Menikah Dengan Adik Angkat Mama

Menikah Dengan Adik Angkat Mama
BAB 37


__ADS_3

Hari bahagia itu seketika berubah menjadi duka.Kenan yang sudah tak sadarkan diri pun segera di bawa ke rumah sakit terdekat.Gaun yang dikenakan oleh Rein tak lagi putih karna terkena noda darah yang menetes dari kepala Kenan.


Rein terisak di dalam pelukan Damian,menunggu Kenan yang sedang berada di dalam ruang ICU.Ini kedua kali nya bagi Kenan masuk keruangan itu.Rein hanya bisa berharap Kenan baik - baik saja dan segera pulih.


Namun harapan Rein begitu berbeda dengan kenyataan sebenarnya.Setelah keluar dari ruang ICU,Kenan pun dinyatakan koma oleh dokter akibat adanya cedera otak traumatik.Itu terjadi karna kepala Kenan terkena hantaman yang begitu keras dari besi yang terhubung dengan lampu led.


Kaki Rein melemas dan seketika tubuh nya terjatuh saat melihat Kenan keluar dari ruangan ICU dengan bed pasien dalam keadaan koma.Damian yang berada disamping Rein dengan cepat membantu nya berdiri kembali.


Lalu mereka menuju ke ruang dimana Kenan akan dirawat diruangan itu.Rein tak henti - henti nya menangisi keadaan Kenan dan juga nasib nya yang begitu memperihatinkan.Bagaimana tidak, seharusnya hari ini ia dan Kenan bisa menikmati momen bahagia dan terindah di hidup mereka.


Namun bukan nya menikmati itu,Rein malah harus menelan kenyataan pahit atas apa yang menimpa diri nya dan juga Kenan.Begitu pun Damian,hati nya terasa teriris melihat anak semata wayang nya itu harus menghadapi kejadian tak terduga di hari pernikahan nya.


Semua orang yang seharusnya memberi ucapan selamat kepada Rein dan Kenan,kini mereka ikut berduka atas kejadian itu.Bahkan Mario yang begitu tak menyangka hal ini akan menimpa kepada teman dekat nya, juga tak bisa membendung air mata nya.


Ia sama hancur nya dengan Rein,bagaimana tidak,selama ini ia yang mengetahui perjuangan Kenan agar bisa sampai di titik ini.Sekali ini Mario tak bisa menenangkan Rein yang berkali - kali menumpahkan kesedihan nya seperti awal Kenan mengalami kecelakaan dulu.


Untungnya ada Damian di sisi Rein,dan juga ada kekasih Mario disisi nya.Hingga Mario bisa menumpahkan kesedihan nya itu di dalam dekapan sang kekasih.


**


"Kalian pulang lah.Karna kita tidak izinkan dokter untuk melihat Kenan sekarang."ucap Damian kepada Mario,Fara,Aska dan juga kekasih Mario yaitu Hanna.


"Hmm...apa tak lebih baik kami saja yang menunggu om Kenan disini om?agar Rein bisa pulang dan beristirahat."ujar Aska.


"Iya Rein,lebih baik saat ini kau pulang ya agar bisa beristirahat!".suruh Damian sembari mengelus kepala anak nya itu.


"Tidak Pa,Rein disini saja menemani om Kenan.Bagaimana jika saat Rein pulang tiba-tiba om Kenan bangun dari koma nya?"ucap Rein sambil terisak.


Mereka yang mendengar ucapan Rein pun seketika terenyuh bahkan Mario kembali meneteskan air mata nya saat melihat Rein yang begitu berharap ada keajaiban yang terjadi kepada Kenan.Karna menurut dokter,tidak mungkin Kenan akan segera bangun dari koma melihat kondisi nya saat ini yang tidak memungkinkan.


"Kalau begitu apa tidak sebaiknya om Damian saja yang pulang?biar lah kami yang akan menemani Rein disini."ucap Fara.

__ADS_1


"Iya Pa,pulang lah.Papa pasti juga lelah.Biar Rein yang berada disini menemani om Kenan."gumam Rein.


"Baiklah sayang.Papa pulang ya..!tetapi kau harus janji bahwa nanti malam kau harus pulang dan beristirahat.Biar Papa yang akan menggantikan menjaga Kenan."


"Oiya,.. Mario kau ikut dengan om ya untuk mengambil pakaian Rein.Karna tidak mungkin Rein terus mengenakan gaun yang sudah terkena noda darah seperti itu."ajak Damian.


"Iya om,baiklah."


Damian,Mario beserta Hanna lalu pergi meninggalkan rumah sakit itu.Menyisakan Fara dan Aska yang setia menemani Rein.Rein tak bergeming sama sekali dari tempat nya dimana ia terus menatap Kenan melalui kaca pembatas ruangan dimana Kenan dirawat.


"Duduk lah Rein!apa kau tak lelah sejak tadi menatap om Kenan seperti itu?"tanya Fara sembari merangkul bahu nya.


