
Setelah tangis Rein mulai meredah,Noah pun melepaskan tubuh Rein dari dekapan nya.
"Siapa yang melakukan ini kepada mu Rein?"tanya Noah sembari menyeka sisa air mata di wajah Rein.
Rein tak menjawab,ia hanya menunduk kan kepala nya.
"Apa Jasmin yang melakukan ini kepada mu?"tanya Noah lagi.
"Jawab Rein?!".
Akhirnya Rein mengangguk pelan.Noah pun seketika mengepal tangan dan mengeraskan rahang nya saat ia mengetahui bahwa Jasmin masih melakukan hal jahat kepada Rein.
"Sekali ini jangan larang aku untuk membalas perbuatan Jasmin kepada mu Rein."ujar Noah.
"Tapi kak.."
"Ayo Rein!Jasmin harus kita beri pelajaran."ucap Noah sembari menarik lengan Rein.
Melihat amarah di wajah Noah,Rein tak berani untuk mencegah nya.Ia hanya mengikuti langkah Noah menuju lapangan voli karna Jasmin berada disana.
"Jasmin!"panggil Noah lantang.
Jasmin pun seketika menoleh ke arah Noah.Ia ternganga tak percaya jika Noah akan menghampiri nya karna telah melakukan bullying kepada Rein.
"Ku kira kau sudah jerah,namun ternyata sikap mu semakin keterlaluan Jasmin".seru Noah marah.
"Bu..bukan begitu...Noah.."
"Kemarin kan sudah ku peringatkan kepada kalian bertiga untuk tak mengganggu Rein lagi,lalu kenapa sekarang kalian masih berani memperlakukan Rein seperti itu?".
"Maaf...Noah.Tapi itu ulah nya Jasmin."celetuk Amel yang ketakutan melihat wajah marah Noah.
"Jadi kau Jasmin dalang nya?andai saja kau bukan seorang wanita,mungkin aku sudah memukuli mu hingga babak belur."
"Kenapa sih Noah kau selalu saja membela wanita itu?"tanya Jasmin kesal sambil menunjuk ke arah Rein.
"Karna aku menyukai Reina.Untuk itu ku peringatkan sekali lagi kepada kau,kau dan kau terutama Jasmin, jangan pernah mengganggu wanita yang ku sukai lagi.Dan jika kau masih berani mengganggu Rein,aku tak akan segan - segan untuk melakukan hal buruk kepada kalian bertiga".jelas Noah sembari menunjuk wajah Jasmin,Amel dan Okta.
Rein yang sedari tadi hanya menunduk,kini memberanikan diri untuk menatap Noah.Ia tak percaya dengan apa yang barusan saja dikatakan oleh Noah.
Noah lalu menyuruh Jasmin dan kedua teman nya pergi dari hadapan nya dan Rein.Kemudian Noah mengajak Rein ke ruang osis agar Rein bisa mengganti seragam sekolah nya yang sudah basah.
"Astaga Rein!aku lupa membawa cadangan seragam sekolah ku!."ujar Noah saat membuka loker nya yang hanya berisi buku.
"Yasudah,tak apa Kak.Lagi pula ini sebentar lagi akan kering kok."
"Tidak Rein.Kau bisa sakit karna seragam basah itu."
__ADS_1
Noah lalu membuka semua loker yang ada di ruang osis itu hingga akhir nya ia menemukan sebuah jaket hitam milik teman nya.
"Ini Rein pakai lah."
"Punya siapa ini Kak?"
"Sudah pakai saja Rein."
"Baik lah Kak."
Rein lalu membuka seragam nya yang basah dan juga kaos putih yang dikenakan nya.Ia kemudian memakai jaket hitam itu.
Setelah selesai,Rein menemui Noah yang menunggu nya di luar ruang osis.
"Sini baju mu yang basah Rein!aku akan menjemur nya di ruang osis."
"Tak usah Kak,aku akan membawa nya pulang."
"Baik lah Rein.Kembali lah ke kelas mu!"
"Hmmm..Kak..."
"Iya Rein?!"
"Perkataan Kak Noah didepan Kak Jasmin tadi, apa itu benar?bahwa Kak Noah...."
"Maafkan aku Kak...,karna.... aku memang tak bisa membalas perasaan Kak Noah terhadap ku."
Noah seketika menghela nafas mendengar ucapan Rein yang ternyata tidak memiliki perasaan yang sama dengan nya.Namun Noah tak menyerah,atau bahkan memutuskan menjauhi Rein.
"Untuk itu berhenti lah bersikap peduli kepada ku Kak.Aku hanya tak ingin Kak Noah merasa kecewa dengan ku."ujar Rein lagi.
