Menikah Dengan Adik Angkat Mama

Menikah Dengan Adik Angkat Mama
BAB 21


__ADS_3

Keesokan nya Windy yang mengetahui jika Kenan mengalami kecelakaan,langsung menemui Mario dan mendesak nya untuk memberitau kan dimana Kenan dirawat.


Akhirnya dengan terpaksa,Mario pun memberitau kepada Windy rumah sakit tempat Kenan dirawat.


Windy pun bergegas menuju ke rumah sakit itu untuk melihat keadaan kenan.Setelah menemukan kamar inap Kenan,ia pun langsung masuk kekamar itu.


"Kenan..?!"panggil Windy.


"Windy?!...Kenapa kau baru menemui ku sayang?"tanya Kenan.


Windy seketika tersentak mendengar ucapan Kenan.


"Maaf...Kenan...karena aku baru mengetahui jika kau mengalami kecelakaan."jawab Windy dengan wajah bingung.


"Kau tak ada bawa apa - apa untuk kekasih mu ini?"


"Hmmpp..kekasih?"seru Windy sambil mengerutkan dahi.


"Kenapa kau heran seperti itu sayang?aku kan memang kekasih mu.apa kau sudah tak menganggap ku lagi?"


"Bu..bukan begitu Nan....tetapi kita kan sudah....."


"Permisi..."ujar seorang perawat yang tiba - tiba masuk ke ruangan Kenan untuk memeriksa kondisi nya.


**


Rein yang sudah pulang dari sekolah pun langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui Kenan.Didepan rumah sakit ia bertemu dengan Mario yang juga ingin membesuk Kenan sambil menenteng sekeranjang buah.


Mario dan Rein pun berjalan beriringan menuju ke ruang rawat inap dimana Kenan dirawat.


Saat membuka pintu ruang rawat inap itu,Rein pun seketika menghentikan langkahnya saat melihat ada seorang wanita berada di samping Kenan.


Begitu pun Mario yang tersentak saat melihat Windy ada diruangan itu.Ia tak menduga jika Windy akan langsung menemui Kenan yang merupakan mantan kekasih nya itu.


"Windy, untuk apa kau menemui Kenan lagi?"tanya Mario sembari menuntun Rein yang sempat mematung.


"Jaga ucapan mu Mario!"ujar Kenan sedikit marah.


"Maafkan Mario ya sayang.."ucap Kenan lagi sembari menatap Windy.


Hati Rein seketika remuk mendengar Kenan memanggil wanita lain dengan sebutan khusus.Rein pun menundukkan kepala nya agar tak ada yang tau jika wajahnya menyimpan kesedihan.


"Sayang..?!Kenan sadarlah.Kau dan Windy itu sudah tak memiliki hubungan apapun."ucap Mario tegas.


"Tidak mungkin Mario.."bela Kenan sambil memegang kepala nya yang mulai terasa sakit lagi.

__ADS_1


"Om,berhentilah.Jangan membuat om Kenan memaksa kan diri nya untuk mengingat apa pun."cegah Rein sembari memegang lengan Mario.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Kenan?"tanya Windy yang sejak tadi kebingungan.


"Ayo ikut aku sebentar!"ajak Mario untuk keluar dari ruangan itu.


"Kau mau membawa Windy kemana Mario?"tanya Kenan ketus.


"Sebentar Nan.Ada hal yang perlu ku jelaskan kepada Windy".


Mario pun lalu keluar dari ruangan itu diikuti oleh Windy,menyisakan Kenan dan Rein didalam sana.


"Om...ini semua salah ku."gumam Rein menatap Kenan senduh.


"Bagaimana mungkin semua yang terjadi pada ku ini adalah kesalahan mu,jika aku saja tak mengenal kau itu siapa!"ujar Kenan datar.


"Apa tidak ada sedikit pun tentang ku yang masih membekas didalam ingatan om saat ini?"tanya Rein lembut.


Kenan pun seketika menatap wajah Rein yang senduh itu.Walau Kenan bahkan sama sekali tidak memiliki ingatan bersama Rein,namun anehnya saat melihat wajah nya,Kenan seakan merasa Rein bukan lah orang asing bagi nya.


"Maaf tetapi aku tidak bisa mengingat apapun tentang mu."ujar Kenan yang akhirnya membuat Rein tak terasa meneteskan air mata nya dan jatuh mengenai lengan Kenan.


Rein pun seketika menyeka air mata nya dan berlalu dari hadapan Kenan.Ia lalu keluar dari ruangan yang mulai terasa sesak bagi nya itu.Menurut Rein,kenyataan bahwa Kenan benar-benar tak mengingat apapun tentang nya adalah suatu hal berat yang kini harus ia tanggung.Ditambah lagi perasaan nya untuk Kenan tidak main - main.Itu semakin membuat Rein semakin tersiksa.


**


Mario yang sudah memberitau Windy tentang keadaan Kenan pun menyuruh nya untuk tak memanfaatkan keadaan ini agar bisa dekat dengan Kenan kembali.


Mereka pun lalu masuk kembali untuk menemui Kenan.Namun Mario heran melihat Kenan yang hanya seorang diri diruangan itu.


