Menikah Dengan Adik Angkat Mama

Menikah Dengan Adik Angkat Mama
BAB 12


__ADS_3

Motor Noah akhirnya tiba didepan rumah Kenan.Noah pun segera turun dari atas motornya dan langsung menggendong Rein ala Bridal style masuk ke dalam rumah.


Rein yang membeku dengan perlakuan baik Noah kepadanya hanya bisa mengalungkan kedua lengan nya di pundak Noah.


Saat berada di ruang tamu,Noah pun langsung menurunkan tubuh Rein di atas sofa secara perlahan.Bi Ati yang melihat Rein baru pulang ditambah Rein yang sedang digendong oleh teman lelaki nya pun langsung menghampiri Rein.


"Non Rein kenapa kok lututnya sampai berdarah begitu?"tanya Bi Ati panik.


Rein tidak menjawab dan hanya meringis karna lutut nya yang terluka terasa kaku akibat ditekuk saat naik motor milik Noah tadi.


"Bi,saya boleh minta P3K nya?"tanya Noah sopan.


"Boleh,sebentar ya Den.Oiya,mau saya buatkan minuman apa?"


"Tak usah Bi,saya hanya mengantarkan Rein saja.Setelah ini saya akan kembali ke kesekolah."


"Baik lah Den."ucap Bi Ati sembari berlalu untuk mengambil kotak P3K.


"Maaf kan aku ya Rein.!"ucap Noah dengan wajah bersalah nya menatap Rein.


"Maaf untuk apa Kak?"tanya Rein heran.


"Karna aku mendekati mu,jadi banyak hal - hal buruk yang menimpa mu Rein.Soal berita dimading ya tak benar dan juga soal kelakuan Jasmin kepada mu."jawab Noah sembari menghela nafas panjang.


"Tak perlu merasa bersalah seperti itu Kak.Oiya, kalau boleh tau,apa benar Kak Jasmin adalah mantan Kak Noah?"tanya Rein lagi..


"Iya Rein benar.Namun aku sudah lama putus dari Jasmin,mungkin saat masih kelas XI dulu.Saat baru pertama masuk SMA,aku sangat begitu menyukai Jasmin sama seperti anak lelaki lain disekolah kita.Hingga akhir nya aku berpacaran dengan nya.Namun semakin lama mengenal Jasmin,entah mengapa aku mulai tidak menyukai sikap nya yang begitu posesif,egois,dan juga dia rela melakukan apapun untuk memenuhi keinginan nya.


Aku yang akhirnya tidak tahan dengan sikap nya pun,lalu mengajak nya untuk mengakhiri hubungan kami.Jasmin menolak waktu itu,namun aku tidak peduli Rein.Karna akhirnya aku sadar bukan wanita seperti Jasmin lah yang bisa menemani ku berkembang menjadi yang lebih baik."jelas Noah panjang lebar.


"Jadi itu alasan kenapa dia selalu membenci siapa pun yang dekat dengan Kak Noah?".


Noah pun mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Rein.


"Ini Den,kotak P3K nya,saya juga membawakan air hangat untuk membersihkan luka Non Reina."seru Bi Ati yang baru datang sembari meletakkan kotak P3K dan semangkuk air hangat ke atas meja.


"Terimakasih ya Bi."ucap Noah sembari tersenyum.


"Iya Den,saya tinggal dulu ya."ucap Bi Ati lalu pergi dari hadapan Rein dan Noah.


Dengan sigap Noah langsung membersihkan luka di lutut Rein dengan handuk kecil yang sudah direndam di air hangat.


"Aww,..pelan Kak!sakit."lirih Rein.


"Maaf Rein."ucap Noah sembari berhati - hati menyentuh luka Rein.


Rein hanya bisa menggigit bibir bawah nya sembari menahan rasa perih dilutut nya.


"Jasmin harus ku beri pelajaran!"celetuk Noah geram.


"Sudah lah Kak,tak usah!.Nanti aku malah akan menjadi bulan - bulanan nya dan kedua teman nya."


"Tidak Rein,ini tak bisa di biarkan.Luka di lutut mu lumayan parah ternyata Rein.Sebenarnya apa yang dilakukan nya kepada mu?"


"Kak Jasmin ...menendang lutut ku berkali - kali dengan ujung sepatu nya.Sementara kedua teman nya menahan kedua tangan ku."


"Astaga!mereka sudah keterlaluan Rein.Aku akan memberi mereka pelajaran supaya jerah dan kau tenang saja Rein,akan ku pastikan kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang lagi."


