
Setelah sikap Rein yang mulai berani membantah kepada nya,Kenan memutuskan untuk pergi ke kampus Rein. Kenan sengaja tak pergi ke kantor nya karna ia ingin menunggu Rein hingga menyelesaikan kuliah nya.Namun Kenan yang tak sabar karna Rein belum juga terlihat di mata nya,memutuskan untuk masuk ke gedung kampus Rein.
Cukup lama Kenan berkeliling kampus yang luas itu hingga akhirnya ia melihat Rein yang baru saja ke luar dari ruang kelas nya.Dengan cepat ia berlari menghampiri Rein.Tanpa basa - basi Kenan langsung menarik lengan Rein.
"Ayo Rein!"ajak Kenan.
"Om..?!om ngapain disini?"tanya Rein kaget.
"Ya jelas menjemput mu lah.Ayo!"
"Tapi om,aku sudah ada janji dengan Fara."tolak Rein sembari menarik lengan nya dari genggaman Kenan.
Kenan tak peduli,ia terus menarik paksa lengan Rein hingga Rein yang merasa terintimidasi oleh perlakuan Kenan hanya bisa mengikuti nya.
"Om berhenti!semua orang memperhatikan kita!"suruh Rein.
Kenan masih saja tak menggubris ucapan Rein.Hingga akhirnya mereka tiba di sisi jalan tempat Kenan memarkirkan mobil nya.Kenan langsung membuka pintu depan mobil nya sebelah kiri lalu menyuruh Rein untuk segera masuk.Setelah itu ia masuk ke mobil dan langsung mengemudikan nya menuju ke suatu tempat.
"Kita mau kemana om?"tanya Rein bingung saat mobil Kenan melaju melewati rumah nya.
"Nanti kau juga pasti akan tau!"jawab Kenan.
"Maaf sudah menjemput mu dengan cara kasar seperti tadi Rein!.Aku hanya tak mau kau menemui lelaki itu lagi."ucap Kenan.
"Kenapa om selalu saja melarang ku dekat dengan Kak Noah?"
"Apa perkataan ku kurang jelas Rein?!Aku tak suka kau dekat dengan lelaki mana pun.Paham."
"Om tak suka melihat ku dengan Kak Noah, lalu om pikir aku suka melihat om dekat dengan mantan kekasih om itu?"
Kenan terdiam seketika,ia pikir Rein selama ini baik - baik saja saat ia bersama dengan Windy.Namun nyata nya Rein pun terluka walau ia tak pernah mengatakan nya kepada Kenan.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam lebih,tiba lah mobil Kenan di sebuah tempat dengan hamparan rumput yang cukup luas dengan beberapa pusara yang berjejer rapi di atas nya.
Kenan langsung keluar dari mobil nya dan di ikuti oleh Rein.Rein seketika melepaskan pandangan ke sekeliling nya karna ia merasa heran mengapa Kenan mengajak nya ke tempat itu.
__ADS_1
Tanpa memberi tau Rein,Kenan hanya berjalan di hamparan rumput itu hingga akhirnya langkah nya terhenti di sebuah pusara yang terlihat bersih dan terawat.Sembari membungkuk,Kenan meletakkan rangkaian bunga yang sejak tadi ia bawa ke atas pusara itu.
Lalu Kenan duduk disamping nya,sedangkan Rein yang masih berada di belakang Kenan,tak tau jika pusara yang mereka kunjungi nya adalah tempat peristirahatan terakhir Maura,alm. Mama nya.Selama ini Rein tak pernah mengunjungi peristirahatan terakhir Mama nya itu,dan Damian juga tak pernah mengajak nya.
Ditambah lagi saat proses pemakaman Mama nya dulu,Rein tak izinkan oleh Damian untuk ikut,karna ia tak ingin nanti nya Rein berlarut - larut dalam kesedihan nya itu.Untuk itu lah, Rein tidak pernah mengetahui dimana tempat peristirahat terakhir Mama nya hingga kini.
"Kak,sudah lama sekali aku tak mengunjungi mu.Maafkan aku Kak Maura!.Aku terlalu sibuk melanjutkan bisnis dan perusahaan yang di amanah kan oleh Papa kepada ku.!"
Rein yang mendengar nama Mama nya disebut oleh Kenan, seketika tersentak dan memberanikan diri melangkahkan kaki ke samping Kenan.Mata Rein mulai berkaca - kaca saat ia melihat tulisan yang tertera di batu nisan itu adalah nama alm.Mama nya.
