MENIKAH ! ITU JALANKU

MENIKAH ! ITU JALANKU
Ketulusan


__ADS_3

Sakti menarik tangan Gladis dan menaruh handphonenya di genggaman Gladis.


" Terima ya Dis, aku tidak bisa tanpa kabarmu. Untuk menghubungiku kamu tinggal menekan angka satu agak lama maka akan tersambung langsung ke nomerku." jelas Sakti pada Gladis.


Gladis menganggukkan kepala tanda setuju, lagi-lagi ia melupakan larangan orang tuanya.


" Te.. ri.. ma kasih Sakti. " Sangat kelu lidah Gladis mengeluarkan kata terima kasih karena ia tidak pernah mau menerima apapun dari orang lain apalagi seorang pria. Gladis tidak ingin di cap sebagai wanita matre ataupun murahan.


Tapi kali ini berbeda, perasaan yang dirasakan oleh Sakti, juga Gladis rasakan. Rasa kangen, ingin menghubungi, ingin mendengar suaranya dan berbagi cerita dengannya juga Gladis rasakan.


Tidak ada cara lain selain menerima handphone yang diberikan oleh Sakti.


Sakti sangat senang karena Gladis menerima barang pemberiannya.


" Terima kasih juga sudah mau menerima pemberianku Gladis. " ucap Sakti senang.


Saktipun berbalik arah untuk kembali ke kelasnya. Gladis memandang punggung Sakti dari belakang. Rasanya ingin berlama-lama berbincang tapi itu tidak mungkin.


Pulang sekolah mereka hanya saling melihat, melempar senyum tanpa kata. Gladis tidak ingin terlalu kentara, ia takut hubungan mereka sampai di telinga orang tuanya.


Sesampainya di rumah Gladis cepat-cepat masuk kamar. Ia tidak sempat mengganti pakaiannya. Buru-buru ia mengambil handphone yang diberikan Sakti kepadanya dan segera membukanya.


Sungguh indah handphone yang diberikan oleh Sakti, ia telah mengganti casingnya sesuai dengan warna tas kampus Gladis, merah!


Mungkin Sakti berpikir Gladis menyukai warna itu. Tapi YA memang Gladis menyukai warna merah,


warna merah membuat ia terlihat lebih berani dan independent.


Gladis berjalan pelan mendekat ke pintu kamarnya.


" ceklek! " dikuncinya pintu kamarnya tersebut.


Ia mulai merebahkan dirinya di tempat tidurnya,


ada foto Sakti disana. Gladis tersenyum kangen.


" Ting! "


ada pesan masuk ke hanphonenya.


Gladis tertawa melihat nama yang Sakti cantumkan untuk dirinya sendiri.


" Masa Depanku " itu nama Sakti di handphone yang diberikan kepada Gladis.


Dibukanya pesan yang dikirimkan oleh Sakti.


Keajaiban


Aku hanya bisa menutup mataku


Menikmati setiap detik keajaiban yang kau berikan


Aku hanya bisa terdiam


Merasakan


Setiap detik hidupku lebih berarti


Setiap Mantra dan Keajaiban


Yang kau sihirkan padaku


Terasa Lebih merasuk kedalam jiwa


Setiap kalimat dan huruf


Yang terlantun dari mulutmu


Menjadi kata kata penyemangat dalam hidupku


Hidupku terasa lebih berarti


semenjak kau hadir dalam duniaku


Setiap apa yang kau lakukan


Menjadi keajaiban tersendiri


dalam Fantasiku


Kau pelangi dalam hidupku


Yang slalu memberi warna dan keajaiban


Disetiap disetiap detak denyut nadiku.


Begitu isi pesan yang dituliskan Sakti untuknya.


Gladis menghela nafas, ia merasa dicintai.


Gladis senang walaupun ada rasa takut yang menghantui.


Takut kehilangan,


Takut ketahuan,

__ADS_1


Takut ditinggalkan,


semua bercampur jadi satu.


Gladis terdiam dan menutup matanya. Ia mengafirmasi ke dirinya sendiri,


" Tenang Gladis, calm down... tidak akan terjadi apa-apa. Tuhan menyayangimu. Kamu berhak bahagia. " itu isi afirmasi Gladis kepada dirinya sendiri.


