MENIKAH ! ITU JALANKU

MENIKAH ! ITU JALANKU
ATURAN ORANG TUA


__ADS_3

Gladis menatap Sakti, lalu tersenyum lesu.


Bu Sumi bangun dari duduknya dan mohon diri untuk menyiapkan minuman.


" Kak, atas dasar apa kakak menyukai Gladis? ,


apakah kakak tau latar belakang Gladis, ataupun sifat yang Gladis miliki? ,


apakah kakak tidak takut salah pilih dan membuang - buang waktu kakak untuk menjalin hubungan? ",


Gladis melanjutkan


" Gladis bukanlah seperti gadis lain yang bebas menjalin hubungan dengan siapapun .



Orang tua Gladis sangatlah saklek untuk hal seperti ini. Mereka takut Gladis dipermainkan oleh pria, sehingga aturan mereka begitu ketat.


Gladis tidak boleh berpacaran hingga Gladis bisa menghasilkan uang sendiri dan bisa bertanggung jawab untuk diri Gladis.


Jadi mohon maaf kak Sakti, jika kakak ingin kita menjalin hubungan lebih jauh Gladis tidak bisa. " , tolak Gladis dengan lembut.


Sakti melihat Gladis dan menarik nafas panjang,


" Huufh... sungguh akan panjang perjalananku", gumamnya.


" oke, kalau begitu kita berteman saja , bolehkan? " tanya Sakti sambil sedikit merayu.


" Maafin aku yang sepertinya agak memaksa,


aku tidak bermaksud menyulitkanmu.


Jika itu yang Gladis inginkan, akan aku turuti.


tapi deal ya kita berteman sekarang? ", ucap Sakti


Gladis mengangguk tersenyum.


" Mulai sekarang kita berteman, jangan menjauh. Setidaknya kamu sudah tahu perasaanku Gladis.


Jika mungkin kamu berubah pikiran dan mulai tertarik padaku, jangan ragu untuk berlari ke pelukanku" , ujar Sakti serius.


Bu Sumi datang membawa minuman, menatap mereka dengan senyuman.


" ayo diminum, sering-sering mampir kesini Nak Sakti. Sudah lama ga liat nak Sakti kadang ibu kangen loh. " , canda Bu Sumi mencairkan suasana.


Setelah perbincangan tersebut Gladis pulang ke rumah dan Sakti menelpon sopirnya untuk menjemputnya di warung Bu Sumi.


Pikiran Gladis melayang ke masa kecilnya.


Orang tua Gladis sangat otoriter terhadap Gladis.


Ketika Gladis beranjak SMA, mulai banyak lelaki yang mencari Gladis karena kecantikannya. Mereka main ke rumah Gladis ataupun menelpon ke telpon rumahnya.


Satu lelakipun tidak ada yang dibukakan pintu oleh ayah Gladis, telpon yang masuk pun langsung ditutupnya.


semakin banyak telpon masuk dan lelaki yang datang ke rumah ingin menemui Gladis, membuat ayah Gladis marah dan memperketat aturan untuk Gladis.


Larangan untuk mengikuti kegiatan sekolah diluar pelajaran sudah biasa.


Tidak boleh ikut camping, tamasya atau apapun juga sudah menjadi santapannya.


Ayahnya yang langsung menemui wali kelas Gladis untuk meminta ijin langsung bahwa Gladis tidak bisa mengikuti kegiatan di luar sekolah.


Gladis seperti terkurung dari dunia luar.

__ADS_1


Pernah suatu kali Gladis memandang keluar jendela kamar,


dan bertanya pada ibunya.


" Ibu, adakah pria yang akan mencintaiku? ,


atau aku tidak akan menikah seumur hidup? ,


kenapa kalian tidak membiarkan aku bergaul


ataupun tau dunia luar? " ,


tanya Gladis sedih kepada ibunya yang sedang menyisir rambutnya.


Ibunya dengan tenang menjawab,


" Gladis, kamu adalah anak kami satu-satunya. Walaupun kami keras tapi ibu dan ayah tidak ingin kamu dipermainkan.


Ibupun tidak ingin kamu tersiksa seperti ibu.


Mendapatkan pria keras seperti ayahmu dan selalu berbeda pendapat.


Ibu lelah dengan pertengkaran dan tanpa harapan. Ibu keras padamu agar kamu menjadi gadis yang kuat dan tahan banting.


Dunia luar keras anakku, jadilah wanita yang memiliki harga diri tinggi meskipun itu sulit" , jelas ibunya kepada Gladis.


" ibu, apakah ayah tidak menyayangiku? ", kenapa ayah tidak pernah berbincang sama sekali kepadaku. " tanya Gladis penasaran.


