MENIKAH ! ITU JALANKU

MENIKAH ! ITU JALANKU
TERGILA-GILA


__ADS_3

Suasana kikuk hanya dirasakan oleh Sakti.


Gladis terlihat santaitanpa beban,


ia mengambil rokok yang ditaruh bu sumi di depan sakti.


Entah sengaja atau tidak bu sumi melakukan itu


tapi itu membuat gladis harus melewati pundak


Sakti untuk mengambilnya.


Aroma Parfum sakti sangat lembut dan enak.


seisi warung selalu harum jika sakti nongkrong


disana.


Terlihat Sakti adalah anak orang punya dan tidak sembarangan.


Dari sepatu, jam tangan dan parfumnya sangat


berkelas. kulit yang putih dan terawat.


jika dipikir-pikir, siapa wanita yang bisa menolaknya?!


tapi lagi-lagi Gladis hanya menatapnya datar.


Bu Sumi hanya tersenyum melihat gelagat Sakti.


"Nak Gladis .." panggil Bu Sumi.


" iya bu ", jawab gladis polos.


" Ga duduk dulu nak,dijalan panas, tumben nak


gladis pulang jam segini,


apa ga capek?,


duduk dulu nak..


ibu lagi ulang tahun mau bagi-bagi es teh manis gratis ", ujar Bu Sumi.


" ah ga bu, saya mau cepat pulang saja! " ,


jawab gladis.


" ya duduk dulu nak gladis sudah ibu bikinkan es teh, mau ya.... " bujuk Bu Sumi sambil melirik kearah Sakti.


dari raut wajahnya Gladis terlihat kikuk dan tidak enak hati..


Es teh yang dibuatkan bu sumi ditaruh di sebelah Sakti.


Sakti tampak sakti kaget dan tersenyum mengarah ke bu sumi.


Gladis mau tidak mau harus duduk di sebelah


Sakti, tercium parfum rose mawar ala-ala abg dari tubuh Gladis.


sakti tersenyum tertahan.


deg..


deg...


deg...


begitu bunyi degup jantung Sakti.


Gladis terdiam lalu berkata " Terimakasih Bu untuk tehnya, tehnya enak..


Semoga Bu Sumi diberikan panjang umur,kesehatan dan kebahagiaan.


Berbahagia selalu bu! "


ucap gladis semangat.


Gladis menggenggam es tehnya sambil

__ADS_1


memainkan kakinya,


serasa ingin cepat-cepat menghabiskannya.


Hati sakti serasa meleleh mendengar ucapan gladis, ingin rasanya ia membawa pulang gadis itu dan tidak melepasnya.


pertama kalinya ia tergila-gila akan wanita.


Polos,sopan, dan berkarakter!


apalagi yang sakti cari.


pertama kalinya juga sakti ingin cepat dewasa dan fokus untuk menikahi satu wanita yaitu GLADIS.


waktu serasa terhenti , sakti ingin bicara tapi tertahan.


Jaraknya sangat dekat, sakti ingin menguatkan diri untuk menoleh ke arah Gladis, namun sebelum Sakti menoleh Gladis sudah berdiri..


" Bu Sumi terimakasih teh nya ya,


sangat enak .. saya permisi dulu..takut bapak sudah pulang." ujar gladis sambil menaruh gelas tehnya dan berbalik badan.


" nggih nak Gladis, terimakasih doanya." sambil menepuk pundak gladis Bu Sumi mengantarkannya ke luar warung.


Sakti hanya terdiam melepaskan kesempatan itu.


Bu Sumi kembali dari mengantar Gladis, dilihatnya Sakti sambil tersenyum.


" Kenapa ga diajak ngomong to Mas, daritadi nungguin.. sampe bohong ibu biar kamu ada kesempatan ngbrol...


soalnya saya kasian sama anak itu, baik , polos mending saya jodohin sama kamu aja ya.. kayanya sama-sama baik." ujar Bu Sumi berkelakar.


" Makasi banget Bu Sumi bantuannya, tapi saya kikuk ga nyangka dia muncul dari belakang. Tumben juga saya begini, ntar saya bayar deh teh nya, besok-besok gitu lagi ya.. lumayan dapet liat lebih lama." jawab sakti terkekeh..


Di dalam hatinya sangat senang, penantiannya dari tadi menunggu Gladis pulang tidak sia-sia.


3 ( tiga ) bulan setelah pertemuan dengan Gladis, sakti selalu menunggu kedatangan Gladis dengan sabar. Sampai saat inipun,


Sakti hanya melihat dari kejauhan tanpa sempat bersalaman.


