
Kenan yang saat ini tidak mengetahui apapun tentang Rein merasa gagal dalam menjaga nya.Bahkan ia saja tidak tau dimana Rein melanjutkan pendidikan nya.
Kenan memutuskan untuk menyuruh Mario mencari tau perihal dimana tempat dan alamat Rein berkuliah saat ini.
Mario yang cukup dekat dengan Rein semenjak insiden kecelakaan Kenan beberapa waktu lalu,tanpa canggung langsung menghubungi Rein dan bertanya mengenai perkuliahan nya.Rein yang sama sekali tak curiga bahwa itu perintah dari Kenan,dengan gamblang memberi tau Mario dimana ia berkuliah dan mengambil jurusan apa.
Setelah Mario mengirim sebuah pesan kepada Kenan perihal alamat dimana Rein berkuliah,ia pun dengan sigap langsung mengganti kemeja nya yang sejak semalam ia kenakan.
Dengan tergesa - gesa Kenan berjalan menuju ke mobil nya yang masih berada di garasi.Lalu tanpa aba - aba lagi ia segera berangkat menuju ke kampus Rein yang letak nya lumayan jauh.
**
Kini mobil Kenan sudah terparkir disisi jalan kampus dimana Rein berkuliah.Ia sengaja menunggu disana hingga Rein selesai dengan mata kuliah nya.Kenan ingin mengikuti Rein dan mencari tau siapa pria yang saat ia dekat dengan nya.
Kenan dengan sabar menunggu Rein,hingga akhirnya Rein pun keluar dari kampus nya seorang diri.Namun langkah Rein terlihat tergesa seperti akan menemui seseorang.
Melihat taxi yang di tumpangi Rein sudah berlalu dari hadapan nya,Kenan pun mulai menyetir mobil nya mengikuti taxi itu.Hingga taxi itu berhenti di sebuah mall dan Rein pun segera turun.
Kenan yang tak mau kehilangan jejak Rein,langsung memarkirkan mobil nya di sembarang tempat.Ia sudah seperti seorang pengungtit bagi Rein.Namun Kenan tak peduli,secara perlahan ia mengikuti langkah Rein hingga masuk ke dalam mall.
Tanpa disangka,Kenan yang ingin mengetahui pria yang akan di jumpai oleh Rein justru tak sengaja bertemu dengan Windy dengan pria lain yang diduga Mario adalah kekasih nya.
Kenan merasa tersudutkan dengan sikap Windy yang selama ini berhasil membohongi nya.Ia tak percaya pria tampan dan mapan seperti diri nya tetap saja diselingkuhi oleh wanita seperti Windy.
Dengan rahang yang mulai mengeras dan amarah yang timbul di hati Kenan,ia tanpa ragu mendatangi Windy yang sedang asyik bergandengan tangan sembari tertawa lepas dengan pria lain.
"Jadi ini yang kau lakukan di belakang ku!?"pekik Kenan marah sambil menatap tajam ke arah Windy.
"Ke...kenan...?!."seru Windy kaget melihat Kenan dihadapan nya.
"Siapa pria itu sayang?"tanya pria yang menggandeng tangan Windy.
"Di..di..dia adalah...."
"Aku adalah mantan kekasihnya.!"ucap Kenan ketus.
"Jangan begini Nan.Aku bisa menjelaskan semua nya?"ujar Windy seolah tak bersalah.
"Tak perlu!mulai detik ini jangan pernah kau menghubungi atau pun menemui ku lagi!"ucap Kenan tegas lalu ia pergi dari hadapan Windy.
Namun Windy dengan cepat mencegah Kenan dengan menarik lengan nya.
"Jangan tinggal kan aku Nan!."ucap Windy memelas.
Kenan tak peduli,ia dengan cepat menarik lengan nya dari genggaman Windy dan kemudian pergi begitu saja.
"Bisa - bisa nya aku tertipu dengan wanita picik seperti Windy!".Monolog Kenan sembari mencari keberadaan Rein.
Kenan pun semakin mengutuk Windy,kalau saja ia tak menghampiri Windy mungkin ia tak akan kehilangan jejak Rein.
