
Sebulan pun berlalu setelah Rein dan Kenan menikah.Keadaan Kenan yang kini sudah benar-benar membaik memutuskan untuk mengajak Rein pergi honeymoon yang kemarin sempat tertunda.Rein menyetujui ajakan Kenan karna ia memang sudah lama sekali ingin berpergian hanya berdua dengan Kenan.
Setelah Rein kembali mengambil cuti dari kampusnya,ia pun mengabari Damian bahwa ia dan Kenan akan pergi untuk honeymoon ke luar negeri.Awalnya Damian melarang karna ia ingin agar acara pernikahan mereka di adakan kembali.Namun setelah Rein memohon agar di izinkan olehnya untuk pergi,Damian yang tak ingin mengecewakan anak tunggal nya itu pun lalu menuruti kemauan Rein.
Rein dan Kenan pun mulai berkemas,namun tiba-tiba Rein teringat bahwa ada tugas yang harus ia berikan kepada dosen nya.Rein lalu meminta izin kepada Kenan agar memperbolehkan nya ke kampus.Kenan pun menyetujui,asal ia juga ikut bersama Rein.
Rein tak punya pilihan selain membiarkan Kenan ikut bersama nya.Di dalam mobil,Kenan tak henti-henti mengingatkan Rein agar tak menemui Noah.Sebegitu tak ingin nya Kenan melihat istri yang begitu ia cintai dekat dengan lelaki lain.
Walau ia sendiri tau bahwa Rein juga sejak dulu tak memiliki perasaan apapun kepada Noah.Namun rasa cemburu nya yang begitu membabi buta,membuat Kenan sering bertindak berlebihan.
"Jangan lama-lama ya sayang!"ujar Kenan sembari mengelus rambut Rein.
"Iya sayang.Setelah mengantarkan tugas ini,aku pasti akan langsung pergi."jawab Rein.
"Yasudah,aku ke dalam dulu ya sayang."ucap Rein lagi.
Kenan pun mengangguk dan membiarkan Rein keluar dari mobil nya seorang diri.Sebenarnya ia ingin menemani Rein hingga ke ruangan kelas nya,namun Rein dengan cepat menolak.Ia tak ingin suami nya itu menjadi pusat perhatian di kampus nya.
Dengan langkah sedikit tergesa,Rein berjalan menuju ke ruang kelas nya untuk menemui dosen yang telah memberi nya tugas karna ia ingin mengambil cuti.Setelah bertemu dengan dosen nya,Rein langsung menyerahkan tugas nya itu.
Lalu tanpa berlama-lama lagi, Rein segera bergegas karna Kenan sudah menunggu nya.Namun langkah Rein tiba-tiba terhenti saat melihat Noah yang berdiri berpapasan dengan nya.
"Hai Rein..."ucap Noah sembari melemparkan senyum.
Rein tak menjawab dan hanya membalas senyum Noah.
"Selamat ya Rein atas pernikahan mu.Aku turut bahagia karena melihat mu akhirnya bisa menikah dengan lelaki yang kau cintai."
"Hmm...iya kak.Makasih.Oiya...Aku...aku duluan ya Kak,karna om Kenan sudah menunggu ku."kata Rein dan langsung pergi dari hadapan Noah.
"Tunggu Rein!"cegah Noah.
Rein pun menghentikan langkah nya dan membalikkan badan ke arah Noah.
"Rein,aku berjanji akan melupakan mu dan tak akan mengganggu hidup mu lagi.Namun izinkan aku sekali saja dan untuk terakhir kali nya memeluk mu,boleh?!"
Seketika Rein terdiam sembari menimbang keputusan yang terbaik.Setelah memantapkan hati,Rein pun mengangguk tanda mengizinkan Noah untuk memeluk nya sebagai tanda perpisahan.
Rein berharap Noah benar-benar menepati janji nya untuk tak masuk ke kehidupan nya lagi.Sebelum Rein berubah pikiran,Noah pun dengan cepat memeluk tubuh Rein.
"Terimakasih ya Rein,sudah mengizinkan ku masuk ke kehidupan mu.Aku bahagia bisa mengenal mu."ucap Noah dengan mata yang berkaca-kaca.
Ia tak menyangka bahwa inilah akhir dari cerita nya dengan Rein.Walau ia tak bisa memiliki Rein,namun dengan memeluk tubuh nya saat ini,Noah merasa itu bisa menjadi penawar dari luka di hati nya.
__ADS_1
Tak ingin Rein salah paham,Noah segera melepas pelukan nya dari tubuh Rein.Ia lalu menatap dengan lekat wajah Rein yang pada akhirnya harus ia lupakan.
"Aku yakin suatu hari nanti Kak Noah akan mendapatkan seseorang pengganti ku yang lebih baik."ujar Rein sembari memegang bahu Noah.
"Iya Rein,aku juga berharap seperti itu."gumam Noah.
"Yasudah aku pergi ya Kak.Terimakasih juga karna selama ini Kak Noah sudah banyak membantu ku."
Noah hanya menggangguk pelan,rasa nya bibir nya terasa keluh untuk mengizinkan Rein pergi.Namun Rein yang tak ingin membuat Kenan menunggu nya lebih lama lagi,segera berlalu dari hadapan Noah dan pergi meninggalkan nya.
Kenan yang melihat Rein berjalan ke arah mobil nya, segera membukakan pintu mobil untuk Rein.Sesampai di dalam mobil,Rein langsung menyenderkan tubuh nya di jok mobil.Ia pun seketika menghela nafas lega karna hubungan nya dengan Noah berakhir dengan baik.