Rein yang masih merasakan sakit pada salah satu lutut nya tidak mendengar jika suara mobil Kenan kini sudah berada didepan rumah.


Kenan yang tersentak melihat ada sebuah motor terparkir di depan rumah nya langsung bergegas turun dari mobil dan seketika berlari masuk kedalam rumah.


"Rein...."panggil Kenan yang berdiri terpaku dengan nafas sedikit terengah melihat Rein sedang berdua dengan teman lelaki nya.


Rein seketika menoleh ke arah Kenan yang berdiri menatap nya dan Noah.

__ADS_1


"Om Kenan..".ucap Rein kaget.Noah pun juga seketika menoleh ke arah Kenan.


"Om kenapa sudah pulang?"tanya Rein.


Kenan tidak menjawab dan hanya berjalan menghampiri Rein yang duduk disofa dan Noah yang berhadapan dengan Rein sembari memegang lutut nya yang terluka.


"Pergi!"suruh Kenan datar.


"Om,apa - apaan sih?"tanya Rein.


"Pergi kata ku !".suruh Kenan lagi dengan nada tinggi.


Noah yang menyadari keberadaan nya tidak disukai oleh Om nya Rein pun langsung berdiri dari posisi nya.


"Om,Kak Noah itu hanya membantu ku ..."


"Sudah tak apa Rein.Aku balik ke sekolah ya."ucap Noah sembari tersenyum ke arah Rein.


"Permisi Om."ucap Noah berpamitan kepada Kenan sembari berlalu dari rumah nya.


Rein hanya menatap punggung Noah yang menjauh dari hadapan nya.


"Om kenapa sih bersikap seperti itu?"tanya Rein kesal.


Kenan tidak menjawab,ia langsung mengambil posisi yang sama dengan Noah tadi untuk mengobati luka dilutut Rein.


"Aduuhh,bisa pelan sedikit gak sih Om?"gerutu Rein kesal saat Kenan mulai menaruh obat tetes luka diatas lutut Rein.


Seketika Kenan menatap Rein dalam,ia yang sedari awal merasa cemburu dengan kehadiran Noah kini suasana hati nya mulai membaik saat berada di dekat Rein.


"Kenapa kau bisa sampai seperti ini?siapa yang melakukan nya kepada mu?"tanya Kenan sedikit ketus untuk menyembunyikan perasaan rindu dihati nya terhadap Rein.


"Senior di sekolah ku yang melakukan ini Om."jawab Rein.


"Baru saja ku tinggal selama 3 hari,namun kau sudah seperti ini Rein.Akan ku beri pelajaran mereka sudah membuat mu menjadi seperti ini.!"


"Tapi Rein...."


"Sudah lah Om!"


Kenan pun menghela nafas panjang melihat Rein yang begitu keras kepala.


"Aww,Om bisa pelan gak sih?".protes Rein sembari meringis saat luka nya bersentuhan dengan kain kasa.


"Sabar Rein,ini sedikit lagi selesai."


Kenan sengaja berlama - lama mengobati luka di lutut Rein agar ada alasan bagi nya untuk dekat dengan Rein.


"Oiya kenapa dia bisa mengantarkan mu pulang?"


"Noah nama nya Om."


"Terserah siapa pun nama nya aku tak peduli.Cepat jawab kenapa dia bisa mengantarkan mu?"


"Karna Kak Noah yang melihat ku terluka,jadi dia menggendong ku hingga keparkiran sekolah lalu mengantarkan ku pulang."


"Dia menggendong mu Rein?"


"Iya.Karna aku kesulitan untuk berjalan Om dengan kondisi lutut ku ini."


"Alahh..alasan!Bilang saja kau senang digendong seperti itu oleh teman lelaki mu."


"Apaan sih Om.Lagian Om kenapa tiba - tiba sudah pulang dari luar kota?bukan nya Om mengatakan akan seminggu berada disana?"


"Iya,ternyata pekerjaan ku bisa ku selesaikan dengan cepat.Untuk itu aku tak perlu waktu seminggu berada disana."

__ADS_1


Kenan berbohong kepada Rein.Sebenarnya alasan ia pulang bukan karena pekerjaan nya yang telah selesai,melainkan karena rasa rindu di hati nya terhadap Rein yang semakin hari semakin menggila.


