Menikah Dengan Adik Angkat Mama

Menikah Dengan Adik Angkat Mama
BAB 26


__ADS_3

"Kita mau kemana om?"tanya Rein panik melihat Mario yang menarik lengan nya hingga ke tempat parkir.


"Aku akan mengantarkan mu pulang Rein."jawab Mario sembari melepaskan lengan Rein.


"Maaf Rein,aku menarik mu terlalu kuat."ujar Mario lagi dengan nada menyesal saat melihat lengan Rein yang memerah.


"Tak apa om."gumam Rein sembari memegang lengan nya yang terasa sedikit sakit.


Mario lalu mengantarkan Rein pulang dengan mobil nya.Sambil menyetir berkali - kali ia menoleh ke arah Rein untuk memastikan bahwa Rein baik - baik saja.


Setelah mengantarkan Rein pulang,Mario pun kembali ke kantor untuk menemui Kenan.Namun Mario tak tau jika Kenan tak berada di kantor karna mengikuti mobil nya saat mengantarkan Rein tadi.


Rein yang masih berada di depan rumah merasa heran dengan mobil sport berwarna silver yang terparkir di depan rumah Kenan.Ia lalu melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah untuk mencari tau siapa pemilik mobil itu.


"Kau sudah pulang Rein?!"tanya Damian.


"Papa?!"gumam Rein tak percaya melihat Damian yang sudah duduk santai di sofa ruang tamu.


"Ada yang ingin Papa bicarakan kepada mu Rein!"ujar Damian sembari mengajak Rein ke taman yang berada di samping rumah Kenan.


"Rein.."


"Ada apa Pa?"


"Papa....datang ke sini karna ingin menjemput mu Rein!"


"Ma..maksud Papa apa?"


"Papa ingin mengajak mu ke Tokyo untuk tinggal bersama Papa."


"Gak Pa!Rein gak mau ikut Papa ke Tokyo!Rein sudah nyaman tinggal di sini bersama om Kenan!"


"Tapi Rein,kondisi Kenan yang sekarang tidak memungkinkan untuk menjaga mu.Ditambah lagi ia tak mengingat mu kan?jadi bagaimana mungkin ia mau menjaga seseorang yang bahkan ia saja tak mengenal nya?"


"Pa...Rein tetap ingin tinggal disini!apalagi sebentar lagi Rein akan mengikuti ujian kenaikan kelas."


Kenan yang sejak tadi mendengar pembicaraan Damian dan Rein pun akhirnya memberanikan diri menghampiri Damian.


"Biarkan Rein tinggal di sini Kak."ujar Kenan yang tiba - tiba muncul dihadapan mereka.


"Om Kenan..?!"lirih Rein kaget melihat kehadiran Kenan.


"Tapi Kenan...."


"Aku berjanji akan menjaga Rein dengan baik walau kondisi ku saat ini tak memungkinkan menurut Kak Damian."


"Kenan...,sebenarnya aku ingin membawa Rein bersama ku karna aku tak mau kehadiran Rein hanya akan menyusahkan mu."


"Tidak Kak.Aku tak masalah jika Rein tinggal di sini.Toh ini juga rumah peninggalan Opa nya."


Seketika Rein menatap Kenan dengan tatapan tak percaya.Ia merasa heran mengapa saat ini Kenan mau mempertahan kan nya padahal terlihat sangat jelas bahwa Kenan begitu tak menyukai kehadiran nya dirumah itu.

__ADS_1


"Hmm..Baiklah kalau begitu.Aku titipkan Rein sekali lagi kepada mu Nan.Tolong jaga lah Rein dengan baik!jika kau sudah tidak mampu menjaga nya,beritau aku!karna aku akan membawa Rein pulang!"ucap Damian sembari menepuk salah satu bahu Kenan.


"Baik lah Kak.Jangan khawatir aku akan menepati janji ku."ujar Kenan penuh keyakinan.


"Dan kau Rein,jangan salah kan Papa lagi karna tak mau peduli kepada mu!karna kau sendiri yang menolak dan tak mau tinggal bersama Papa."ucap Damian.