Dengan perasaan yang bercampur aduk Kenan mengitari mall yang luas itu hingga ia merasa lelah.Namun ia tak juga menemukan Rein.Dalam kondisi hati yang kesal,Kenan pun memutuskan untuk tak mencari keberadaan Rein lagi.Ia lalu keluar dari mall itu dan pergi menuju ke kantor nya.
__ADS_1
**
Padahal kenyataan nya Rein tergesa - gesa karna ia memiliki dua janji yang harus ia tepati.Pertama,Rein sudah berjanji dengan Fara akan menemui nya di mall dan yang kedua, ia dan Noah sudah merencanakan makan siang bersama di cafe yang sering mereka kunjungi saat SMA dulu.
Jika saja Kenan bersabar sedikit lagi menunggu Rein didepan mall,mungkin ia akan bertemu dengan Rein.Karna Rein pun hanya sebentar saja menemui Fara.Setelah itu ia keluar dari mall dan bergegas menuju cafe dimana Noah sudah menunggu nya.
**
Dengan wajah tampan nya yang ditekuk,Kenan berjalan lemas menuju ke ruangan kerja nya.
"Kau kenapa Nan?kusut amat tu muka!"ujar Mario sembari menyunggingkan senyum mengejek.
Kenan tak menjawab,ia hanya berjalan ke sofa tempat Mario berada.Ia lalu menghempaskan tubuh nya ke sofa dan menyenderkan kepala nya sembari menatap langit - langit ruang kerja nya.
"Bagaimana Nan,kau berhasil mengikuti Rein?"tanya Mario penasaran.
"Apa nya yang berhasil!..aku kehilangan jejak Rein saat di mall karna bertemu dengan Windy!"jawab Kenan tak bersemangat.
"Windy lagi...Windy lagi...Lalu kau mengajak nya berbelanja seperti yang selama ini kau lakukan?"tanya Mario sinis.
"Untuk apa aku mengajak wanita penipu seperti dia?.Ternyata ucapan mu benar Mario,bahwa ia berselingkuh dari ku!."sesal Kenan.
"Nah..tu kan!sekarang kau baru menyesal kan Nan?kau sih...tak pernah mempercayai ucapan ku."
Kenan pun hanya bisa menghela nafas panjang menyesali tindakan nya selama ini.Bahkan demi Windy,ia rela mengabaikan Rein.Rasa sesal semakin membatu dan menumpuk di hati Kenan.Kini ia tak tau harus memulai dari mana untuk membuat Rein kembali pada nya.
"Sudah lah Nan.Dari pada kau suntuk seperti itu,kita cafe biasa yuk!kau belum makan siang kan?"ajak Mario.
"Nah gitu dong Nan..!"
**
Di cafe..
"Sorry ya Kak,aku agak lama.Tadi aku menemui Fara dulu di mall."ucap Rein sembari langsung duduk di kursi yang sudah dipesan Noah.
"Iya Rein,tak apa.Aku juga belum lama datang kok."ujar Noah sembari tersenyum menatap Rein.
"Sudah pesan makanan belum Kak?"tanya Rein.
"Belum Rein,aku memang sengaja menunggu mu!"jawab Noah.
Rein pun lalu memanggil waiters yang berada tak jauh dari mereka.Mereka langsung memesan beberapa menu dan cemilan untuk menghabiskan waktu luang mereka.
Tak berapa lama,pesanan mereka pun akhirnya datang.Tanpa canggung Rein yang memang sudah kelaparan itu langsung menyantap makanan yang sudah tertata di atas meja.Sedangkan Noah hanya tersenyum melihat tingkah Rein yang sudah mulai akrab dengan nya.
Semesta memang selalu punya cara untuk mempertemukan dua insan yang saling mencintai.Seperti Kenan dan Rein saat ini,mereka dipertemukan kembali di tempat yang bahkan tak mereka janjikan.
"Hai Rein..!"sapa Mario yang baru tiba di cafe yang sama tempat Rein berada.
