Menikah Dengan Adik Angkat Mama

Menikah Dengan Adik Angkat Mama
BAB 39


__ADS_3

Setelah keadaan Kenan semakin membaik,dokter pun mengizinkan nya untuk pulang.Mario yang mengetahui Kenan akan pulang dari rumah sakit,memutuskan untuk menjemput nya.Dengan tergesa ia menyetir mobil nya agar segera tiba di rumah sakit.


Sesampai dirumah sakit,Mario langsung berlari menuju ke ruangan dimana Kenan sempat di rawat.Mario tersenyum lebar tatkala melihat teman baik nya itu sudah sadar dari koma nya.


Ia lalu menghampiri Kenan dan langsung memeluknya.


"Tak ku sangka kau masih hidup Nan."celetuk Mario sembari mengeratkan pelukan nya.


"Ck..apa maksud mu Mario?"tanya Kenan kesal karna ucapan Mario.


Mario seketika terbahak dan melepas pelukan nya dari tubuh Kenan.


"Sudahlah jangan kesal begitu.Baru juga kau sadar dari koma,tak baik bersikap begitu Nan."


"Sebenarnya kau ingin menjemput ku atau mengejek ku Mario?"


"Ya jelas menjemput mu lah.Ayo Tuan Kenan Mahaprana,mobil nya sudah saya siapkan!"ejek Mario.


Kenan pun melemparkan tatapan sinis kepada Mario.Untung nya Rein dengan cepat meredahkan kekesalan Kenan.


"Sudahlah sayang,om Mario itu hanya berusaha menghibur."ujar Rein sembari menuntun Kenan keluar dari ruangan nya.


Mario yang tau Kenan kesal kepada nya langsung menghampiri Rein dan membantu nya membopong tubuh Kenan menuju ke mobil.


Bahkan saat sudah tiba dirumah pun,Mario masih membantu Rein membopong tubuh Kenan hingga ke kamar nya seperti saat Kenan kecelakaan dulu.


"Aku balik ke kantor ya Nan."ucap Mario.


"Kenapa terburu - buru om?"tanya Rein.


"Iya Rein,aku merasa tak enak saja mengganggu pengantin baru."jawab Mario sembari menyunggikan senyum.


"Haiisshh,kau ini Mario.Bilang saja kau tak mau ku repotkan, jadi kau mencari alasan seperti itu."gumam Kenan ketus.


"Hahahha...tidak Nan.Sebenarnya aku memang harus ke kantor, tadi pekerjaan ku sempat ku tinggal kan karna ingin menjemput mu."jelas Mario.

__ADS_1


"Yasudah pergi lah.Aku juga sudah malas melihat mu."ujar Kenan.


"Baiklah Tuan Kenan yang terhormat,saya pergi dulu!oiya selamat membuat Kenan junior ya...."celetuk Mario lalu segera pergi dari kamar Kenan sebelum Kenan melampiaskan kekesalan kepada nya.


"Ayo sayang!".ucap Kenan.


"Ayo kemana?"tanya Rein heran.


"Ayo kita membuat Kenan junior."jawab Kenan tanpa malu - malu.


"Sayang...kamu itu baru saja pulang dari rumah sakit.Dan dokter juga menyuruh istirahat kan!?"


"Ayo lah Rein.."


"Tidak."


"Rein..."ajak Kenan memelas.


"Sayang bisa tidak saat ini kita fokus dengan kondisi kesehatan mu dulu?"


"Rein,aku sudah merasa sehat."


Kenan mendengus seolah tak terima dengan keputusan Rein.Namun Rein tetap pada pendirian nya untuk tidak menuruti kemauan Kenan.Sebenarnya bukan ia tak mau,ia hanya khawatir dengan kondisi Kenan yang saat ini seperti tak memungkin kan untuk melakukan hal itu.


"Istirahatlah sayang.."ucap Rein sembari mengelus lembut wajah Kenan.


"Baiklah,tapi janji ya nanti malam kita akan membuat Kenan junior."


"Sayang..."


"Iya..Iya.ini aku mau istirahat!"gumam Kenan sembari merebahkan tubuh nya di atas kasur.


Setelah itu Rein menyelimuti tubuh Kenan dan mengecup dahi nya.Lalu ia keluar dari kamar Kenan untuk membersihkan diri.Rein masih merasa canggung sebenarnya saat berada di dekat Kenan.Apalagi harus tidur di satu ranjang yang sama dengan nya.


Walau sebelumnya mereka pernah melakukan hal tabu itu,namun tetap saja Rein masih merasa risih jika harus tidur bersama Kenan.

__ADS_1


Dibawah shower Rein termenung sembari mengelus perut nya.Kekhawatiran pun muncul di benak Rein karna ajakan Kenan yang masih terngiang di kepala nya.Rein tak ingin secepat itu untuk hamil,terlebih lagi ia belum merasa siap.


