
Waktu berlalu begitu cepat,namun tak banyak yang berubah dari kehidupan Rein.Hubungan nya dengan Kenan yang tak pernah ada perubahan,dan Noah yang kini sudah lulus dari sekolah dan menjadi seorang mahasiswa tak pernah menghubungi nya lagi.
Entah lah,mungkin Noah mulai menyadari bahwa memang sudah seharusnya ia melupakan wanita yang tidak pernah menyukai nya itu.
Rein yang kini sudah menjadi senior pun lebih banyak menghabiskan waktu nya di perpustakaan.Selain karna sebentar lagi ia akan mengikuti ujian kelulusan sekolah,ia juga merasa seperti sudah tak bersemangat untuk berinteraksi dengan orang lain.Untung nya Fara dan Aska mengerti dengan keadaan sahabat nya itu,hingga mereka sering membiarkan Rein menghabiskan waktu nya seorang diri karna hanya itu yang saat ini membuat Rein merasa nyaman.
**
Rein yang sudah menyelesaikan beberapa lembar contoh soal untuk ujian kelulusan pun segera membereskan buku nya.Dilirik arloji nya yang sudah menunjukan pukul 4 sore,Ia pun bergegas keluar dari perpustakaan yang hanya menyisakan beberapa orang saja.
Sesampai dirumah,Rein langsung menjatuhkan tubuh nya di atas kasur.Dipandangi langit - langit kamarnya dengan tatapan kosong.Kini Rein seakan putus asa dengan kondisi Kenan yang masih belum bisa mengingatnya.
**
Rein yang masih belajar hingga larut malam seketika tersentak saat ponsel nya berdering.Di tatap nya layar ponsel nya itu,ternyata Mario yang menghubungi nya.
Mario mengatakan kepada Rein untuk menjemput Kenan yang saat ini sedang mabuk parah di sebuah klub malam.
Ia tak bisa menjemput Kenan karna saat ini ia sedang berada di luar kota.Mario lalu mengirim alamat klub malam itu agar Rein segera menjemput Kenan.
Dengan tergesa Rein langsung mengganti baju tidur nya dengan kaos berwarna putih yang dibalut sweater hitam dan celana jeans panjang.Sebelum itu,ia menghubungi Pak Budi,supir pribadi Kenan agar mengantarkan nya menuju bar tempat Kenan berada.
Hati Rein gelisah tak karuan saat memikirkan Kenan.Entah apa alasan yang membuat Kenan menenggak minuman berakohol itu hingga ia menjadi mabuk berat.
Tak berapa lama sampai lah Rein didepan sebuah klub malam yang diberitau oleh Mario.Ia pun dengan cepat keluar dari mobil.Namun tiba - tiba ada keraguan di dalam hati Rein untuk masuk ke dalam klub malam itu.Saat masih berada di depan klub malam saja kepala nya sudah terasa pusing karna suara musik yang begitu keras.
Demi Kenan,ia tak boleh ragu seperti itu,ia pun memantapkan langkah nya untuk masuk ke dalam klub malam itu.Seketika Rein bergidik ngeri saat memasuki ruangan yang setiap sudut nya di penuhi oleh pasangan yang saling memadu kasih.
Suara musik dan aroma alkohol dimana - mana mulai mengusik panca indra Rein hingga membuat nya merasa tak nyaman.Ditambah lagi ini pertama kali bagi nya masuk ke tempat dimana semua orang bebas melakukan apa pun.
Dengan tertatih,Rein berjalan memecah himpitan orang - orang yang menari mengikuti alunan musik dj dalam keadaan setengah sadar.Namun ia masih belum juga menemukan keberadaan Kenan.Dalam hati nya ia pun mengutuk Kenan yang entah mengapa harus datang ke tempat seperti itu.
Hingga akhir nya mata Rein yang jeli menangkap siluet seperti postur tubuh Kenan.Ia pun mempercepat langkah nya menuju meja bartender yang berada di sudut ruangan klub malam itu untuk memastikan apakah itu benar Kenan atau bukan.
Dan benar saja saat Rein menghampiri pria itu,itu adalah Kenan yang sudah dalam keadaan mabuk berat.Rein lalu meminta bantuan seorang bartender untuk membopong tubuh Kenan menuju mobil.
__ADS_1
Setelah tubuh Kenan sudah berhasil masuk ke dalam mobil,Rein lalu menyuruh supir pribadi Kenan untuk mengantarkan mereka pulang.
"Rein,kau cantik sekali malam ini.boleh aku mencium mu?"ucap Kenan mulai meracau tak jelas.
Lalu Kenan tiba - tiba meletakkan kepala nya di atas bahu Rein hingga membuat Rein tersentak saat nafas nya yang hangat mulai menyentuh bagian ceruk leher Rein.
"Rein ayolah menikah dengan ku.Aku janji akan meninggalkan Windy.."
"Kau sungguh wangi Rein!aku suka!
"Rein.,maafkan aku!".racauan Kenan sembari memeluk tubuh Rein.
Entah Rein harus merasa bahagia atau tidak saat ini,walau ia memang sudah lama merindukan dekapan Kenan yang hangat itu,namun kenyataan nya Kenan masih tak mengingat nya apapun tentang diri nya.
Setelah setengah jam melintasi jalanan yang cukup sepi,mobil Kenan kini tiba di depan rumah nya.Pak Budi dengan sigap membantu Rein membopong tubuh atletis Kenan menuju ke kamar nya.Karna sudah tak tahan menahan tubuh Kenan yang cukup berat,Rein dan Pak Budi pun langsung meletakkan tubuh Kenan begitu saja di atas kasur.
"Makasih ya Pak sudah membantu saya!"ujar Rein dengan nafas terengah.
