MENIKAH ! ITU JALANKU

MENIKAH ! ITU JALANKU
BERTEMU KEMBALI


__ADS_3

Kami bertemu kembali...


Gladis mulai memperkenalkan diri,


" Selamat Siang,


nama saya Gladis Citra Purnama,


bisa dipanggil Gladis..


asal sekolah saya dari SMA Negeri 4 Jakarta, terimakasih. "


tutup Gladis.


Tangannya dingin menahan grogi berdiri di depan podium dengan ratusan mata yang memandangnya.


Sakti melihat Gladis dan tampak kaget,


"Ouh yaa..?,


SMA Negeri 4 Jakarta?


berarti kamu adik kelas Saya dan Clara.. karena kami dulu alumni sana.


apa mungkin kita jodoh ya ? "


canda Sakti sambil melipat ke dua tangannya.


Dengan candaan Sakti suasana aula pun mencair ,Sorak sorai kembali memenuhi ruangan


" no telfon dooong".....


" alamatnyaa Diss, biar bisa anter jemput"....


" masuk grup wa yuk" ....


" haha.. haha.. cantik juga ya.. "


" hei dy malu kayanya..."


" imut ya..."


banyak suara lelaki yang dominan terdengar saat menggoda Gladis.


wajah Gladis memerah menahan malu, dalam hati Gladis ingin segera mengakhiri perkenalan ini dan pulang ke rumahnya.


Wajah Sakti seakan-akan menikmati suasana tersebut,


" oke tenang ya,


jadi gini buat kalian bertiga juga kalian para


mahasiswa baru.


karena mereka bertiga belum mendapatkan


kelompok dan kalah dalam permainan ini jadi


hukumannya,


kalian harus jadi asisten saya ! "


?Sakti berkata sambil memandang Gladis.


" uuww....uuw...." terdengar lagi para mahasiswa menyoraki ketiga maba baru yang terkena hukuman.


Dari belakang podium Clara sangat kaget dengan yang Sakti ucapakan.


Whaaat?!!


asistenn??!!


apa yang sakti lakukan??


buat apa tiga orang maba berkumpul bersama kita. Apa kelebihan mereka,


hanya kumpulan anak baru yang tidak tahu apa-apa.


Clara sangat kesal dengan keputusan Sakti.Padahal saat kepengurusan mahasiswa barulah Clara bisa memiliki waktu yang lama bersama Sakti.


Sakti melanjutkan, k


" Jadi mungkin kalian akan pulang lebih telat dari yang lain dan juga lebih sibuk, okey! "


Sakti menatap mereka bertiga seakan-akan semua sudah oke dan tidak ada penolakan.


Terlihat ketiga anak baru tersebut mengangguk.

__ADS_1


" oke kembali ke tempat kalian masing-masing. Dan untuk semua yang hadir di sini,hari ini cukup sampai disini dulu ,kalian boleh pulang ke rumah masing-masing ."


Sakti berdiri di podium dan membubarkan para mahasiswa dan mahasiswi baru tersebut.


" horeeee...."


terdengar teriakan senang dari semua mahasiswa dan mahasiswi.


Mereka berdesak-desakan ingin paling pertama keluar dari aula.


Kelelahan fisik dan pikiran sepertinya sudah tak terbendung lagi,


taat dengan perintah,bangun pagi, memakai


riasan yang tidak semestinya membuat energi


mereka terkuras dan tidak sabar ingin pulang ke rumah.


Masih di aula, Clara mendatangi Sakti dengan wajah yang kesal dan marah.


" Apa yang kamu lakukan Sak, buat apa anak-anak tersebut jadi asisten kita??" tanya Clara dengan melemparkan tisu yang dibawanya ke lantai.


sakti tersenyum dan menjawab ,


" Aku hanya ingin membentuk generasi-generasi


penerus kita Clar, setidaknya mereka tahu kerjaan


osis tidak semudah yang mereka pikirkan dan


juga mereka dapat belajar banyak dari kita. Aku


juga pengen kamu ga sibuk sendiri, enak kan ada


yang bantu. Anggota-anggota lain sedang sibuk


mengurus perlombaan kampus, setidaknya


mereka bantu banget buat kita."


Sakti berusaha menenangkan Clara yang sedang emosi.


Sakti tidak ingin emosi Clara ditumpahkan kepada mereka Maba baru yang masih polos tersebut.


terutama Gladis!


" buat apa sih Sak?? mereka ga jadi asisten kita, kita juga bisa kok. sebenarnya apa tujuanmu..? kamu ga pernah kayak gini.." tampak wajah Clara cemberut.


