Menikah Dengan Adik Angkat Mama

Menikah Dengan Adik Angkat Mama
BAB 36


__ADS_3

Hari bahagia yang dinantikan itu pun akhir nya tiba.Rein menatap diri nya yang berbalut gaun putih mewah didepan cermin kamar nya.


"Wahhh...kau sangat cantik hari ini Rein!"puji Fara yang baru tiba dengan mengenakan gaun berwarna sampanye pemberian Rein.


"Jadi selama ini aku tak cantik?"gurau Rein.


"Ya jelas cantik lah Nyonya Kenan Mahaprana.Namun hari ini kau bak seorang ratu Rein!"ucap Fara lagi sembari menggeleng kan kepala nya tak percaya bahwa Rein bisa semempesona itu di hari pernikahan nya.


"Apain sih Far.Aku...malah tak percaya diri untuk berdiri di hadapan orang banyak."celetuk Rein.


"Ya ampun Rein,dengar ya!....tak ada alasan apapun yang membuatmu menjadi tak percaya diri seperti itu.Aku tau selama ini kau memang lebih banyak menutup diri dari orang - orang,namun jangan jadikan itu alasan mu untuk tak percaya diri di hadapan mereka.


Terlebih lagi ini hari bahagia mu dengan om Kenan,Rein.Kau harus menjadikan ini sebagai momen terindah di hidup mu."ujar Fara sembari memegang kedua tangan sahabat nya itu.


"Baiklah Far...oiya,thanks ya Far selama ini kau selalu ada untuk ku dan selalu membantu ku dalam kondisi apapun.Aku bersyukur bisa memiliki sahabat seperti mu."ucap Rein dengan mata yang berkaca - kaca.


Fara pun seketika memeluk tubuh Rein dan tanpa terasa air mata haru jatuh dari ujung mata nya hingga mengenai bahu Rein.Ia tidak pernah sebahagia itu melihat sahabat nya,kini Fara lega akhirnya ada yang bisa menjaga dan menyayangi Rein dengan setulus hati.


Bagi Fara,Rein pantas mendapatkan semua kebahagian itu setelah semua yang telah dilalui nya semenjak kehilangan Mama nya dan juga semua perjuangan nya untuk mendapatkan Kenan kembali.


"Mbak Reina,sudah di tunggu Tuan Damian."ucap Bi Ati yang tiba - tiba masuk ke kamar Rein.Rein hanya mengangguk mengisyaratkan bahwa ia sebentar lagi akan turun menemui Damian.


Rein dan Fara pun saling melepaskan pelukan mereka.Rein tersenyum menatap Fara sembari menyeka air mata yang masih menempel di wajah Fara.


"Kau lihat Far,makeup mu jadi luntur begitu."ucap Rein sembari tertawa kecil.


"Serius Rein?!"tanya Fara yang masih terisak.


Fara lalu melihat diri nya didepan cermin untuk memastikan ucapan Rein.


"Kau bohong Rein!lagian mana mungkin make up ku luntur.Ini ya Rein,demi kau aku rela menyewa MUA mahal agar make up ku tahan hingga acara mu selesai."

__ADS_1


Seketika Rein tertawa lepas mendengar ucapan sahabat nya itu.Rasa gugup nya pun seakan menghilang begitu saja.Setelah Rein merasa benar - benar siap,Fara lalu menuntun Rein menuruti anak tangga menuju ke mobil.


Rein tak sedih di saat hari pernikahan nya itu hanya ada Fara sebagai bridesmaid nya.Toh ia memang menyadari sejak sekolah dulu,hanya Fara dan Aska lah teman dekat nya yang bisa membuat nya merasa nyaman.


Bukan tak banyak yang ingin berteman dengan Rein,namun ia saja yang memang sejak dulu tak ingin berteman dengan siapa pun yang tak tulus kepada nya.Bahkan saat di kampus pun,ia mengabaikan orang-orang yang ingin mengajak nya untuk berteman.


Bukan Rein merasa tak butuh,ia hanya benci jika hubungan pertemanan itu hanya dijadikan ajang untuk memanfaatkan diri nya saja.Bagi Rein memiliki dua sahabat seperti Fara dan Aska sudah lah cukup.


Damian yang sejak tadi sudah menunggu Rein,seketika ternganga melihat kecantikan dan aura yang begitu luar biasa terpancar dari anak semata wayang nya itu.Ia pun langsung menghampiri Rein yang masih menuruni anak tangga.


"Rein...kau sangat cantik sekali sayang!.Kau tau,kau sangat mirip sekali dengan Mama mu dahulu saat mengenakan gaun pernikahan."ucap Damian sembari menatap Rein dengan mata berbinar dan berkaca - kaca.


Rein hanya tersenyum hangat menatap Damian.Damian pun seketika memeluk tubuh anak nya itu.Betapa ia sangat merindukan Maura saat melihat wajah Rein yang begitu sangat mirip dengan alm. istri nya itu.


Damian terenyuh ketika kenangan nya bersama Maura terlintas sesaat di kepala nya.Bahkan ia semakin terisak mengingat kesalahan nya dahulu yang tak bisa menyelamatkan Maura.


"Sudah lah Pa."lirih Rein sembari mengelus punggung Damian dengan lembut.