Lalu Damian melangkahkan kaki nya pergi meninggalkan Rein dan juga Kenan.Damian pergi begitu saja tanpa berpamitan atau pun memeluk Rein.Menyisakan Rein yang meratapi kepergian nya.


"Kenapa kau bersikeras ingin tinggal dengan ku?"tanya Kenan sembari menatap Rein.


Rein tak menjawab,ia hanya menundukkan pandangan nya dari Kenan.


"Jawab Rein!"paksa Kenan.


"Apa alasan mu ingin tinggal dengan ku karna kau merasa kasian melihat kondisi ku saat ini?"tanya Kenan lagi.


"Iya!alasan ku bertahan karna aku merasa kasihan melihat om.Puas?!"jawab Rein sedikit ketus sambil membalas tatapan Kenan.


Seketika Kenan berdesir saat mata Rein menatap dalam ke retina coklat nya.Dengan cepat ia memalingkan wajah dari Rein sebelum perasaan aneh itu semakin menggerogoti hati nya.


Rein yang kesal dengan pertanyaan Kenan pun berniat pergi dari hadapan nya.Ia lalu pergi begitu saja meninggalkan Kenan yang masih mematung.Rein yang terlupa mengucapkan terima kasih kepada Kenan seketika menghentikan langkah nya yang belum jauh dari tempat Kenan berdiri.


"Oiya,makasih ya om karna sudah meyakinkan Papa agar aku bisa tetap tinggal disini."ucap Rein datar sembari membalikkan badan menghadap ke arah Kenan.


Tanpa menunggu Kenan menimpali ucapan nya,Rein pergi begitu saja dari hadapan nya.


"Sebenarnya ada apa antara aku dan Rein? hingga setiap kali melihat nya jantung ku selalu saja berdebar seperti ini?"monolog Kenan dalam hati sembari menatap punggung Rein yang semakin jauh dari hadapan nya.


**


Saat jam istirahat,Fara meminjam ponsel milik Rein untuk mengirim beberapa foto mereka saat berada di cafe semalam.


Fara seketika tersentak dan mata nya membelalak saat ia tak sengaja menggeser layar ponsel Rein dan melihat foto Rein bersama Kenan dengan pose seperti sepasang kekasih.


Fara yang ingin memastikan bahwa apa yang di lihat nya hanya lah kebetulan,dengan penasaran ia kembali menggeser layar ponsel Rein hingga ia menemukan foto Rein bersama Kenan yang cukup banyak tersimpan di galeri ponsel nya.


"Rein?!kau masih waras kan?"tanya Fara marah.


"Kenapa Far?"tanya Aska sembari menghampiri Fara dan melihat ke layar ponsel milik Rein.


"Astaga Rein?!"ujar Aska yang langsung menatap Rein sembari menggelengkan kepala nya.


"Ada apa sih?"tanya Rein bingung.


"Kau gila Rein!"seru Fara sembari menyodorkan ponsel itu di hadapan Rein.


Rein yang kaget karna akhirnya hubungan nya dengan Kenan diketahui oleh kedua sahabat nya langsung cepat menarik ponsel itu dari tangan Fara.


"Aku bisa menjelaskan semua nya Far.Jadi plis jangan salah paham!"ujar Rein sembari menyimpan ponsel nya ke dalam saku seragam sekolah nya.


"Apa lagi yang saat ini masih kau sembunyikan dari kami Rein?kami merasa seperti bukan sahabat mu karna kau selalu saja merahasiakan semua tentang kehidupan mu dari kami.Sedangkan kami tak pernah seperti itu kepada mu!"ujar Fara kesal.

__ADS_1


"Maafkan aku ya Fara,Aska.Bukan maksud ku merahasikan hubungan ku dengan om Kenan,hanya saja aku masih mencari waktu yang tepat untuk memberi tau kalian".


"Jadi kau benar menjalin hubungan dengan om Kenan,Rein?"tanya Aska penasaran.


Rein menggangguk tanda mengiyakan pertanyaan dari Aska.


