
Setelah selama seminggu berada di Tokyo,Kenan pun akhir nya pulang.Ia sudah mengabari Rein bahwa hari ini ia akan tiba di Indonesia.Rein yang sudah tidak sabar ingin menemui Kenan,dengan tergesa langsung menuju ke bandara.Padahal ia masih memiliki jadwal satu mata kuliah lagi.
Sesampai di bandara, Rein melepaskan pandangan nya ke arah pintu masuk sembari menunggu kedatangan Kenan.Pesawat sudah landing sejak beberapa menit lalu,namun ia belum juga melihat keberadaan Kenan.
Setelah beberapa kali Rein menggerutu di dalam hati nya karna merasa bosan saat menunggu Kenan yang terlalu lama,seketika ia tersenyum lepas saat melihat Kenan dengan tubuh proporsional nya dengan santai berjalan bak seorang model ditengah - tengah keramaian orang yang berlalu lalang.
Rein berdegup saat langkah Kenan semakin mendekati nya.Ia pun mengatur nafas berkali - kali untuk menghilangkan rasa gugup nya itu.
"Kau sudah menunggu lama Rein?"tanya Kenan yang kini sudah berada di hadapan nya.
"Iya om.Bahkan aku sampai merasa bosan karna menunggu om."jawab Rein sedikit kesal.
"Maafkan aku ya Rein."ujar Kenan sembari mengelus kepala Rein.
"Ini semua karna Papa mu yang tak sengaja bertemu dengan teman lama nya.Hingga tadi ia memutuskan untuk mengobrol sebentar dengan teman nya itu!"sambung Kenan.
"Papa ikut pulang ke Indonesia om?"tanya Rein heran.Karna Kenan tak ada memberi tau nya perihal Damian yang ternyata ikut bersama nya.
"Iya Rein.Kenapa kau keheranan seperti itu?"
"Papa ada keperluan apa om hingga ikut pulang bersama om?"
"Bukan kah Papa mu akan menjadi wali saat pernikahan kita nanti Rein?"
"Hahh?!..tapi..om..kita saja belum merencanakan kapan akan menikah!
"Rein..."panggil Damian yang tiba - tiba sudah berada di depan Rein.
"Pa..?!"ucap Rein kaget.
"Kenapa kau hanya berdiri saja Rein?kau tak rindu dengan Papa?"
Rein yang merasa sedikit canggung lalu memeluk Damian sesaat.Bahkan belum sempat Damian membalas pelukan nya,Rein sudah melepas pelukan nya terlebih dahulu dari Damian.
"Yasudah,mari kita ke rumah ku Kak.Supir pribadi ku juga sudah menunggu didepan bandara."ajak Kenan.
"Baiklah.!"seru Damian.
Mereka pun berjalan beriringan menuju ke mobil Kenan.Rein yang merasa canggung berada di dekat Damian,seketika berpindah ke sebelah Kenan.Bukan salah Rein yang seperti itu,tetapi Damian lah penyebab nya.Karna ia yang sejak dulu memang tak pernah memberikan kesempatan kepada Rein untuk dekat dengan nya sebagai seorang anak kepada Ayah nya.
**
"Papa lega Rein,saat Kenan mengatakan ingin menikahi mu!"ucap Damian.
Rein yang duduk di samping Pak Budi,supir pribadi Kenan hanya diam tak menimpali ucapan Damian.
"Sudah lama Papa memikirkan siapa nanti nya pria yang bisa menjaga mu dengan baik Rein.Bahkan Papa mencari tau anak rekan - rekan bisnis Papa berharap salah satu dari mereka ada yang cocok dengan mu dan bisa menjaga mu.
Namun Papa malah tak mengingat Kenan yang selama 2 tahun lebih sudah menjaga mu.Dan jahat nya Papa malah menjodohkan Kenan dengan wanita lain.Itukan Rein alasan mu sewaktu itu marah dengan Papa?"sambung Damian.
"Sebenarnya waktu itu banyak hal yang membuat Rein marah dengan Papa.Selain karna Papa yang menjodohkan om Kenan dengan wanita pilihan Papa,waktu itu Rein juga marah karna Papa membawa wanita itu lagi dihadapan Rein.Rein tak suka Pa!"
"Maafkan Papa Rein!Papa terlalu egois untuk menjadi seorang Ayah.Kini Papa menyadari bahwa wanita itu memang bukan yang terbaik untuk Papa.Dan Papa sudah memutuskan hubungan dengan wanita itu sejak setengah tahun lalu."
__ADS_1
"Bagus lah Pa.Memang tidak ada satu pun wanita lain sebaik dan setulus Mama."
"Tapi Rein,Papa mu juga membutuhkan seseorang untuk menemani masa tua nya.Karna pada akhir nya kau pun akan memiliki kehidupan sendiri dan tak mungkin kau selama nya bersama Papa mu."ujar Kenan menimpali.
"Terima kasih ya Nan.Akhirnya ada juga yang mengerti dengan keadaan ku."ucap Damian sembari menoleh ke arah Kenan yang duduk di sampingnya.
Seketika Rein terdiam,ia merenungi ucapan Kenan yang ada benar nya.
**
Setelah satu jam lebih,kini mobil Kenan tiba di depan rumah nya.
Asisten Damian yang sejak tadi ikut bersama nya,dengan sigap langsung mengeluarkan koper yang dibawa Kenan dan juga Damian dari dalam bagasi mobil.
Namun Rein yang masih berada didalam mobill seketika tersentak saat melihat Noah sudah menunggunya didepan rumah.