Banyak anak SMP dan SMA yang berkerumun jika jam sudah menunjukkan pukul 13.20,


Saat itu Sakti lebih memilih pergi karena selalu jadi Sorotan para gadis yang datang ke warung Bu Sumi.


Suatu hari di Warung Bu Sumi.......


" Bu Sum, mungkin saya bakal jarang nongkrong disini lagi...


saya sudah kelas 3 SMA ntar lagi lulus, sedih rasanya. Kayaknya tempat ini bakal jadi tempat yang saya kangenin.


Saya juga harus persiapin buat ujian kelulusan, minta tolong jagain Gladis ya bu sum." tawa sakti sambil bercanda.


" eleeh ada ajaaa yang nak sakti omongin,awalnya


sedih jadi ketawa. kalau tau mau pisah


setidaknya pernah ngobrol dulu dong nak Sakti!


masa dibiarin aja, ntar diambil orang loh. " jawab


Bu Sumi mengejek.


" Dia masih terlalu kecil untuk saya ikat Bu Sum,biar dia dewasa dulu..


kasihan dia.


nanti saya pasti kembali buat jemput dia.." ujar


sakti menambahkan.


Bulan Mei persiapan ujian


Sakti sibuk belajar semua soal untuk


kelulusannya, sama halnya dengan Gladis.


Gladis belajar tanpa tutor, setiap malam dia harus membaca lagi semua pelajaran yang diberikan sekolah, keinginannya hanya lulus.


tidak terbersit sedikitpun menjadi juara atau bintang kelas.

__ADS_1


Berbeda dengan Sakti , ia harus mempertahankan juara umumnya agar dipercaya memilih fakultas yang Ia inginkan.


Gladis tetap seperti biasa mampir di warung bu sumi untuk membeli sebungkus rokok.


tapi ada yang berbeda, tatapan mata seseorang yang tidak pernah lepas dari dirinya tidak ada lagi.


Rupanya Gladis merasakan tatapan mata Sakti yang tajam.


Awalnya Gladis merasa ada sesuatu yang mengikutinya, ketika berbalik badan Gladis melihat sakti tiba-tiba memalingkan wajah ketika mata mereka bertemu.


Itu membuat Gladis malu.


Apa aku ke GE ER an ya.. pikir Gladis.


hari demi hari , tatapan itu tidak dirasakan lagi.


Ada rasa penasaran kemana seseorang itu pergi, namun Gladis enggan bertanya.


Bukan urusanku, urusanku hanyalah lulus SMP, LuLus SMA, Kuliah, Kerja atau menikah untuk meninggalkan neraka di rumah ini.


pikirnya...


Biarpun Gladis adalah anak yang penurut , ia merasa tertekan dengan aturan dan perintah ayahnya yang haris dituruti.


Gladis lelah dengan mental ibunya yang selalu iri dengan orang tua lain yang memiliki anak laki-laki.


Seandainya ia memiliki uang, Gladis akan lari dan pergi meninggalkan mereka.


Lebih baik mereka pungut anak lain daripada aku yang dijadikan korban. Pikirnya kembali.


----------***----------


Hari kelulusan tiba!!!!


Sakti Dinyatakan lulus dengan nilai terbaik,sungguh membanggakan.


kini ia bisa dengan leluasa memilih fakultas yang diinginkannya.


Clara menduduki juara kedua.


Biarpun menduduki juara dua, Clara tetap bahagia karena saingannya adalah orang yang sangat ia cintai.


------*****--------


Saat sakti melihat pengumuman kelulusannya, ia langsung bergumam,


Hari ini aku akan pamitan ke Bu Sum,aku harus kesana sebelum Jam 1..


Aku sangat kangen dengan dia..


Ditempat yang berbeda,


Gladispun bergembira, ia lulus dengan nilai


rata-rata.


" yes!!" ,


hanya itu kata yang keluar dari mulut Gladis.


Seperti biasa ia tidak perlu peringkat, yang penting lulus naik kelas dan secepatnya pergi.


Mataharipun kembali dengan teriknya, bel pulang sekolah memanggil untuk berlari pulang ke rumah masing-masing.


Dari warung bu sumi,


terlihat seorang gadis berlari tanpa


membawa kamus lagi, menghindari panas


dengan senyum mengembang di wajahnya.


Di tempat yang sama seorang pria tampan


melihatnya menunggu gadis tersebut memasuki


warung untuk membeli sebungkus rokok.


Mata mereka saling bertemu, tanpa kata.

__ADS_1


gladis semakin mendekat, pria tersebut hanya duduk memandangnya, seperti menahan rindu yang sangat lama.



__ADS_2