"Tidak Rein.Aku tidak akan berhenti!.siapa pun lelaki yang saat ini kau sukai,aku tak peduli.Aku hanya ingin bisa berada di dekat mu selagi kau belum menjadi milik siapa pun."jelas Noah.
"Tapi Kak..".
"Sudah lah Rein,lebik baik kau kembali ke kelas mu."
Rein pun menuruti ucapan Noah.Dengan ragu ia berlalu dari hadapan Noah menuju ke kelas nya.Fara dan Aska yang melihat Rein baru kembali ke kelas hingga pelajaran miss Julia selesai,langsung menghampiri nya yang masih berada didepan pintu kelas.
"Kau dari mana saja sih Rein?"tanya Fara panik.
"Mata mu kenapa sembab seperti itu Rein?"tanya Aska menimpali.
"Nanti akan ku ceritakan ya.Boleh aku duduk dulu?"ucap Rein.
Fara dan Aska pun membiarkan Rein berjalan ke arah tempat duduk nya.Mereka juga mengikuti langkah Rein hingga ke kursi nya.
__ADS_1
"Rein apa yang sebenarnya terjadi pada mu?dan kenapa kau mengenakan jaket itu?"tanya Fara yang melihat Rein memegang baju seragam nya yang basah.
"Semua ini ulah Kak Jasmin dan kedua teman nya!"ujar Rein datar.
"Mereka masih belum jerah juga?bukan nya kepala sekolah sudah menghukum mereka?"gumam Aska kesal.
"Ceritakan kepada kami Rein agar kami bisa melaporkan mereka kembali ke kepala sekolah!"ucap Fara.
"Kalian tau,Saat aku berada di toilet tadi, aku bertemu dengan Kak Jasmin dan kedua teman nya.Mereka menghadang ku agar tak bisa keluar dan tiba - tiba Kak Jasmin menyiram kan air ke seragam ku hingga basah.Untung Kak Noah melihat ku dan dia yang meminjam kan jaket ini kepada ku."jelas Rein.
"Aku harus mengadukan ini ke guru BK Rein,ini sudah termasuk perilaku pembulian di sekolah."ujar Aska marah lalu meninggalkan kelas untuk membuat laporan ke ruang BK.
Fara yang melihat mata Rein masih sembab pun merasa iba dengan sahabat nya itu.Ia lalu memeluk tubuh Rein agar Rein tau bahwa ia tak sendirian menghadapi situasi sulit ini.
**
Noah yang begitu khawatir dengan kondisi Rein langsung keluar dari kelas nya saat pelajaran sekolah telah selesai.Ia bahkan berlari ke kelas Rein agar bisa cepat bertemu dengan nya.
"Rein..."panggil Noah dari depan pintu kelas Rein dengan nafas terengah.
Rein pun menoleh ke arah Noah,begitu pun dengan teman sekelas Rein yang masih membereskan buku ke dalam tas mereka.
Noah tak peduli dengan banyak mata yang menatap nya,ia pun berjalan menghampiri Rein di tempat duduk nya.
"Ayo Rein,aku antarkan pulang!"ajak Noah yang berdiri di samping Rein.
"hmmm,hari ini Kak Noah tak usah mengantarkan ku pulang.Karna aku dan Fara mau ke toko buku dulu."ucap Rein tak jujur.
"Kau mau mencari buku apa? biar aku yang mencarikan nya untuk mu."
"Wah,Rein beruntung sekali ya bisa mendapatkan Kak Noah."bisik salah satu teman sekelas Rein, namun terdengar hingga ke telinga Rein dan Noah.
Rein yang merasa tak nyaman karna ucapan teman sekelas nya pun langsung mengajak Noah keluar dari kelas.Fara yang masih berada ditempat duduk nya hanya mematung melihat Rein yang tiba - tiba menarik lengan Noah hingga keluar kelas.
"Kak,menurut ku lebih baik Kak Noah tak usah datang ke kelas ku lagi.Aku tak suka jika orang - orang membuat cerita yang tidak benar tentang kita."ucap Rein sedikit kesal.
"Rein,aku tak peduli dengan perkataan orang lain tentang kita."
"Tapi..aku tak nyaman Kak.
Hmmm...dan mulai sekarang...Kak Noah tak perlu mengantar jemput ku lagi".
"Kenapa Rein?setidak nyaman itu kau berada didekat ku?"
"Bukan seperti itu Kak.Hanya saja aku tak ingin orang lain salah paham dengan kita."
Noah tak menimpali ucapan Rein,ia hanya menatap Rein dengan tatapan kecewa.Setelah itu Noah pun pergi begitu saja dari hadapan Rein.
__ADS_1
**