" udah deh aku ga mau ribut. ga ada ruginya mereka jadi asisten kita. Seperti yang aku jelaskan tadi,kita lebih terbantu dan mereka pun akan banyak dapat pengalaman dari kita! " Sakti menjawab sambil mengambil tasnya untuk berlalu pulang meninggalkan Clara.


Sakti berlari ke parkiran,dicarinya sosok wanita yang menarik hatinya.


Tidak ada tanda-tanda Gladis ada disana,


kembali sakti mencari kebelakang parkiran.


Juga tidak ada.


Dengan kendaraan apa Gladis ke kampus?


tidak mungkin jalan kaki kan?


apa angkutan umum?


jangan bilang naik sepeda dari rumahnya.


15 menit sudah dilewati,


sepertinya Gladis sudah pulang.


Sakti hendak keluar kampus untuk mencari mobil yang diparkirnya.


Dilihatnya sosok yang sedang dicari,


sangat bersusah payah menstarter motornya.


OH God,


you are awesome women.. right??


pikirnya


Sakti berlari menghampiri Gladis,


dilihatnya Gladis kesusahan medongkrak dua motornya.


" biar aku bantu..." bujuk Sakt sambil mengambil alih stang motor.

__ADS_1


Gladis sangat terkejut , lalu melepaskan motornya begitu saja.


Tangan mereka bersentuhan.


" te..terimakasih . "


ucap Gladis sambil membersihkan tangannya yang kotor berdebu di kemeja yang ia pakai.


" Nanti cuci ya kemejanya, sudah kamu pakai lap tanganmu! untuk besok pastikan dirimu bersih ketika menjadi asisten saya." saran Sakti ketika Gladis tetap menatapnya.


Muka Gladis berubah merah ,bercampur kesal dan malu.


mending aku tidak dibantu daripada mendengar komentar menusuk seperti ini.


Sakti terus menggenjot motor Gladis,


akhirnya motor Gladispun menyala.


" waow, keren juga ya,


kamu bisa mengendarai motor yang ada koplingnya?? jarang loh ada wanita yang bisa..


ini motor supra xx di jamannya, aku pernah memakainya. tapi duluuuu.. duluu sekali.. rupanya masih ada ." terang sakti dengan santainya.


Gladis berdiri disebelah Sakti hendak mengambil alih motornya,


" ini motor ayahku, diberikannya untukku. Daripada tidak ada kendaraan, semasih bisa berjalan ini tetap kendaraan.


Ga usah menyombong kalau dari kata-katamu mau mengejek bahwa ini motor jadul." jawab Gadis sambil naik ke motornya.


" terimakasih pertolongannya!" lanjut Gladis dengan muka kesal .


Sepertinya dia mau mengejek motorku , pikir Gladis


Ia mengatakan dulu,duluu ...sekali


memangnya sekarang jaman apa. Mengesalkan!


Gladis menjalankan motornya meninggalkan Sakti.


Sakti terlihat bingung,


Kapan aku mengejek?


maksudku bukan mengejek,


tapi kenapa dia berfikir seperti itu?


Apa aku salah mengatakan dulu?


sakti berbalik arah , berjalan untuk menghampiri mobilnya.


Ah.. sudahlah... tapi..


semakin dia marah rupanya ia terlihat semakin cantik.


Sakti tersenyum memikirkannya.


Sakti berjalan menghampiri mobil Jeep Wrangler berwarna hitam kesayangannya.


Fasilitas yang diberikan keluarga Sakti untuknya sangat lengkap dan berkelas.


Sebenarnya Sakti tidak terlalu peduli fasilitas apa yang diberikan. Ia hanya ingin hidup tanpa diatur dan berusaha menjadi yang terbaik untuk dirinya.


Ibunya sangat memanjakannya, terkadang


membuatnya tidak nyaman dengan umur yang sekarang.


Sakti merupakan anak kedua dari dua bersaudara.


Ia memiliki kakak perempuan bernama


Alexsandra Ramadhani.



Berambut panjang sepinggang ,


kulitnya putih terawat, hidungnya mancung dan memiliki bibir kecil.


Sama seperti Sakti selalu menjadi siswi teladan dan pintar.


Namun sekarang kakaknya sedang berada di luar negeri , untuk melanjutkan studi bisnis S2 nya.


Sebenarnya ibunya sangat ingin sakti menyusulnya,


tapi apa daya Sakti menolak dan memaksa untuk kuliah di Universitas Negeri , yang menurut ibunya tidak sepadan dengan kepintaran dan kekayaan keluarga mereka.

__ADS_1


__ADS_2