MENGULANG WAKTU

MENGULANG WAKTU
MENGIKUTI IDOLA


__ADS_3

Aurie memasang jepit rambut bermodel bunga matahari kesayangannya itu dengan rapih , ia menambahkan sedikit pelembab bibir memperhatikan bedaknya juga pakaiannya oke rapih , cantik dan imut . Aurie keluar dari toilet toko buku , sore ini ia memutuskan untuk membeli serial komik seperti yang sudah ia rencanakan sebelumnya . Sambil memegang tas samping kecilnya ia berjalan menuju lorong rak buku komik itu sampai langkahnya berhenti saat melihat anak lelaki yang memakai Hoodie hitam dan mengenakan masker hitam itu ada dilorong yang ingin dia tuju juga. Walau dia memakai masker tidak mungkin ia tidak dapat mengenali idolanya itu dari mata dan punggung yang sudah amat sangat ia hafal itu , dengan senyum sumingrah ia segera kesana menuju ketempat sang idola yang tampan.


" Kak Danu ...".


Aurie dengan gaya sok akrabnya menepuk pundak kak Danu wuihhh pundaknya keras dan kekar sekali. Danu kaget dan melihat kearah belakang , kenapa anak ini terus sih pikirnya , kenapa ia bisa tau padahal ia sengaja pergi kemana mana pakai masker agar tak ada yang berani menegurnya . Danu mencoba tidak menggubrisnya dan kembali fokus melihat lihat komik yang akan ia beli. Nih orang beneran agak nyebelin ya disapa malah dicuekin batin Aurie .


" Kak Danu beli komik dektektif Conan juga ya , wuihh sama dong selera kita ".


Aurie melirik keranjang merah kak Danu yang didalamnya sudah ada satu komik yang rilis terbaru. Sementara Danu terus mencoba untuk tidak memperdulikan Aurie dan menganggapnya tak ada.


" Aku kesini juga mau beli ini loh , cuman beli satu aja sih jadi Gausa pake keranjang ".


Danu tetap diam membisu ia benar-benar menganggap Aurie tidak ada , agak menyebalkan sih batin Aurie tapi ia tidak bisa menolak kalau ia ingin terus mengganggu kak Danu .


" Kak Danu mau beli banyak ya makanya pakai keranjang?".


Danu masih diam membisu , dan melihat lihat komik lainnya . Aurie mengambil buku komik series terbarunya dan langsung melemparkannya masuk kedalam keranjang kak Danu , Danu menoleh kearah keranjangnya ia melihat Aurie memasukan belanjaannya kesana , lalu ia menatap Aurie ia diam saja dan kembali melihat lihat buku komik lainnya . Aurie jengkel ternyata seperti itu juga tidak membuat kak Danu berbicara dan perduli padanya. Aurie diam saja dan berdiri disamping kak Danu ia tidak pergi hihihi seperti anak gadis yang menunggu pacarnya berbelanja entah kenapa ia merasa senang sekali.


Danu berjalan kelorong komik selanjutnya dan kembali melihat lihat , memasukan satu komik yang ia rasa menarik ingin ia baca karna sangkin kan tidak perdulinya pada orang lain ia lupa kalau sedari tadi Aurie terus mengikuti kemana ia pergi , jika orang-orang melihat pasti menyangka mereka ini adalah pasangan remaja .


" Haiii ... kamu anak perempuan kemarin yang nunggu didepan kelas itu kan? Oww jalan berdua sama Danu ya? pacaran ?".


Mendengar suara itu Aurie dan Danu menoleh kearah sumber suara , Loh ini kan kakak kelas yang kemarin itu lirih Aurie . Danu kaget seketika juga ia melihat kearah samping , sialan anak perempuan ini masih ada disamping dirinya ternyata haduhhh pasti jadi bahan omongan lagi nih Danu membenarkan posisi maskernya agar tidak terlalu kelihatan , Danu diam saja dan tidak menggubris mereka berdua ia kembali melihat lihat buku komik . Ya ampun manusia ini pikir Aurie ia benar-benar harus belajar banyak.


" Eeh iya ini kakak kelas kemarin itu ya".


" Dante" .


Kakak kelas itu menjulurkan tangannya mengajak Aurie berkenalan . Mendengar Dante memperkenalkan nama nya , Danu diam - diam mencoba melirik mereka ia melihat Aurie hendak mengulurkan tangannya menyambut tangan Dante teman sekelasnya itu , dengan cepat Danu memberikan keranjang merah belanjaannya ke tangan Aurie .


" Pegang ni ".


Danu memberikannya dengan cepat lalu pergi meninggalkan mereka , Aurie yang kaget tidak jadi menyambut jabat tangan kak Dante .


" Buruan cepet sedikit kalo jalan , bukunya mau dibayar tokonya udah mau tutup".


Danu terus berjalan tanpa menoleh kearah belakang ia berjalan terus .


" Ohh iya , baiii kak diluan ya ".


