MENIKAH ! ITU JALANKU

MENIKAH ! ITU JALANKU
WARUNG BU SUMI


__ADS_3

siang hari yang terik,


debu-debu berterbangan diterpa angin.


Sakti sedang meminum teh di warung bu sumi,


seperti biasa sakti bolos di ekstra melukis yang


dipilihkan ayahnya.


Biarpun sakti selalu membolos, juara umum tidak lepas tiap tahunnya.


Siswa terpintar,nilai tertinggi ,selalu melekat di


dirinya.


Namun ada kurangnya, ia selalu membolos di


ekstra melukis pilihan ayahnya.


Sakti tidak suka melukis namun ayahnya selalu


memaksanya untuk mengambil ekstra melukis


yang katanya guna melatih kesabaran.


Sakti bersekolah di SMAN Favorit remaja yaitu.


SMAN 4 ,dimana waktu itu hanya anak-anak yang pintar


yang mampu sekolah disana.


Ibunya sebenarnya ingin sakti sekolah di sekolah


internasional namun sakti menolak karena ia


ingin bergaul tanpa memandang status sosial.


ia juga merasa terlalu ada gap( jarak) ketika nanti


ia harus berkumpul bersama sepupu-sepupunya


yang lain yang kurang mampu.


Sekolah negeri menurut sakti lebih asik dan nyaman.


Yang penting ia mampu mempertahankan juara umumnya,


jadi ayahnya tidak masalah dengan pilihannya.


1 Km dari SMAN 4 terdapat sekolah smp yaitu


SMPN 1.


SMP Negeri di jamannya tetap merupakan smp


favorit .


terkadang anak SMPN 1 dan SMAN 4 bertemu di warung bu sumi karena membolos.


Warung bu sumi diminati karena letaknya di ujung jalan tidak terlihat dari sekolah dan menjadi satu dengan rumah warga.


Tidak kentara jika mereka kabur kesana termasuk sakti.


Setelah warung bu sumi , 2 km darisana adalah rumah gladis.


Ya, gladis memang diusahakan mencari sekolah yang tidak jauh dari rumahnya.


ayahnya sibuk bekerja sebagai sopir taxi


sedangkan ibunya berjualan keliling.


gladis harus mandiri dan serba bisa di rumah.


Waktu menunjukkan pukul 12.30 waktunya anak


SMPN 1 pulang ke rumahnya.


Sakti dengan cepat berlari menuju warung bu sumi takut-takut seseorang yang ditunggu sudah pergi.


Hanya 8 menit waktu yang dibutukan untuk sampai ke warung Bu Sumi,


persetan dengan ekstra melukis,dipikirannya hanya terlintas gadis manis tanpa senyum yang selalu membeli rokok.


Waktu menunjukkan pukul 12.45, terlihat dari kejauhan seorang gadis yang sedang berlari menutupi kepalanya dengan kamus.


itu dia, dia datang! jantung sakti berdegup


kencang,sesak rasanya.


Gladis semakin mendekat,,,,


tatapan gladis tidak peduli dengan keadaan sekitar.


Gladis berlari melambat mendekati warung Bu Sumi,seperti biasa yang kalimat yang keluar dari mulutnya.


" Bu, beli rokoknya 1! " ujar Gladis singkat,


Sambil memainkan kakinya sehingga terdengar


bunyi tok tok tok dari sepatunya.


Sambil menyadarkan kepala di tembok warung

__ADS_1


Sakti memperhatikan gladis dari belakang.


Sungguh menarik gadis ini,


aku sangat menginginkannya!!! pikir Sakti.


sakti terus memperhatikannya,


dilihatnya gladis memberikan uang pas untuk


membayar.


Bu Sumi memberikan rokoknya,


Gladis mengucapkan terimakasih dan berlari


meninggalkan warung.


Sakti mengarahkan pandangannya ke gladis yang


sedang berlari menuju rumahnya, sangat


menyenangkan perasaan yang sekarang sakti


rasakan.


seumur hidupnya baru kali ini sakti tidak


dipedulikan.


Biasanya Sakti sangat percaya diri, kemanapun ia pergi pasti akan ada yang menoleh untuk melihatnya hingga 2x. Sudah keberapa kalinya ia bertemu Gladis, satu kalipun Gladis tidak menyadari kehadirannya.


Apa wanita itu tidak tertarik dengan lelaki..?!


Kenapa sekalipun dia tidak pernah menoleh ke arahku.


apa dia sudah memiliki pacar?!


mungkin besok aku akan menyapanya. pikir Sakti.


Jam berdentang menunjukkan pukul 05.30 pagi,


Sakti sudah membuka matanya.


Rupanya ia tidak bisa tidur karen kepikiran sosok gadis yang menarik perhatiannya.


Diambilnya handphone yang terletak di samping tempat tidurnya.


Dilihatnya ada pesan dari Clara, teman dekatnya yang selalu mengejar-ngejar cintanya.


