
Sakti berangkat kekampusnya ditemani oleh kakaknya, Alexsandra. Ia tidak memakai mobilnya sendiri namun menggunakan mobil Alex, mini cooper berwarna merah bergaris silver dan hitam.
Di sisi kiri mobil tertulis jelas nama Alexsandra bertype monotype corsiva.
Sungguh menawan Alexsandra saat mengendarai mobil , menggunakan higheels setinggi 12 cm, celana panjang legging dan baju atasan bergaya crop top yang memamerkan keindahan tubuhnya.
Layaknya seorang model, Alexsandra turun dari mobil dan melihat sekeliling.
Mereka telah tiba di kampus Sakti. Dengan anggunnya Alexsandra turun dari mobil, menatap sekeliling seolah mencari seseorang. Sakti menatap malu kakaknya.
" Kak Alex! " panggil Sakti ke kakaknya.
" Kenapa Sakti? kenapa kamu salah tingkah begitu! " tanya kakakny sambil menghamoiri adiknya.
" Aku sangat dikenal disini kak, jangan terlalu kentara. Kakak cari siapa sih?!
Jangan bilang mau cari Gladis. Kakak tau kan hubungan aku sama Gladis ga kayak orang kebanyakan! Jangan sampai kentara loh! "
ucap Sakti pada kakaknya.
" it's okay my brother. Kakak cuma penasaran wanita seperti apa yang bisa menarik perhatianmu. Clara yang dulu main ke rumah kita saja kamu tolak, padahal menurut kakak dia mendekati sempurna loh sebagai wanita.
Jadi kakak penasan banget Sak. " ucap kakaknya.
Sakti melengos ingin segera pergi meninggalkan kakaknya.
Wajah kakaknya manyun, pertanda Sakti menyuruhnya pergi.
Dari arah berlawanan seorang wanita cantik alami, berwajah polos, berpakaian sopan memakai tas berwarna merah melempar senyum ke arah Sakti.
__ADS_1
Sakti membalasnya dengan kikuk.
Alexsandra menatap Sakti dengan puas!
" itu yaa.. yg tadi lewat.. ha.. ha.. ha nanti kakak samperin ah... " canda kakaknya kepada Sakti.
Wajah Sakti seketika memerah ,lalu pergi meninggalkan Alexsandra yang masih berdiri menatap kepergian Gladis.
Alexsandra masuk ke dalam mobil merah yang warnanya sama dengan tas dan handphone Gladis. Ia melajukan mobilnya dengan cepat karena sudah melewati waktu yang dijanjikan dengan ayahnya.
Alexsandra menghentikan mobilnya di depan kantor besar dengan pintu gerbang tinggi menjulang. Di depan pintu terdapat dua security yang bertugas untuk mengecek tamu dan kendaraan yang masuk.
Dilihatnya mobil Alexsandra hendak memasuki gerbang kantor. Security pertama menghampirinya dan memenuhi prosedur pengecekan, setelah itu menanyakan keperluan Alexsandra. Alexsandra melempar senyum dan menunjukan sebuat kartu tanda keluarga.
Sikap hormat dan segan diperlihatkan oleh ke dua security tersebut. Alexsandra membalas sikap mereka dengan anggukan dan segera melajukan mobilnya kembali ke depan kantor. Dihampirinya mobil Alexsandra dengan kepala sopir dan meminta mobil Alexsandra untuk diparkirkan di tempat semestinya.
Alexsandra berjalan dengan anggunnya. Memang Alexsandra tidak bisa disamakan dengan perempuan lainnya, keanggunan dan kecantikannya diturunkan langsung dari ibunya. Cara berjalan, memberi hormat ataupun bertanya sungguh elegan.
Disapanya Alexsandra dengan sopan. " Nona Alexsandra mari masuk, sudah ditunggu oleh ayah nona." ucap Ririn sekretaris ayahnya tersebut.
Ririn berjalan mendahului Alexsandra, dengan sigap membuka pintu kantor dan mengarahkan Alexsandra untuk langsung bergabung dengan tamu beserta ayahnya sendiri.
Ada dua orang yang asing disana, masih muda dan juga tampan. Yang pertama berkacamata, tampak serius, dan punya wibawa, pria satunya tampak lebih muda dan berwajah lebih ceria.
Alexsandra menaruh tas kecil berwarna merah tua bermerk LV di sampingnya. Ia duduk dengan anggun menghadap ke arah ke dua tamu tersebut. Ayahnya berada di sampingnya.