Namun kekhawatiran itu seketika menghilang, saat tubuh nya didekap oleh Kenan secara tiba-tiba.Rein yang tak mengenakan sehelai benang pun bisa merasakan sentuhan kulit Kenan di tubuh nya.Rein bergidik saat Kenan mulai melepaskan kecupan di leher nya.


"Sayang,aku sangat menginginkan mu."bisik Kenan sembari membiarkan jemari nya menyentuh setiap inci tubuh Rein.


Tubuh Rein meremang saat jemari Kenan berhasil meremas kedua aset indah nya yang menonjol.Ia pun tak bisa menahan Kenan yang sudah terbakar gairah itu.Dengan hasrat yang menggila,Kenan mulai mendaratkan kecupan di semua bagian tubuh Rein tanpa terkecuali.


Lalu ia melucuti satu persatu pakaian yang dikenakan nya dan mencampakkan nya di sembarang tempat.Kenan yang kini juga tanpa sehelai benang pun secara perlahan memojokkan tubuh Rein ke dinding.


Inilah adalah momen yang di tunggu oleh Kenan dimana ia bisa sepuas nya bercinta dengan Rein tanpa harus takut akan hal apapun.Terlebih lagi saat ini mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri,membuat Kenan semakin tak sabar untuk menghujam habis aset milik Rein yang sempat ia rasakan saat mabuk dahulu.


Rein yang dibuat kualahan oleh Kenan mulai tak tahan dengan sentuhan bibir Kenan di area sensitif nya hingga ia meremas rambut Kenan berkali-kali.Suara erangan Rein mulai terdengar di telinga Kenan,hingga membuat nya semakin bersemangat bermain di area sensitif milik Rein.


Kenan tersenyum puas saat tubuh Rein menegang dan berhasil mengeluarkan cairan miliknya.Dengan bersemangat Kenan mulai menyesap cairan itu hingga tak bersisa.Kaki Rein seketika melemas,namun dengan sigap Kenan menahan tubuh Rein agar tetap berdiri tegak.


Dingin nya air shower tak membuat Kenan gentar.Ia malah semakin bersemangat melihat Rein yang mulai melemas.Kenan lalu mematikan shower kemudian menggendong tubuh Rein hingga keluar dari toilet.Sembari mengecup bibir Rein,Kenan secara perlahan meletakkan tubuh nya di atas kasur.


Kenan kembali melakukan hal yang sama kepada Rein seperti saat di toilet.Ia bahkan berkali-kali membuat tubuh Rein menegang.Kini Kenan sudah tak tahan lagi,ia ingin segera merasakan lubang kenikmatan yang masih sempit itu dengan kejantanan nya yang sudah sejak tadi mengeras.


Rein memejamkan mata hingga air mata nya menetes saat Kenan berusaha menjebol pertahanan nya yang masih terasa sulit bagi Kenan.


"Bagaimana mungkin masih sesempit ini?bukankah aku sudah pernah memaksa masuk milik ku?"gumam Kenan dalam hati sembari terus berusaha mendorong miliknya.


"Tahan sebentar ya sayang."ujar Kenan sembari mengelus rambut Rein.


Rein hanya mengangguk sambil memejamkan mata menahan rasa sakit di area sensitif nya.


Usaha Kenan akhirnya membuahkan hasil.Milik nya yang cukup besar itu berhasil menembus lubang sempit yang begitu ia rindukan.Kenan mulai meracau sembari memainkan peran nya diatas tubuh Rein.


Sedangkan Rein hanya menikmati permainan Kenan yang begitu luar biasa hingga membuatnya merasakan kenikmatan yang tak pernah ia dapatkan dimana pun.


Ternyata Kenan tak hanya berwajah tampan dan bertubuh bak atlet,tetapi ia juga seorang pria perkasa dan begitu ahli dalam hal ranjang.Ia bahkan tak canggung mengajak Rein untuk mencoba berbagai gaya dalam melampiaskan hasrat gila nya itu.


Hingga akhirnya Kenan mulai melemas setelah menghabiskan beberapa ronde dengan Rein.Begitu pun dengan Rein yang hanya bisa tergeletak pasrah di atas kasur yang sudah sangat berantakan.Kenan lalu merebahkan tubuh nya di samping Rein.Ia merasakan kepuasaan yang selama ini tak pernah ia rasakan.

__ADS_1


Dengan keringat yang mengucur dari tubuh nya dan dengan nafas nya yang masih terengah,Kenan lalu mencium dahi Rein dengan lembut.Ia pun akhirnya tertidur disamping Rein sembari memeluk tubuh mungil Rein yang kelelahan.


**


__ADS_2