Tanpa menyebutkan namanya , Aurie pergi berlari kecil sambil melambaikan tangannya ke kak Dante . Dante menatap jam tangannya padahal masih pukul empat sore sedangkan toko buku ini saja tutupnya malam , bisa-bisanya Danu bilang kalau toko mau tutup itu sudah jelas ia ingin menjauh darinya secara halus.


Danu mengantri untuk membayar buku sementara Aurie berdiri dibelakangnya , Danu melihat kebelakang dan berbalik badan ia mengambil keranjang yang ditangan Aurie lalu mendorongnya pelan keluar antrian. Padahal tinggal mengucapkan suruh tunggu disini saja susah sekali bersuara batin Aurie lagi. Selesai membayar Danu mendatangi Aurie dan memberikan buku komik kepadanya , ia melihat bahwa dia dibayari kak Danu hehehe lumayan fikir Aurie .


Seperti biasa tanpa basa basi Danu meninggalkan Aurie dan pergi keluar toko , dan seperti biasa juga hehehe Aurie membuntuti kak Danu kembali . Danu naik kemotornya lalu memakai helm sampai ia merasakan tiba-tiba motornya seperti bertambah beban berat , ia melepas helmnya dan menoleh kebelakang. Aurie tersenyum kecil , ia sudah naik keatas motornya Danu.


"Gak ada yang nyuruh kamu naik kemotor aku".


"Aurie kan orangnya inisiatif". Tersenyum kecil.


" Turun".

__ADS_1


Aurie menggelengkan kepalanya pelan , ia ingin ikut dengan kak Danu . Haduhh malas sekali berdebat pikir Danu ia malas harus mengeluarkan oksigen untuk berbicara. Danu kembali memakai helmnya dan menyalakan motornya , membawa Aurie ikut bersamanya .


Hihihi senang sekali pikir Aurie dalam hati , ini momen yang sangat bagus orang yang ia liat dimajalah satu tahun yang lalu , orang yang ia kagumi itu kini sedang naik motor bersamanya . Perlahan Aurie ingin melingkarkan tangannya ke perut kak Danu boleh tidak ya? ia memberanikan dirinya lalu langsung melingkarkan tangannya pegangan pada kak Danu , Danu diam saja dan mempersilahkan .


Uwahhh perutnya keras sekaliiii ... tidak salah model begini mah batin Aurie . Ia jadi teringat foto kak Danu dikolam renang pada halaman majalah tahun lalu itu saat pertama kali ia melihat kak Danu . Baru sebentar ia melingkarkan tangannya motor tiba-tiba berhenti. Aurie tersadar dari lamunannya , ia melihat kesekeliling dan melihat ke arah kak Danu ia melepas helmnya .


" Turun ".


Aurie mengikuti perkataannya , mereka berhenti disebuah toko helm dipinggir jalan.


" Pilih mau yang mana".


Aurie melihat berbagai helm dengan motif yang lucu-lucu , banyak sekali gambar dan warna sangat menarik untuk dipilih . Melihat Aurie yang kebingungan dan lama sekali memilih Danu ikut melihat lalu langsung mengambil helm bogo dengan motif kucing ia mengeluarkan isi helm dan mengembusnya .


" Liat sini ".


Aurie menoleh kearah kak Danu , tanpa basa basi ia langsung memasangkan helm itu ke kepala Aurie dengan pelan agar tidak sakit.


" Kalo mau ikut dijalan harus pake helm , ini bagus buat kamu lucu aman juga pastinya. Udah keluar sana , nunggu diluar ".


Aurie terdiam , terpaku seketika . Itu tadi sudah berapa kalimat ya yang diucapkan kak Danu itu adalah kalimat terpanjang yang pernah Aurie dengar selama bertemu dengan kak Danu . Mereka kembali melanjutkan perjalanan , entah kemana kak Danu akan membawanya ia juga tak tau ikut sajalah .


Sore ini indah sekali , cuaca cerah dan tidak macet awan yang terlihat cantik serta dijalan banyak orang yang berlalu lalang . Huuu semoga mereka berfikir bahwa mereka ini adalah pasangan hihihi , biar mereka tau kalau perempuan pendek ini sedang berjalan bersama dengan lelaki setampan ini. Akhirnya mereka berhenti disebuah mall , ngedate? apakah kak Danu juga suka dirinya? huuuu apakah ini hoki .


" Aku boleh ya jadi temen kak Danu ?".


" Enggak ".


" Kak Danu biasa ke mall sama siapa".


" Sendiri".


" Dih bosen banget".


Danu melirik kearah Aurie , Aurie yang sadar dilirik pura-pura memandang kearah lain.


" Kalo sama temen pernah sama siapa ?".


" Sama kamu".


" Hah? maksudnya sama temen kak Danu ".


" Sama kamu doang , inipun hari ini".


" Berarti aku temen kak Danu dong , boleh aku temenan sama kak Danu ?".


" Enggak".


Rasanya ingin sekali memukulnya batin Aurie . Danu berbelok ketoko baju , dan Aurie mengikutinya. sepanjang mereka berjalan Aurie terus berusaha keras memikirkan cara bagaimana agar kak Danu mau terus berbicara dan tidak diam saja. Danu berhenti mengambil dua kaos warna hitam dan merah ia terus memandang kearah kak Danu yang kebingungan .