Rein pun seketika mendongakkan kepala nya dan menatap Mario yang berdiri di hadapan nya.Begitu juga dengan Noah yang tersentak melihat pria lain menyapa Rein.
__ADS_1
"Om Mario?!"ujar Rein kaget.
"Wahhh...sudah lama tak bertemu, kau semakin menawan saja ya Rein.Aku bahkan sempat tak yakin bahwa itu adalah kau.!"celetuk Mario.
"Mulai lagi lah deh.."gumam Rein yang sedari awal sudah mengetahui watak Mario.
"Aku serius Rein.Pantas saja sekarang kau sudah mendapatkan..."
"Mendapatkan apa om?"tanya Rein heran.
"Itu.."ucap Mario sembari menunjuk Noah dengan memoyongkan bibir nya.
"Sudah lah Mario.Lebih baik kita jangan menganggu mereka!"ujar Kenan yang mulai tak nyaman dan langsung berlalu mencari tempat yang agak jauh dari tempat Rein dan Noah.
"Yasudah kalau begitu aku kesana ya Rein.Tampak nya bos kita mulai cemburu."seru Mario sembari tertawa kecil.
Rein hanya mengangguk,dan Mario pun berlalu dari hadapan Rein dan Noah menuju meja yang sudah di pesan Kenan.Rein lalu kembali melanjutkan menyantap makan siang nya yang sempat terjeda tadi.
"Kau masih menyukai om Kenan Rein?"tanya Noah tanpa basa basi.
Rein yang tersentak mendengar ucapan Noah pun seketika tersedak.Ia dengan cepat menenggak air mineral di hadapan nya.
"Maksud Kak Noah?"
"Sudah lah Rein,jujur saja.Aku sudah tau sejak dulu kau menyukai om Kenan.Itu kan alasan mu menolak ku?"
Suasana kini menjadi canggung.Rein tak menduga jika Noah sudah mengetahui perasaan nya kepada Kenan.Ia pun hanya diam menatap makanan yang sudah tak menyelarakan lagi bagi nya itu.
"Aku tau kau masih menyukai Om Kenan hingga saat ini Rein.Tak apa,aku terima itu.Namun izinkan aku menemani mu melewati semua ini,dan izinkan aku menjadi kekasih mu hingga om Kenan mendapatkan ingatan nya kembali."ujar Noah.
"Bisa tidak Kak,saat ini kita tak usah membahas itu?"gumam Rein sedikit kesal.
"Tapi Rein,aku masih berharap suatu saat bisa memiliki mu.Dan menurut ku ini saat yang tepat bagiku untuk mengutarakan kembali perasaan ku."
"Kak Noah...,aku sudah menganggap mu seperti Kakak ku sendiri.Maaf,karna...sampai kapan pun aku tak akan bisa membalas perasaan Kak Noah terhadap ku."
Ucapan Rein berhasil membuat Noah kecewa.Ia seketika terdiam mengetahui bahwa ternyata tak ada celah dihati Rein yang tersisa untuk ku.
Suasana hening di antara mereka,hingga akhirnya Noah yang sudah kehilangan selera makan nya mengajak Rein untuk pulang.
"Kau sudah selesai Rein?jika sudah,ayo ku antar kan pulang!"ucap Noah datar.
Rein yang merasa bersalah kepada Noah pun mengiyakan tawaran Noah yang akan mengantarkan nya pulang.Mereka lalu bangkit dari tempat duduk mereka dan langsung meninggalkan meja yang masih terdapat banyak makanan yang belum mereka sentuh.
**
"Maafkan aku ya Rein sudah menganggu makan siang mu."ujar Noah sembari menatap Rein yang baru turun dari atas motor nya.
"Tak apa Kak.Oiya,makasih sudah mau mengantarkan ku pulang."ucap Rein yang sebenarnya merasa tak enak kepada Noah.Namun mau bagaimana lagi,ia memang harus jujur kepada Noah,agar Noah bisa melupakan nya dan mencari wanita lain yang lebih pantas untuk lelaki baik seperti Noah.
**
__ADS_1