Selama berada diluar kota,Kenan selalu saja memikirkan wajah Rein yang membuat nya tidak bisa fokus dalam bekerja.Karena sudah tidak bisa lagi produktif akibat hasrat nya yang menggebu itu,Kenan pun memutuskan untuk pulang dan menyuruh Mario menggantikan posisi nya untuk menemui rekan bisnis nya yang berada diluar kota.


"Sudah selesai Om?kenapa lama sih?"tanya Rein.


"Iya ini juga sudah selesai.Cerewet amat nih bocah.".celetuk Kenan sembari berdiri dari posisi nya.


Rein pun mencoba bangkit dari sofa secara perlahan sembari meringis menahan luka nya yang semakin perih.


Kenan yang peka pun dengan cepat langsung menggendong Rein,seperti yang dilakukan oleh Noah saat tadi.


Seketika Rein tersentak,nafas Rein kembali memburu.Sentuhan jemari Kenan di tubuh nya membuat Rein berdesir.Ia pun mengatur nafas nya berkali - kali agar terlihat normal di hadapan Kenan.


Kenan pun mulai berjalan dan menaiki anak tangga menuju ke kamar Rein.Rein tidak berani mengalungkan kan tangan nya dileher Kenan,ia hanya berpegangan pada kerah baju milik Kenan.


Aroma parfum maskulin Kenan kini mulai menempel di baju seragam sekolah Rein dan juga mulai memenuhi indra penciuman Rein.Rein hanya bisa menelan saliva nya sembari menatap wajah tampan Kenan.


Sesampai dilantai 2 rumah nya,Kenan malah berjalan ke arah kamar nya yang bersebelahan dengan kamar Rein.


"Om,kayak nya salah kamar deh.."ucap Rein heran.


Kenan tidak menjawab ucapan Rein,ia malah menyuruh Rein membuka kunci pintu kamar nya.


Setelah pintu kamar itu terbuka,Kenan pun langsung masuk ke kamar nya lalu menurunkan Rein diatas kasurnya.


Rein yang baru pertama kali masuk ke kamar Kenan hanya ternganga dan merasa takjub melihat suasana dan isi kamar Kenan.Kamar nya yang bernuansa monokrom begitu rapi dan wangi dilengkapi dengan interior mewah bak kamar hotel bintang 5.


"Mulai malam ini kau akan tidur disini Rein."ucap Kenan.


"Kenapa Om?aku kan bisa tidur dikamar ku sendiri."


"Rein,lutut mu itu sedang sakit! Kau pasti akan kesulitan untuk ke toilet atau pun melakukan hal lain.Aku tidak mungkin bolak balik keluar masuk kamar mu hanya untuk melihat keadaan mu."


"Tapi aku masih bisa berjalan sendiri Om.Dan aku....."


"Rein,bisa tidak sekali saja kau mendengarkan ucapan ku!ini juga untuk kebaikan mu."


Rein pun seketika terdiam menatap Kenan.


"Kau disini dulu,akan ku suruh Bi Ati mengambil baju ganti mu."ucap Kenan lagi sembari keluar dari kamar nya.


Tak lama Kenan pun kembali masuk ke kamar nya menghampiri Rein.


"Nih,ganti dulu.."suruh Kenan sembari memberikan kaos dan celana pendek milik Rein.


Rein langsung mengambil baju nya itu dari tangan Kenan.Kenan pun lalu ke luar dari kamar nya dan membiarkan Rein mengganti baju nya.


Setelah beberapa menit,Kenan kembali ke kamar nya membawa nampan yang berisi makan siang untuk Rein.


"Rein..makan du...".Kenan seketika terdiam dan ternganga melihat Rein yang belum selesai berganti baju.


"Om..Kenan?!Aku belum selesai Om."celetuk Rein sambil menarik rok nya kembali.


"Ma..maaf Rein."ucap Kenan gugup karna tidak sengaja melihat Rein yang hanya mengenakan celana short yang memperlihatkan lekuk tubuh bagian bawah nya.


Kenan lalu membalikkan badan nya dan menunggu Rein menyelesaikan mengganti celana nya.


"Sudah Om.."ucap Rein.


Kenan pun seketika membalikkan badan nya kembali menghadap Rein.Ia lalu meletakkan nampan diatas pangkuan Rein.


"Makan lah Rein.Aku mau mandi dulu."ucap Kenan.Rein pun mengangguk.


Kenan lalu mengambil baju seragam milik Rein yang berada diatas kasur kemudian ia masukkan ke dalam box tempat pakaian kotor nya.Setelah itu Kenan pun langsung masuk ke toilet nya untuk membersihkan diri.

__ADS_1


**


__ADS_2