
Sejak Kenan kehilangan ingatan nya,Rein kembali merasakan kesepian seperti dulu.Ditambah lagi Kenan yang kini sulit untuk di ajak berkomunikasi,membuat sesak di dalam hati Rein semakin hari kian menumpuk.
Dengan tak bersemangat Rein berangkat ke sekolah.Bahkan ia berjalan dengan lambat dan tatapan nya yang seakan kosong.Sesampai di kelas Rein bahkan mengabaikan Fara yang menyambutnya dengan senyuman.
"Rein..kenapa wajah mu murung seperti itu?"tanya Fara yang menghampiri tempat duduk Rein.
Rein tak menjawab dan hanya menatap Fara.
"Kalian sudah menyelesaikan tugas dari miss Julia?"tanya Aska yang baru datang dengan nafas terengah.
"Sudah dong."jawab Fara.
"Memang nya hari ini ada tugas ya Far?"tanya Rein datar.
"Astaga Rein.kau lupa?tak biasa nya kau seperti ini."ucap Fara panik.
Rein hanya mengangguk pelan.
"Yasudah,cepat salin tugas ku ini Rein."suruh Fara sembari mengeluarkan buku tugas nya lalu memberikan nya kepada Rein.
"Aku lihat juga ya Far."ujar Aska sembari menyeringai.
"Kau ini Ka,selalu saja tak pernah mengerjakan tugas."gumam Fara kesal.
Namun belum sempat Rein dan Aska menyalin tugas Fara,bel sekolah sudah berbunyi menandakan pelajaran pertama akan di mulai.Miss Julia pun segera masuk ke kelas mereka.
"Good morning.."sapa miss Julia yang baru masuk ke kelas mereka.
"Good morning miss"jawab para siswa.
Fara dan Aska pun langsung kembali ke tempat duduk mereka.
"Gimana ini Rein..?"tanya Aska yang duduk di belakang Rein.
"Sudahlah.Mau bagaimana lagi Ka."jawab Rein pasrah.
"Langsung saja kalian kumpul kan tugas yang kemarin saya berikan.Dan bagi yang tidak mengerjakan tugas,silahkan keluar dari kelas."ucap Miss Julia tegas.
Rein dan Aska pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan menuju ke luar kelas di ikuti beberapa siswa lain yang juga tidak mengerjakan tugas.Mereka lalu berjalan beriringan menuju ke lapangan voli.Karena hukuman bagi yang tidak mengerjakan tugas dari miss Julia adalah tidak dapat mengikuti pelajaran nya dan juga harus berdiri di lapangan voli hingga jam pelajaran selesai.
"Kau kenapa Rein?ini pertamaa kali bagi mu kan tidak mengerjakan tugas?"tanya Aska yang berdiri disamping Rein.
"Aku baik - baik saja kok Ka."jawab Rein.
"Tapi wajah mu tak bisa berbohong.Cerita lah kepada ku Rein apa yang saat ini mengganggu pikiran mu hingga kau sampai tak mengerjakan tugas mu."
"Om Kenan....om Kenan kecelakaan Ka".
"Apa Rein?om Kenan kecelakaan?"tanya Aska lantang karna tersentak dengan pernyataan Rein.
Noah yang kebetulan sedang latihan voli pun mendengar ucapan Aska.
"Aska,bisa tidak kau pelankan suara mu satu oktaf saja!"
"Iya..iya maaf Rein.Aku suka lupa mengontrol suara ku ini..hhmmpp...Lalu om Kenan bagaimana keadaan nya?"
"Sekarang sih sudah membaik,hanya saja saat ini om Kenan mengalami..."
Rein tak melanjutkan ucapan nya,rasa nya lidah nya terlalu keluh untuk mengatakan keadaan Kenan saat ini.
"Hanya saja om Kenan kenapa Rein?"
"Rein.."panggil Aska yang terlihat melamun.
"Om Kenan kenapa Rein?"tanya Aska lagi yang semakin penasaran.
"Om Kenan mengalami amnesia karna kepala nya terbentur keras saat kecelakaan Ka."
"Astaga Rein.kenapa kau tak memberi tau kami?pantas saja belakangan ini wajah mu terlihat murung dan kau terlihat tak bersemangat."
"Maafkan aku ya Aska."
"Kau selalu saja seperti itu Rein.Entah kau mengganggap kami sebagai sahabat mu atau tidak."
"Bukan begitu Ka."
"Sudahlah,jangan menambah beban pikiran Rein lagi.."ucap Noah yang tiba - tiba berada dibelakang Rein dan Aska.