Ia pun langsung keluar dari dalam mobil dengan tergesa untuk menghampiri Noah.
"Kak Noah untuk apa kesini?"tanya Rein panik.
"Kau kenapa tak ke kampus tadi Rein?"Noah malah berbalik bertanya.
"Aku....aku..."
Belum selesai Rein melanjutkan ucapan nya,Kenan tiba - tiba datang menghampiri mereka.
"Kau ada keperluan apa hingga ke sini?"tanya Kenan ketus.
"Om..masuk lah kedalam.Biar aku yang menyelesaikan urusan ku dengan Kak Noah."ujar Rein.
"Dan kau jangan pernah mendekati Rein lagi,karna sebentarnya lagi ia akan menikah dengan ku."ucap Kenan lagi lalu ia pergi dari hadapan Rein dan juga Noah.
"Apa benar yang di ucapkan oleh om Kenan,Rein?"tanya Noah dengan ekspresi wajah kecewa.
Rein hanya mengangguk pelan mengiyakan pertanyaan Noah.
"Pantas saja sejak pagi tadi perasaan ku sudah tak enak Rein.Ternyata aku harus mendengar kenyataan ini."lirih Noah sembari menyunggingkan senyum kecewa.
"Maafkan aku Kak.Sudah dari dulu aku mengatakan kepada Kak Noah,bahwa aku tidak bisa membalas persaaan Kak Noah.Karna ini yang sejak dulu ku khawatirkan,jika nanti nya aku akan mengecewakan Kak Noah."
"Rein...izinkan aku untuk tetap berteman dengan mu ya,walaupun pada akhirnya aku tak bisa memiliki mu".mohon Noah sembari menatap Rein.
"Tak bisa Kak,..om Kenan sudah melarang kita untuk berteman sekali pun."
"Tapi Rein....."
"Non Reina dipanggil oleh Tuan Damian.."ujar asisten Damian yang tiba - tiba menghampiri Rein.
"Baiklah.Sebentar lagi saya akan masuk."jawab Rein.
"Pulang lah Kak.Dan lebih baik mulai dari saat ini,hilangkan semua perasaan Kak Noah terhadap ku.Karna aku yakin Kak Noah bisa menemukan yang lebih baik dari ku..
.Yasudah,aku masuk dulu ya Kak."ujar Rein lalu ia pergi begitu saja dari hadapan Noah.
__ADS_1
Dengan rasa kecewa di hati nya,Noah pun pergi dari dari rumah Kenan.Ia tak menyangka jika pada akhirnya ia benar - benar gagal untuk memiliki Rein.
**
Kenan dan Damian pun menatap Rein saat ia menghampiri mereka.
"Kenapa menatap ku seperti itu?"tanya Rein datar.
"Siapa lelaki itu Rein?hingga ia berani menemui mu?"tanya Damian balik.
"Teman satu kampus Rein Pa.Ia hanya ingin mengembalikan buku yang kemarin di pinjam nya dari Rein."jawab Rein tak jujur.
Kenan yang mengetahui Rein membohongi Damian seketika mengerutkan dahi nya sembari menatap Rein.
"Oh..Tak apa jika hanya teman.Tetapi jangan coba - coba kau mendekati lelaki lain ya Rein.Karna sebentar lagi kau akan menikah dengan Kenan."ujar Damian.
"Iya Pa!"gumam Rein singkat.
"Yasudah,Papa mau istirahat dulu.Nanti malam kita bicarakan kembali perihal pernikahan mu dan Kenan."ucap Damian.
Rein tak menimpali ucapan Damian.Ia hanya memandangi Kenan yang berjalan di samping Damian untuk mengantarkan nya ke kamar tamu yang telah di siapkan sebelum nya oleh Bi Ati.
**
Malam nya Rein yang baru saja selesai mandi dan masih mengenakan bathrobe,tersentak saat ia melihat Kenan berada di kamar nya.
"Om..om kenapa masuk ke kamar ku?"
"Memang nya aku tidak boleh masuk ke kamar calon istri ku?"ucap Kenan sembari menghampiri Rein.
"Bukan begitu om.Tak enak jika Papa tau!"
"Tak apa Rein.Lagi pula kalau Papa mu tau kenapa?"tanya Kenan yang kini berada dihadapan Rein dengan jarak yang begitu dekat.
"Om...keluarlah!aku ingin mengenakan baju"
"Kenakan saja Rein,kau tak perlu malu!toh kita sudah saling melihat satu sama lain."
"Om..cepat ke..."
"Aku merindukan mu Rein".potong Kenan dan tiba - tiba langsung memeluk tubuh Rein yang hanya mengenakan bathrobe.
Aroma tubuh Rein yang sehabis mandi berhasil membangkitkan gairah Kenan.Sambil memeluk tubuh Rein,ia mulai mendaratkan kecupan di leher jenjang Rein.
Kontan saja Rein dengan cepat mendorong tubuh Kenan.Rein takut jika Damian tau bahwa ia dan Kenan sudah melakukan hal gila itu sebelum menikah.
"Kenapa Rein?"tanya Kenan kaget.
"Keluarlah om.Aku tak ingin Papa mengetahui apa yang telah kita lakukan!"suruh Rein.
"Baiklah Rein.Kau cepat lah kenakan baju mu!karna Papa mu sudah menunggu dibawah."
Rein hanya mengangguk mengiyakan ucapan Kenan.Lalu Kenan pun keluar dari kamar Rein menyisakan hasrat yang masih membara di hati nya.
__ADS_1
**