"With you in my life, I don’t throw the alarm clock at the wall anymore because I can’t wait to get up. Remember today that I love you."


(Bersamamu dalam hidupku, aku tak lagi melemparkan jam alarm ke tembok karena aku tak sabar untuk bangun. Ingatlah kalau hari ini aku sayang padamu.)


Clara adalah ketua osis di SMA tempat sakti bersekolah. Cantik,pintar,cekatan dan sedikit sombong itu kata anak-anak disana.


Clara sangat menyukai Sakti,banyak anak-anak yang membicarakan mereka dan jika dilihat mereka adalah pasangan yang serasi.


Sama-sama dari keluarga kaya, mampu dan pintar, sangat sempurna.


Tapi itu hanya anggapan orang termasuk juga Clara.


Clara sangat percaya diri Sakti pasti terpikat padanya, padahal Sakti sering menghindarinya.


Jam menunjukkan pukul 6 pagi, ayam mulai berkokok bersahut-sahutan.


Sakti menuju kamar mandi untuk bersiap-siap ke sekolah.


Hari ini sakti merubah parfumnya lebih lembut tapi menusuk.


Ia ingin menarik perhatian gladis dan mengajaknya berkenalan.


Sepanjang pelajaran sakti tidak bisa fokus,


Sakti hanya menunggu jam pulang sekolah ,ia ingin berlari ke warung Bu Sumi.


Bell pulang berbunyi, Sakti bersiap untuk pulang!


tiba-tiba Clara datang menghampirinya,


" Sak, mau kemana ? keliatan buru-buru banget sie.. kenapa pesanku ga kamu bales..?", tanya Clara dengan manja.


Sakti tetap berjalan melewati Clara, pikirannya


hanya dipenuhi oleh Gladis,


Sakti takut gladis sudah berbelanja di warung Bu Sumi.


" sakti... sakti.....!! " panggil Clara kesal.


----------....--------------


Sakti sudah duduk di warung Bu Sumi,


jam menunjukkan pukul 12.45 tapi ,


Gladis tak kunjung datang.


Sakti gelisah,


tapi malu untuk bertanya pada Bu Sumi apakah Gladis sudah lewat..


10 menit berlalu,

__ADS_1


15 menit,


dan 20 menit...


waktu berjalan sangat lambat...


Sakti masih menunggu.....


Tiba-tiba terdengar suara bu sumi mengagetkan Sakti


" Daritadi mas sakti liat jalan terus..


ono opo mas?


siapa yang ditunggu...." ,tanya bu sumi yang


sedang merapikan dagangannya.


" mmm... Ga nunggu siapa-siapa kok Bu! " ,


jawab sakti berbohong.


" kirain nunggu seseorang, kalau neng gladis belum lewat mas..


tumben memang jam segini belum dateng. "


ucap bu sumi sambil lalu.


Deg.......


Rupanya bu sumi tahu perasaanku,


pikir Sakti. Pipinya mulai memerah samar.


ah sudah kepalang tanggung , aku tanyakan saja semua yang ada dikepalaku. kembali pikirannya bersliweran mengisi otaknya.


"emmm....Bu, mau tanya....


apa gladis punya pacar ya bu?


atau pernah bersama pria gitu bu ?


lewat warung ibu gitu ",tanya sakti agak kikuk.


Bu Sumi mulai meliriknya dan tersenyum menjawab,


" Kalau saya lihat ga pernah sie mas,


memang bapaknya galak sama dia tapi nak gladis


itu ga murahan..


ga ngelawan..


nuwut apa aja dibilang orang tuanya.


ga pernah juga main kesana kemari kayak anak jaman sekarang.


Pokoknya buagus mas.


Saya ga tau sie semuanya tapi kalau yang saya lihat ya buagus gitu ..


daripada kayak jaman sekarang smp sudah pacaran, ga suka aku mas! " tutup bu Sumi.


Ya Tuhan.........


aku semakin dimabuk kepayang dengan Gladis.


aku benar-benar ingin memilikinya.pikir Sakti kembali.


ketika obrolan makin seru, terdengar suara dari belakang,


" rokok 1 bu, seperti biasa! ", pinta Gladis datar.


suara itu,


suara yang Sakti rindukan..


Sakti berbalik,


dilihatnya Gladis sangat dekat dengannya,


tepat dibelakangnya!


Gladis seperti tidak peduli, tidak canggung ataupun malu.


sakti tidak bisa bergerak, kaku dan rencana berkenalannya buyar.


" permisi .. saya mau ambil rokok.. maaf .." ,


tangan gladis melewati pundak sakti yang sedang duduk di meja warung tempat barang dagangan di susun.


Warung bu sumi tidak besar, jika kita duduk di


depan susunan dagangannya yang lain tidak akan


bisa lewat.


Hanya sekitar 4 orang yg bisa duduk disana berjejer.


tapi disediakan kursi diluar warung untuk duduk


dan sekedar merasakan angin sepoi-sepoi.

__ADS_1


__ADS_2