"Reina kemana Nan?"tanya Mario sembari melepas pandangan nya ke seluruh ruangan VIP yang cukup luas itu.


"Ia sudah pergi sejak tadi."jawab Kenan singkat.


Mario hanya menghela nafas panjang.Ia tak tau apa yang baru saja terjadi hingga Rein memutuskan keluar dari ruangan Kenan.


**


Setelah beberapa hari pasca operasi,Kenan pun akhirnya di izinkan untuk pulang oleh dokter.Ditambah lagi kondisi Kenan semakin membaik,kecuali memori nya yang masih terhenti pada ingatan nya 1 tahun lalu.Karna tidak mungkin bagi Kenan terus berada di rumah sakit untuk menunggu ingatan nya kembali yang tidak tau itu kapan akan terjadi.


Dengan ditemani oleh Rein dan Mario,Kenan pun dibawa keluar dari ruangan nya menggunakan kursi roda menuju area parkir tempat mobil Kenan diberada.


Setelah berada di area parkir,Mario dengan sigap membopong Kenan untuk masuk ke mobil nya.Sedangkan Rein memasukkan tas berisi keperluan Kenan saat dirumah sakit ke dalam mobil.


Sesampai didepan rumah,Mario dengan cekatan menuntun Kenan turun dari dalam mobil dan membawa nya masuk menuju ke kamar nya.Rein yang melihat Mario kesulitan membopong tubuh Kenan saat menaiki anak tangga,dengan cepat Rein membantu nya.Rein lalu mengalungkan lengan Kenan di bahu nya sembari memegangi tubuh Kenan seperti yang dilakukan oleh Mario.

__ADS_1


Rein dan Mario lalu secara perlahan membaringkan tubuh Kenan di atas kasur nya.


"Rein,kau bisa kan mengurus Kenan?aku harus pergi karna sebentar lagi akan mengadakan meeting."ucap Rein.


"Thanks ya Mario,kau sudah mau mengantarkan ku pulang dan bersedia menghandle semua pekerjaan ku."ujar Kenan.


"Iya Nan jangan sungkan.Lagi pula kalau bukan aku siapa lagi yang mau mengantarkan bos ototiter dan kejam seperti diri mu."celetuk Mario.


Kenan pun hanya tertawa kecil mendengar sindiran Mario.Mario lalu berpamitan kepada Kenan dan Rein.Rein yang merasa berhutang budi dengan kebaikan Mario pun mengantarkan nya hingga ke mobil.


"Makasih ya om sudah membantu ku menjaga om Kenan."ucap Rein sembari tersenyum ke arah Mario.


"Iya Rein,tak masalah.Kenan itu juga teman dekat ku,sudah sepantas nya aku menemani nya disaat ia sedang mengalami kondisi sulit seperti ini."ujar Mario.


"Maaf om... karna aku pernah menilai om Mario dengan buruk.Juga aku sempat tidak menyukai keberadaan om."sesal Rein sembari menunduk.


"Tak apa Rein,memang salah ku waktu itu mengucapkan kata - kata yang membuat mu merasa tak nyaman.Yasudah,aku pergi dulu ya Rein.Jika terjadi apa - apa dengan Kenan,cepat hubungi aku."


"Baik om".


Mario lalu menyetir mobil nya meninggalkan rumah Kenan.Rein kemudian kembali masuk kedalam rumah untuk melihat keadaan Kenan.


"Om..boleh aku menemani om disini?"tanya Rein yang berdiri disamping Kenan.


"Kau tak perlu merepotkan diri mu.Aku bisa melakukan segala nya sendiri dan ada bi Ati juga.Jadi kau tak perlu khawatir."jawab Kenan datar.


"Aku tau saat ini om bahkan tak mengenali ku.Namun izinkan aku tetap berada di samping om sampai masa - masa sulit ini berakhir."


"Kau memang keras kepala ya!sudah ku katakan bahwa kau tak perlu merepotkan diri mu sendiri dengan menjaga ku.Lebih baik kau fokus saja pada sekolah mu agar bisa menjadi orang berhasil nanti nya."


Rein hanya menghela nafas mendengar ucapan ketus dari Kenan.Namun ia tak peduli,ia tetap berada di kamar Kenan walau Kenan berkali - kali mengusir nya.


Hingga akhir nya Kenan putus asa dengan sikap keras kepala yang di miliki Rein.Bahkan saat malam hari pun,Rein tetap menjaga Kenan walau Kenan tak memperdulikan nya.


"Kau mau sampai kapan berada di kamar ku?"tanya Kenan ketus.


"Sampai om tertidur."jawab Rein.


"Keluarlah!bagaimana mungkin aku bisa tidur jika kau masih berada di kamar ku!"usir Kenan.


Dengan berat hati,Rein pun melangkah kan kaki nya keluar dari kamar Kenan.Walau Rein merasa sakit hati dengan ucapan - ucapan ketus yang dilontarkan oleh Kenan,namun ia berusaha menguatkan hati nya.


Rein tak mau menyerah pada takdir.Cukup bagi nya kehilangan seorang Ibu dan kini ia tak mau kehilangan orang yang ia sayangi untuk kedua kali nya,yaitu Kenan.


**

__ADS_1


__ADS_2