Menikah Dengan Adik Angkat Mama

Menikah Dengan Adik Angkat Mama
BAB 23


__ADS_3

Dua bulan pun berlalu,Kenan kini sudah menjalani aktivitas seperti biasa.Bahkan ia juga sudah kembali ke kantor nya untuk mengurus beberapa pekerjaan yang belum sempat Mario kerjakan.


Walau Kenan sudah menjalani terapi seperti anjuran dari dokter,namun belum banyak perubahan yang terjadi pada ingatan Kenan.


Sikap Kenan ke Rein pun tak berubah.Mereka yang berada dalam satu rumah, kini kembali menjadi seperti orang asing.Kenan yang benar - benar tak mengingat apapun tentang Rein,kerap kali bersikap dingin saat berpapasan dengan Rein.


Namun Rein yang cinta nya semakin hari semakin besar untuk Kenan,hanya bisa menerima perlakuan dingin dan arogan dari Kenan.Tanpa pernah membalas perlakuan Kenan kepada nya,Rein tetap memperlakukan Kenan dengan hangat dan penuh perhatian.Tak jarang sikap hangat Rein ditolak oleh Kenan.


**


Motor Noah tiba di depan rumah Kenan dan bersamaan dengan mobil Kenan yang baru saja tiba.Rein segera turun dari atas motor milik Noah.


"Makasih ya Kak"ucap Rein.


"Iya Rein.Kau masuk lah."ujar Noah.


"Baik Kak.Kak Noah hati - hati ya."


Noah pun mengangguk dengan di iringi senyum sumringah di wajah nya.Ia lalu menghidupkan mesin motor nya kembali dan segera berlalu dari hadapan Rein.


Kenan yang masih berada di dalam mobil hanya memperhatikan Rein dan Noah yang terlihat begitu akrab.Akhirnya Kenan mulai muak yang melihat Rein selama dua bulan belakang ini selalu di antar jemput oleh Noah.


Ada sesuatu di dalam hati nya yang tidak bisa menerima saat melihat Rein dekat dengan lelaki lain.Awal nya Kenan mengabaikan sesuatu yang mengganjal di hati nya itu,namun semakin sering Kenan melihat Rein bersama Noah,semakin bertambah sesak yang mengganjal di hati itu.


Kenan memang kehilangan ingatan nya terhadap apapun tentang Rein,namun tidak dengan hati nya yang masih mengenali wajah,suara bahkan sentuhan Rein yang dulu nya begitu candu bagi Kenan.


**


Semenjak Kenan kehilangan sebagian ingatan nya,ia tak lagi mau mengantar jemput Rein ke sekolah.Bahkan Kenan juga enggan untuk berada dalam satu meja makan dengan Rein.Yang ada di pikiran Kenan saat ini adalah bahwa ia dan Windy masih menjalin hubungan asmara.Kenan adalah pria setia yang selalu menghargai sebuah hubungan.Untuk itu ia bersikap dingin dan acuh kepada wanita lain,termasuk Rein.Walau Kenan tau Rein adalah keponakanan nya,namun entah mengapa Kenan selalu menganggap Rein sama seperti wanita lain.


Walau hati Kenan berkali - kali menyangkal bahwa bukan Windy lah wanita yang ia cintai,namun berkali - kali juga ia mengabaikan itu.Padahal setiap kali bersama Windy,Kenan tak lagi merasakan kenyamanan.


**


Malam ini tidak seperti biasa nya karna Kenan yang acuh tiba - tiba saja keluar dari kamar nya dan langsung menuju meja makan.Rein yang selama dua bulan belakang ini selalu saja makan seorang diri,kini ia terkejut saat melihat Kenan duduk dihadapan nya.


Dengan santai dan ekpresi wajah tampan nya yang datar,Kenan mulai mengambil satu persatu hidangan yang sudah disiapkan Bi Ati.Sedangkan Rein hanya ternganga tak percaya menatap Kenan.


