
Kenan yang sudah selama satu bulan berada di luar kota pun memutuskan untuk pulang.
Akhirnya ia menyadari bahwa perasaan bersalah nya terhadap Rein memang harus ia hadapi.Ia tak bisa melarikan diri terus menerus apalagi sampai meninggalkan Rein.
Ucapan Mario juga akhirnya menyadarkan Kenan,bahwa hati nya memang lebih memilih Rein daripada Windy.Ditambah lagi selama satu bulan berpisah dengan Rein membuat Kenan sering memikirkan nya,bahkan Rein berkali - kali berhasil masuk kedalam mimpi nya Kenan.
**
Dengan keadaan hati yang gelisah Kenan masuk ke dalam rumah sambil menenteng jas abu-abu milik nya.Langkah Kenan terhenti saat berada di ruang tamu sembari memandangi pintu kamar Rein yang terkunci.
"Den Kenan sudah pulang!mau saya buatkan minum Den?"tanya Bi Ati begitu melihat kehadiran Kenan.
"Tidak usah Bi,saya tadi sudah minum diluar bersama Mario.Oiya,Rein belum pulang sekolah Bi?"tanya Kenan yang tak melihat keberadaan Rein.
"Pulang sekolah?loh bukan nya Non Reina sudah lulus sekolah ya Den?"tanya Bi Ati bingung.
"Sejak kapan Rein sudah lulus sekolah Bi?dan kenapa saya tidak tau?"
"Non Reina sudah 5 bulan yang lalu lulus sekolah Den.Sekarang Non Reina sudah menjadi mahasiswa.Dan hari ini adalah hari pertama Non Reina masuk kuliah.
Hmmm...maaf Den mungkin karna selama beberapa bulan ini Den Kenan jarang berada dirumah,jadi Den tidak tau jika Non Reina sudah lama lulus sekolah."
Kenan seketika menghela nafas panjang mendengar penjelasan Bi Ati.Ada sesal yang mendalam di hati nya karna ia menyadari setidak peduli itu ia dengan Rein yang seharusnya ia jaga.
"Jadi jam berapa Rein akan pulang Bi?"tanya Kenan lagi.
"Saya kurang tau Den,tetapi selama tiga hari saat masih pengenalan kampus Non Reina pulang hingga larut malam Den."jawab Bi Ati.
Kenan pun hanya mengangguk menimpali penjelasan Bi Ati.Ia lalu menuju ke kamar nya yang sudah cukup lama kosong itu.
**
Di kampus...
Ini adalah hari pertama Rein menjadi mahasiswa baru setelah tiga hari kemarin ia mengikuti PKKMB.Dan sejak hari ini Rein memutuskan untuk mengakhiri semua perasaan nya kepada Kenan yang sudah memilih menjauh dari hidup nya.
Bagi Rein itu adalah salah satu cara agar ia dapat dengan tenang melanjutkan hidup.Saat ini Rein juga ingin fokus pada pendidikan nya.Salah satu impian nya adalah bisa menyelesaikan pendidikan hingga S2.Untuk itu ia begitu bersemangat mengikuti mata kuliah pada hari pertama nya ini.
Setelah mata kuliah hari pertama selesai,Rein ingin menemui Fara yang juga berada di universitas yang sama dengan nya walau mereka mengambil jurusan yang berbeda.Sedangkan Aska memilih melanjutkan pendidikan nya di luar kota, tempat asal kelahiran nya.
Rein yang berjalan sembari membawa beberapa buku tebal di tangan nya tak sengaja menabrak seorang lelaki hingga buku - buku yang ia bawa terjatuh.
"Sorry....."ucap Rein tanpa melihat wajah lelaki itu dan langsung memungut buku nya yang berserakan di lantai.
"Iya tak apa"ujar lelaki itu yang juga membantu Rein memungut buku nya.
__ADS_1
"Ini.."ucap lelaki itu sembari menyodorkan buku di hadapan Rein yang masih sibuk merapikan beberapa buku di tangan nya.
Setelah itu Rein mendongakkan kepala nya menatap lelaki itu sembari mengambil buku dari tangan lelaki itu.
"Rein...?!"ucap lelaki itu kaget.
"Kak Noah?!"balas Rein yang sama kaget nya dengan Noah.
Noah pun seketika tersenyum lebar karna tak menyangka akan bertemu dengan pujaan hati nya kembali.Ya benar,Noah masih memiliki perasaan itu untuk Rein hingga kini.Walau mereka sempat tak saling berkomunikasi selama Noah sudah lulus dari sekolah,namun tak mengurangi sedikit pun perasaan Noah kepada Rein.
"Kau kuliah disini juga Rein?"tanya Noah sembari menatap Rein dengan mata nya yang mulai berbinar.
"Iya Kak."jawab Rein singkat.
"Kau mengambil jurusan apa Rein?"
"Psikologi Kak."
"Wah,berarti nanti aku boleh konsul dengan mu dong Rein."
"Tentu boleh lah Kak.Oiya,Kak Noah sendiri mengambil jurusan apa?"