"Iya Mbak Reina.Kalau begitu saya permisi dulu ya!"
"Tidak usah Mbak.Saya lebih nyaman tidur dirumah bersama istri saya."ucap Pak Budi sembari menyengir.
"Baik lah Pak.Hati - hati di jalan ya.!"ujar Rein.Pak Budi hanya mengangguk sembari melepaskan senyum ramah nya kepada Rein,lalu ia berjalan keluar dari kamar Kenan.
Kini menyisahkan Rein dan Kenan di kamar itu.Sembari menghela nafas,Rein hanya memandangi tubuh Kenan yang tergeletak tak karuan di atas kasur.
Rein lalu melepas sepatu yang di kenakan Kenan.Melihat kemeja yang dikenakan nya juga basah,Rein berniat mengganti kemeja itu.Secara perlahan ia membuka satu persatu kancing kemeja Kenan.
"Rein?!apa yang kau lakukan pada ku?"ucap Kenan dengan mata masih terpejam.
Rein yang terkejut seketika mematung sembari melepaskan tangan nya dari kancing baju Kenan.Ia lalu mencoba bangkit dari atas kasur,dan ingin pergi dari kamar Kenan.Namun belum sempat Rein melangkahkan kaki nya,Kenan sudah terlebih dahulu menarik lengan nya hingga tubuh nya terjatuh di atas dada Kenan yang bidang.
Mata Rein seketika membulat sempurna menatap wajah Kenan yang berada di bawah nya.Rein berdegup cepat saat Kenan membuka kedua mata nya dan membalas tatapan nya.
"Kau milik ku malam ini Rein!"lirih Kenan dengan serak.
__ADS_1
Rein pun dengan cepat bangkit dari atas tubuh Kenan.Begitu juga dengan Kenan yang berusaha bangkit dari kasur.Sebelum Rein berhasil keluar dari kamar nya,Kenan seketika memeluk tubuh Rein dari sisi belakang.
"Jangan tinggal kan aku Rein!"
Rein hanya mematung dalam pelukan Kenan.Ia yang merasa kesulitan bernafas karna pelukan Kenan yang begitu erat ,segera menarik tangan Kenan yang melingkar di pinggang nya.
"Lepaskan aku om!"ujar Rein.
"Tidak Rein!aku tak ingin kehilangan mu lagi"gumam Kenan.
Akhirnya Rein menyerah dan membiarkan Kenan memeluk tubuhnya.Seketika Rein berdesir saat Kenan mulai mendaratkan kecupan di leher jenjangnya.Kenan yang dalam keadaan mabuk membiarkan jemari nya bergerak liar menyentuh tubuh Rein.
Ia yang sudah tersulut gairah akan kemolekan tubuh Rein, dengan cepat menarik tubuh Rein dan menjatuhkan nya ke kasur.
Rein pun tak berdaya ketika Kenan sudah berada di atas tubuh nya sembari mengecup leher nya kembali.Suara lenguhan berhasil keluar dari mulut Rein saat jemari Kenan menyentuh aset indah milik nya yang sudah lama sekali tak disentuh oleh Kenan.
Kenan yang semakin agresif akibat pengaruh alkohol tanpa meminta izin dari Rein langsung membuka kaos yang dikenakan oleh nya.Mata Kenan yang dipenuhi gairah itu seketika berbinar melihat dua gundukan indah milik Rein.Wajah Rein pun mulai memerah karna sudah lama aset nya itu tertutup rapat dan tidak dilihat siapa pun.
"Kau sungguh cantik Rein!"ucap Kenan dan langsung mengecup bibir ranum Rein.
Sembari mengecup bibir Rein,Kenan juga melepas kemeja yang ia kenakan hingga dada nya yang bidang kini menyentuh dua gundukan indah milik Rein.
Rein yang merasa kehilangan nafas karna kecupan Kenan yang semakin menggila,langsung mendorong tubuh Kenan.Namun Kenan yang dalam keadaan mabuk tak menghiraukan Rein.Ia terus mencumbui nya hingga akhirnya tanpa sadar Kenan mengambil kesucian Rein yang tak berdaya di bawah kungkuhan nya itu.
Air mata mulai menetes dari ujung mata Rein tatkala ia merasa kesakitan saat Kenan memaksa masuk milik nya yang cukup besar ke dalam aset berharga yang selama ini Rein jaga memang untuk Kenan.
Namun Rein tidak menginginkan dengan cara seperti itu.Apalagi saat ini Kenan dalam keadaan mabuk dan tidak mengingat nya.Bisa saja setelah ini Kenan tak mengakui perbuatan nya terhadap Rein.
Rasa amarah kini bercampur dengan rasa nikmat saat Kenan memainkan peran nya diatas tubuh Rein.Perlahan ia yang awal nya meringis kesakitan kini mulai menikmati permainan Kenan hingga ia beberapa kali mengeluarkan erangan yang membuat Kenan semakin bergairah.
Hingga akhirnya Kenan mencapai ******* nya dan dengan lega ia mengeluarkan cairan milik nya ke dalam aset berharga milik Rein yang masih sempit itu.Tubuh Rein pun meremang saat ia bersamaan melakukan pelepasan dengan Kenan.
Kenan lalu berbaring di sebelah tubuh Rein yang hanya mematung itu.Ia yang sudah berhasil memuaskan hasrat nya,akhir nya tertidur dalam keadaan tanpa sehelai benang pun.Rein yang berada di samping nya dengan cepat menarik selimut yang berada di atas kasur,lalu ia menutupi tubuh nya dan juga tubuh Kenan.Ia yang juga merasa lelah akhirnya tertidur disamping Kenan.
**
__ADS_1