"Aku tau jika aku tampan.Jadi berhenti lah menatap ku seperti itu!"ucap Kenan yang datar.


"Maaf om,aku..hanya kaget melihat om mau makan malam di sini."


"Kenapa?apa ada larangan jika aku tak boleh makan di sini?"


"Bukan begitu om,selama ini kan om...."


"Sudahlah,jangan buat selera makan ku hilang!"


Rein seketika terdiam dan memilih mengalah.

__ADS_1


Tak ada lagi percakapan antara Kenan dan Rein setelah itu.Seperti dua orang asing yang berada dalam satu meja makan.


Rein yang sudah menyelesaikan makan malam nya,langsung bangkit dari tempat duduk nya dan bergegas menuju ke kamar nya.


"Kau..sebentar!"cegah Kenan.


"Ada apa om?"


"Mulai besok jangan pernah kau membawa teman lelaki mu kerumah ku lagi!"


"Kenapa om?"


"Aku tidak suka!"


"Tetapi Kak Noah hanya sekedar mengantar jemput ku ke sekolah,bahkan aku tidak pernah menyuruh nya untuk masuk."


"Aku bilang jangan ya jangan!kau ikuti lah aturan ku selagi berada di rumah ku ini!"


"Memang nya om mau menggantikan Kak Noah untuk mengantar jemput ku ke sekolah ?"tanya Rein sedikit marah.


"Kenapa tidak?"tantang Kenan.


Rein tak menimpali ucapan Kenan.Ia pun memutuskan berlalu dari hadapan Kenan.Sedangkan Kenan menatap Rein dengan kesal karna pergi begitu saja dari hadapan nya.


**


Dengan canggung Rein menarik kursi yang akan ia duduki.Sikap dingin dan acuh Kenan terhadap Rein selama 2 bulan ini berhasil menciptakan kecanggungan pada diri Rein.Ditambah lagi selama 2 bulan ini,ia sangat jarang bisa berhadapan dan sedekat ini dengan Kenan.


Belum siap Rein menyantap sarapan nya,suara motor Noah sudah terdengar di depan rumah Kenan.


"Kau tidak mendengarkan ucapan ku semalam?"tanya Kenan marah.


"Maaf om,biarkan sekali ini lagi aku berangkat ke sekolah dengan Kak Noah."


Kenan tak menjawab,ia hanya menatap Rein dengan tajam.


"Yasudah,aku berangkat ke sekolah dulu ya om."ujar Rein sembari mengambil tas sekolah yang berada di kursi sebelah nya.Lalu ia pergi dari hadapan Kenan yang masih terus menatap nya.


**


Sesampai di parkiran sekolah,Rein ingin memberitaukan Noah bahwa mulai besok ia tak perlu menjemput nya lagi.Namun Rein tak enak hati kepada Noah yang selama ini sudah bersikap baik mau membantu nya dan menemani nya melewati masa sulit ini.


Habis manis sepah dibuang.Rein tidak mau memperlakukan Noah seperti itu.Noah terlalu berharga untuk di abaikan begitu saja.


"Rein?!..kau kenapa kok termenung begitu.?"tanya Noah.


"Hahh..hhmm,aku baik - baik saja kok kak."jawab Rein terbata.


"Yasudah,aku antar ke kelas yuk!"

__ADS_1


"Tak usah kak,kak Noah duluan saja.Karna aku mau ke toilet dulu."ucap Rein mencari alasan.


"Baik lah.Aku duluan ya Rein."


"Iya Kak."


Hati Rein diselimuti kebimbangan,namun ia tak bisa menyalahkan diri nya.Karna sedari awal Noah lah yang memang ingin masuk kedalam kehidupan nya.


**


Saat jam pelajaran sedang berlangsung,Rein tak bisa fokus mengikuti pelajaran karena ucapan Kenan yang melarang nya untuk dekat dengan Noah.Rein memiliki firasat jika ingatan Kenan perlahan mulai pulih.Bukan kah saat Kenan belum kehilangan sebagian ingatan nya,ia pernah melarang Rein untuk mendekati Noah?!


