
" Fakultas Ilmu Ekonomi Negeri
DEPARTEMEN ILMU EKONOMI
Visi:
“Menjadi pusat pembelajaran ekonomi yang bereputasi baik di Asia sehingga berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia dan masyarakat global.”
Misi:
Memberikan kontribusi pada pengembangan pengetahuan di bidang ekonomi;
Memberikan kontribusi pada pengembangan penelitian di bidang ekonomi yang berkualitas tinggi dan relevan bagi pembangunan Indonesia dan masyarakat global;
Meningkatkan kualitas dosen sehingga unggul di tingkat nasional dan bereputasi baik di Asia;
Membangun budaya akademik yang apresiatif, inovatif, egaliter, unggul dan inklusif;
Menyiapkan pemimpin yang memiliki tanggung jawab sosial dan mampu menghadapi perubahan lingkungan global."
Terlihat seorang gadis berwajah blasteran sedang membacanya dengan lantang.
Ratusan mahasiswa dan mahasiswi baru, duduk bersila di aula yang sangat besar.
mereka memakai setelan kemeja putih dan celana panjang hitam.
untuk yang wanita rambut dikuncir dua dengan kalung leher bertuliskan nama mereka,
sedangkan yang pria berambut plontos memakai tas karung dan kaos kaki berbeda warna.
lucu jika diperhatikan.
Sangat khas suasana ospek di universitas negeri tersebut.
Para mahasiswa dan mahasiswi baru masih berwajah lugu dan sangat hormat dengan para senior mereka.
Keriuhan dari subuh jam 5 pagi masih menggema di fakultas tersebut.
Sudah jam 7 pagi, waktunya perkenalan dengan ketua Osis yang datang belakangan setelah pembacaan visi dan misi kampus dari wakil ketua.
Gadis yang berdiri di podium ,berbadan centil, berkulit putih, sepertinya blasteran terlihat dari warna matanya yang coklat dan bentuk wajah ke bule-bulean.
" oke, setelah pembacaan visi misi, dan tata tertib kampus kita.
Saya, Clara!
yang bertugas sebagai wakil ketua osis akan memperkenalkan ketua kami selaku penanggung jawab acara ini .
Saya panggilkan,
ke atas podium ketua osis kita,
Gilang Sakti Ramadhan!!
silahkan kak Gilang dipersilakan maju ke depan. untuk itu saya Clara, undur diri dulu."
Clara mengedipkan sebelah matanya ke Sakti.
terlihat keriuhan ketika seorang pria berjalan ke depan podium dengan badan tegap dan langkah yang mantap.
Sorak sorai beserta tepuk tangan memenuhi aula.
suara yang terdengar dominan suara para gadis.
" Gila kereen bangeet! "
"ampun gantengnyaa! "
" kamu cium ga wanginya pas dy jalan, dueh meleleh ! " terdengar dua orang gadis saling berbicara.
" ga nyesel masuk fakultas ini, hahaha. " sahut suara yang lain.
Sakti berjalan menuju podium, mengambil mic dari tangan Clara dan mulai berbicara.
" selamat pagi semua adik-adik mahasiswa dan
mahasisiwi baru,
terimakasih sudah hadir disini tepat waktu.
Selamat datang di Fakultas Negeri kebanggaan kita semua.
Mohon jaga perilaku serta taati tata tertib di kampus ini agar kampus kita tetap menjadi kampus terbaik dan terfavorit di negeri ini.
perkenalkan Nama saya Gilang Sakti Ramadhan ,
kalian bisa panggil saya Sakti. Saya ketua osis di
fakultas ekonomi ini.
apapun yang kalian ingin tanyakan , bisa langsung kalian tanyakan ke saya ataupun Clara selaku wakil ketua di kampus ini.
untuk info kampus dan lainnya sudah dijelaskan tadi oleh Clara .
Untuk mempersingkat waktu saya akhiri
__ADS_1
perkenalan saya ini dan kita akan mulai untuk
kegiatan ospek satu minggu ke depan".
terdengar kembali keriuhan mahasiswa dan mahasiswi saat sakti berbicara.
Sambil berbicara mata sakti terus mencari seseorang di kerumunan para maba ( mahasiswa baru).
Matanya terhenti di baris tengah,
Sinar matanya masih sama,
Kulitnya lebih terawat,
Kecantikannya bertambah matang...
Gladis akhirnya kamu datang!!!
Sakti kembali menyusun kata-katanya,
pikirannya tidak karuan,
jantungnya ingin melompat melihat wanita yang
ditunggunya telah datang.
