
Aku benar - benar tak menyangka Rein bahwa kau dan om Kenan akan menikah."ucap Fara.
"Mau bagaimana lagi Far,aku dan om Kenan memang sudah berjodoh."gumam Rein.
"Tapi Rein,bukan nya ingatan om Kenan belum kembali ya?"
"Memang belum!"
"Lalu,kenapa kau bersikeras sih Rein mau menikah dengan om Kenan?"
"Far,hilang atau tidak nya ingatan om Kenan terhadap ku,aku akan tetap menerima dan menikah dengan nya!"
"Hufft...cinta buta mu itu ternyata semakin menggila ya Rein."
Rein hanya tersenyum kecil mendengar ucapan sahabat nya itu.Bahkan ia sendiri pun tak menyangka jika ia segila itu dalam mencintai Kenan.
"Oiya Rein,lalu Kak Noah bagaimana?"
"Bagaimana apa nya Far?"
"Ya bagaimana reaksi Kak Noah saat tau kau akan menikah dengan om Kenan?"
"Entah lah Far,yang pasti saat terakhir kali Kak Noah mengantarkan ku pulang,ia tampak kecewa ketika om Kenan memberitau nya bahwa kami akan segera menikah.Tapi anehnya,Kak Noah tetap bersikeras mau berteman dengan ku Far."
"Seperti nya Kak Noah sama gila nya dengan mu Rein.Walau ia berkali - kali kau tolak,ia bahkan tak menyerah untuk mendekati mu.Padahal ia pun tau bahwa kau akan segera menikah."
"Aku harus berbuat apa ya Fara agar Kak Noah bisa menjaga jarak dengan ku.Bukan apa - apa,aku hanya takut jika om Kenan tau,ia pasti akan sangat marah dengan Kak Noah."
"Menurut ku mulai saat ini,ketika kau bertemu dengan Kak Noah,cobalah untuk bersikap acuh kepada nya Rein."
"Astaga Far,itu sudah sering ku lakukan.Tapi kau lihat sendiri kan bagaimana Kak Noah!
"Iya juga ya,mungkin Kak Noah memang butuh waktu untuk benar - benar mengikhlaskan mu.Kita tunggu saja lah Rein!"
"Baik Far.Oiya Aska bagaimana kabar nya?belakang ini aku tak bisa menghubungi nya."
"Mungkin Aska sedang sibuk Rein,apalagi sekarang ia membantu Ayah nya menjalankan usaha restoran mereka."
"Pantas saja Far.Padahal aku ingin sekali mengabari Aska agar ia bisa datang ke acara pernikahan ku nanti."
"Tenang saja Rein.Serahkan saja ini kepada ku.Biar aku yang menghubungi Aska."
"Thanks ya Far.Yasudah aku duluan ya,sebentar lagi aku ada kelas."
"Iya,baik lah Rein."
Rein lalu pergi menuju ke gedung fakultas nya yang terletak tak jauh dari kelas Fara.Sembari berjalan,Rein berjaga dengan sesekali melihat sekeliling nya agar tak berpapasan dengan Noah.
Rein tak tau jika sebenarnya Noah sudah memperhatikan nya sejak berada di fakultas Fara tadi.Bahkan ia mengikuti Rein walau jarak mereka yang berjauhan.Noah tau batas nya,untuk itu ia tak mau menghampiri Rein walaupun ia begitu ingin.
Hingga Rein yang merasa lega saat tiba diruang kelas nya,langsung menghela nafas sembari menyenderkan tubuh nya di kursi yang ia duduki.Tak berapa lama dosen Rein pun masuk ke kelas dan memulai perkuliahan mereka.
**
Sementara Kenan yang berada di ruang kerja nya merasa gelisah dengan berjalan mondar - mandir di hadapan Mario.Mario yang kesal melihat Kenan pun menegur nya.
__ADS_1
"Berhenti lah Nan.Kau menganggu fokus ku!"suruh Mario yang seketika berhenti mengetik keyboard laptop dihadapan nya.
"Apa yang harus ku lakukan Mario?"
"Maksud mu?"
"Aku merasa sudah gugup terlebih dahulu sebelum mengucap janji pernikahan dengan Rein."
"Kau akan menikah dengan Rein?!"
"Iya."
"Kenapa kau tak memberitau ku Nan."
"Inikan aku sedang memberitau mu."
"Kau ini!.Memang nya kapan kalian akan menikah?"
"Minggu depan Mario.Untuk itu bantu lah aku agar aku bisa mengatasi rasa gugup ku ini."
"Kalau kau masih merasa gugup tunda saja dulu pernikahan mu itu hingga kau merasa siap."
"Ck..percuma aku berbicara kepada mu.Bukan nya memberi solusi malah menghancurkan semangat ku."
"Haha...iya..iya maaf boss Kenan.Lagi pula bagaimana mungkin aku memberi solusi kepada mu,sedangkan aku sendiri saja belum pernah mengucap janji pernikahan seperti itu."
"Haiishh..."