Pikiran Rein seketika kacau,ia pun memutuskan untuk izin keluar dari kelas dengan alasan ingin ke toilet.Saat di toilet,Rein langsung membasuh wajah mungil nya dengan air wastafel sembari menatap wajah nya itu di depan cermin yang berada di hadapan nya.


Rein menghela nafas panjang,berharap sesak di dada nya bisa berkurang.Setelah ia merasa pikiran nya sedikit tenang,Rein pun bergegas keluar dari toilet.Namun saat ia ingin keluar,Jasmin dan kedua teman nya yang ingin mengganti seragam sekolah dengan seragam olahraga langsung mencegah Rein.


"Kebetulan sekali kita bertemu dengan perempuan yang tak tau diri ini!"ucap Jasmin sembari menekan dahi Rein dengan jari telunjuk nya.


Rein tak menggubris Jasmin,ia berusaha melewati Jasmin dan kedua teman nya yang berdiri menghadang tubuh nya.


"Kau mau kemana?kau pikir semua ini sudah berakhir!".celetuk Amel.


"Minggir!aku mau lewat!"seru Rein tegas.


Jasmin dan kedua teman nya seketika tertawa jahat mendengar ucapan Rein.Jasmin lalu mengambil ember dan mengisi nya dengan air.


Sedangkan kedua teman nya masih menghadang tubuh Rein.


"Kau bersiap - siap lah."ujar Jasmin dan langsung menumpahkan isi ember itu ke tubuh Rein.


Rein seketika mematung saat seragam sekolah nya kini sudah basah karna ulah dari Jasmin.Jasmin dan kedua teman nya pun tertawa puas lalu pergi meninggalkan Rein di toilet seorang diri.


Mata Rein mulai memanas dan berkaca - kaca.Entah mengapa sekali ini ia begitu lemah dan tak mau melawan Jasmin.Dengan seragam sekolah yang sudah basah,juga tak mungkin bagi Rein untuk kembali ke kelas.Rein pun memutuskan untuk ke rooftoop sekolah karna kemana lagi ia akan pergi dalam keadaan basah seperti itu.


Air mata Rein mulai menetes di iringi nafas nya yang terengah saat menaiki tangga sekolah menuju rooftoop.Tangis Rein seketika pecah saat sudah tiba di rooftoop.Siapa pun yang melihat keadaan Rein saat ini pasti merasa iba.Begitu juga dengan Noah yang ternyata mengikuti Rein hingga ke rooftoop sekolah.


Awal nya Noah ingin ke ruang osis untuk mengambil buku catatan nya yang tertinggal.Namun saat ia melihat Rein,ia pun bergegas untuk mengikuti langkah Rein.


"Reina...".panggil Noah lembut sembari menghampiri nya.


Rein seketika menoleh ke arah suara yang memanggil nya.Mata nya yang merah dan sembab menatap Noah yang sudah berdiri dibelakang nya.Rein tak menyeka air mata nya dan membiarkan Noah menyaksikan bulir - bulir dari kesedihan nya yang terus mengalir dari ujung mata nya itu.


Noah tertegun melihat kondisi Rein yang tak karuan seperti itu.Mata yang sembab,seragam sekolah yang basah membuat hati Noah terasa terluka.Noah pun mendekati tubuh Rein dan langsung memeluk nya.


Perasaan Noah kini bercampur aduk.Disatu sisi ia begitu bahagia karna akhirnya bisa memeluk tubuh wanita yang ia cintai,dan di sisi lain nya hati Noah merasa hancur melihat kesedihan yang dirasakan oleh Rein.


Noah pun membiarkan Rein meluapkan semua tangis nya yang semakin pecah dalam pelukan nya itu,berharap nanti nya tak ada lagi sesak yang mengganggu hati Rein.


**

__ADS_1


__ADS_2