"Sudah puas pelukan nya Non Reina?"sindir Kenan.
"Hahhh?!"ucap Rein tersentak mendengar ucapan Kenan yang mengetahui jika ia dan Noah sempat berpelukan.
"Kenapa syok seperti itu Rein?bukan nya aku yang seharusnya seperti itu?"
"Hmm..om tau dari mana jika aku dan Kak Noah..."
"Berpelukan?!...iya....?!..Aku melihat nya sendiri tadi,dengan kedua mata kepala ku!"seru Kenan sembari menatap tajam ke arah Rein.
"Om mengikuti ku?"
"Om jangan salah paham dulu,karna aku dan Kak Noah hanya saling mengucapkan perpisahan."
"Tapi harus dengan cara berpelukan seperti itu Rein?"
"Maaf om..,aku tak bermaksud mengkhianati om seperti itu."
Kenan tak menimpali ucapan Rein,dengan kesal ia langsung menyetir mobil nya.
Saat tiba dirumah,Kenan bahkan mengabaikan Rein dan berjalan seorang diri masuk ke rumah.
Rein yang merasa bersalah dengan cepat menyusul Kenan.
"Sayang.."panggil Rein.
"Sayang tunggu sebentar.."
"Sayang.."
"Om..om Kenan.."
__ADS_1
"Kenan.!.."
Kenan seketika menghentikan langkah nya saat mendengar Rein memanggil nya hanya dengan nama.Ia lalu membalikkan badan dan langsung menatap tajam ke arah Rein.
Rein yang terintimidasi dengan tatapan Kenan pun hanya bisa menyunggingkan senyum.
Tanpa berkata-kata,Kenan langsung menggendong tubuh Rein dan membawa nya ke kamar.
Melihat wajah tegas Kenan yang datar,Rein hanya menelan saliva nya hingga beberapa kali.Ia tau apa yang akan dilakukan Kenan kepada nya setelah ini.Sesampai di kamar,Kenan langsung mencampakkan tubuh Rein di atas kasur.
Dengan tatapan nya yang tajam,Kenan mulai melucuti semua pakaian yang dikenakan nya.Lalu tanpa aba-aba Kenan langsung menyerang Rein dengan brutal.Bahkan dengan kasar ia menarik kemeja yang dikenakan oleh Rein,hingga semua kancing kemeja itu terlepas dari tempat nya.
"Jangan begini sayang..."lirih Rein yang merasa tegang melihat tatapan mata Kenan yang penuh gairah dan juga amarah.
Kenan tak menggubris ucapan Rein.Ia langsung mengecup bibir Rein dengan gairah yang menggila.Walau permainan Kenan begitu kasar,namun Rein mulai menikmati itu.Hingga akhirnya Kenan pun berhasil memuaskan hasrat nya dan membiarkan tubuh Rein terkulai lemas di atas tubuhnya.
"Bagaimana Rein?kau masih ingin mengkhianati ku?"tanya Kenan sembari mengelus lembut punggung Rein.
"Tidak sayang.Lagi pula aku tidak pernah mengkhianati mu."jawab Rein lemas.
"Baguslah,kalau begitu jangan pernah membuatku marah jika kau tak ingin ku buat seperti ini lagi."
"Tetapi aku suka diperlakukan seperti ini sayang."lirih Rein.
Kenan hanya tertawa kecil mendengar ucapan Rein.Ada rasa bangga di hati nya saat ia bisa memuaskan istri mungil nya itu.
**
Hari keberangkatan Kenan dan Rein untuk honeymoon pun tiba.Sembari membawa koper, Kenan menuruni anak tangga dengan semangat.
Rein yang juga sudah selesai segera menghampiri Kenan yang sudah menunggu nya diruang tamu.
"Ayo sayang"ajak Rein.
Kenan pun langsung beranjak dari sofa,dan sebelum pergi mereka tak lupa berpamitan kepada Bi Ati.Lalu bi Ati sembari tersenyum berpesan kepada mereka untuk selalu berhati-hati dan ia juga mendoakan semoga Kenan dan Rein segera mendapatkan buah hati sepulang dari luar negeri nanti.
Kenan dengan cepat mengaminkan doa Bi Ati,walau ia tau Rein tidak menginginkan itu.Setelah berpamitan,akhirnya mereka pun berangkat menuju ke bandara.Selama di perjalanan Kenan tak pernah melepas genggaman nya dari tangan Rein.
Akhirnya semua berakhir bahagia seperti harapan Rein selama ini.Ia yang sejak awal yakin bahwa Kenan akan menjadi miliknya,kini keyakinan itu terwujud.Bahkan Rein sudah melupakan semua kesedihan nya di masa lalu semenjak hari-hari nya di isi oleh Kenan.Rein dan Kenan yang hanya ingin berhoneymoon ke luar negeri,kini mereka memutuskan untuk menetap disana.
Kebetulan ada perusahaan besar milik Sukarsa Mahaprana,Ayah angkat Kenan di tempat Rein dan Kenan tinggal saat ini.Dan Kenan pun berniat mengambil alih perusahan yang selama ini di kelola oleh orang kepercayaan Sukarsa dulu.Karna perusahaan itu memanglah milik Kenan sesuai surat wasiat dari Sukarsa.
Rein dan Kenan akhirnya hidup bahagia di negeri orang,sembari menunggu hadir nya buah hati mereka.
__ADS_1
...***...