"Kak Noah.sejak kapan ada dibelakang kami?"tanya Aska bingung.
"Sejak tadi.sejak kau mengatakan bahwa om Kenan mengalami kecelakaan.Kau tau Aska,suara mu yang lantang itu terdengar hingga ke tengah lapangan."ujar Noah.
Aska yang malu pun seketika menunduk.
"Aska bisa kau berpindah ke ujung sana?ada yang ingin ku bicarakan dengan Rein."suruh Noah.
"Baik Kak."ucap Aska sembari berjalan menuju ke sisi lapangan.
Setelah Aska pergi,Noah pun hanya memandangi wajah senduh Rein yang mulai basah terkena peluh yang menetes dari dahi nya.
"Kenapa kau bisa dihukum seperti ini Rein?mana cuaca pagi ini cerah dan panas lagi."tanya Noah sembari menyeka peluh yang keluar dari dahi Rein dengan jemari nya.
Dan kontan saja para siswa yang berada dilapangan voli menganga dengan apa yang mereka lihat.Dari cara Noah memperlakukan Rein,mereka pun mulai beramsumsi jika Noah dan Rein adalah sepasang kekasih.
"Kak Noah,jangan begini.Tak enak jika di lihat yang lain."ujar Rein.
"Aku tak peduli dengan pandangan orang lain Rein.Aku hanya peduli kepada mu."
__ADS_1
"Kak,pergilah.Aku sedang dihukum, bagaimana jika miss Julia melihat ku malah seperti ini."
"Kau tenang saja Rein,oiya,apa yang membuat mu menjadi dihukum seperti ini?kau tak mengerjakan tugas mu?"
"Iya Kak".
"Tapi kenapa Rein?setau ku,kau adalah siswa yang pintar dan rajin.Lalu mengapa kau tiba - tiba seperti ini?"
"Kemarin....aku hanya memikirkan keadaan om Kenan Kak, hingga aku tak mengingat semua tugas - tugas sekolah ku."
"Keadaan om mu bukan tanggung jawab mu Rein.Seharusnya kau juga pikirkan diri mu sendiri.Om Kenan sudah dewasa jadi ia pasti mengurus diri nya sendiri.Kau tak perlu sekhawatir itu Rein."
"Bagaimana aku tak khawatir Kak,Om Kenan mengalami kecelakaan hingga ia kehilangan sebagian ingatan nya.Selain ia tidak dapat mengingat bagaimana kecelakaan itu terjadi,om Kenan juga tak bisa mengingat dan mengenali ku."jelas Rein dengan mata nya yang mulai berkaca - kaca.Entah mengapa setiap kali membicarakan Kenan,ia selalu saja merasa kesedihan dihati nya.
Noah seketika terdiam menatap wajah Rein.Ingin rasa nya ia memeluk Rein dan membiarkan Rein menumpahkan kesedihan dipelukan nya itu.
"Noah...."teriak salah satu anggota dari tim voli nya.
Noah pun seketika menoleh ke arah tengah lapangan.
"Pergi lah Kak.."ujar Rein yang melihat Noah ragu untuk meninggal kan nya.
"Tak apa Rein?"tanya Noah merasa tak enak.
Rein pun mengangguk mengiyakan tanya dari Noah.
"Nanti sepulang sekolah aku akan mengantarkan mu pulang Rein."ujar Noah lalu pergi dari hadapan Rein.
Aska yang melihat Noah sudah pergi pun kembali menghampiri Rein.Aska pun bertanya kembali perihal kecelakaan Kenan.Rein lalu menjelaskan semua yang terjadi kepada sahabat nya itu hingga hukuman mereka selesai.
Saat jam istirahat,Aska mengajak Rein dan Fara ke rooftoop sekolah agar mereka bisa dengan tenang membahas perihal keadaan Kenan.Aska pun menceritakan kembali tentang Kenan kepada Fara.
"Jadi Rein,om Kenan tak bisa mengingat ku juga?"tanya Fara kecewa.
"Ya sudah jelas lah Far,Rein yang penting saja tak di ingat oleh om Kenan,apalagi kau yang hanya sebagai figuran".celetuk Aska.
"Kau ini Aska!"ucap Fara kesal sembari mengepal tangan nya dihadapan Aska.
"Iya..iya ampun Far.."ujar Aska ketakutan melihat amarah Fara yang hampir meluap.
Rein pun akhirnya bisa tersenyum karna melihat tingkah kedua sahabat nya itu.