" Gladis, ayah dididik oleh kakekmu dengan cara


yang keras.


Ia tidak bisa mengekpresikan kasih sayang


terhadapmu dan canggung.


dari lubuk hati terdalamnya bahwa dia sangat


menyayangimu. " lanjut ibunya.


" Tidurlah Gladis , jangan mengeluh lagi. Percaya jika Tuhan akan membayar ketaatanmu kepada kami dengan cara yang luar biasa. " Ibunya pun beranjak dari kamar Gladis untuk kembali ke kamarnya.


Orang tua Gladis tergolong pasangan yang tidak harmonis. Ayahnya sangat keras dan harus selalu dihormati. Sedangkan ibunya memiliki pemikiran sendiri yang jauh berbeda dengan sikap ayahnya.


Setiap kali mereka berbincang pasti diakhiri denga pertengkaran.


Gladis serasa tinggal di neraka melihat itu. Jarang Gladis melihat mereka berpelukan ataupun tertawa bersama.


Kehidupan pernikahan yang sangat Gladis takuti.


Terkadang Gladis tidak ingin menikah.


Melihat hubungan orang tuanya yang tidak harmonis membuat ia enggan untuk menikah ataupun menjalin hubungan.


_____*****______


Sakti masuk ke mobil dan duduk di kursi tengah.


Ia terdiam dan sedang berfikir.


Ia tidak tahu apakah ini penolakan atau bukan. Cuma hatinya sedih dan kecewa.


Untuk pertama kalinya ia sulit mendapatkan apa yang ia inginkan. Perasaan ditolak sangat jarang dirasakannya.


Hidup Sakti terlalu sempurna.

__ADS_1


Ayah, Ibu yang menyayanginya,


Kakak perempuan yang memanjakannya.


Kehidupannya tidak rumit dan juga menyenangkan.


Sangat berbanding terbalik dengan hidup Gladis.


Apakah itu yang membuat ia penasaran dengan Gladis?


atau memang ada rasa suka yang mendalam yang bersemi di hatinya?


Sakti pun belum menemukan jawabannya.


_______****______


Gladis masuk rumah dengan wajah yang lesu,


dilihatnya ayahnya sedang bersama ayam kesayangannya di halaman rumah,


Ayahnya tidak menoleh Gladis datang,


beliau tetap fokus terhadap ayamnya.


Gladis masuk ke dalam rumah, dilihatnya Ibunya sedang menonton tv sambil mengupas bawang.


" Sudah pulang Nak? , tanya Ibunya.


" Baru Bu , tadi mampir ke warung juga buat beli rokok ayah. "Jawab Gladis sambil menaruh rokok yang tadi dibelinya di warung Bu Sumi di atas meja kesayangan ayahnya.


" Ya udah mandi dulu sana, terus makan.


Besok masi ospek atau gimana Dis? " tanya Ibunya sambil matanya tetap di TV.


" Sudah selesai bu, jadi bisa berangkat agak siangan. Gladis mandi dulu deh bu, permisi. " ucap Gladis pada ibunya.


Gladis masuk ke kamar, menghempaskan dirinya di tempat tidur.


Ada rasa hampa menghampirinya.


Ketika Sakti memeluknya, menarik tangannya, dan memboncengnya , ada rasa yang belum pernah dirasakan.


Perasaan aneh yang Gladis tidak tahu, apa namanya?


Di otaknya sekarang yang terbayang hanya wajah Sakti, wangi tubuhnya dan sinar matanya.


Sulit untuk menghilangkan semuanya dari pikiran Gladis.


Cara bicaranya yang sopan, rasa hormatnya dengan orang yang lebih tua tanpa memandang status membuat Gladis ingin selalu melihatnya.


Sakti bukan seperti pria kebanyakan,


ia sangat fokus terhadap satu hal dan tidak memanfaatkan kelebihannya untuk mendapatkan sesuatu dengan mudah.


Pada saat Sakti dicium oleh Clara,


terlihat Sakti tidak ingin menyakiti Clara lebih jauh lagi sehingga dengan tegas Sakti menolaknya di awal.


Sakti tidak memanfaatkan kecantikan Clara untuk memuaskan nafsu lelakinya.


Gladis tersenyum kecil memikirkannya.


tanpa terasa Gladis tertidur dengan masih menggunakan pakaian ospek dan sepatunya.


Gladis sangat terkejut dengan apa yang terjadi hari ini,

__ADS_1


karena mulai hari ini kepalanya hanya dipenuhi dengan nama SAKTI... SAKTi... dan SAKTI


__ADS_2