"Maafkan Papa Rein,Papa..hanya teringat akan Mama mu.Andai Mama mu disini,hadir dan bisa menyaksikan pernikahan mu Rein.Ia pasti merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini."ucap Damian yang tak sadar kembali meneteskan air mata nya.


Rein dengan sigap menyeka air mata yang keluar dari ujung mata Damian.Sedangkan ia berusaha tegar dihadapan Damian.Ia tak boleh menangis lagi,sudah cukup bagi nya selama satu malaman menangisi ketidak hadiran Maura di hari pernikahan nya.


"Mari om,..acara pernikahan Rein akan segera di mulai."ujar Fara yang menyadarkan Damian.


"Oh...iya...Baiklah."ucap Damian sembari menuntun Rein menuruni anak tangga.


Selama di dalam mobil,Damian tak melepas genggaman nya dari tangan Rein.Akhirnya ia menyadari bahwa kehadiran Rein selama ini begitu berharga.Rasa sesal pun mulai memenuhi hati Damian tatkala selama ini ia selalu mengabaikan dan tak memenuhi peran nya sebagai seorang Ayah.


Setelah beberapa menit perjalanan dari rumah Kenan,tiba lah mobil Damian di depan sebuah gedung mewah yang sengaja ia sewa untuk pernikahan Rein dan Kenan.


Fara yang ikut bersama Rein dan juga Damian,dengan cekatan membantu Rein yang sedikit kesulitan untuk keluar dari dalam mobil karna gaun panjang yang dikenakan nya.Begitu pun Damian yang juga turut membantu anak semata wayang nya itu.

__ADS_1


Beberapa rekan Damian yang sudah menunggu kedatangan Rein didepan gedung itu seketika ternganga saat melihat Rein keluar dari dalam mobil.Tak terkecuali Aska dan juga Mario yang sejak tadi sudah berdiri di depan gedung itu.


"Rein..."panggil Aska kegirangan melihat sahabatnya terlihat menawan dengan gaun pernikahan nya.


"Aska..?!"celetuk Rein yang tak menyangka bahwa seseorang sesibuk Aska mau menghadiri acara pernikahan nya.


Rein dan Aska hanya bertegur sapa,karna Rein harus segera masuk ke dalam gedung itu karna Kenan sudah sejak 2 jam lalu berada disana dan menunggu kehadiran nya.


Acara yang dinanti - nanti pun dimulai.Kenan yang sejak kemarin sudah melatih diri nya agar tak gugup saat hari pernikahan nya,kini ia tampak jauh lebih tenang.


Dengan setelan jas pengantin berwarna hitam yang elegan,Kenan dengan gagah nya duduk dihadapan Damian sembari menunggu kedatangan Rein.Semua orang seketika terpesona dengan kecantikan Rein saat ia mulai berjalan di tengah - tengah para tamu menuju ke atas pelaminan dimana Kenan dan Damian sudah menunggu nya.


Dengan dekorasi yang mewah nan glamour,semakin membuat para tamu bak berada di sebuah kerajaan yang sedang menyambut kedatang sang Ratu untuk naik ke singgah sananya.


Kenan dengan tatapan berbinar langsung bangkit dari tempat duduk nya untuk menyambut kedatangan wanita yang ia cinta itu.


Rein tak begitu gugup saat melintasi para tamu karna ada Fara dan juga kekasih Mario yang ternyata hadir dan menuntun nya berjalan menuju ke atas pelaminan.


Setelah Rein duduk di samping Kenan,seorang MC pun mulai membacakan acara pembukaan yaitu acara lamaran dan saling bertukar cincin antara kedua mempelai.Disertai dengan memberikan seserahan kepada calon pengantin wanita.


Setelah itu baru lah acara paling sakral dimana Damian akan menyerahkan tanggung jawab nya kepada Kenan.Kenan dan Rein yang telah didampingi oleh Damian sebagai walinya kini sudah duduk di depan meja yang sudah tertata dengan apik di atas pelaminan yang megah itu.


Lalu Kenan dengan mantap menjabat tangan Damian,sebagai wali nikah Rein.Dengan sekali nafas dan sekali ucap,Kenan berhasil mengucapkan akad nikah di depan para tamu yang merupakan saksi dari pernikahan mereka.


Kini ia dan Rein telah sah menjadi sepasang suami istri.Dan untuk pertama kali nya Rein pun menjabat dan mencium tangan Kenan.Perasaan lega,bahagia dan juga haru bercampur aduk didalam hati Kenan.


Setelah itu Kenan dan Rein mengambil posisi ditengah - tengah pelaminan untuk melempar buket bunga kepada para tamu undangan.Tanpa mereka sadari bahwa lampu led yang dipasang di atas kepala mereka tiba - tiba terjatuh


Kenan yang melihat hal itu langsung melindungi tubuh Rein dengan mendekap nya.Hingga lampu led yang terjatuh itu mengenai tepat di kepala Kenan.


Rein seketika berteriak histeris saat melihat kepala Kenan mengeluarkan banyak darah.Pandangan Kenan kini menjadi kabur,ia pun seketika tergelatak di atas pelaminan.

__ADS_1


**


__ADS_2