"Gini dong Rein,senyum.Kedua mata ku sakit tau Rein melihat mu murung seperti beberapa hari ini."celetuk Aska.
"Iya Rein.Kau jangan pernah merasa sendiri ya.Ada aku dan Aska,yang pasti nya juga ada Kak Noah."ujar Fara sembari memeluk Rein.
"Makasih ya,kalian selalu ada disaat aku terpuruk seperti ini."ucap Rein .
"Iya Rein.Aku juga tak mau hanya menjadi figuran yang tak penting seperti Fara."ejek Aska sembari berlari menjauhi Fara karna ia tau Fara pasti akan marah dan mengejarnya.
"Aska...!"teriak Fara sembari mengejar Aska yang terus mengejek nya.
**
Bel berbunyi tanda jam pelajaran telah usai.Noah pun bergegas menuju ke kelas Rein untuk menepati janji nya mengantarkan Rein pulang.
Noah yang menunggu Rein didepan kelas nya tak peduli dengan omongan siswa lain yang saling berbisik dan menyebarkan berita tak benar tentang mereka.
"Kak Noah.."ucap Fara tersentak saat keluar dari kelas.
Begitu pun dengan Rein yang berada disebelah Fara.
"Ayo Rein.."ajak Noah.
"Kau mau kemana Rein?"tanya Fara.
"Aku izin membawa Rein ya Fara.Aku ingin mengantarkan nya pulang."ujar Noah.
"Hmm,maaf Kak tapi aku dan Fara mau mengerjakan tugas kelompok kami.Ya kan Far?"ucap Rein sembari menyenggol lengan Fara agar Fara mengiyakan perkataan nya.
"I..iya Kak benar."seru Fara sembari menyeringai.
"Oh begitu,yasudah besok luangkan waktu mu ya Rein agar aku bisa mengantarkan mu pulang."ucap Noah sembari tersenyum ke arah Rein.
Lalu ia pergi meninggalkan Rein dan Fara.
"Kenapa kau berbohong kepada Kak Noah Rein?"tanya Fara.
"Aku hanya tak ingin merepotkan orang lain Far."
"Rein,seperti nya Kak Noah tidak merasa direpotkan oleh mu.Kau tak menyukai nya ya?"
Rein hanya diam tak menjawab.Alasan ia tak mau di antar pulang oleh Noah adalah karna perkataan Kenan yang selalu terngiang - ngiang di kepala nya bahwa ia adalah milik Kenan,dan ia tidak diperbolehkan Kenan untuk dekat dengan Noah.
"Buka lah hati mu untuk Kak Noah Rein!setidak nya beri ia kesempatan untuk mendekati mu."
"Andai aku tak menyukai lelaki lain Far,mungkin aku sudah menerima lelaki sebaik Kak Noah".
"Jadi kau sudah menyukai lelaki lain Rein?".
"Iya Far.Jadi berhenti lah menjodohkan ku dengan Kak Noah."
"Baik lah Rein.Siapa lelaki yang bisa mencairkan hati itu yang beku itu?"
"Kenan!"jawab Rein dalam hati.
"Rahasia!"ujar Rein sembari berjalan meninggalkan Fara.
__ADS_1
"Hei Rein,tunggu aku."ucap Fara sembari menyusul langkah Rein.
**
Sesampai dirumah,Rein yang masih berada didepan pintu seketika tersentak melihat seorang wanita berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar Kenan.Rein pun berlari mengejar wanita itu.Namun Rein kalah cepat,wanita itu sudah masuk ke kamar Kenan.
"Kau ada keperluan apa masuk ke kamar om Kenan?"tanya Rein ketus dengan nafas terengah - engah kepada wanita yang ternyata mantan kekasih Kenan,yaitu Windy.
"Hei Rein!sopan lah sedikit dengan orang yang lebih tua dari mu."ujar Kenan marah.
Windy yang merasa besar kepala karna dibela oleh Kenan pun menyungging senyum sinis ke arah Rein.
Tiba - tiba Bi Ati masuk ke kamar Kenan sembari membawa nampan yang berisi makan siang untuk Kenan.
"Ini makan siang nya Den."ucap Bi Ati.
"Sini Bi,biar saya yang menyuapi Kenan."kata Windy sembari mengambil nampan dari tangan Bi Ati.
Namun Bi Ati yang mengetahui bahwa Windy memiliki niat tak baik kepada Kenan, menahan nampan ditangan nya itu.Lalu secara tiba - tiba Bi Ati melepas nampan itu hingga Windy yang menarik nya terkena tumpahan sup dan mengenai dress yang dikenakan nya.