" Bagus yang merah , yang item ini terlalu biasa kalo yang merah masih punya motif lucu keren ".

__ADS_1


Danu melirik kearah Aurie , dalam hatinya apa yang dibilang oleh perempuan pendek ini sepenuhnya benar . Jadi seperti ini rasanya saling bertukar pendapat , Danu diam saja meletakan yang hitam dan mengambil baju merah itu. Sampai tiga pasang baju pilihan Aurie selalu diambil Danu tanpa meminta pendapat dan mengeluarkan kata terimakasih.


Mereka berjalan keluar toko dan kembali menelusuri Mall , Danu membiarkan Aurie membawa belanjaan miliknya lumayan tidak pegal tangan ada pembantu gratis lain hal yang dipikirkan Aurie ia sangat senang dan berbunga bunga hari ini bisa berjalan dengan idolanya . Danu berhenti dibagian penjual ice cream.


" Mau rasa apa?". Danu menoleh ke Aurie .


" Hah?". Aurie kaget dan melihat rasa yang dijual .


" Mbak kacang merah satu , vanilla satu ".


Danu tidak suka menunggu lama maka ia memesan sesuai rasa kesukaannya saja.


" Mau ukuran besar apa kecil mas?".


" Mau yang besar ". Aurie menyela diluan.


" Yang kecil aja mbak ".


Mbak penjaga ice cream terlihat bingung , mereka bertiga saling menatap pikirnya mana yang harus dituruti.


" Saya bilang yang kecil ya kecil ".


Oke ikutin yang lakik aja kali ya lebih serem. Danu memberikan yang kacang merah kepada Aurie ia ingin Aurie merasakan yang kacang merah walau sebenernya ia hanya ingin Vanilla sih.


Sampai ditempat parkir , Danu memakai helmnya dan menoleh kebelakang ia melihat dengan secepat mungkin Aurie menjilat jilat ice creamnya agar cepat habis , soalnya susah naik motor dengan memegang belanjaan dan ice cream . Susah payah ia menjilat agar Ice creamnya cepat habis dan kak Danu tidak marah padanya. Danu memakaikan Aurie helm dengan pelan , lalu menunduk sedikit karena Aurie pendek Danu membantu Aurie menggigit ice creamnya agar cepat habis mata Aurie tentu saja terbelalak menyaksikan itu . Kak Danu tidak jijik memakan ice cream yang bekas ia jilat ia memakan ice cream itu dengan sekali lahap dan menyisahkan corn nya. Setelah menelan habis ice cream Aurie ia meliriknya.


" Udah gak susah kan gak netes - netes lagi , buruan makan cornnya ".


Iyasih jadi gak susah tapikan ia masih mau ice creamnya pikir Aurie . Sialan padahal ini pertama kalinya Aurie memakan ice cream rasa kacang merah , lagi enak-enaknya makan juga. Aurie naik keatas motor sambil cemberut menelan habis seluruh corn menyebalkannnnn ingin ia berteriak seperti itu , Danu menoleh kebelakang melihat raut wajah Aurie tapi dia diam saja tak perduli .


" Saya gak mau bawa kamu pulang , Kamu mau dituruni dimana?".


Tanya Danu datar tanpa melihat wajah Aurie , setelah memberitahu alamatnya mereka berdua jalan. Sepanjang jalan amat la garing kak Danu benar-benar tidak bersuara sedikitpun.


" Kak Danu boleh gak aku jadi temen kak Danu ". Teriak Aurie untuk memecahkan keheningan.


" Enggak ".


" Ohhiyaiya".


Padahal Aurie tidak mendengar apa kata kak Danu tapi ia iyakan saja biar cepat. Manusia berdarah dingin ini bagaimana ya biar bisa menjadi temannya susah sekali benar kata orang-orang dia ini irit berbicara tidak punya teman dimana pun ia keren tapi ia introvet yang berlebihan. Aurie turun dari motor dan mencoba membuka helm , kak Danu diam saja tidak perduli Aurie merasa kesusahan membukanya . Bukain kek batin Aurie , ia berusaha membuka kunci helm baru yang macet .


" Bukain kek". Akhirnya Aurie kesal.


Tanpa berbicara Danu membuka helmnya agak susah si mungkin karna masih baru.


" Gausa dibalikin ambil buat kamu".


Aurie memeluk helmnya dengan senang , apalagi ini pemberian idolanya.


" Makasih ya , boleh gak aku jadi temen kak Danu ?".

__ADS_1


Danu tidak menggubris pertanyaan Aurie lalu menyalakan motornya dan pergi , tanpa menoleh tanpa mengucapkan kata basa basi perpisahan .Aurie hanya memandang punggung kak Danu dari belakang huuu melihat punggungnya saja sudah tenang , untung saja sayang pikir Aurie kalau tidak udah dipukul dari tadi kepalanya .


__ADS_2