Seorang pria salah satu dari mereka mengulurkan tangan. "Pagi nona Alexsa, perkenalkan nama saya Angga. Saya sekretaris pribadi Bapak Dion selaku direktur utama PT Black Bird. Senang berkenalan dengan anda. " Ucap Angga dengan sopan kepada Alexsa.
setelah Angga, Dion mengulurkan tangan ke Alexsa disambut baik dengan senyum oleh Alexsa . " Senang berkenalan dengan nona Alexsa." ucap Dion.
__ADS_1
" Senang juga berkenalan dengan kalian. " ucap Alexsa.
Ayah Alexsandra tertawa senang melihat dua anak muda sukses sangat sopan terhadap putrinya.
" Oke kalian sudah bertemu, tujuan saya selaku komisaris utama mempertemukan kalian karena nantinya Alexsa yang akan mengurus kerjasama transport selanjutnya. Saya memberikan wewenang penuh kepada Alexsa untuk mengambil keputusan apapun. " jelas ayah Alexsandra kepada mereka.
Alexsandra hanya manggut-manggut, begitu juga dengan Angga. Sementara Dion berwajah cool sambil mendengarkan.
Dion memang lebih tua dari Angga dan sudah memiliki sepak terjang sangat hebat dalam dunia bisnis. Sedangkan Angga adalah sekretaris pribadi Dion yang sangat amat hati-hati dalam memilih rekan bisnis dan juga rencana lainnya.
Dipanggilnya ririn yang sejak tadi berdiri di samping mereka membawa map biru dongker. Ditaruhnya map itu di meja di depan Alexsandra.
Ayahnya langsung membuka map tersebut yang berisi surat kuasa pengambilan keputusan antara PT Alexsa dan PT. Black Bird.
Alexsa membacanya dengan teliti lalu menandatanganinya. Semua dalam ruangan itu tersenyum. Semenjak penandatangan, kerjasama PT Alexsa dan Black Bird dipegang oleh Alexsandra dan Dion.
Dion dan Angga ijin pamit dan permisi. Mereka hari ini bolos kuliah . Sedangkan Alexsandra masih menemani ayahnya berbincang dikantor serta mempelajari semua hal tentang PT. Black Bird.
" Bagaimana Alex, mengenai Dion? Apa pandangan pertamamu terhadapnya? " tanya Ayahnya bersemangat.
Alexsa hanya mengangkat bahunya, " Aku tidak bisa menilainya lebih jauh. Dari yang aku pelajari dia memang pengusaha muda yang sukses, tampan dan berbakat. "
" Nah ! , itu jawaban yang ayah tunggu. Ayah ingin mendekatkanmu kepadanya. Dia pekerja keras, sangat cocok denganmu. Ayah ingin kamu menarik perhatian Dion. Karena ayah rasa dia sangat dingin terhadap wanita. " ucap Ayahnya.
" Aku bukan wanita seperti itu Ayah. Aku juga sedang dekat dengan seseorang jadi aku tidak begitu tertarik dengan pria seperti dia. " ucap Alexsandra dingin sambil membuka map tentang PT. Black Bird.
" Ya sudah kalau begitu ayah tidak memaksa lagi. Kebahagiaanmu lebih penting, karena ayah juga tidak suka jika cinta ayah dipaksakan. "
Alexsandra hanya tersenyum. Bukan Dion yang ia lihat , tapi kesopanan Angga yang menarik perhatiannya. Angga lebih ceria, dan terlihat sangat setia. Pandangan matanya menyejukkan , itu yang membuat Alexasandra ingin segera menjalin kerjasama dan berurusan dengan PT. Black Bird. Tapi apakah ayahnya menyetujui jika Angga nanti yang ingin didekatinya?
__ADS_1
PT. Black Bird adalah perseroan yang bergerak dalam bidang transportasi, pengiriman kapal , sandang pangan juga minuman beralkohol. Begitu besar ruang lingkup usaha mereka dan Dion adalah pemegang utama perusahaan tersebut. Maka itu sangat bersyukur PT. Alexsa bisa bekerja sama dengan perusahaan sebesar mereka.
Tujuan PT. Alexsa bekerjasama adalah untuk memperluas jaringan mereka hingga ke luar negeri seperti yang sekarang dilakukan oleh perusahaan Black Bird.