" oh iya ada tambahan,
seharusnya Clara yang memulai games ini..
tapi saya ingin lebih mengenal kalian dan membuat kalian rilex.
kita akan membuat kelompok, dimana seminggu
ke depan ini kalian harus terus bersama mereka..
gotong royong dan mengerjakan tugas apapun.
satu orang melakukan kesalahan yang lain akan terkena juga..
Mengerti..!
Dalam hitungin ke 10 kalian sudah harus mendapatkan kelompok sendiri yang berisi 7 orang anggota.. tidak boleh kurang ataupun lebih...
jika tidak bisa mendapatkannya , kalian harus maju ke podium memperkenalkan diri dan saya yang menentukan hukumannya."
ucap sakti tersenyum, dan kembali melanjutkan
satu...
Duaaa...
tigaa..
empaat...
lima.....
enam....
tujuh.....
Delapan.....
sembilan...
se..puuuu...luuh ! "
para mahasiswa dan mahasiswi mulai mencari
kelompok.
suasana begitu riuh mengalahkan demo
kenaikan bensin.
Sakti mulai tersenyum,matanya melihat ke arah
Gladis.
sudah dipastikan Gladis akan datang padanya.
Dilihatnya wajah Gladis yang mulai cemas,
menunggu seseorang yang akan mengajaknya
berkelompok.
Para mahasiswa dan mahasiswi
dengan cepat membentuk kelompok mereka.
Hanya gladis yang belum mendapatkan kelompok..
raut cemas terlihat dari wajah Gladis..
__ADS_1
itu yang sakti tunggu!
" Waktu habis...!" suara sakti menggelegar di aula tersebut.
" saya lanjutkan ya, adakah yang belum mendapatkan kelompok? " tanya Sakti penasaran.
Gladis ragu mengangkat tangannya,
sakti sudah tidak sabar menunggu Gladis datang padanya.
Dengan menghela nafas panjang Gladis berdiri
" saya,
Saya belum mendapatkan kelompok." jawab Gladis sambil menatap mata sakti.
Gladis berfikir, ya sudah.. daripada mengemis untuk mencari kelompok lebih baik ia menerima hukuman.
Sudah bisa ditebak apa yang akan terjadi,
Clara mendatangi Sakti.
"kenapa tumben dibagi tujuh sak, biasanya juga per kelompok isi enam.. pasti ada 3 maba yang tersisa.." ujar clara.
" pengen aja, biar lebih seru..., untuk games ini biar aku yang nentuin hukumannya ya.. lagi kangen masa-masa itu.. " jawab sakti terhadap Clara.
" okelaaah..." Clara menyetujui.
Ayo.. tiga maba yang belum dapat kelompok kalian maju ke depan... cepat ya.. waktu berjalan..!" ujar Sakti sambil memasang raut tegasnya padahal dalam hatinya sangat senang.
Gladis berdiri,
dan yang paling pertama maju ke depan.
Diikuti Dua pria yang belum mendapatkan
kelompok.
senasib dengan Gladis.
Mereka telah sampai di podium,
" okeyyy.. yang cowok-cowok dulu deh..
perkenalkan diri kalian ." ajak Sakti.
Sakti mendatangi
salah satu dari mereka yang sudah maju ke depan.Lelaki itu mengambil mic dari tangan Sakti dan mulai memperkenalkan diri.
Tubuhnya tinggi, berkulit sawo matang, senyumannya manis, berkacamata, namanya Dion.
" Halo semua, perkenalkan Nama saya Dion Rahadiputra. Panggil saja saya Dion.. terimakasih",
Sorak sorai maba kembali terdengar.
"uuu...uuu...uuuuuu"..
Dion tertunduk malu dan kembali berkumpul dibelakang bersama dua maba lainnya.
Lelaki kedua,
Terlihat pendiem, putih, cool , tampan tapi memiliki tatapan kosong.
ia maju kedepan setelah Dion ,dan mengambil mic nya.
" Nama saya Airlangga, panggil saya Angga", ucapnya.
" Terimakasih!"
sangat singkat perkenalan Angga membuat suasana hening seperti kuburan.
Yang terakhir Gladis. Ketika Gladis akan maju, Sakti maju lebih dulu mengambil mic dari tangan Angga.
Gladis terdiam melihat Sakti.
" oke, perkenalan yang terakhir ya.. " ujar sakti.
Sakti memberikan Mic nya kepada Gladis.
Dengan kaku Gladis mengambil mic nya, ketika sakti melewati punggung Gladis untuk berada di belakangnya...
Gladis terhenyak,
Aroma parfum yang Khas,,
tatapan mata yang sama,,
Senyum yang tertahan,,
ia dia...
benar dia..
Dia Pria di warung bu sumi...
Pria dari 3 tahun lalu, yang selalu menatapnya...
__ADS_1