnya biar jelas.


" Aku orang yang gak banyak omong , tapi sama kamu aku jadi mulai banyak ngomong . Aku orang nya suka sendiri tapi kalo berdua sama kamu entah kenapa gak jadi masalah , aku mau kamu pergi jangan deketin aku lagi selama semester ini tapi malah aku sendiri yang narik kamu balik ".


Aurie terdiam , menatap mata kak Danu dalam . Hembusan angin seperti mengelus pelan wajahnya , orang yang sangat aneh menginginkan orang tapi tidak bisa mengalahkan gengsinya sendiri , menginginkan orang tapi tidak dapat memperlakukan orang lain dengan baik ingin dijauhi padahal dari dasar hatinya merasa kesepian . Tidak , tidak bisa seperti itu mana boleh begitu fikir Aurie dari dalam sisi manusianya.


" Mau sampe berapa lama berdiri disitu? masuk woiii ".


Aurie dan kak Danu menoleh kearah pintu rumah yang ternyata bang Ari sudah berdiri disana ikut memperhatikan mereka.


" Sebentar ". Teriak Aurie pada bang Ari yang kembali masuk kedalam rumah.


" bagus nya gimana ya ".


Danu memperhatikan Aurie , sebenarnya hanya karna ia tidak ingin Aurie menjadi bahan omongan teman-teman satu sekolah terutama team renangnya itu , baginya ia tak masalah jadi topik sekolah terus tapi nantikan ia akan keluar dari sekolah itu dalam jangka setahun sementara Aurie harus berada disana dua tahun lagi apa lagi team renang nya itu masih ada yang sebaya juga atau kurang lebih setingkat diatasnya , Danu takut tidak ada yang melindunginya nanti saat ia sudah lulus . Danu ingin meyakinkan Aurie kalau jadi bahan pembicaraan satu sekolah itu tidak lah enak .


" Aku mau nempel terus sama kak Danu , aku gak perduli sama orang ".


" Aku selalu kasar sama kamu , buat kamu nangis aja pernah . Lebih baik selama setengah semester ini kita jauh dulu , aku gamau kamu jadi bahan omongan ".


" Kenapa sih jadi orang gak punya prinsip sendiri".


Aurie kesal dan meninggalkan kak Danu disana , menyebalkan selalu saja mendengarkan kata orang lain . Sebenarnya hidup juga butuh kata orang tapi tidak semua omongan orang kan .


Danu memandang Aurie yang pergi dengan raut wajah kesal , ia sendiri hampir bingung maunya seperti apa. Kenapa Aurie tidak bisa mengerti kalau sebenarnya ia hanya ingin menjaga nya dari omongan orang yang tidak enak tentang dirinya , hanya karna ia dekat dengan dirinya teman-teman kelasnya menganggap Aurie sebagai anak yang numpang tenar padahal Danu pun senang didekati oleh Aurie , ia teman pertama dirinya baginya .

__ADS_1


" Auriee ... "


Danu setengah berteriak memanggil Aurie yang spontan berhenti dan menoleh kebelakang menatap dirinya kembali. Apa-apan suara itu tadi? baru kali ini mendengar kak Danu berteriak memanggil namanya sekencang itu.


" Apaan ". Aurie menatapnya penasaran.


" Aku harap kamu ngerti kenapa aku gamau deket sama kamu ".


Danu mengengkol motornya dan langsung pergi begitu saja , rasanya bingung Aurie bingung harus ber ekspresi seperti apa menghadapi kak Danu . Mereka bertengkar dan berbaikan lalu bertengkar kembali disatu waktu yang sebentar saja , sungguh sangat mengherankan .


...****************...


Ia membuka kunci pintu gudang lalu mengambil kotak yang pernah ia niat simpan disini , ia memukul mukul pelan kotak kardus itu dengan kemoceng yang tadi ia bawa dari dapur , sekira abu sudah hilang ia membawa kotak itu kembali dan mengunci pintu gudang.


Sampai dikamar dengan segera ia membuka kotak kardus itu dengan menggunakan pisau kecil , mengeluarkan helm lalu mengambil baju yang belum pernah ia gunakan itu. Aurie memandang baju pemberian dari kak Danu itu , sayang sekali jika tidak digunakan sih soalnya inikan sudah dibeli dengan mahal masa tidak digunakan. Ia bangkit lalu berdiri didepan kaca cakep juga kalo dipake buat jalan besok sore pikirnya .


" Mau kemana?" .


Setengah kaget Aurie menoleh kearah pintu kamarnya yang ternyata bang Ari sudah berdiri disana sambil memperhatikan dirinya .


" Ketok dulu dong inikan kamar perempuan gimana sih".


" yeee malah sewot , kamu tuh yg ga kunci pintu gimana sih orang ini tadi pintunya kebuka setengah ".


Aurie terdiam , ia tadi memang belum menutup pintu kamar si pikir nya .


" terus Abang mau apaan ?".


" Mau pesen makan kamu mau apa biar sekalian ".


"Eeemm mau ayam level ".


" Ituuu muluuu makanan kamu ".


Bang Ari menutup pintu kamar lalu pergi .

__ADS_1


" Emang kenapa sama ayam level? kan enak malah dia yang sewot gajelas ".


Aurie kembali fokus menatap dirinya dikaca sambil memainkan bajunya pikirnya aksesoris apalagi ya yang harus ia tambahkan agar semakin imut.


__ADS_2