Bukan nya menjawab pertanyaan Fara,Rein malah kembali menangis.Fara pun langsung memeluk tubuh Rein sembari mengelus punggung sahabatnya itu dengan lembut.Aska yang melihat itu segera menghampiri Rein.


"Sudahlah Rein,kami tau kau sedang bersedih melihat kondisi om Kenan,kami pun juga sama seperti mu.Namun kau jangan berlarut seperti itu,om Kenan pasti akan menyalahkan diri nya jika ia tau kau begitu meratapi semua yang telah terjadi."ujar Aska menenangkan Rein.


"Iya Rein,benar kata Aska."ucap Fara menimpali sembari melepas pelukan nya dan langsung menyeka air mata Rein.


"Kenapa semua ini harus terjadi pada ku Aska?"


Tak berapa lama Mario dan Hanna pun kembali ke rumah sakit.Mario yang membawa pakaian untuk Rein langsung memberikan kepada nya dan menyuruh Rein untuk segera mengganti gaun nya yang sudah terkena noda darah itu.


Setelah 1 jam berlalu,dokter menghampiri Rein dan mengatakan akan memeriksa kondisi Kenan kembali.Namun hasil nya masih sama,belum ada tanda - tanda bahwa Kenan akan bangun dari koma nya.


Dokter pun sudah mengizinkan Rein untuk masuk ke ruangan Kenan.Namun hanya Rein yang diperbolehkan,dokter mengatakan bahwa Kenan tidak boleh dijenguk oleh banyak orang terlebih dahulu karena ia sedang masa pemulihan.


Mendengar itu Rein langsung masuk ke ruangan Kenan untuk melihat kondisi suami nya itu.Tangan Rein bergetar saat menyentuh jemari Kenan.Lalu ia menatap lekat wajah Kenan yang saat ini mengenakan masker nebulizer oksigen.


Sembari meneteskan air mata,Rein pun memberanikan diri mengecup dahi Kenan yang berbalut perban hingga menutupi sebagian kepala nya itu.


Lalu ia duduk disamping Kenan dengan selalu berharap Kenan akan segera bangun dari koma nya.

__ADS_1


Hingga Rein yang kelelahan pun tertidur sembari terus menggenggam tangan Kenan.Sementara di luar ruangan,Mario berdiskusi dengan Fara dan juga Aska untuk bergantian menjaga Kenan dan Rein.


Mereka sepakat bahwa Fara yang terlebih dahulu pulang dan beristirahat.Namun Mario yang masih bersama Hanna meminta izin kepada Aska untuk mengantarkan Hanna pulang.Setelah itu ia akan kembali kerumah sakit untuk menemani Aska berjaga.


Malam nya,Damian pun datang kembali ke rumah sakit untuk bergantian dengan Rein menjaga Kenan.Ia juga membawa makanan untuk Rein dan juga Mario beserta Aska.Damian yang melihat Rein tertidur disamping Kenan pun memutuskan masuk ke ruangan itu untuk membangunkan Rein agar ia makan malam terlebih dahulu.


"Rein..."panggil Damian sembari mengelus kepala Rein dengan lembut.


Rein seketika terbangun dan langsung menoleh ke arah Damian.


"Makan malam dulu yuk sayang!"ajak Damian.


"Tapi Rein tidak lapar Pa!"


"Ayo lah Rein!sejak sore kau tidak ada makan apapun".ucap Damian sembari menarik lengan Rein.


Rein akhirnya menuruti ucapan Damian.Mereka pun keluar dari ruangan Kenan untuk makan malam bersama Mario dan Aska.


"Ayo kita makan Rein.Menjaga om Kenan juga perlu tenaga.Jadi isi dulu tenaga mu agar kau tahan menjaga om Kenan !"celetuk Aska.


Rein hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Aska.Ia lalu menyuapkan sesendok makanan ke mulut nya walau ia begitu tak berselera untuk makan.


"Kenapa Rein?makanan yang Papa bawa tidak enak?"tanya Damian yang melihat Rein seperti enggan untuk makan.


"Bukan begitu Pa.Rein hanya sedang tidak berselera."


"Lalu apa makanan yang membuat mu berselera?katakan Rein,agar Papa pesankan makanan untuk mu."


"Tidak usah Pa.Ini saja."


"Yasudah,kalau begitu makan lah.Atau perlu Papa yang menyuapkan nya?"

__ADS_1


Rein pun seketika mengangguk dan Damian langsung tersenyum lebar melihat sikap manja dari anak semata wayang nya itu.Ada rasa bahagia di dalam hati Damian saat ia menyuapkan makanan ke mulut Rein.Sudah lama sekali ia tidak memperlakuan Rein seperti itu.Kini ada rasa puas di dalam hati Damian karna ia merasa bisa menjadi sosok Ayah yang baik untuk Rein.


**


__ADS_2