"Maaf Non.Saya tidak sengaja."ucap Bi Ati berpura - pura merasa bersalah.
"Iya.tak apa Bi."ujar Windy dengan wajah yang juga berpura - pura tersenyum.Padahal ia memendam amarah nya karna dress nya kini menjadi kotor.
"Saya buatkan lagi ya Den makan siang nya".ucap Bi Ati sembari keluar dari kamar Kenan.
Kenan tak menjawab,sekali ini entah mengapa ia tak menyukai keberadaan Windy.Mungkin hati Kenan perlahan menyadari bahwa Windy bukanlah pujaan hati nya.
"Sayang..boleh aku memakai toilet mu?"tanya Windy sedikit manja.
"Lebih baik kau pulang saja Windy!karna percuma juga kau membersihkan dress mu itu."suruh Kenan datar.
Rein pun seketika tersenyum tipis mendengar ucapan Kenan.
Dengan kesal Windy pun keluar dari kamar Kenan.Rein pun mengikuti nya hingga ke ruang tamu.
"Berhenti lah menemui om Kenan."ucap Rein tegas.
Windy pun seketika menghentikan langkah nya dan membalikkan tubuh nya ke arah Rein.
"Kau siapa berani melarang ku?dan mengapa kau bisa tinggal bersama Kenan?"tanya Windy.
"Bukan urusan mu!"jawab Rein singkat.
"Hei,bersikap sopan lah didepan orang yang lebih tua dari mu.!"
"Baik lah Tante."ucap Rein sembari menyunggingkan senyum sinis.
"A..apa kata mu?tan..tante?"
"Iya,bukankah kau seumuran dengan om Kenan,tante?"
"Berhenti memanggil ku Tante!".
"Loh bukan kah kau adalah kekasih om Kenan?jika kau memang serius dengan om ku,kau pasti tidak akan masalah jika aku memanggil mu dengan sebutan Tante!"
Windy seketika terdiam,lalu dengan kesal ia meninggalkan Rein dan juga rumah Kenan.
"Akhirnya pergi juga wanita itu!"gumam Rein seorang diri.
Rein lalu berjalan ke dapur untuk mengambil makan siang untuk Kenan.
"Bi,makasih ya sudah membantu ku mengusir wanita itu."ujar Rein sembari membantu Bi Ati menyiapkan sup untuk Kenan.
"Iya Non,lagi pula saya memang tidak menyukai wanita itu dari dulu saat masih berpacaran dengan Den Kenan."
"Mereka dulu berpacaran Bi?"
"Iya Non.Namun mereka sudah lama mengakhiri hubungan itu,mungkin sejak 1 tahun lalu."
"Oh,jadi karna ia tau bahwa om Kenan mengalami amnesia maka nya ia berani menemui om Kenan lagi.Jadi saat dikantor om Kenan kemarin aku salah paham dengan nya?astaga!andai saja aku mau mendengarkan penjelasan om Kenan,ia pasti tak akan mengalami hal ini."monoloh Rein dalam hati.
"Non?!"
"Non Reina...?!"
"I..iya Bi."
"Ini makan siang Den Kenan,saya atau Non Reina yang membawa ke kamar Den Kenan?"
"Saya saja Bi."
"Baik lah Non."
Rein lalu membawa nampan itu menuju ke kamar Kenan.Saat masuk ke kamar nya,perasaan bersalah mulai menyebar didalam hati Rein.
"Om,ini makan siang nya."ujar Rein sembari duduk di hadapan Kenan.
Kenan tak menjawab,ia hanya menatap Rein datar.Rein pun langsung menyodorkan sesendok nasi ke mulut Kenan.
"Makan lah om.."suruh Rein.Kenan pun membuka mulut nya secara perlahan.Dengan sabar Rein menyuapi Kenan seperti yang pernah Kenan lakukan kepada nya.
"Sebentar om.."ucap Rein sembari menyeka bibir Kenan yang terdapat nasi yang menempel.
Dada Kenan seketika bergemuruh saat jemari Rein menyentuh bibir nya.Kenan menatap Rein dalam.Dalam pandangan nya entah mengapa ia seperti begitu mengenali wajah Rein.
Kenan membiarkan Rein menyuapi hingga selesai.Setelah itu Rein menyuruh Kenan meminum obat pemberian dari dokter kemarin agar luka ditubuh Kenan saat kecelakaan kemarin segera membaik.
__ADS_1
**