Gladis membuka matanya dan mulai membalas puisi Sakti.


Di rumah Sakti,


Sakti mondar-mandir di kamarnya untuk menunggu balasan dari Gladis. Ia terus mengambil dan menaruh kembali handphonenya. Sakti takut ada kata-kata yang tidak disukai Gladis atau terlalu mencolok sehingga mengganggunya.


Lama sekali Gladis membalasnya,


Apa Gladis tidak bisa memakai handphonenya?


Atau dia tertidur?


Apa aku terlalu lebay?


Pikir Sakti saat itu.


Tidak lama muncul notifikasi dari handphonenya,


" Ding Dong! " begitu bunyi yang keluar dari handphone Sakti.


Ia buru-buru mengambil handphone yang baru saja ditinggalkannya hanya untuk sekedar minum, hampir saja ia terpeleset dan terjengkal ke lantai.


Dibacanya pesan dari Gladis,


" Mencari Makna Cinta


Embun pagi telah mengering


Pancaran mentari membuat dedaunan menguning


Mataku tertegun menatap langit


Melepas hati yang terbelit


Kini ku bisa tersenyum


Melihat dunia penuh rasa kagum


Setelah kian lama hatiku menangis


Akan cinta yang kian terkikis


Manjalani hidup dengan orang tercinta


Setelah jiwaku berduka


Merintih dan tersiksa


Aku bersyukur


Api cinta tak membuatku hancur


Kini ku ingin hidup kembali


Mencari makna cinta sejati. "


Sakti tertegun membacanya. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Gladis adalah seorang Gladis,


wanita yang spesial, mahal, pintar dan berattitude baik.


Tidak ada alasan untuk tidak mencintainya.


Pikir Sakti, aku tidak akan melepaskannya.


Gladis menutup hanphonenya, merubah notifikasinya menjadi senyap. Handphone merah pemberian Sakti disimpannya kembali di dalam tasnya, kemudian ia berjalan menuju pintu kamarnya. Ia memutar kuncinya ke kiri dan membuka lebar pintunya.


Gladis takut orang tuanya akan curiga karena ia tidak pernah menguncinya.


Sudah cukup mereka berkirim pesan, karena Gladis tidak mau semua menjadi runyam.


Saat- saat yang penuh kegembiraan!


Gladis mulai menghayal bagaimana jika mereka bertemu esok hari?


Di kamar Sakti....


Sakti tidak tahu mau membalas apa. Sudah banyak arti yang tersirat dalam puisi Gladis.


Ia mulai berkhayal bagaimana nanti setelah mereka berpacaran lama, dan mereka masing-masing sudah bekerja.


Sakti akan berjuang untuk sukses dan akan menikahi Gladis. Mengeluarkan Gladis dari rumahnya yang tanpa cinta dan menjadikannya ratu di hatinya. Gladis pasti akan menjadi ibu rumah tangga yang baik dan menunggunya pulang kerja dengan sabar.


Anak-anak mereka pasti lucu dan menggemaskan.


Mereka akan tinggal di rumah yang dibeli Sakti dengan keringatnya sendiri. Menyantap makanan buatan Gladis dan berbahagia bersama.

__ADS_1


Akhir hidup yang menyenangkan, pikir Sakti sambil mesem-mesem sendirian.


Sakti mengambil earphone apple miliknya , mencari galeri musik dan memilih lagu yang mewakili rasanya saat ini.


Ia merebahkan badannya di tempat tidur miliknya, satu tangannya diangkat untuk menjadi tumpuan kepalanya. Sakti memejamkan matanya dan menikmati lagu yang diputarnya.


Andmesh - Cinta Luar Biasa


Waktu pertama kali


Kulihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu


Hati tenang mendengar


Suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak kusangka


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Hari-hari berganti


Kini cinta pun hadir


Melihatmu, memandangmu bagai bidadari


Lentik indah matamu


Manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini selalu untukmu


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Oh-ho huu


Terimalah lagu ini


Hm-mm


Dari orang biasa


Terimalah lagu ini


Dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga


Aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Terimalah cintaku yang luar biasa


Hm-mm


Tulus padamu.......

__ADS_1


__ADS_2