"Astaga Rein..Rein..!begitu banyak lelaki di sekolah ini bahkan ada Kak Noah yang tergila - gila kepada mu dan kau malah memilih om mu sendiri?"gumam Aska yang juga kesal.


"Maka nya izinkan dulu aku menjelaskan kepada kalian,agar kalian tak salah paham dengan ku."


"Baik lah,jelaskan kepada kami Rein.Kau harus jujur dan jangan ada lagi yang kau tutupi dari kami."ucap Fara tegas.


Sebelum menjelaskan yang sebenarnya tentang ia dan Kenan,Rein pun menghela nafas panjang terlebih dahulu sembari menatap lekat kedua sahabat nya yang sudah sangat antusias menunggu penjelasan nya itu.


"Sebenarnya.....aku dan om Kenan........"


"Cepat lah Rein,jangan buat kami semakin penasaran!"celetuk Fara kesal.


"Sabar sedikit lah Far,kau ini.!"gumam Rein


"Kalian kenapa malah bertengkar sih!"seru Aska.


"Iya..iya baiklah akan ku jelaskan kepada kalian bahwa aku dan om Kenan...sebenarnya...kami tidak memiliki hubungan darah.Karna om Kenan..ternyata bukan adik kandung Mama ku.Untuk itu lah aku dan om Kenan berani menjalin hubungan itu."jelas Rein.


"Jadi selama ini kau menyukai om Kenan?"tanya Fara.


"Iya..bahkan aku dan om Kenan berniat untuk menikah!"


"Kau serius Rein?ternyata sudah sejauh itu hubungan kalian."ujar Aska kaget.


"Pantas saja selama ini kau mengabaikan Kak Noah yang menyukai mu,bahkan kau juga menolak perasaan nya kan Rein?"


"Far,justru aku akan menjadi perempuan jahat karna menerima kak Noah, sementara aku sudah menyukai lelaki lain."


"Lalu dengan hilang nya ingatan om Kenan terhadap mu,kau masih mempertahankan hubungan mu dengan nya?"tanya Fara.


"Iya.karna aku yakin suatu saat ingatan om Kenan akan pulih dan ia akan mengingat ku kembali."


"Rein,sebelum perasaan mu semakin dalam untuk om Kenan,lebih baik kau ikhlas kan saja hubungan mu berakhir dengan nya.Kau masih muda Rein!perjalanan mu masih panjang untuk mewujudkan impian mu!jadi jangan kau habiskan masa muda mu yang berharga itu hanya untuk menunggu ingatan om Kenan kembali yang bahkan kita saja tidak tau kapan ingatan nya akan kembali."ujar Fara.


"Tapi sayang nya perasaan ku untuk om Kenan sudah terlalu dalam Far.Jika tidak,mana mungkin aku membiarkan diri ku seperti ini.


Dan kau tau Far,salah satu impian ku adalah menikah dengan om Kenan.Untuk itu lah aku bertahan dengan semua ini berharap ada sebuah keajaiban untuk om Kenan."


"Rein,tak ku sangka setelah mengenal cinta kau menjadi gila seperti ini!.Ternyata ini alasan mengapa Tuhan tak membiarkan mu jatuh cinta sejak dulu." ujar Aska.


Rein tak menimpali ucapan Aska,ia seakan menerima semua ucapan yang dilontarkan oleh sahabat nya itu.Sedangkan Fara hanya duduk tak berdaya di samping Rein sembari memegang kepala nya yang terasa sedikit sakit karna mendengar pernyataan Rein yang dibutakan oleh cinta itu.


Begitu pun Noah yang ternyata mendengar semua ucapan mereka di balik tumpukan kursi terbengkalai yang berada di atas rooftoop sekolah,ia hanya ternganga tak percaya dengan penjelasan yang dikatakan oleh Rein.Walau hati nya terasa sakit karna akhirnya ia tau siapa yang ada didalam hati nya Rein,namun Noah sama sekali tidak membenci nya.Perasaan nya untuk Rein begitu tulus hingga ia tak peduli Rein menyukai nya atau tidak.


**

__ADS_1


__ADS_2