Kaki Rein melemas,seakan tak kuat menopang tubuh mungil nya.Sudah 8 tahun berlalu,namun ini pertama kali bagi Rein mengunjungi pusara Mama nya.
Ia lalu duduk disamping Kenan sembari memandangi batu nisan dihadapan nya.
"Maafkan Rein juga Ma!karna selama ini Rein tak pernah mengunjungi Mama.Bahkan saat Mama dimakamkan, Rein tak berada disini untuk melihat Mama yang terakhir kali.!".ucap Rein yang mulai terisak.
"Maafkan Rein... Ma...".lirih Rein dalam tangis nya yang semakin pecah.Bagaimana tidak,selain ia merindukan sosok yang begitu berharga baginya,Rein juga merasa bersalah karna ia tak pernah sekalipun mengunjungi pusara Mama nya itu.
Hati Kenan seketika terenyuh melihat Rein yang menangis di depan pusara alm. Kakak nya itu.Ia pun langsung merangkul bahu Rein dengan sesekali mengelus punggung nya dengan lembut.
Hingga Rein yang sudah puas mencurahkan rasa bersalah nya di depan pusara sang Mama,kini merasa sedikit lega dan mulai menyeka sisa - sisa air mata yang masih membekas di wajah nya.Kenan yang melihat itu pun dengan sigap menarik tangan Rein dan membiarkan jemari nya yang menyeka sisa - sisa air mata itu.
Sembari menyeka air mata Rein,Kenan pun menatap lekat wajah nya yang sedikit memerah karna menangis terlalu lama.
Kenan mulai merasa benar - benar jatuh hati kepada Rein.Kini ia mulai menyakini ucapan Rein dan juga Mario bahwa sebelum ia kehilangan ingatan nya,ia memang pernah begitu mencintai Rein.
Setelah melihat Rein sudah membaik,Kenan pun kembali menatap pusara Maura.
"Kak Maura,..aku ingin meminta restu dari mu,karna aku ingin menikahi Rein!Aku berjanji akan menjaga nya dengan baik seperti yang Kak Maura ingin kan.
Maafkan aku sekali lagi Kak,..karna aku sering menyakiti Rein!Dan akan ku pastikan bahwa hal itu tidak akan terulang lagi."ujar Kenan sembari mengelus batu nisan dihadapan nya.
Kini Rein paham mengapa Kenan mengajak nya mengunjungi pusara Mama nya.Rein pun tertegun karna niat Kenan yang memang serius ingin menikahi nya.Ia lalu memberanikan diri menatap wajah Kenan yang berada disamping nya.
Wajah yang sudah lama sekali ia rindukan,tubuh yang sudah lama sekali ingin ia dekap.Walau mereka berada di satu rumah yang sama,namun sejak Kenan kehilangan sebagian ingatan nya,membuat Rein dan Kenan seakan dibatasi oleh tembok yang sangat tinggi dan kokoh.
__ADS_1
**
Setelah selesai meminta restu kepada Maura,
Kenan lalu mengajak Rein pulang.Ia tanpa canggung menggandeng tangan Rein.
"Mau makan apa Rein?"tanya Kenan sembari menyetir mobil.
Rein hanya menggeleng,karna ia sedang tak berselera untuk makan.
"Jangan begitu Rein!kau belum makan apapun sejak pulang kuliah tadi."
"Aku tidak lapar om."
"Bagaimana mungkin kau tidak lapar Rein?!Katakan saja kau ingin makan apa!"
"Tidak ada om.Aku sedang tak berselera untuk makan apapun."
"Kau ini sudah tubuh mu kecil,makan saja pun kau susah!".
"Tetapi walau pun tubuh mu kecil,kau pandai memuaskan ku Rein!"sambung Kenan sembari menyeringai.
Mendengar ucapan Kenan,Rein seketika melirik sinis ke arah nya.
"Kau tak boleh menatap calon suami mu dengan pandangan seperti itu Rein."goda Kenan.
"Percaya diri sekali om akan menjadi suami ku.Sementara om saja belum meminta izin kepada Papa."celetuk Rein sedikit ketus.
"Kau tenang saja Rein,besok aku akan berangkat ke Tokyo untuk menemui Papa mu."
"Kenapa harus ke Tokyo om?om kan bisa menghubungi Papa tanpa harus kesana!"
"Memang nya kenapa?kau takut akan rindu kepada ku?"
Rein tak menjawab,ia hanya memalingkan wajah dari Kenan.Karna dugaan Kenan memang benar,bahwa Rein pasti akan merindukan nya saat ia pergi untuk menemui Damian ke Tokyo.
__ADS_1
**