"Kalau aku mengambil jurusan hukum Rein."
"Anak voli tetapi tertarik dengan hukum?"
"Alasan nya?"
"Awalnya aku tak memiliki alasan apapun Rein,namun setelah aku mengenal mu kini aku menemukan alasan mengapa aku harus mengambil jurusan hukum."
"Apaan sih Kak.Plis jangan bawa - bawa aku"
"Tapi itu serius Rein".
Rein pun hanya tersenyum dan tak menimpali ucapan Noah lagi.Ia lalu berpamitan kepada Noah karna ia ingin segera pulang kerumah.Noah pun mengizinkan bahkan ingin mengantarkan Rein.Namun Rein dengan cepat menolak tawaran dari Noah.Karna sebenarnya ia masih ingin menemui Fara terlebih dahulu.Rein pun kemudian berlalu dari hadapan Noah yang masih terus menatap nya.
**
Rein kini mulai terbiasa hidup tanpa adanya Kenan.Bahkan saat berada di rumah pun ia sudah merasa nyaman dengan keadaan rumah yang begitu sepi.Rein bahkan bisa melenggang santai menaiki anak tangga menuju kamar nya.
"Non Reina!"panggil Bi Ati.
Rein seketika menghentikan langkah nya dan membalikkan badan menatap Bi Ati yang berada di dekat tangga.
"Iya Bi,ada apa?"tanya Rein.
__ADS_1
"Den Kenan tadi mencari Non Reina."
"Om Kenan?apa om Kenan sudah pulang bi?"tanya Rein sembari menuruni anak tangga menuju ke arah Bi Ati.
"Sudah Non.Tetapi Den Kenan sudah pergi lagi dengan Den Mario."
"Oh begitu ya Bi.hmmm ...Bibi tau kenapa om Kenan kenapa tiba - tiba pulang dari luar kota?"
"Saya tidak tau Non,dan saya juga tidak berani bertanya."
"Baik lah Bi.Yasudah saya ke kamar dulu ya."ucap Rein.
**
Malam hari nya Kenan yang baru saja pulang langsung menuju ke kamar Rein.Ia pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Rein yang terkunci.Namun hingga beberapa kali Kenan mengetuk tak ada sedikit pun jawaban dari Rein.
"Apa Rein sudah tidur ya?tapi ini kan masih 8 malam!tak biasa ia tidur jam segini".monolog Kenan di depan pintu kamar Rein.
Rein yang belum tertidur memang sengaja tak membukakan pintu untuk Kenan.Ia ingin menjaga jarak dengan Kenan seperti yang Kenan lakukan kepada nya.
Suara ketukan itu pun hilang dan Rein pikir Kenan sudah pergi dari depan kamar nya.Rein yang merasa lelah karna selama satu harian ini ia banyak menghabiskan waktu nya ke toko buku,akhir nya memutuskan untuk tidur.Ia tak tau jika Kenan masih menunggu nya untuk membukakan pintu.
Pagi hari nya Rein yang ingin berangkat ke kampus merasa terkejut saat membuka pintu kamarnya mendapati Kenan yang masih tertidur di sofa yang berada di depan kamar nya.
Rein yang tak ingin Kenan melihat nya pun dengan cepat melangkahkan kaki nya sebelum Kenan terbangun.
"Rein?!"panggil Kenan yang menyadari Rein sudah keluar dari kamar nya.
Rein tak menoleh ataupun menghentikan langkah nya.Ia malah semakin mempercepat langkah nya agar Kenan tak menghampiri nya.Namun Kenan yang begitu ingin melihat wajah Rein,dengan cepat bangkit dari sofa dan langsung berlari kecil mengejar Rein.
"Tunggu Rein!"ucap Kenan sembari menarik lengan Rein.
Rein tersentak mengetahui Kenan berhasil menghampiri nya.Seketika ia mematung dan tak mau menoleh menatap Kenan.
"Ayo ku antarkan Rein!"ujar Kenan.
Rein tak menimpali ucapan Kenan,dengan kasar ia malah menarik lengan nya dari genggaman Kenan.Kenan pun semakin mengeratkan genggaman nya pada lengan Rein agar Rein tak bisa begitu saja berlalu dari hadapan nya.
"Lepaskan aku om!".gumam Rein ketus.
"Baik lah aku akan melepaskan mu.Tapi izinkan aku mengantarkan mu ya!"
"Tetapi sudah ada yang menjemput ku!"ujar Rein berbohong.
Kenan yang percaya begitu saja dengan ucapan Rein pun secara perlahan melepaskan lengan nya.Rein lalu memanfaatkan kesempatan itu untuk pergi dari hadapan Kenan.
__ADS_1
Kenan tak bisa berbuat banyak,toh itu adalah kesalahan nya karna telah meninggalkan Rein begitu saja.Ia tau ingatan nya memang belum sepenuh pulih tentang Rein,namun sejak ia dan Rein melakukan hal tabu itu membuat Kenan tak bisa melupakan Rein dari ingatan nya.
**