"Tenangkan diri mu dulu Nan.Tarik nafas perlahan...tahan...tahan...ya bagus tahan..."
"Bukan Nan...hahahah.."
Mario pun terbahak tak tahan melihat tingkah teman dekat nya itu.Tak pernah ia melihat Kenan segugup itu dalam hidup nya.Karna selama yang ia kenal,Kenan adalah sosok yang pemberani bahkan begitu percaya diri.
"Apa sih yang membuat mu gugup seperti itu Nan?"
"Nanti kau akan merasakan nya sendiri Mario saat kau ingin menikahi wanita yang kau cintai."
"Oh..begitu ya!"ejek Mario sembari mengangguk pelan.
Kenan yang kesal dengan respon Mario pun hanya bisa menatap nya tajam.Seolah ia tak terima diperlakukan seperti itu oleh teman dekat nya sendiri.
**
Sesuai dengan janji nya yang akan mengajak Rein untuk memilih cincin pernikahan mereka,Kenan pun langsung bergegas ke kampus Rein begitu Rein menghubungi nya.
Sembari menyetir,berkali - kali Kenan mengatur pernapasan nya agar tak terlihat gugup di hadapan Rein.Ia sendiri bahkan tak tau apa yang membuat nya menjadi gugup seperti itu.Padahal ia yang sejak awal begitu semangat untuk menikah dengan Rein.
Tak berapa lama,Kenan pun tiba di depan kampus nya Rein.Ia melihat Rein sudah berdiri menunggu nya di sisi jalan kampus.Dengan sigap,Kenan langsung membuka pintu mobil untuk Rein.
"Masuk lah Rein!"suruh Kenan sembari menoleh ke arah Rein.
Rein hanya mengangguk dan seketika masuk ke dalam mobil Kenan.
"Om sudah makan siang?"tanya Rein langsung.
__ADS_1
"Belum Rein."
"Kalau kita makan siang dulu bagaimana?"
"Baiklah."
Kenan pun kembali menyetir mobil nya menuju restoran yang dipilih oleh Rein.Setelah selesai makan siang,baru lah mereka memutuskan ke sebuah jewelry untuk berkonsultasi langsung dengan diamond master yang akan membantu mereka untuk memilih permata dan bahan cincin terbaik yang sesuai dengan selera mereka.
"Kalau yang ini bagaimana Rein?"tanya Kenan sembari menunjuk sebuah desain cincin pada majalah koleksi jewelry itu.
"Aku kurang suka dengan bentuk nya om."
"Baiklah.Kita cari yang lain"
Setelah cukup lama memilih,akhirnya Rein pun menemukan satu set cincin couple yang sesuai dengan selera nya.
"Aku mau yang ini om."
"Hhmm...baiklah Rein."
"Mbak kita mau model cincin couple yang seperti itu.Untuk material cincin dan permata nya sesuaikan saja dengan contoh pada gambar itu ya."ucap Kenan kepada seorang desainer yang membantu mereka menemukan cincin yang cocok.
Setelah Kenan membereskan semua nya dan membayar cincin couple yang harga nya cukup fantastis itu,mereka pun memutuskan untuk pulang.Kenan mengatakan bahwa Rein harus banyak beristirahat sebelum hari pernikahan mereka.
Sesampai dirumah,Kenan mengikuti Rein hingga ke kamar nya.
"Istirahat lah Rein.Besok aku akan mengajak mu mencoba gaun untuk kau kenakan saat kita menikah nanti."
"Iya om."
"Dan kau tak perlu memikirkan hal lain Rein.Karna aku dan Papa mu sudah menyiapkan semua nya."
"Baiklah om.Hhmm...om tak keluar dari kamar ku?"
"Tidak.Kenapa?"
"Bagaimana aku mau istirahat jika om saja tak keluar."
"Memang nya aku tak boleh menemani calon istri ku?"
"Tapi kan tetap saja om...."
"Om lagi...om lagi..."
"Habis nya apa om?aku merasa aneh memanggil om dengan sebutan lain."
"Mulai sekarang panggil aku my love.."
"Iihh..apaan?!.geli tau manggil om dengan sebutan seperti itu."
Kenan pun seketika tertawa lepas melihat ekspresi wajah Rein yang memang merasa aneh dengan sebutan itu.
"Yasudah,terserah kau saja sayang.Kau istirahatlah.Aku akan kembali ke kantor."ucap Kenan sembari mengecup dahi Rein.
Lalu Kenan pun keluar dari kamar Rein dengan senyum yang merekah di bibir nya,menyisakan Rein yang hanya membeku karna perlakuan lembut dari Kenan.Rein juga tak menyangka bahwa sebentar lagi Kenan akan sah menjadi suami nya.Hati nya seketika berdebar ketika membayangkan Kenan tidur di samping nya.Walau ia dan Kenan awal nya sudah pernah tidur di ranjang yang sama,namun setelah menikah semua nya pasti akan terasa berbeda dan Kenan pasti akan jauh lebih berani bertindak kepada nya.
__ADS_1
**